Rasa Yang Tak Lagi Sama

Rasa Yang Tak Lagi Sama
Orang gila


__ADS_3

Haiii jan lupa like, vote, rate, and komeennn🤗


like dari kalian sangat berarti buat author.


Biar semangat terus up nyaa😍


*******


"Aku tanya ya kakk, ekspresi ibu itu lagi apa??sama anaknya juga."


Kak Bian hanya diam menatap lekat kedua orang itu.


"Mereka lagi apa??." Tanyanya


"Whhaatt??." Gue nggak salah denger kan, dia lagi bercanda


ya?Dokter Anya bisakah kau segera kesini!! bantu aku membenahi otak orang yang ada didepanku.


"Kak, mau nggak mau kak Bian harus lanjutin pengobatan sama Dokter Anya." Tegas ku.


"Lo sama semuanya sama aja."


kenapa sakit ya dia samain gue sama orang lain.


"Makhsud kakak??."


"Mau deketin gue karena suatu alesan." Gue ngerasa ada kesedihan dari siratan matanya.Apa gue salah yaa??.


"Emm anu...suatu alesan apa kak?? bener deh gue cuma mau Kak Bian sembuh "


"Deketin gue hanya karena fisik, materi, dan orang suruhan mama buat bujuk gue biar terapy "


"Nggak ada yang bener bener tulus." Ucapnya lagi.Kak Bian beranjak berjalan meninggalkanku, gue ngerasa ada kesedihan dalam ucapannya tadi. Walau ekspresinya sama


'datar'.


"Gembul." Dia berhenti saat gue manggil dengan nama sebutan waktu kita kecil.


Gue ngerasa bersalah setelah apa yang dia ungkapkan, berarti selama ini dia tidak ingin dekat dengan siapapun itu karena banyak yang memafaatkan.


Dia juga nggak bisa baca ekspresi mana orang tulus dan orang yang ada niat dibelakangnya.


"Emang lo nggak kangen sama gue?." Dia berbalik menatapku.


"Okey kalau lo nggak mau temenan sama gue lagi,,


tapi inget gue tulus sama lo."


"Gue cuman pengen lo yang duluu."Satu tetes air berhasil lolos, kenapa gue jadi mewek sihh.


Dia diam menatapku, apa kau sedang mencaritahu bagaimana perasaanku sekarang??.

__ADS_1


Gue nggak nyangka bisa nangis didepan orang aneh ini.


"Gue sedih kak,, ternyata kakak bukan gembul yang pernah bikin gue ketawa lepas." Gue tinggalin dia, entah kaki ini membawa kemana.


********


Kota Berlin, Jerman


Siang hari ini Rasyad dan Adeline benar benar dibuat pusing dengan tugas diawal minggu.Baru saja santai dengan tugas, sekarang didepan mereka sudah ada tumpukan tumpukan kertas.


Mereka memilih kantin untuk mengerjakan sekaligus mengganjal perut.


"Gue ke toilet sebentar ya." Ujar Rasyad


"Okey."


Tak selang lama saat Rasyad ke toilet,, tiga cowok menghampiri meja Adeline.



"Hallo schön, kann ich dich kennen?." Ujar pria bertopi.


(Hallo cantik boleh kenalan nggak?).


"Dessen heißt sie hübsch?." Sambung pria berkacamata.


(Namanya siapa?).


"Ich muss es dir wirklich sagen? " Jawab Adeline tanpa melihat ketiga pria itu dan fokus sama tugas didepannya.


"Ziemlich hübsch,wirklich zickig." Ucap pria satunya lagi


(Cantik cantik kok judes sih).


"Nimm meine nicht." Ujar pria bertopi .


(Punya gue nih jangan lo ambil).


"Ja, lass uns gehen,wir suchen immer noch nach anderen." ujar pria berkacamata.


(Iyain ajalah kita cari yang lain, masih banyak kok).


"Ihrb seid wirklich laut." Ujar Adelin yang sudah muak mendengar pria aneh ini.


(Berisik banget sih kalian).


"Punzle nichtdie strin, es ist schöner. " ujar pria bertopi dengan memegang tangan Adelin.


(Jangan cemberut gitu dong, tambah cantik loh).


"Keine notwandigkeit,es zu halten." Ketus Adeline melepas genggaman tangan itu.

__ADS_1


(Nggak usah pegang pegang).


"Ada apa del??."


"Tau tuh orang gila."


"Weißt du woven sie reden??." Tanya pria berkacamata


(Lo tau mereka bicara apa??).


"woher weißt ich das." Jawab pria bertopi.


(Mana gue tau oon).


"Worüber redest du??." Tanya pria berkacamata.


(Kalian ngomong apa??).


"Kita pergi aja yukk!!." Ajak Rasyad.


"Komm und komm, jemand läsdt dich ein,aufhebens zu mschen." Ucap sinis pria bertopi.


(Dateng dateng ada yang ngajak ribut nih).


"Nggak usah diadepin orang kayak mereka." Ujar Adeline menenangkan Rasyad yang sudah mengepal.


"Tapi kalau nggak diadepin nanti mereka makin ngelunjak."


"Kita disini baru Ras gue nggak mau cari ribut."


"Kakak senior kayak mereka sekali kali harus dikasih pelajaran Del." Geram Rasyad menatap mereka bertiga yang sedari tadi bingung apa yang dibicarakan kedua orang didepannya.


"Redest du über uns?." Bentak pria bertopi.


(Kalian ngomongin kita??).


"Nur weil wir kein indonesisch spreachen,spricht du hinten mit mir" sinis pria berkacamata.


(Mentang mentang kita nggak bisa bicara bahasa indonesia, lo seenaknya bicarain gue dibelakang)


"Wir heben nicht mit dir zu tun." Ujar Rasyad


(Kita nggak ada urusan sama kalian).



"Yuk del!!." Rasyad menarik tangan Adel , baru satu langkah pundak Rasyad ditepuk oria bertopi.


"Eeiitsss wohin gehst du, er ist nischt wirklich hoflich zu senioren." Cegah pria bertopi.


(Eeeeiitss mau kemana lo, nggak sopan banget sama senior).

__ADS_1


"Wir haben nicht mit bruder zu tun, also verabschieden wir uns." Jawab Adeline.


(Kita nggak ada urusan sama kalian, jadi kita pamit).


__ADS_2