
Assalamualaikum wr. wb.
Minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin🙏
Sebelumnya saya minta maaf yang sebesar besarnya karena baru bisa memberi kabar, salam hangat dari author yang baru nongol hehehhehe...
Maaf ya season 2 dari rasa yang tak lagi sama tidak jadi di publish, karena author baru membuat cerita baru. Tapi author coba publish di WP, yang bisa mampir yuk bisa yukk!!!
Baru up tadi malam...
Oh ya minta saaran karena author baru pertama kali nulis di WP jadi agak susah gimana cara promotenya, jadi bingung mau tulis di NT atau WP
Spoiler eps 1
"*Chik gue pengen sekelas sama lo___gue nggak bisa akrab sama mereka," rengek Tara menggoyang lengan Chika.
"Aduh duh sahabat gue yang paling cantik, lo bisa mikir sendirikan!?. Kita itu beda jurusan, lo di IPA sedangkan gue?, gue di IPS Tar gimana coba kita bisa sekelas."
"Yah...kenapa juga sih lo masuk IPS, kenapa nggak masuk IPA aja lo kan pintar Chik."
__ADS_1
"Gue itu pengen istirahat dari masalah hidup, capek tau Ra masa setiap hari disuruh ngitung gaya, gesekan, kecepatan, yang paling parah buah jatuh dari pohon aja dihitung gimana nggak pusing tujuh keliling tuh otak. Cukup gue pusing sama omelan nyokap gue, itu udah cukup okey!?."
"Ishh nggak gitu juga kali konsepnya Chik, lebih baik itu ya masuk IPA bisa masuk ke semua jurusan nanti waktu kuliah, daripada IPS apaan yang dibahas malah masa lalu mulu. Masa lalu tuh nggak usah diungkit lagi tau yang penting kita paham dan mengerti udah cukup kok, nggak usah repot repor mencari sampai ke akar akarnya bikin pusing apalagi kalau udah hafalan tentang kapan, tanggal berapa, tempat kejadiannya tau ah banyak lagi," Tara mengernyit tak paham dengan tingkah Chika yang sudah seperti melihat hantu.
"Kenapa sih Chik lo sakit ya??," Chika terus menunjuk kebelakang Tara dengan dagunya, seketika Tara pun mengikuti arahan Chika dan...
"Eh selamat pagi pak!!," sapa Tara dengan wajah tanpa dosanya.
"Pagi," sahutnya dengan wajah datar menatapa dalam mata Tara, sedangkan Tara berpikir bahwa guru ini mengagumi kecantikannya sampai senyum terbit dibibir mungilnya.
"Dia guru sejarah bego!!!," bisik Chika tepat disamping telinga Tara.
"WHAATT!??."
"Kenapa nggak bilang dari tadi sih Chik?," ucap Tara hampir tak bersuara tapi indra pemdengaran Chika sangat tajam "gimana mau bilang lo nyerocos aja daritadi."
"Hehehe maaf pak kita mau masuk dulu ya, tuh pintunya mau ditutup daaahh sampai ketemu lagi pak," teriak Tara menarik Chika segera menjauh dari pak Joko, guru sejarah Chika.
"Anak jaman sekarang nggak tahu diuntung, tinggal menikmati saja masih juga ngedumel*."
Spoiler eps 2
*CEKLEKK
__ADS_1
Deg
Ingin sekali Tara lenyap di saat itu juga, tapi mau bagaimana lagi dia bukanlah penyiihir. Jantungnya terus berpacu lebih cepat saat lensa biru bak samudra menatapnya.
Oh tolong harus apa Tara sekarang, dia ketahuan nguping gitu?? Didepan cowok itu lagi__aishh kenapa waktu tidak dipihaknya sekarang.
"H..h..haaii kak!!," ucap Tara tergagap.
Cowok dengan name tag Zehn arialdo mulai melangakah meninggalkan Tara dengan wajah dan jantung dengan status waspada. Tak ada kalimat apapun dari Zehn, tapi senyum tipis terukir dibibir sexinya.
Wajah Zehn tak kalah tampan dari Ziro, ya walau zehn tak sepintar Ziro. Zehn lebih pandai pelajaran Biologi sedangkan Ziro memborong semua pelajaran diotaknya yang mirip seperti robot canggih.
"Aaaaaaaaaaa Taraaa bego bangett sih looo!!!!," teriak Tara mengacak acak rambut frustasi, tanpa disadari Ziro sudah berdiri diambang pintu. " Bego kok diumumin____ckk baru kali ini gue ketemu orang bego bangga," ujar Ziro dengan smirk diwajahnya memandang remeh Tara.
Lagi lagi jantungnya tak bisa diajak kompromi, mungkin sebentar lagi dia akan terkena serangan jantung. "Hhaaa???," cengo Tara menatap punggung Ziro dan ketiga temannya yang tiba tiba keluar cekikikan dari dalam.
"Gini amat nasib gue hikkss*..."
****
Bisa komen ya enaknya tatap lanjut di WP atau ganti di NT......
Terimakasih😉
__ADS_1