Rasa Yang Tak Lagi Sama

Rasa Yang Tak Lagi Sama
Tersesat


__ADS_3

NB: Update hanya pada hari libur (Sabtu&Minggu)


Dikarenakan pekerjaan rumah menumpuk:)


Maaf semoga bisa bersabar, kalau masih sempat diusahakan update🙏


Jangan lupa Vote🤗


Happy Reading😘


*******


"Siapa kak inisialnya??," tanyaku pensaran.


"Emmm....inisialnya 'P'."


Kami semua saling tatap mengisyaratkan siapa inisial 'p' itu.Wah ternyata kak Bian mencintai seseorang, tapi siapa orang itu??.Aku kira hati kak Bian itu beku dan tidak mengenal kata cinta, lihatlah dengan sikapnya seperti itu aku yakin orang yang dicintai kak Bian pasti tidak akan sanggup mengahadapi muka tembok dan sikap dinginnya.


"Siapa 'p' itu kak??," tanya Kayla.


"Sudah malam waktunya tidur!!," kak Bian beranjak meninggalkan kami yang masih penasaran siapa inisial itu??.


"Eh kak 'p' itu huruf depan atau belakang??," teriak Kayla sebelum kak Bian menghilang dibalik tenda.


"Ya ampun padahal gue pengen tahu siapa orangnya," ujarku.


"Euumm gue kira kak Bian itu nggak kenal apa itu cinta, orangnya aja dingin banget kok tahu perasaan juga ya," ujar Kayla.


"Lo kira hantu apa nggak punya perasaan??hewan aja punya perasaan apa lagi kak Bian itu manusia ogeb."


"Iyah iya Lis santai dong. 'p' itu huruf depan atau belakang??."


"Cckk kepo amat lo pada," ujar Rian dan berdiri meninggalkan kami diikuti Dito.


"Biarin!! yang kepo gue kok lo yang sewot," teriak Kayla.


" Lo kenal nggak nama yang ada inisial 'p' ???," tanya Devi.


"Astagaa...," Kayla menatapku dengan wajah yang membuatku merasa seperti pencuri yang sedang diintrogasi polisi.


"Ke..kenapa??"


"Jangan jangan 'p' itu Pramudiana??."


"Makhsud lo Pramudiana nama gue??."


"Euumm bisa jadikan 'P' itu nama lo Lisa pramudiana, kak Bian tadi bilang 'P' tapi dia nggak bilangbitu nama depan atau belakang ya nggak??."


"Nggak usah ngacok deh Kay, mana mungkin itu nama gue kan masih banyak nama. Dan yang pasti kak Bian nggak mungki suka sama gue."


"Lisa itu bisa jadi, kalau kak Bian beneran suka sama lo gue bakal dukung banget Lis," sahut Devi.


Astaga aku masih ragu kalau p itu namaku pramudiana, dan kalau itu benar benar namaku...aishh bukan Lisa bukan.


"Au ahh ngantuk gue mau tidur!."


"Gue sih setuju Lisa sama kak Bian, kalau dilihat lihat mereka itu cocok banget daripada Lisa sakit hati terus sama Rasyad," ujar Devi yang masih kudengar.


"Hmm gue juga ngerasa gitu."


"Wooy gue denger lo ngomong apa," teriakku dari dalam tenda.


"Ya syukurlah Lis kalau lo denger," sahut Kayla sambil cekikikan.


Benar benar mereka berdua main asal menilai aku cocok sama siapa, hmm tapi kenapa rasa hatiku senang mendengar mereka bicara seperti itu.

__ADS_1


*******


Keesokan harinya para mahasiswa sibuk dengan tugas yang diberikan kakak pendamping. Tugas dibagi antar kelompok seperti mencari kayu bakar, membuat tempat kompor dari batu bata, memotong sayuran, meracik bumbu, mengambil air disungai dan tugas lainnya.Kelompok Lisa mencari kayu bakar sedangkan kelompok Kayla dan Devi mengambil air.


"Lis gue bantu cari kayu bakar ya!," ujar Kayla.


"Nggak usah Kay bagian lo kan ada sendiri, gue bisa cari kayu bareng Alis sama Heny kok."


"Ya udah deh lo hati hati ya jangan sampe nyasar!!."


"Siap bu boss, eh ngomong ngomong Devi kemana??."


"Masih dikamar mandi."


"Gue cabut dulu Kay, itu Alis udah nunggu...byee!!."


"Byee..."


Lisa menghampiri Alis yang sudah berdiri bersama anggota lain.


"Kita langsung bagi kelompok aja ya biar kayunya cepat terkumpul," ujar Alis dibalas anggukkan semua anggota.


"Oke gue sama Lisa, Heny sama Ridho, Tino sama Havidh, Tiara sama Risky, Danil sama Saniya!!. Setuju??."


"Setuju!!," jawab mereka kompak.


Setelah itu mereka berpencar mencari kayu bakar. Sebelum Alis beranjak dia menengok kebelakang dengan senyuman ditujukan pada seseorang.


"Kali ini lo nggak bisa lolos dari cengkramanku," monolognya membalas senyuman Alis.


Disisi lain Kayla dan Devi sibuk kesana kemari untuk mengambil air dari sungai.Sedangkan Dito dan Rian membuat tempat kompor dari batu bata.


Hoosshh Hoosshh Hhooss



"Capek banget gue bolak balik ngangkat air huufftt," Kayla duduk dibatu besar dekat sungai


"Sama Kay gue capek nggak cuma lo!," sahut Devi.


"Mending gue yang masak daripada jadi kuli mendadak."


Kepala gue pusing banget lagi, aawwhh ini bukan waktu yang tepat Dev. Batin Devi.


"Kita lanjut yuk!!! nggak selesai selesai nanti," ujar Devi.


Belum sepuluh langkah Devi mengangkat air, rasa sakit dikepalanya semakin mencengkram seperti ditekan benda berat dari atas. Dia berusaha menahan rasa sakit itu tapi sekuat tenaga dia tidak akan mampu sampai pandangannya menjadi gelap.


Bbrruukk


"Ya ampun Devi!!," ujar Kayla mendekati Devi yang terkapar ditanah. Mahasiswa lain yang tak jauh dari tempat Devi pingsan mendekat.


"Dev lo kenapa jangan buat gue panik dong, bangun Dev!!," Kayla menggoyangkan tubuh Devi.


"Hidungnya keluar darah tuh!!," ucap pria bertopi.Kayla bertambah panik melihat cairan kental mengalir dari hidung Devi.


"Kenapa cuma dilihatin sih, cepat bawa ke posko ogeb!!!!," teriak Kayla kesal. Pria bertopi tadi segera membopong tubuh Devi menuju posko kesehatan.


Dito dan Rian tiba diposko kesehatan setelah mendengar gosip Devi jatuh pingsan. Sudah tiga puluh menit mereka menunggu akhirnya Devi perlahan membuka mata.


"Dev apa yang sakit??," tanya Rian membantu Devi yang ingin duduk.


"Gue baik baik aja kok nggak usah khawatir kayak gitu yan," sahut Devi tersenyum.


"Baik baik aja gimana lo sampai pingsan lama banget lagi."

__ADS_1


"Gue cuma kecapean kok."


"Tapi kenapa lo bisa mimisan??," tanya Kayla.


"Emmm..gue mimisan??," tanya Devi ragu.


"Eumm banyak banget malah."


Apa penyakit ini semakin parah?? mungkin korban selanjutnya rambut gue, tapi kalau rambut due rontok gimana dong semua pasti bakal curiga, batin Devi.


"Efek kecapean Kay."


Mereka semua hanya menatap Devi dengan wajah yang masih terlihat khawatir.


********


"Lis lo masuk lebih dalam lagi ya!! disini rantingnya sedikit," ucap Alis.


"Kedalam ya ??," ujar Lisa ragu.


"Iyah, tenang aja aman kok lo tinggal ikutin petunjuk."


Sebenarnya gue takut kalau nyasar tapi kalau hanya ranting disini nggak bakal cukup, batin Lisa.


"Gimana?? gue tunggu disini kok."


"Oke lo tunggu disini ya awas kalau cabut!!."


Alis mengangguk, akhirnya Lisa masuk kedalam hutan padahal dipohon sebelah Lisa ada petunjuk yang terbalik hingga tulisan dilarang masuk lebih dalam lagi tidak terlihat.


"Maaf Lis gue cuma jalanin perintah, kalau nggak gue bakal dibully," gumam Alis setelah Lisa melangkah masuk kedalam hutan.


Alis mengubah tanda panah yang seharusnya mengarah keselatan menjadi kearah barat.


"Selesai!!," ujar Alis.


Lisa sudah mendapatkan begitu banyak ranting, setelah di rasa cukup Lisa kembali mengikuti petunjuk tapi kenapa sedari tadi Lisa seperti kembali ketempat yang sama?.


"Ini cuma perasaan gue aja atau gue muter muter ya dari tadi??," gumam Lisa.


"Aduh kalau gue kesasar gimana dong, Alis juga kemana sih."


"Oke Lisa lo harus tenang, ahaa gue kasih tanda aja setiap jalan yang gue lewati."


Dan benar saja Lisa tidak sampai ditempat dirinya dan Alis berpisah, Lisa kembali dimana tanda yang dibuatnya.


"Ini kan tempat gue tadi, astagaa fikks gue nyasar," ujar Lisa panik.


Sedangkan dilain tempat Lisa semakin panik tanpa ia sadari dibelakangnya terdapat jurang....



******


Kota Berlin, Jerman


Adeline pov


Mungkin dengan cara licik kita bisa mendapatkan apa yang kita mau, walaupun itu merugikan orang lain.Dendam itu masih berlanjut sampai sekarang, dan takdir membuatku semakin benci setelah tahu anak dari wanita itu membuat cintaku terhalang.


"Kirimkan amplop ini ke Indonesia, disitu sudah ada alamat rumahnya."


"Baik nona, emm apa masih ada yang bisa saya bantu??."


"Suruh anak buahmu yang ada diindonesia untuk memantau keluarga pada alamat itu!!."

__ADS_1


"Baik nona akan saya lakukan."


"Pastikan amplop sampai ditangan yang tepat!!."


__ADS_2