Rasa Yang Tak Lagi Sama

Rasa Yang Tak Lagi Sama
Nggak peka !!!


__ADS_3

Haii jan lupa Jempol and Komen🤗


Vite and Rate juga yaaai😍


Maaf jika masih ada typo🙏


Happy Reading😘


*********


Dilain sisi Bian merasa cemas saat melihat Alis keluar hutan seorang diri.Padahal setaunya tadi Lisa masuk bersama Alis.Dan semua orang sudah berkumpul untuk sesi makan pagi, tapi pikiran Bian masih mencari sosok Lisa.Perasaannya mulai tidak tenang, dia takut terjadi sesuatu pada Lisa.Bian hendak menghampiri Alis tapi cekalan tangan membuatnya berhenti.


"Kau mau kemana??, nih gue udah bawa makanan buat lo!," ujar Intan menyodorkan sepiring nasi beserta lauk pauknya. Bian hanya menatap makanan itu tanpa mau mengambilnya.


"Ayo ambil Bian!!!! bisa bisa kram tangan gue, jangan dilihatin aja dong."


"Gue nggak laper!!! ada urusan yang lebih penting."


Belum sempat Bian membalikkan badan lagi lagi tangannya dicekal Intan.


"Urusan apa sih yang sekarang lebih penting daripada makan, lo kan punya magh nanti kalau kambuh gimana??, ayo makan dulu!!," Intan menarik Bian kesalah satu pohon tumbang yang dijadikan tempat duduk.Bian merasa kesal atas tindakan Intan sampai emosi Bian tak bisa dikontrol lagi.


"Gue bilang nggak laper!!!!," Bian menampik makanan ditangan Intan sampai jatuh ketanah, dan tindakan Bian itu berhasil memancing beberapa mata.


"Jangan paksa gue!!! kalau lo mau makan makan aja sendiri!!," sambung Bian.


Intan kaget dengan apa yang dilakukan Bian, tidak hanya kaget dia juga malu saat diperlakukan seperti itu didepan banyak junior.


"Lo kenapa sih Bi?? niat gue kan baik tapi..."


"Stop!!! gue nggak ada waktu bicara sama orang keras kepala kayak lo!!!!," ujar Bian penuh penekanan sambil menunjuk Intan dengan jari telunjuknya.


Tidak menyangka bahwa Bian yang selama ini pendiam bisa semarah ini kepadanya. Intan dibuat terkejut atas perubahan sikap Bian, baru kali ini dia melihat Bian bisa marah dan itu berhasil membuat bulu kuduknya meremang.


Belum sempat Intan membantah, Bian sudah melangkah pergi menghampiri Alis yang melihat peetengkaran kecil keduanya.Dada Alis berdegup kencang saat Bian terus berjalan kearahnya dengan tatapan mata yang ingin menelannya mentah mentah.


Hadugghh perasaan gue kok nggak enak ya, kenapa kak Bian natap gue kayak gitu, batin Alis.


Bian menarik tangan Alis menjauh dari segerombolan mahasiswa. Heny khawatir saat Bian mencengkram dan membawa Alis menjauh tanpa sepatah kata tetapi aura Bian sangatlah menusuk.


"Kenapa kak Bian bawa Alis ya?? atau..."


"Jangan jangan kak Bian tahu lagi Lisa hilang dan itu gara gara.." sambung Heny sambil menutup mulutnya.


Sama seperti Heny, fikiran Intan bertanya tanya urusan penting apa sampai Bian semarah itu dan kenapa menghampiri Alis.


"Astaga jangan sampai mulut Alis bocor," ujar Intan dengan wajah panik.


Bian membawa Alis ketempat sepi disekitar pepohonan yang mulai masuk kedalam hutan. Masih dengan tatapan tajam tanpa mengalihkan pandangannya dari Alis, sedangkan Alis sudah gemetar sedari tadi bahkan keringat dingin bercucuran. Dia merasa seperti tahanan sekarang.


"Jawab dengan jujur!!!."


Alis semakin menundukkan pandangan saat Bian mengeluarkan suara yang tak biasanya seorang Bian berkata lembut.


"Dimana Lisa??."


"Ss...ssaya nggak tahu kak," gugup Alis tanpa menatap mata Bian.


"Bukannya lo tadi cari kayu sama Lisa??."


Alis semakin gugup dengan pertanyaan Bian yang lebih seperti menudingnya.


"I..iiyya kak."


"Jawab yang benarrr!!!!," bentak Bian dan seketika membuat mulut Alis tak bisa mengelak.


"Lisa masuk kedalam hutan kak!," jawaban spontan lolos dari mulut Alis dan membuat Bian mengepal kuat dengan rahang mengeras.


"Urusan kita belun selesai!!!," setelah itu Bian berlari masuk kedalam hutan terlarang meninggalkan Alis yang semakin gugup karena ucapan Bian.


"Kenapa harus berurusan sama kak Bian sih," Alis meremas jari jemarinya melihat Bian sampai menghilang ditelan rinbunnya pepohonan.


*******


Alis berjalan gontai kembali ketenda, belum sempat masuk kedalam tenda tangannya ditarik seseorang.

__ADS_1


"Lepasin kak!!!," ujar Alis


"Lo ngomong apa aja sama Bian??," tanya Intan.


"Emm..."


"Jangan bilang lo bocorin rencana kita hahh??, bentak Intan.


"Bocorin rencana apa kak??," tanya Kayla dari belakang Intan.


"Itu bukan rencana kita kak, itu rencana kak Intan," setelah mengucapkan itu Alis segera berlari menjauhi Intan dan Kayla.Dia benar benar takut sekarang, belum lagi ucapan dan tatapan Bian terus menghantuinya.


"Alis!!!," teriak Intan.


"Rencana apa yang kakak makhsud??," Kayla menatap sengit Intan.


"Bukan urusan lo!!!!," Intan beranjak meninggalkan Kayla dengan perasaan cemas.


"Apa makhsud kak Intan bocorin rencana? dan Alis.." monolog Kayla.Sedangkan Alis terus berlari sampai tak melihat Reyna yang didepannya.


"Aaaduuhh!!!," ucap kedunya terjatuh ditanah.


"Ma..maaf kak."


"Gimana sih jalan tuh pake mata!!," bentak Reyna.


"Jalan itu pake kaki lah, bukan pake mata!," sahut Rian, Reyna menatap tajam kearah Rian dan dibalas senyum miring dari Rian.


"Maaf kak sekali lagi," hendak Alis melangkah panggilan dari belakang menghentikan langkahnya.


Astaga mimpi apa gue semalam udah kayak buronan aja, batin Alis.


"Ada apa Kay??," yah Kayla lah yang memanggil Alis.


"Gue curiga sama dia, lo ngaku deh rencana apa yang kalian buat!!!."


Seperti orang bodoh dengan segera Reyna bangun dengan gaya angkuhnya.


Cckk dari pada gue nggak tenang sekalian gue bongkar aja deh yang penting nggak usah bawa bawa nama kak Intan, batin Alis.


"Lisa hilang dan sekarang kak Bian lagi cari Lisa."


"Sebentar, lo tahu dari mana Lisa hilang??," tanya Reyna.


"Pokoknya Lisa hilang kak, udah kan gue udah jujur kalau begitu gue cabut bye!!!," Alis benar benar meninggalkan mereka bertiga yang masih linglung.


"Wooyy malah bengong Lisa hilang ini!!," Reyna dan Kayla gelagapan menatap kesal Rian.


"Oke kita cari Lisa sekarang tapi jangan sampai terdengar yang lain dan bikin panik," ujar Reyna.


"Kenapa yang lain nggak dikasih tahu?? lebih banyak yang cari kan lebih mudah kita temuin Lisa," sahut Rian.


"Ckk lo tuh mikir nggak sih nanti kalau sampai yang lain ikut hilang gimana?? ini bukan tempat yang seenak lo bisa masuk gitu aja ini tuh hutan!!!," cerocos Reyna.



*Reyna*


"Udah dong!!! sekarang kita harus gimana kak??."


"Oke kita usahain hanya kita yang tahu, ohh ya panggil siapa itu temen lo yang suka ngintilin Intan??."


"Dito kak," jawab Kayla.


"Yahh panggil dia buat bantu kita, ingat cuma Dito yang lo bawa kesini!!!," tunjuk Reyna tepat didepan wajah Rian.


"Cckk gue kira lo lebih iblis dari Intan, ternyata masih punya hati nurani," sindir Rian berhasil membuat Reyna mencengkram kerah Rian dan menatapnya sengit.


"Udah dong kalian berdua bikin kepala gue tambah pusing!!," Kayla melepaskan tangan Reyna dari kerah Rian.



*Rian*


********

__ADS_1


Bian terus menelusuri hutan sampai dia mendengar teriakan seseorang, dan yah suara itu mirip Lisa. Dengan secepat kilat Bian mencari sumber suara itu. Betapa terkejutnya saat dia melihat Lisa jatuh kejurang, tapi Bian lega saat Lisa masih bisa berteriak dari bawah.


"Tolongg..hikkss...tolong...siapapun tolong Lisa!!!."


"Liisaa lo tunggu dibawah gue cari jalan turun dulu!!," teriak Bian dari atas.


"Kak Bian??," Lisa berusaha melihat Bian dari atas, karena jurang ini terlalu berkelok jadi penglihatannya terganggu.


Bian menyusuri arah kanan untuk bisa turun kebawah dengan mudah.Segera dia berlari ketempat Lisa.


Lisa benar benar melihat Bian berlari kecil kearahnya.Senyuman lebar seketika menghiasi wajah yang sudah dipenuhi air mata.


"Kakk!!!," Lisa langsung memeluk Bian tetap dengan posisinya yang terduduk.Banyak luka lecet ditubuhnnya.


"Lisa takut...hikkss.." Bian mengelus pundak Lisa.


"Mana yang sakit??," tanya Bian melepaskan pelukannya dari Lisa. Seketika Lisa kembali cemberut dengan pertanyaan konyol Bian.Jelas semua badannya terasa remuk bahkan kaki Lisa terasa sakit.


"Aawwhh!!!," ringisan Bian saat Lisa memukul dadanya.


"Sakit semualah kakk...hikksss...."


"Cuma lecet lecet nggak sampai pendarahan kan??."


"Oouhh jadi kak Bian mau Lisa lebih parah dari ini hah??."


"Ya nggak gitu makhsudnya...."


"Udalah kak Lisa cuma mau keluar dari sini!!," potong Lisa.


Huuffftt susah banget ngertiin perasaan perempuan, batin Bian.


"Yaudah ayok!!!," Bian berdiri dan hendak melangkahkan kaki namun teriakan Lisa membuatnya terhenti.


"Kkaakk Bian nyebelin!!!."


"Nyebelin gimana sih Lis?? jangan teriak teriak nanti kalau hewan buasnya bangun gimana??," ujar Bian santai dan membuat Lisa semakin jengkel.


Kenapa harus simuka tembok yang nggak punya perasaan sih yang nolong gue, batin Lisa.


"Kalau nggak niat nolong tuh nggak usah nolong!!."Bian duduk jongkok didepan Lisa dengan tatapan yang sulit dilihat oleh Lisa.


"Kamu lagi PMS ya??," tanya Bian dibalas pelototan dari Lisa dan pukulan bertubi tubi dilayangkannya.


"Aduhh sakit Lis!!."


"Biarin aja salah siapa bikin kesel Lisa!!!, sebel ngomong sama orang yang nggak peka kayak kakak...hikks...hikss.." Lisa terisak lagi, badan dan kakinya terasa nyeri dan Bian tidak mengerti akan hal itu.


"Kamu mau apa sih Lis gue nggak ngerti, lo mau keluar kan dari hutan ini?? yah ayok kita keluar kenapa harus banyak omong?."


"Banyak omong kakak bilang?? kakak ngerti nggak sih kalau kaki Lisa sakit hah?? dan kakak suruh Lisa jalan sendiri gitu??," bentak Lisa dan membuat Bian sadar akan kesalahannya, dia benar benar tidak tahu bahwa kaki Lisa terkilir.


"Maaf!!."


"Cckk kebiasaan," ujar Lisa memalingkan muka kearah lain.


Bian menghembuskan nafas kasar, lagi lagi dia tidak mengerti akan perasaan Lisa. Sulit, sangat sulit untuk dia melihat ekspresi orang yang ingin dia miliki.


"Naik!!," Bian duduk berjongkok membelakangi Lisa.


"Cepat naik!!!," sambung Bian.Lisa dengan perlahan naik kepunggung Bian.


Mereka berdua saling diam dengan Lisa berada dipunggung Bian. Nyaman, itu yang dirasakan Lisa saat ini.


"Lo masih marah??," tanya Bian, Lisa hanya diam tak menjawab pertanyaan Bian.


"Kak!!!."


"Hmmm??."


"Siapa inisial 'p' itu??," pertanyaan Lisa membuat Bian menghentikan langkahnya.


"Kenapa berhenti??."


"Siapa inisial 'p' itu kak??," sambung Lisa.

__ADS_1


"Berat!!!," sahut Bian.


"Haahhh??....."


__ADS_2