
"Iyah tante aku bakal bantu Kak gembul sampai sembuh, jangan nangis lagii." Aku menghapus air matanya.
Aku jadi berubah pikiran dari Kak Bian yang begitu datar ternyata ada tangisan dan luka didalamnya.
Aku bisa merasakan kesedihan mendalam dari seorang ibu.Mungkin aku akan tahu yang sebenarnya besok.
*******
Kota Berlin, Jerman
Aku keluar perpustakaan bersama Adeline. Berjalan menikmati suasana sore.Adeline orangnya asyik, nyambung jika ku ajak bicara.
"Lo udah makan?? ." Tanya Adeline.
"Belum.Laper sih hehehe.. "
"Gue ajak ke restoran khas makanan Jerman yang paling enak dikota ini mau?? ." Tanya mu antusias.
"Wahh dapet pemandu gratis nihh." Ujarku tertawa kecil.
"Bisa ajaa.Oke selama lo disini gue yang akan jadi pemandunya gimana??. "
"Haah tapi gue nggak punya uang buat bayar lo." Ucapku dengan wajah ku buat memelas.
"Hahahaaa...bercanda kok." Kita berdua sama sama tertawa.
"Dies ist Buschbeck's restaurant, dies ist mein Lieblingsrestaurant." Ujarmu menunjuk restauran didepan kami.
(Ini dia restauran Buschbeck's , ini restauran favoritku).
"Komm herrein." Ajakmu.
(Yuk masuk) kami memilih meja paling ujung dekat jendela.
"Welches menu ist gut? ." Tanyaku.
(Menu apa yang enak?).
"Hier gibt es so viele typisch deutsche gerichte Sauerkraut, Kartoffelsalat, Gulaschuppe, Apfelestrudel, Falscher hase, und vieles mehr."
(Banyak banget, makanan khas Jerman disini ada Sauerkraut, Kartoffelsalat, Gulaschuppe, Apfelestrudel, Falcher hase , dan masih banyak lagi).
"Entschuldigung, Frau." Adeline memanggil waiters
(permisi mbak).
"Was wollen sie bestellen?." Tanya waiters
(mau pesan apa?).
"Ich bestelle Kartoffelsalat, Gulaschuppe, Apfelestrudel, und Sauerkraut."
(Saya pesan Kartoffelsalat, Gulaschuppe, Apfelestrudel, dan Sauerkraut).
"Das ist alles??." (Itu saja??).
"Nur das." (Iya itu saja).
"Warten sie, Fraulen und sir." (Ditunggu ya nona dan tuan).
20 menit makanan sudah sampai dengan tidak sabaran aku langsung makan entah apa itu namanya.
"Wie gut?." Tanya adeline.
(Gimana enak?).
"Wirklich lecker , passt auf meine Zungi." Ucapku disela sela makan.
(Benar benar enak , cocok dilidahku).
"Besok berangkat bareng ya.Aku tunggu di pertigaan sebelum gerbang kampus."
"Oke" Sepertinya dia teman yang baik.
******
Jakarta, Indonesia
"Kalian langsung pulang aja, kita bisa masuk sendiri kok." kata Devi.
"Bener nih.Yaudah kita duluan ya salam buat tante Ayu."
Mobil Rian melaju meninggalkan rumah Lisa.
"Ayok kita masuk!!." Ajak Devi.
Tok Tok Tok
" Assalamualaikum tante." Ujar Kayla dan Devi.
Ceklekk
"Waalaikumsalam."
"Kamu."
"kamu."
Ucap Kayla dan Deren bersamaan.
__ADS_1
"Ehh kalian udah dateng.Di ajak masuk dong Deren." Ujar Ayu.
"Iya tante makasih." Jawab Kayla.Mereka masuk ke ruang tamu.
Dia kok ada disini yah?? batin Kayla.
Ngapain dia kesini?? mama kenal sama dia?? batin Deren.
"Ayok duduk dulu tante buatin minuman yah."
"Nggak usah tante kita nggak mau ngrepotin."jawab Devi
" Kayak sama siapa aja sih, santai aja ya anggap rumah sendiri." Ayu berdiri dan menuju dapur.
"Makasih tante."
Deren ikut duduk dikursi seberang masih dengan menatao Kayla tanpa sadar.
" Kay dia siapa sih??. " Bisik Devi hampir tidak bersuara.
"Nggak tau."
"Kamu ngapain disini?? kamu buntuti saya ya?. " Tanya Deren menatap Kayla.
"Terserah gue dong mau kemana aja.Tapi maaf ya gue nggak ngikutin lo tuh." Jawab Kayla sarkas.
"Kalian saling kenal??." tanya Devi.
"Nggak."
"Nggak."
Jawab Kayla dan Deren bersamaan.
"Ciee dari tadi barengan terus ngomongnya heehehe.."
"Apaansih Dev." Ujar Kayla.
"Kalian udah akrab aja." Ayu datang membawa beberapa cemilan dan minuman.
"Deren ke kamar dulu mah."
"Ngapain ke kamar ngobrol aja dulu sama Putri Putri mama yang cantik ini."
"Hemm bisa aja tante." Devi tersenyum kecil.
"Oohh ya kalian pasti baru ketemu kan sama Deren. Dia kakak pertama Lisa."
"Ooh kakak nya Lisa yang di Jerman itu??." Tanya Devi.
"Iyah."
Devi menjulurkan tangan.
"Deren." Deren menjabat tangan Devi.
Oohh ternyata dia Kakak nya Lisa pantesan kayak pernah lihat nih orang,, batin Kayla.
"Emm aku Kayla." Ujar Kayla tanpa menjulurkan tangan.
Sombong amat udah dibantu juga kemarin, batin Deren.
"Tante Kayla boleh nggak tidur di kamar Lisa, Kayla capek banget." Ujar kayla.
"Iyaj boleh dong sayang, kalian istirahat aja dulu sambil nunggu Lisa pulang."
"Makasih tante." Devi dan Kayla naik ke atas.
*******
Aku mengerti sekarang kenapa Rian bisa menghajar Ar habis habisan, jika aku tahu maslahnya mungkin aku akan membantu Rian menghabisi laki laki ba**ngan itu. Hari ini ingin aku menghibur Kay tapi bagaimana aku sudah terlanjur janji dengan tante Luna.
"Maaf ya gue nggak bisa ikut kalian ke Bascamp."Ujarku
"Santai aja Lis, kita ngerti kok." ujar Devi
"Lo naik apa kerumah kak Bian?. " tanya Kayla
"Naik mobil,, kalian biar kak Deren ya yang ngantar."
"Nggak usah kita bisa naik taksi kok." Kata Kayla.
"Nggak pokoknya kalian harus diantar kak Deren, dia udah di luar tuh nungguin yuk bareng keluarnya." Ajak ku.
Mobil kak Deren melaju menjahui rumah, sekarang aku akan ke rumah kak Bian. Cerita tante Luna belum masuk diotak ku, aku harus tau apa yang sebenarnya terjadi..
Sesampainya dirumah kak Bian.
"Assalamualaikum tante."
"Waalaikumsalam, masuk yuk kak Bian lagi dikamar tante panggil dulu ya." Ujar tante Luna.
"Iyah tante."
"Ada apa??. " Lagi lagi raut wajahnya datar, aku mencoba meneliti apa yang sedang dirasanya tapi nihil wajahnya benar benar tak berekspresi.
"Itu kak aku gue mau ngajak lo kerumah temen." Dusta ku.
"Aku sibuk." nggak bisa gitu dia bicara panjang. Selalu dua kata kalo nggak satu kata tuh yang keluar.
" Kamu sibuk apa sih bian?? cepat ganti baju anter Lisa kerumah temennya." kata tante Luna.
"Hmm" hanya deheman?? astaga nih orang benar benar ya.
__ADS_1
Aku nggak bisa bayangin jalan cuma berdua sama manusia aneh ini..
"Ya udah tante kita berangkat dulu ya." Aku menyalimi tante Luna.
"Semoga sukses!!!" bisik tante Luna.Aku membalas dengan senyuman.
"Yuk kak naik mobil ku aja, biar aku yang nyetir."ajakku.
Ternyata alamat psikiater ini cukup jauh.Satu jam berlalu akhirnya nemu juga nih alamat.
"Kenapa kesini?? ." Tanya kak Bian.
"ini rumah temen gue kak." Hadugghh dia pasti curiga nih..
"Gak usah bohong." ujarnya datar.
"Bohong gimana sih kak?? ya udah yuk turun." Dia pasti tau lah ini kan rumah psikiaternya,.Emang dia punya gangguan jiwa??. Hadugghh kalo dia ngamuk gimana nihh?? jadi takut deh..
"Kamu aja yang masuk." Ujarnya.
"Ayo dong kak temenin." Rengekku.Gimana nih bujuknya supaya mau masukk??.
"mama yang suruh??. " Wah tepat juga nih kak Bian nanggap. ketauan deh.
"Yaudah kalo kak Bian gk mau masuk gue masuk sendiri." kata ku kesal.Dia hanya diem nggak nyegah atau ikut masuk?? bener bener nih orang bikin sebeelll....
"Assalamualaikum." Ujarku sambil mengetuk pintu.
"Waalaikumsalam." Perempuan muda membukakan pintu, sepertinya dia dokter Anya.
"Maaf ini benar rumah Dokter Anya?? ." Tanyaku tersenyum ramah.
"Iyah benar, apa kamu Lisa??. "
"Iyah Dok saya Lisa."
" Ayoo masuk!!!Biannya mana??. "
"Bentar ya biar saya yang bujuk.Kamu masuk aja dulu!!. Bi Ranti tolong antar adek ini keruangan saya."
Ujar dokter anya kepada orang yang bernama bi ranti
Aku mengikuti bi Ranti keruangan Dokter anya.
Sekitar limabelas menit aku menunggu akhirnya dokter anya datang tapi Bian mana??.
"Maaf ya nunggu lama." Ujar dokter anya dan duduk disebelahku.
"Nggak pa pa dok.Kak Biannya mana??." tanyaku.
Dokter Anya menggeleng, sulit juga membujuk Kak Bian.
"Masih di dalam mobil dok??."
"Iyah,, memang susah bujuk Bian."Dokter Anya tertawa kecil.
"Dok sebenarnya kak Bian punya penyakit apa?? ." Aku mencoba bertanya dulu.Rasa kepo ku sudah naik ke ubun ubun hehehe.
"Nah pasti kamu penasaran yah dengan sikapnya Bian." Aku mengangguk.
"Jadi gini Lisa..."
Ceklekk
"Kamu nggak perlu tau." Tiba tiba kak Bian dateng langsung bilang aku nggak perlu tau?? ini udah aku tahan loh kak kepo ku dari semalemm.
"Bian akhirnya kamu dateng." Dokter anya mendekat, aku tau dibelakang dokter anya dia membawa jarum suntik. Aku mencoba mengalihkan perhatian kak Bian..
"Kak Bian..."
Aku langsung memeluknya dan.
Jllebb
Beberapa detik kak Bian jatuh masih dalam pelukan ku. Aaiiss berat juga nih orang..
"Ayok bantu saya angkat ke ranjang." Aku dan Dokter anya berusaha menidurkan Kak Bian ke ranjang pasien.
"Dokter kasih suntikan apa??. " Tanya ku khawatir.
"Ini hanya suntikan penenang, dan supaya saya bisa cek kondisinya jika tidak seperti ini dia tidak akan mau. " Ujar Dokter anya.
"Mari saya jelaskan." Kita duduk di kursi dekat ranjang.
"Sebenarnya Kak Bian sakit apa Dok??. "
"Dia mengalami Alexithymia."
"Alexithymia dok?? saya baru denger penyakit semacam itu." Kataku bingung.
"Alexithymia ini bukan penyakit atau gangguan mental. Orang orang yang terkena alexithymia ini mereka paham bahwa dirinya merasa senang, sedih, marah tapi mereka tidak bisa mengungkapkannya." Jelas dokter anya.
"Bentar deh dok maksudnya kayak gimana?? ." Terlalu rumit untuk dicerna otak ku.
" Kamu pasti bisa lihat ekspresi dan perilaku Bian kan??. "
" Iyah dok kak Bian aneh orangnya.Setiap bicara nggak pernah tuh kelihat ekspresinya selalu datar." Ucap ku. Ternyata itu alasannya kenapa sikap kak Bian dingin.
"Yah itu yang dialami Bian selama ini ketidak pekaannya mengungkap kan emosi."
"Kenapa Kak Bian mengalami penyakit itu dok? apa bawaan sejak lahir?? ." Tanyaku.
"Bukan, penyebab Alexithimia ini..."
__ADS_1