
Bian Pov
Aku tahu rasa kagumku selama ini hanya bayangan masa lalu yang tak akan bisa kugapai.Kita tidak bisa mengatur takdir, kita juga tidak bisa melarang kemana hati akan berlabuh.Seperti cintaku padamu, yang tak tahu ruang dan waktu untuk terus bersemi.
Aku paham akan hati ini, tapi tidak dengan hatimu. Hatimu telah berlabuh untuk orang lain, bukan untukku. Kukira saat pertama kali aku melihat wajahmu takdir akan berpihak padaku. Tapi semua itu salah, takdir tidak berpihak padaku.
Kau sudah punya yang lain.Rasa yang selama ini kupendam mungkin akan terpendam selama lamanya. Aku senang saat mereka akan menjodohkan kita, tapi apa perjodohan ini akan terlaksana??.Kau sendiri sudah mengukir nama didalam hatimu, ada nama yang kau sebut dalam doamu.Dan yang pasti itu bukan aku.
Aku hanya berharap hati itu akan berbalik menatapku, dan akan selalu menatapku.Terukir nama kita berdua didalam ikatan suci.Apa aku bisa masuk kedalam hatimu??.
Biarlah waktu yang menuntun kisah kita.Sejak dulu, sejak pertama kali aku bertemu denganmu.Masa kecil yang penuh keceriaan seketika merubah hidupku menjadi gelap dan semakin menjauhkanku darimu.Andai kejadian itu tidak pernah terjadi, aku akan selalu bersamamu. Dan aku berharap, namaku yang terukir pertama kali dilubuk hatimu.
Aku bisa merasakan rasa sakit yang kau rasakan.Begitu sakitkah rasa itu??.Jika aku bisa menjadi pagar rasa sakitmu, aku akan selalu ada untukmu Lisa.
Hatiku seakan hancur lebur saat melihatmu menangisi orang yang kau cintai.Secinta itukah rasa yang kau beri untuk kekasihmu??.Hati ini lebih sakit melihatmu terluka hanya karena masalah hati.
Apa aku salah jika aki ingin kau menjadi milikku??.Sejak kau kembali hadir dalam hidupku, rasa takut akan kegelapan masa laluku seakan lenyap begitu saja. Tak ada lagi bayangan bayangan masa lalu, hanya ada senyum dan tawamu yang terlintas dibenakku.
Apa yang harus kulakukan??, menyerah sebelum berjuang atau merebutmu secara paksa??. Tidak, aku tidak akan menyerah sebelum kupeejuangkan rasa yang selama ini kupendam. Mungkin dengan berjalannya waktu kau akan menyadari bahwa orang yang selalu ada untukmu tidak akan pergi kemanapun.
Kau kemana Lisa??.Kenapa kau membuat semua orang panik hanya karena kau sedang patah hati. Apa dengan cara kabur kau bisa menyelesaikan masalah, tidak.Tidak Lisa.
Aku harus mencarimu kemana??.Kau tidak ada disana, tempat dimana hanya kita yang tahu.Jika ada masalah kau sering ketempat itu, tapi kenapa kali ini kau tidak ada disana. Jangan membuatku khawathir.
"Apa dia ada dipantai??."
Hatiku berkata kau ada disana Lisa, kumohon jangan pendam kesedihanmu itu sendiri. Aku bersedia memberikan bahuku untukmu berkeluh kesah.
******
Hembusan angin pantai membuat hatiku semakin tersayat.Mencoba menerima apa yang ditakdirkan alam untuk kita lewati.Ku pandangi sekeliling pantai yang terlihat suram. Seperti perasaanku saat melihatmu berteriak histeris seperti kehilangan arah. Sesakit itukah hatimu Lisa??.
Hanya cahaya rembulan yang menemani deburan ombak pantai. Aku berjalan mendekati manusia yang kini seperti orang gila dengan rambut acak acakan, jangan ditanya wajah cantik yang berubah menjadi suram.
Lisa meringkuk memeluk kakinnya, tidak ada tangisan yang keluar dari mulitnya.Kenapa kaki ini sulit digerakkan??aku ingin menelukmu, memberi kenyamanan yang tak pernah kau lupakan.
"Apa kau tidak takut dibawa ombak??."
Apa dia Lisa?? lihatlah saat dia menoleh kebelakang, pertama kali yang kukihat darinya.Menyeramkan. Bahkan hantu saja kalah seram dengan wajah Lisa. Kemana wajah cantik dan ceria yang menyelimuti pikiranku selama ini??.Wajah itu telah berubah, sangat.
Aku beranjak duduk disampinya. Lisa menatap kosong kedepan.Terpancar raut lelah dari wajahnya.
"Menangislah sepuasmu, itu akan membuat hatimu lebih tenang."
Lisa menatapaku dengan matanya yang mulai berkaca kaca. Aku menatap labih dalam mata indah Lisa, ditambah cahaya bulan yang membuat siratan kesedihannya terlihat jelas.
"Apa yang harus aku lakukan??...hikkss...hikkss.."
"Keluarkan semua yang ada dibenakmu, aku siap menjadi pendengar. Ini bukan akhir dari semua masalahmu, tapi ini awal dari segala rintangan yang akan kau tempuh bersamanya."
"Aku lelah kak..hikkss...sampai kapan aku harus bersabar?? bukankah ini sudah berakhir??."
"Jika kau lelah lepaskan!!!, karena hati juga butuh istirahat.Jangan membuatnya terus terluka, karena itu akan membekas dan sulit dihapus. Lebih baik melepas daripada bertahan yang akan berakhir melukai salah satu hati."
"Lisa cinta sama Rasyad kak, sulit..sulit melupakan semuanya..hikkss...itu nggak mudah kak..nggakk..hikkss.."
__ADS_1
Kenapa sulit Lisa?? kenapa??. Lepaskan dia yang selalu membuatmu tersakiti. Ada aku yang akan membuat bahagia. Tak akan kubiarkan satu tetes air mata lolos dari mata yang menyihirku dengan tatapan teduhmu.
"Menangislah sekencang mungkin, bahuku selalu siap menjadi sandaran suka duka mu."
Lisa menatapku lekat, aku menyesal tidak bisa melihat arti tatapan itu lebih dalam. Sejak kehadiranmu yang selalu memohon agar aku kembali menjalani pengobatan, sejak itulah aku bersemangat untuk kembali normal. Kau tau Lisa itu kulakukan hanya untukmu.Karenamu.
Deg
Apa yang kulihat benar??. Kau menumpahkan semua masalahmu dibahuku??. Kenapa jantung ini terus berdetak kencang saat kau menyenderkan kepalamu dibahuku, hanya sebuat sentuhan kecil kau bisa membuat hatiku tak karuan.
"Menangislah sepuasmu!!!."
Suara ombak menelan kepedihanmu.Malam ini, dipantai ini akan menjadi saksi kebahagiaanku. Hanya karena aku bisa berguna untukmu Lisa.
*******
Keluarga Lisa merasa tenang setelah Bian memberi kabar jika dia bersama Lisa, dan keaadaan Lisa baik baik saja.Tapi berganti dengan seorang ibu yang sedang khawatir karena kepergian anaknya tanpa kabar.
"Hallo tante May ada apa tumben telefon Kayla malam malam," ujar Kayla kepada Maya yang notabenya adalah nyokab Devi.
"Kay maaf tante ganggu malam malam, emmm itu kamu tahu nggak Devi kemana?? dari kemarin dia nggak pulang kerumah. Apa Devi sama kamu atau teman Devi yang lain??," terrdengar nada panik maya.
"Tadi sih Devi sama saya tante dirumah Kayla, tapi kita sudah pulang dari tadi sore tan.Emang Devi sekarang belum pulang??."
"Belum Kay, Devi dimana kamu nak??," Kayla ikut cemas, kemana perginya Devi??bukankah tadi Devi baik baik saja.
"Apa Devi sama Kak baren??," lirih Kayla.
"Tante tenang aja ya Kayla bantu cari, nanti kasih kabar lagi ya tan."
Panggilan terputus, Kayla segera beranjak mencari Devi.Hanya satu yang terbesit diotaknya, Baren. Yah Baren oasti tahu dimana Devi karena Kayla tahu semalam Devi tidur diapartemen Baren.Beruntung Kayla bertanya dimana tempat tinggal Baren sekarang.
Sesampainya diapartemen Kayla disambut hangat Baren dan mempersilahkan Kayla masuk kedalam. Mereka sudah seperti teman akrab, tidak ada canggung sama sekali. Obrolan mereka selalu diiringi tawa kecil antara keduanya sampai suara bel pintu menfhentikan tujuan Kayla bertanya dimana Devi.
"Sebentar biar gue buka," Kayla menganggung dengan senyum manisnya.
Saat Baren kembali bersama tamu itu mata Kayla tak lepas dari tatapan pria dibelakang Baren yang juga menatapnya kaget.
Kenapa semalam ini dia ada disini?? kenapa Baren mengenalnya??. Batin Deren, yah tamu itu adalan Deren.
Deren dan Baren duduk disofa panjang sedsngkan Kayla dusuk disofa sigle, tanpa disadari mereka berdua masih saling tatap, keduanya saling terheran kenapa mereka bisa ada disini?? apa mereka mengenal Baren.
Baren tersenyum saat mengetahui keduanya saling diam dengan tatapan cengo.
"Ekkhhmmm...kalian sudah kenal ya??," deheman Baren membuat keduanya gelagapan.
"Emm dia teman adik gue," ujar Deren.
"Bentar, adek lo?? emang lo punya adek??."
"Heemm adek gue dua."
Entah kenapa Kayla jadi grogi hanya karena menatap Deren.Suasana juga tidak selues tadi.
"Kok lo selama ini nggak pernah cerita sih??," suara Baren agak meninggi. Dia benar benar terheran karena Deren adalah sahabatnya selama diJerman dan Deren benar benar menutup diri .
__ADS_1
Kayla merasa diabaikan dengan kesal dia berdehem membuat kedua pria itu menatapnya.Kayla malah salah tingkah saat keduanya mentap seperti itu.
"Ehh maaf Kay, ohh ya dia temen gue waktu dia masih kuliah di Jerman. Oh ya emang siapa nama adek lo??," Baren berganti menatap Deren.
"Lisa sama Dito," Baren menganga mendengar ucapan Deren.
"Lisa??Lisa pacarnya Rasyad??."
"Lo kenal Rasyad??."
"Huuhhh dunia ini sempit juga ya, gue bisa ketemu calon kakak iparnya Rasyad nih."
Deren sejak tadi ingin bertanya mengapa Kayla ada disini, entah kenapa ada rasa tidak suka saat Kayla mengenal Baren.
"Emm maaf kak gue kesini cuma mau minta alamat Devi bisa sekarang nggak soalnya nyokab Devi sudah nungguin.??
"Ohh iya bentar!!."
Baren memberikan kertas bertuliskan alamat pintu apartemen Devi.Dengan segera Kayla pamit dari dua orang yang membuatnya kesal. Bagaimana tidak dia merasa terabaikan saat keduanya asyik membahas entahlah itu tidak penting bagi Kayla.
"Bro lo kok busa jenal dia??," tanya Deren.
"Kenallah diakan calon pacar gue," Baren tersenyum penuh arti menatap Baren. Sangat jelas perubahan diwajah Deren saat mendengarnya
"Apa lo bilang??," lirih Deren penuh penekanan.Tidak bisa disembunyikan Baren sangat tahu jika teman sepeejuangannya itu sedang menahan amarah karena cemburu.
"Tapi bohong," ujar Baren disabung tawa gelaknya sedangkan Deren melotot menatapnya.
"Lo suka ya sama Kayla??."
"Ckk ternyata jiwa peramal lo masih tepat sasaran."
Mereka berdua tertawa sampai memenuhi ruangan. Sudah lama berbagi cerita selama menjalani masa masa kuliah mereka sangat tahu akan apa yang difikirkan satu sama lain. Tahu akan sifat masing masing.
"Kejar terus bro, gue lihat tadi dia gugup banget pas natap lo. Ada pancaran aneh sih dari matanya."
"Bener dia juga suka sama gue??," tanya Deren dengan wajah serius.
"Jujur nih gue, jangan marahh!!."
"Cckk cepet apa?? dia suka nggak sama gue??."
"Belum."
Deren menoyor kepala Baren kesal. Jawaban Baren tidak sesuai harapannya.
"Sialan lo!!."
"Gue serius loh ini, ada yang ngganjal," sambung Baren mengangkat kedua jari.
"Sasaran lo kali ini meleset, titik."
"Dibilangin juga, malah nggak percaya," lirih Baren.
********
Maaf jika ada typo karena belum sempat ngoreksi
__ADS_1
Selesai ngetik langsung kirim😁