Rasa Yang Tak Lagi Sama

Rasa Yang Tak Lagi Sama
Sepucuk surat


__ADS_3

"Gawatt Ras.." Ujar Baren menatap orang dihadapannya tak percaya.


Yah dia Lisa pramudiana yang sedari tadi mendengar ucapan Baren. Bendungan air dari matanya lolos keluar dengan mulus.Seperti ditimpa batu besar dari atas, kepalanya terasa berat begitu juga sesak di dada menyerang secara bersamaaan. Apa yang didengar barusan nyata atau pendengarannya bermasalah?? entah, tapi itu benar benar membuat hatinya sesak.


Lisa masih diam membeku dengan air mata terus mengalir tanpa diperintah.Kakinya terasa berat untuk digerakkan, mulutnya juga kelu. Ingin dia berteriak memanggil nama Rasyad, tapi itu hanya angan semata. Rasyad tidak akan mendengarnya.


"Hmm gawat kenapa??." Tanya Rasyad. Baren mematikan panggilan sepihak dan berjalan mendekati Lisa yang masih diam menatap kosong kedepan.


"Lis lo..."


"Apa itu benar kak??." Tanya Lisa lirih, bahkan hampir tak terdengar mirip seperti bisikan.Suaranya serasa tercekat ditenggorokan.Berat, sangat berat membuka suara.Wajah Lisa pun sudah pucat pasi, tubuhnya begetar menatap Baren sendu.Sungguh Lisa ingin bangun dari mimpi buruknya ini.


Baren menyentuh kedua bahu Lisa.Rasa khawatir, bimbang menyelimuti Baren. Apa dia harus mengatakan sejujurnya??tapi jika dia mengatakannya ada hati yang akan hancur.


"Saya bisa jelasin se..."


Lisa menampik tangan Baren yang berada dibahunya dan memotong ucapan.


"Benar atau tidaaakkk????." Bentak Lisa.


Semua orang diruang keluarga mendengar teriakan Lisa jadi bingung, kenapa Lisa berteriak??. Kayla dan Devi saling tatap mengisyaratkan ada apa dengan Lisa??. Saat terdengar suara tangisan Lisa mereka semua beranjak ke asal suara, kecuali Bian yang masih santai menonton film actions.


"Jawab kak!!!...hikkss...hikkss..." Baren menatap Lisa iba, belum saja dia menjelaskan yang sebenarnya, tapi keadaan Lisa semakin histeris.


"Lo kenapa nangis Lis??." Tanya Kayla.


Tangis Lisa semakin pecah saat Baren tak kunjung menjawab.Berarti ini semua benar?? Rasyad akan bertunangan dengan Adeline?? dan bukan dirinya.


Tanpa peduli dengan pertanyaan teman temannya Lisa berlari menuju kamar membawa luka teramat dalam. Sakit, sangat.Tapi sakit itu tak berdarah.Luka yang membawanya kejurang paling dalam.


"Lo apain Lisa sampai dia nangis hahh??." Bentak Devi.


"Gue harus jelasin sama Lisa." Baren tak menghiraukan ucapan Devi, dia beranjak menyusul Lisa.


********


Lisa Pov


Aku hanya ingin kamu kembali....kembali...kembali......Rasyad. Tapi apa?? apa yang kau lakukan padaku. Apa perjuanganku harus berhenti sampai disini.Begitu mudah kau meninggalkanku, tapi apa secepat itu kau melupakan semua kenangan kita selama ini??. Selama ini Rasyad... waktu yang tidak singkat dengan mudahnya kau melepaskanku dan mencari yang baru.


Apa salahku?? kau tega Rasyad, kau lebih memilih sosok baru daripada aku yang selama ini bersamamu??.Apakah penantian ini akan berakhir??.Aku benci Rasyad, benci akan semua yang pernah kau lakukan untukku.


"Lisa buka pintunya!!! saya bisa jelaskan semuanya to


long dengarkan dulu!!."


Tidak, tidak ada yang perlu dijelaskan. Semua sudah jelas, sangat.Apa kisah kita akan segera berakhir??. Aku tidak sanggup Ras, jujur itu sulit untukku.


Tolong ajari aku melupakanmu jika kau benar benar ingin melepaskanku. Ajari aku membencimu, agar aku tidak lagi terjerat rasa yang sama lagi. Bodohnya aku terlalu mencintaimu Rasyad, apa aku bisa membencimu?? apa aku bisa melupakanmu??.Aku terlanjur mencintaimu Rasyad, tapi kenapa kau begitu mudah berpaling.


"Oke kalau lo nggak mau keluar, gue cuma mau kasih surat ini."


"Gue taruh didepan pintu Lis. Gue percaya sama Rasyad dan gue yakin lo juga."


*******

__ADS_1


Kota Berlin Jerman


Rasyad masih memandang lekat hp Adeline.Ada rasa khawatir saat Baren mengatakan gawat, dan apa makhsud kata gawat itu??. Perasaannya tiba tiba tidak enak persis seperti kejadian salah paham antara dia dan Lisa.Apa terjadi sesuatu lagi??.


"Ada apa Ras??." Tanya Adeline yang masih sesenggukan.Perkataan sang mama yang akan menjodohkannya dan kepergian sang ayah membuatnya semakin terguncang.


Tapi Adeline lebih terkejut saat Rasyad mengatakan bahwa dia adalah kekasih Rasyad.Dan kenapa Rasyad menyetujui pertunangan itu begitu saja?.


"Perasaan gue kok nggak enak ya. Kak Baren mutusin panggilan setelah bilang gawat??.Sebenarnya apa yang terjadi??."


"Nanti aja kita hubungi kak Baren lagi."


"Rass.." Adeline menatal lekat wajah Rasyad.


"Apa yang lo bilang tadi bercanda kan??." Sambung Adeline.


"Gue nggak lagi bercanda Del. Lo inget, gue pernah bilang kalau gue akan selalu jagain lo. Gue juga udah janji sama Dady waktu itu untuk selalu menjaga lo Del."


Gue juga nggak tahu Del kenapa gue lakuin ini semua, tapi tidak semudah itu gue serahin hati ini. Karena hai ini sudah milik Lisa sepenuhnya.


Batin Rasyad.


"Tapikan kita nggak mungkin tunangan, lo udah punya Lisa Ras. Gue nggak mau jadi perusak hubungan kalian, lebuh baik gue di jodo..."


"Ssuutt!!! Lo kira gue bakal nerima tantangan ini tanpa berfikir dulu??." Adeline menautkan alisnya karena bingung dengan ucapan Rasyad.


"Makhsudnya??."


"Gue udah bikin siasat supaya kita nggak tunangan sampai lo punya pasangan sesungguhnya."


khayalan gue. Nggak mungkin lo bisa berpaling dari Lisa, tapi apa gue boleh minta satu hal dari lo Ras??. Cintai gue seperti lo cinta sama Lisa, cinta tanpa alasan.


Batin Adeline.


********


Lisa Pov


Dear Lisa


Hai mentariku...


Cahaya yang menerangi hidupku


Bagaimana kabarmu disana??


Apa kau merindukanku,


Memikirkanku


Mengenang kisah yang selama ini


Kita lalui bersama


Apa Kau tahu

__ADS_1


Aku disini kesepian,


Sangat...


Tanpa senyummu yang membuat hatiku berdebar


Tanpa tawamu yang membuat hatiku senang


Tanpamu hariku menjadi suram


Aku merindukan semua tentang dirimu


Tentang caramu menghiasi hariku


Mungkin waktu terasa menyiksa


Seakan menjauhkanku darimu


Tapi tidak dengan rasa cintaku


Yang tumbuh seiring waktu


Namamu akan tetap terukir indah dihatiku


Lisa


Sampai kapan aku harus terbelenggu kedalam


Rasa rindu yang menemani hari hariku tanpamu


Aku harap kenangan itu akan selalu kau ingat


Sampai kita dipersatukan kembali dalam ikatan suci


Aku yakin sebuah penantian akan indah pada waktunya


I Love You Lisa


^^^From^^^


^^^Rasyad^^^


Kenapa kau jahat Rasyad?? kenapa kau selalu membiusku dengan kata kata mu itu??. Apa semua kata yang kau rancang hanya imajinasimu??. Sepucuk surat ini sangat menyayat hatiku, bahkan menyiksa perasaanku. Tidak membuatku bahagia Rasyad, tapi sebaliknya.


Aku tidak mengerti akan jalan fikirmu, kau ingin bersanding dengan wanita lain tapi kenapa kau masih memberiku harapan??. Langsung saja buang aku Ras, cukup!! jangan membuatku berharap lebih.



Mencintai dan membencilah secukupnya


Karena berlebihan itu tidak baik


Kau akan terjerumus kedalam kubangan


kepedihan

__ADS_1


__ADS_2