
Sesampainya di UKS dengan wajah panik Kayla menghampiri Ar yang kesakitan sambil memegangi perutnya. Bagi Kayla melupakan kenangan kenangan bersama Ar selama ini tidaklah mudah. Walaupun Ar telah menorehkan luka teramat dalam.
Selama tiga tahun lebih Ar lah yabg menjadi sandaran disaat dia senang maupun sedih.Tapi kenapa Ar mengkhianati kisah mereka dengan begitu mudah.
Didalam UKS hanya ada Ar dan satu teman laki lakinya. Saat melihat Kayla datang temannya itu keluar begitu saja tanpa menghiraukan kedatangan Kayla. Tanpa Kayla ketahui pemuda itu tersenyum miring menatap Ar sebelum keluar.
"Aahh sakit." Rengek Ar sambil meringkuk.Tanpa kata Kayla mengambil kotak obat. Yah Ar selalu bisa membuat Kayla khawatir jika penyakit lambungnya kambuh.Mungkin ini salah satu siasatnya agar kembali mendapatkan Kayla.
"Ini minum dulu!!." Kayla membantu Ar meminum obat lambung yang diambil dari kotak obat. Dengan sangat hati hati Kayla membantu membenarkan posisi tidur Ar.
"Aahh..." Ar terus mengeluh dan semakin membuat Kayla frustasi jika melihat Ar kesakitan. Dari dulu Kayla lah yang selalu merawat Ar dan selalu mengingatkannya makan tepat waktu.
"Masih sakit?? harus gue bilang berapa kali sih supaya lo makan tepat waktu??." Bentak Kayla terlihat khawatir.
"Makasih Kay." Ucap Ar dengan nada dibuat semelas mungkin.
Kayla tidak menghiraukan ucapan Ar.Dia masih teringat kejadian menjijikkan itu.Tapi saat melihat kondisi Ar saat ini membuatnya luluh.
Kayla segera mengisi botol dengan air panas dan menempelkan diperut Ar. Tanpa melihat wajah Ar.
"Kamu masih marah??." Tidak ada jawaban atau lirikan sekalipun dari Kayla.
"Pliss Kay dengerin dulu penjelasan gue." Sambung Ar
"Semuanya udah jelas Ar." Sahut Rian yang tiba tiba masuk membawa rombongan. Siapa lagi kalau bukan Dito, Lisa, dan Devi.
Mereka masuk UKS dengan tatapan muak melihat adegan yang di reka oleh Ar sendiri. Kayla sudah dibuat buta oleh akting Ar selama ini.
"Ngapain sih lo khawatir sama orang kayak dia." Sahut Devi.
Kayla menatap teman temannya dengan bingung. Benar kata mereka tapi dia mengikuti kata hatinya saat otak tidak berjalan dengan benar.Seketika Kayla menelisik wajah Ar.Apa dia benar benar sakit atau hanya pura pura??.
"Gampang banget lo kemakan rayuannya." Lagi lagi Rian berucap dengan kesal menatap Kayla.
"Percaya sama aku Kay. Ini sakit banget aauuhh." Ar semakin meringkuk sambil memegangi perutnya. Kayla hanya menatap Ar dengan tatapan kosong.
"Sadar Kay!!! sadar apa yang telah Ar lakuin sama lo.Lupain dia masih banyak cowok diluaran sana yang pantas buat lo." Ucap Lisa memeluk Kayla dari samping. Dia tahu sekarang sahabatnya sedang kalut dengan perasaannya sendiri. Di satu sisi Kayla mungkin masih tidak percaya dengan apa yang dilakukan Ar. Dan dilain sisi nyatanya Ar lah yang merusak hatinya.
"Aahh sakit Kay." Rengek Ar lagi. Tapi kali ini Kayla tidak tinggal diam. Dia sudah sadar akan semuanya. Dibukanya botol yang berisikan air panas dan...
Bbyyuurr
"Aaahh panass." Teriak Ar saat air panas mengguyur tepat dibagian perutnya. Senyum miring tersungging diwajah Kayla. Tak hanya Kayla mereka yang ada disana tertawa terbahak bahak.
"Rasain tuh air neraka dunia. Daripada air neraka akhirat." Ujar Dito
"Kay!!!!." Wajah Ar memerah manahan amarah menatap Kayla. Kayla menaikkam satu alisnya dengan tampang wajah menantang.
__ADS_1
"Itu baru awal rasa sakit dari pembalasan gue." Ucap Kayla penuh penekanan.
"Ngapain lama lama disini??. Cabutt!!!." Ajak Rian.
Mereka keluar UKS membawa kemenangan atas apa yang dilakukan Kayla. Mungkin jika mereka tidak datang Kayla sudah kemakan rayuan si buaya darat. Siapa lagi jika bukan Ar??.
"Siiap ke mall??." Tanya Kayla tetap berjalan dan senyum smirk tidak lepas dari wajah cantiknya.
"Siiaapp." Jawab mereka kompak.
*******
Mereka sampai dimall tepat jam enam. Hari sudah gemerlap dipenuhi lampu penerang. Tidak banyak hal yang mereka lakukakn dimall karena takut jika khilaf mungkin sampai ayam berkokok mereka baru pulang.Kebiasaan menjadi makanan sehari hari mereka jika sudah lupa akan waktu.
Toko demi toko mereka masuki sampai tak terasa pukul sudah menunjukkan jam delapan lebih. Lebih parahnya lagi hanya ada satu tas belanjaan ditangan masing masing.Sedari tadi keluar masuj toko hanya membawa satu belanjaan?? benar benar kebiasaan itu susah dihilangkan.
"Waduuhh kok udah jam delapan lewat sih?? ini jam gue rusak atau mata gue yang rusak??." Dito mengucek matanya. Memastikan jika saat ini benar jam delapan lewat.
"Cckk lo pikir ini jam berapa hah??." Sahut Lisa.
"Cepet banget sih ini jam." Gerutu Dito. Semuanya menatap Dito jengah. Dia kira sekarang jam berapa?? dia sendiri yang tidak sadar akan waktu.
"Lo tuh yang keasikan belanja. Tapi belanja dari tadi cuma dapet satu." Sahut Kayla. Mereka semua menatap belanjaan masing masing. Seketika mereka menepuk jidat masing masing bersamaan.
"Ini kita yang lupa waktu atau waktu yang berjalan cepat??." Tanya Lisa polos.
"Yaelahh lo sendiri juga gitu." Ujar Dito menatap belanjaan Kayla dengan dagunya.
Mereka semua menghembuskan nafas kasar. Kurang lebih dua jam hanya mendapatkan satu belanjaan dan itu cuma sebuah selimut kecil.Astagaa..
"Kalian disini juga??." Suara bariton membuat mereka mengalihkan pandangan ke asal suara.
"Kak Bian juga ada disini??." Tanya Lisa saat melihat Bian juga menenteng banyak tas belanja.
"Bian loh kok disini sih.Gue cari dari tadi tahu." Ucap Intan dengan manja sambil beegelayut dilengan Bian.
Mereka kaget melihat Bian tidak sendiri.Dan dia bersama cewek yang terkenal dikampusnya. Siapa yang tidak kenal dengan ratu kampus?? yah dia Intan si ratu kampus tahun kemarin. Cewek yang terlihat baik diluar tapi dari dalam hatinya terlihat busuk. Selama ini sia berusaha mengejar cinta Bian hanya karena kepopuleran dan ketampanan yang dimiliki Bian.
*Intan*
Walaupun ekspresi dan tingkah Bian yang membuatnya naik darah tidak menjadi masalah buat Intan. Asalkan dia bisa mendapatkan apa yang dia mau lebih dulu.
"Wah kak kenalin dong!!! wahh hebat kak Bian bisa jalan sama ratu kampus." Ujar Dito berbinar menatap Intan. Intan memalingkan wajah jengah.Apalagi saat matanya bertemu dengan Lisa terlihat sorot tidak bersahabat.
Lisa melihat Intan bergelayut manja dilengan Buan merasa risih. Entah karena dia rindu momen itu bersama Rasyad atau mood nya sedang tidak baik.
__ADS_1
"Udah malem nih kita cari bahan untuk tenda yuk!!!." Ajak Lisa.
Ini kesempatan gue buat nama dia jelek didepan Bian. Batin Intan.
"Bukannya kalian anak baru ya??." Tanya Intan tersenyum palsu.
"Iyah kak. Kenalin aku Dito." Ujar Dito antusian sambil menjalurkan tangannya. Tapi belum saja dijabah Intan tangannya sudah di tarik Devi. Sangat kesal karena gagal bersalaman Dito menatap Devi tidak suka.
"Nggak usah keganjenan deh." Judes Devi.
"Mending kita cari bahannya bareng bareng ya nggak Bi??." Intan menatap Bian meminta peesetujuan.
"Ya udah yukk!!!." Bian beranjak lebih dulu dan diikuti mereka dari belakanng.
Cckk ngapain juga mereka ikut.Bikin gerah aja. Batin Lisa.
*******
Saat ingin keluar dari toko Intan mendekati Lisa dan..
Pluukk
Benda jatuh tepat masuk ditas Lisa tanpa sepengetahuannya. Lisa menatap Intan dengan tatapan tanya.
"Udah semua kan??."
"Ohh sudah kak." Jawab Lisa lalu mendahului Intan tanpa sepatah kata.
Lo boleh belagu sekarang tapi tidak untuk hari esok. Batin Intan.
Saat semua keluar dari toko tiba tiba alarem pintu berbunyi.Membuat semua orang menatap Lisa and the gengs karena mereka berada tepat didekat pintu.
"Kenapa alarem nya bunyi??." Tanya Kayla bingung.
"Nggak tahu. Perasaan gue kok nggak enak ya." Sahut Lisa.
"Maaf permisi!!." Seorang beepakaian satpam mendekati mereka dengan wajah garangnya.
"Iyah ada apa pak??." Tanya Rian berusaha menenangkan sahabatnya dengan kedipan dan senyumnya. Karena mereka sudah sikelilingi banyak orang.
"Bisa kami menggeledah barang bawaan kalian??." Tanya satpam itu lebih tepatnya memberi perintah.
"Tenang kita keluarkan saja!!! toh kita tidak salah bukan?." Ucap Bian
Hanya Intan yang terlihat tenang. Bukannya panik dia malah senyum senyum tidak jelas. Mereka menfeluarkan barang barangnya. Belum sempat mengeluarkan barang mereka yang ada ditas alarem pendeteksi barang dari tangan satpam berbunyi.
"Keluarkan barang yang ada ditas kamu!!!." Ujar satpam.
__ADS_1
"Tapi pak.."