
"Maaf." Ucapku menatapnya , dia juga menatapku. Aku ingin melihat arti tatapan mu itu Lisa. Apa kau masih marah atau kau akan memaafkan ku.
"Apa lo masih mau berteman sama gue??." Sambungku
"Nggak sekedar teman kak."
"Nggak sekedar teman,, lalu??."
"Sekarang kita sahabat, dan kak Bian udah sah jadi in the gengs blacksquat." Ujarnya merentangkan tangan.
"In the gengs blacksqua apa itu??."
"Itu nama gengs kita kak."
"Hmmm nama gengs, siapa aja anggotanya?."
"Isshh temen temen Lisa yang kakak anter waktu pendaftaran itu lohh."
"Yang mana?? "
"Ya ampun masih muda kok udah pikun sihh,, ituloh kak Kayla, Devi, Dito, sama Rian. Oh yaa waktu itu kakak ngurung kita di gudang kayaknyaa."
"Nyebelin banget tau nggak kak Bian, masa' ada orang berantem nggak dipisahin malah disuruh lanjut." Sambung Lisa.
Itu yang kusuka dari ekspresinya yang gampang berubah,
Lisa makin lucu jika wajahnya memerah gara gara kesal.
"Tau nggak??Kesel juga ya ngomong sama kakak, katanya anak anak kampus kak Bian itu pinter, cewek cewek banyak yang deketin tapi ternyata pikun juga ya." Gerutunya.
"Siapa yang lupa?."
"Laahh kakak tadi kan nanya siapa temen Lisa yang pendaftaran itu."
"Gue nggak lupa."
"Teruusss ngapainn nanyaaakk??."
"Emang nggak boleh??."
"Isshh udah capek capek jelasin jugaa." Lisa memukul lengan ku bertubi tubi, aku senang melihatnya nggak secuek tadi.
"Pulang yuk!!!."
"Masih pengen disini."
"Besok kesini lagi."
"Boleh nggak kita ajak yang lain kesini??."
"Siapa??."
"Kak Bian itu tau nggak sih kalau diajak ngomong, atau pura pura nggak tauu????."
"temen temen blacksquat Lo??."
"Iyaahh."
"Oke."
Lisa melengos terlihat gerakan bibirnya seperti orang mengomel,, Lucu pikirku.
*********
Bascamp Blacksquat
Malam harinya Lisa and the gengs kumpul di bascamp.
Lisa, Kayla dan Devi sibuk dengan tugas mendesain ruangan yang harus mereka buat sendiri. Ini tugas mendesain pertama bagi mereka.
__ADS_1
Dito dan Rian malah asyik dengan game di hp masing masing.
*Kayla*
"Guyyss kita ada anggota baru nih." Ujar Lisa disela sela menggambar. Mereka refleks melihat Lisa yang masih fokus dengan gambarannya.
"Anggota baru???." Tanya Kayla, Devi, Dito ,Rian kompak.
"Heemmm,, pelan dikit ah gue nggak budek."
"Anggota baru siapa??." Tanya Kayla.
"Ckk main masuk masukin anggota baru aja lo Lisa." Sewot Dito.
"Lo cari gantinya Ar ya?." Sambung Devi.
"Kalian itu nanya satu satu dong, gue juga kepo nih." Sambung Rian.
"Emang lo doang." Devi melemparkan bantal tepat kena wajah Rian.
"Ckk jawab dong Lisa." Ucap Rian geram melihat Lisa dengan santainya masih fokus dengan buku gambar didepannya.
"Gimana gue mau jawab , kalian ngomong mulu dari tadi " Jawab Lisa.
"Yaudah sekarang jawab." Gemas Kayla.
"Kak Bian."
"Aapaaa???." Teriak Kayla, Devi, Rian kompak, Lisa refleks menutup kedua kupingny.
"Bisa pecah gendang telinga guee." Ucap Lisa menatap mereka semua.
"Yahh lo kenapa sih ajak dia gabung?." Tanya Kayla.
"Emang kenap.."
"Dit bisa diem dulu nggak siiihh!!!." Ucap Devi.
"Kenapa sih emang nggak boleh??mulut juga mulut gue."
Balas Dito dengan nada tinggi.
"Heehh lo tuh pura pura nggak tau atau gimana sih??." Sambung Kayla.
Sedangkan Lisa melanjutkan gambarannya tanpa peduli sekitarnya.
"Kebiasaan deh." Ujar Rian dan melanjutkan gamesnya.
*Rian*
"Emang gue nggak tau." Jawab Dito santai.
"Isshh sini loh."
"Aaaww sakit gob*ok." Teriak Dito saat cubitan dari Kayla dan Devi mendarat mulus ditubuhnya.
*Dito*
"Bisa diem nggak sih!!!!." Bentak Lisa, Kayla dan Devi langsung menghentikan aksinya. Dito mengelus elus tubuhnya yang terasa nyeri.
"Dasar perempuan jahanam Lo." Dito melotot ke arah Kayla dan Devi.
"Gue pulang aja lah kalau pada berantem."
__ADS_1
"Jangan dong Lis." Ucap Kayla.
"Ckk lo jelasin kenapa Kak Bian lo masukkin ke blcksquat??." tanya Devi.
"Yaah nggak pa pa dong, lagian kak Bian itu si gembul, temen gue waktu kecil." Jawab Lisa.
"Si gembul?? siapa lagi tuh Lis??." Ucap Dito.
"Ddittooo." Teriak Lisa, Kayla, Dan Devi kompak melotot menatap Dito. Rian tertawa melihat Dito dibully oleh para wanita.
"Nasib lo Dit Dit." Ujar Rian.
"Ampuun gue janji nggak tanya lagi deh." Ujar Dito.
"Awas sekali lagi lo ngomong, gue sobek tuh mulut." Ancam Devi. Dito langsung menutup mulutnya.
ngeri juga Devi kalau ngancem,, batin Dito.
"Jadi lo udah kenal lama??." Tanya Kayla.
"Iyah, tapi sejak Kak Bian naik TK B dia pindah ke semarang."
"Ouuh gitu..oke gue terima, biar gimana pun dia cakep juga." ucap Devi terkekeh.
"Ckk apa kata lo cakep?? manusia robot kok dibilang cakep." Ucap Rian.
Manusia robot??pikir Dito.
"Ouuhh manusia robot yang ikut kita jalan ke mall itu? Gue tau kalau dia mahh." Dito menepuk dadanya sambil tersenyum.
"Gaaeeyyss enaknya kita apain ya." Devi mengelus dagu menatap Dito tajam.
"Yan gue salah apa lagi sih??." Dito yang melihat tatapan itu bersembunyi dibelakang Rian.
"Lo tuh jangan oon oon amat lah,,,kita kan dari tadi omongin Kak Bian.Baru nyadar yah kak Bian itu si Robot kayak yang lo bilang." Ucap Rian.
"Udah ah pusing gue, kalau mau ribut sono ke lapangan!!!." sambung Lisa.
"Iya iyah Lis." Jawab Kayla.
Mereka melanjutkan aktifitasnya yang tertunda.
**********
"Ohh ya Lis,, gimana kabar lo sama Rasyad??." Tanya Devi.
Lisa yang mendengar pertanyaan itupun menjatuhkan kepalanya ke meja, wajahnya berubah muram.
"Kenapa tuh muka??lo nggak ada masalahkan sama Rasyad??." Tanya Kayla.
"Udah gue bilang Rasyad pasti punya cewek lagi disana." Sambung Dito.
"Huufftt...lo kalau ngomong dipikir dulu dong." Devi mengembuskan nafasnya kasar.
"Gue nggak mau mikirin dia dulu." Ucap Lisa.
"Cckk sini hp lo!!! biar gue caci maki tuh Rasyad, enak aja bikin sahabat gue sedih kayak gini." Devi mengambil hp Lisa dan mendial no Rasyad.
"Ehh jangan Dev."
*Devi*
"Udah terlanjur." Devi menunjukkan layar hp dengan tulisan 'Berdering'.
Ttutt Tuutt Tuutt
"Hallo." Jawaban dari seberang.
__ADS_1
Kok suaranya kayak bukan Rasyad ya,,, batin Devi.