Rasa Yang Tak Lagi Sama

Rasa Yang Tak Lagi Sama
Kebenaran


__ADS_3

Acara semalam membuat Lisa lupa akan masalahnya, walaupun sesaat. Di dalam lubuk hati Lisa paling dalam sangat merindukan kenangan kenangan bersama Rasyad. Dia juga tersentuh saat Kayla menyanyikan lagu biarlah semua berlalu. Apa kisah cintanya seperti Kayla?? hancur secepat itu?? Lisa berfikir hubungan Kayla dan Ar sudah lama seperti dirinya dan Rasyad tapi hubungan sahabatnya itu kandas begitu saja.Apa dia dan Rasyad bisa melawati ini?? itu yang dicemaskan Lisa. Dia tidak ingin melepaskan Rasyad begitu saja setelah mereka berdua lewati bersama.


Selama ini hubungan Lisa dan Rasyad banyak mengalami pahit manis akan bumbu bumbu cinta. Lisa percaya bisa mengatasi ini secepatnya.


Pagi yang indah untuk keluarga Lisa bisa berkumpul sarapan bersama. Biasanya mereka selalu sarapan berempat, tapi sekarang sudah lengkap dengan adanya Deren. Keluarga yang terlihat harmonis sekarang, tapi kita tidak ada yang tahu akan hari esok.


"Good morningg everyone!!!." Teriak Lisa menuruni tangga. Terlihat semua berkumpul dimeja makan menunggu Lisa turun.


"Jangan teriak kak, merusak mood Dion tau."


Lisa bergabung duduk disebelah Dion, langsung mengambil nasi goreng menu sarapan pagi ini.


"Biarin wwllekkk....mulut juga mulut kakak."


"Tapi kan..."


Ucapan Dion terhenti kala sang papa menghentikan perdebatan kecil kakak beradik yang mirip tom and jery.


" Diam cepat makan!!!!." Tegas Yudha.


Lisa menjulurkan lidah ke Dion, dibalas tendangan kaki dari sang adik. Jadilah mereka saling menendang tanpa ada yang tahu.


"Kamu nggak libur aja dulu Lis??? kaki kamu emang udah baikan?? " Tanya Ayu.


"Tenang aja mah kaki Lisa udah baikkan kok "


"Siapa dulu yang urut." Sahut Dion.


"Mama is the best..." Ucap Lisa dan Dion mengancungkan jempolnya.


"Ck kalian itu.Kalau diurut aja nangis nangis." Ayu terkekeh mengingat saat Dion dan Lisa kena serangan darinya.


"Biar kakak antar ke kampus, jangan bawa mobil dulu kamu." Ucap Deren.


"Aasyyaap kak." Lisa hormat ke Deren sambil tersenyum lebar.


"Yah udah pada berangkat gih nanti telat loh." Sahut Ayu.


"Baik nyonya...." Jawab Deren, Dion, Kayla kompak. mereka terkekeh melihat sang mama berkacak pinggang layaknya nyonya besar.


*******


Didepan keluarganya Lisa bisa menyembunyikan kesedihannya, tapi saat dimobil Deren dapat jelas melihat raut wajah Lisa terlihat muram. Tatapan Lisa juga kosong menatap ke luar jendela. Deren bukanlah anak kecil lagi yang tidak tahu perasaan sang adik. Dia juga mendengar tadi malam setelah acara barbeque Lisa menangis didalam kamar, tapi Deren enggan menanyakan apa masalahnya saat itu.


"Kamu lagi ada masalah apa??." Tanya Deren membuat lamunan Lisa terpecah. Lisa memalingkan wajah menghadap jendela, dari dulu Lisa tidak akan bisa menipu sang kakak dari raut wajah apalagi dari matanya. Deren sangat mudah membaca eksprisi sang adik.


"Kakak nggak ingin masalah kamu sampai mengganggu kuliah, jadi cerita atau kakak cari tahu sendiri." Sambung Deren dengan nada lembut.


"Lisa nggak ada masalah kak, Kak Deren nggak perlu khawatir." Ucap Lisa menatap sekilas Deren.


"Ckk kamu nggak bisa bohongin kakak."


"Apa alasan kamu nangis malam malam hahh??." Sambung Deren.


"Owwhh itu kaki Lisa sakit lagi, terus nangis deh." Dusta Lisa.


Deren menghembuskan nafasnya kasar. Memang sulit membuat Lisa mengaku tapi dia bisa merasakan apa yang Lisa rasakan. Lisa bungkam tapi tidak dengan para sahabatnya jika sudah berhadapan dengan Deren.


"Okeyy kakak akan cari tahu sendiri."


"Isshh udah dibilangin Lisa nggak ada masalah juga." Lisa cemberut menatap Deren. Deren tersenyum melihat ekspresi kesal Lisa . Bagi Deren Lisa adalah Bidadari kecilnya.


Tak terasa mobil Deren telah berhenti didepan gerbang kampus.


"Ohh ya kak Lisa lupa mau tanya." Lisa menggaruk keningnya sambil menyengir kuda menatap Deren. Deren menautkan alis curiga.

__ADS_1


"Tanya apa??."


"Jujur ya kak. Lisa lihat semalam Kak Deren curi curi pandang sama Kayla." Deren gelagapan, ternyata Lisa mengawasi tingkahnya.


"Oowwhh Lisa tahu Kak Deren..."


Ucapan Lisa segera dipotong Deren, namun malah membuat Deren malu sendiri.


"Nggak...Kaka nggak suka sama Kayla." Ucap Deren spontan diiringi tawa Lisa sampai terdengar dari luar mobil.


Deren menepuk jidatnya sendiri, terlalu bodoh terperangkap dengan ucapannya sendiri.


"Ketahuan kaann. Padahal Lisa nggak ngomong loh kalau kak Deren suka sama Kayla." Ujar Lisa diselangi tawa.


"Ckk kamu tuh yaa...sana masuk ntar keburu dosennya masuk!!!."


"Bilang aja kak kalau suka mahh.... soswett juga ya kakak kemarin **** emuutt....uluk ulukk." Goda Lisa.


"Aku bilangin Kayla aahh..." Sambung Lisa langsung keluar mobil meninggalkan sang kakak dengan wajah memerah.


"Aaisshh jujur banget sih lo Der." Deren menatapkan kepalanya di setir.



********


Setelah jam kuliah selesai Lisa, Kayla, dan Devi menuju kantin untuk mengisi perut mereka. Sedangkan Rian sama Dito masih ada satu jam kelas lagi.


Seharian ini materi yang disampaikan Dosen tidak ada yang masuk diotak kayla.Pikirannya dipenuhi Rasyad, Rasyad, dan Rasyad. Ingin menelfon tapi dia urungkan, bukankah seharusnya Rasyad yang telefon lebih dulu?.


Mereka bertiga memilih duduk dipojok dan segera memesan menu. Hari ini sudah menguras tenaga dan pikiran mereka.


"Lis lo nggak mau lurusin masalah lo sama Rasyad??." Tanya Kayla.


"Yah mau tapikan harusnya dia yang telfon gue dulu, masa gue nggak angkat telfon dia kemarin udah nyerah gitu aja."


"Kalau hari ini Rasyad nggak jelasin biar gue telfon, gatel ini mulut pengen meledak." Sahut Devi.


"Lo kira bom apa bisa ledak." Kayla terkekeh. Saat semua saling diam hp Lisa bergetar dan tertera nama Rasyad.


"Panjang umur tuh anak, angkat gih Lis!!!." Ujar Kayla.


"Kok gue deg deg an yaa, angkat nggak??."


"Santai aja Lis ada gue, gue siap kok nyembur tuh anak." Sahut Devi.


Lisa menggeser tombol warna hijau dan menyalakan speaker supaya temannya bisa dengar.



"Hallo Lisa." Suara Rasyad dari seberang.


"Hmmm." Lisa hanya berdehem, tidak biasanya dia gugup. Saat Rasyad menelfon pasti dia senang tapi lain kondisi saat ini.


Tiba tiba Rasyad mengubah panggilan menjadi vidio call, dengan mantap Lisa menerima panggilan vidio Rasyad. Terpampang wajah Rasyad dilayar hp, melihatnya ingin sekali Lisa memeluk dan menumpahkan rindu kepada kekasihnya itu.


"Haii apa kabar sayang??." Rasyad tersenyum begitu manis seketika membuat hati Lisa berdegup kencang.


"Nggak baik." Sahut Kayla dan Devi kompak. Rasyad mengernyit mendengar ucapan itu, tidak ada orang selain Lisa dilayar hpnya. Lisa diam membeku masih betah menatapi wajah kekasih jauhnya.


"Ada Kayla sama Devi ya??."


Kayla dan Devi langsung menongolkan wajah mereka, Rasyad kaget melihat wajah Kayla, Devi melotot kearahnya.


"Haii apa kabar Dev? Kay?." Tanya Rasyad.

__ADS_1


"Nggak usah basa basi deh lo." Sewot Devi.


"Kalian apaan sih, biar Rasyad ngomong dulu." Ujar Lisa tidak sabar mendengar penjelasan Rasyad.


"Yaudah jelasin dong siapa cewek yang lo caption 'berharga seperti berlian' hahh??." Sindir Devi.Rasyad mengerti akan respon kedua sahabat Lisa itu.


"Aku minta maaf Lis, itu bukan gue yang upload. Cewek itu cuma temen aku disini."


"Halah temen apa kok sampek berani banget peluk peluk lo hahh???." Geram Devi menggebu nggebu.


" makhsudnya?? gue nggak pernah peluk pelukan sama dia." Protes Rasyad bingung, Lisa membaca kejujuran dimata Rasyad.


"Siapa yang dulu gue VC terus dipeluk sama cewek kalau bukan lo." Tunjuk Devi kelayar.


"Emang lo kapan VC gue??." Heran Rasyad.


"Lo tuh amnesia apa pura pura sih?? " Sahut Kayla.


"Lis kamu percayakam sama aku??aku nggak ada apa apa sama Adeline, dia itu cuma temen aku." Jelas Rasyad menatap Lisa yang sedari tadi hanya mendengar perdebatan itu.


Lisa diam, dia belum benar benar yakin jika tidak ada bukti.


Mereka bertiga kaget melihat seseorang muncul dilayar hp Rasyad.


"Haayy. " Sapa Adeline.


"Kenalin gue Adeline, emm gue minta maaf ya udah bikin kalian salah paham."


"Kalau boleh tau...yang mana ya Lisa??." Sambungnya. Kayla dan Devi menatap Lisa, Lisa tersenyum tipis mejawab Adeline.


"Ohh kamu yaa, emm yang mosting itu gue bukan Rasyad dan yang perlu lo tahu gue sama Rasyad cuma temen kok. Jadi lo maafin Rasyad yaa!!." Jelas Adelin tersenyum manis.Lisa juga membalas senyuman Adeline.


"Teruss kenapa lo peluk Rasyad waktu itu??." Sewot Devi.


"Ohh yang waktu itu bukan Rasyad tapi...."


Ucapan Adeline terpotong oleh Baren yang ikut nongol dilayar.


"Itu guee...." Ujar Baren tersenyum manis.


Diantara mereka bertiga cuma Devi yang melongo. Jadi yang dia semprot kemarin bukan Rasyad tapi orang lain OMG.


"Jadii yang gue maki maki ituu..."


"Yuppss itu saya." Potong Baren tetap dengan senyuman termanisya.


Astaga Dev lo marah marahin orang asing, aisshh malu banget gue udah gue maki maki lagi dia ntar dikirainnya gue orang strees lagi aaaaa....


Batin Devi.


Devi spontan menghindar dari layar hp Lisa dan memukul mukul meja kantin. Malu bukan kepalang.Kayla sama Lisa tertawa sedari tadi melihat ekspresi malu sahabatnya itu.


"Boleh minta nomer si gadis cerewet itu nggak??." Tanya Baren menghetikan tawa Kayla dan Lisa yang masih terpampang dilayar.


Apaa gue dibilang cerewet?? resek juga nih orang...


Batin Devi.


Devi juga mendengar ucapan Baren dan mengisyaratkan Lisa untuk tidak memberikan nomer nya.


"Kata nya boleh kok." Sahut Kayla membuat Devi melotot menatapnya.



*Devi*

__ADS_1



*Baren*


__ADS_2