Rasa Yang Tak Lagi Sama

Rasa Yang Tak Lagi Sama
Liburan


__ADS_3

"Karena_____gue cinta sama lo!."


Devi mendelik mendengar ungkapan cinta pria didepannya yang baru beberapa bulan dia kenal. Jujur baru kali ini seorang pria mengungkapkan cintanya didepan Devi secara terang terangan, biasanya dari mereka melakukannya dengan cara misterius.Seperti mengirimkan surat cinta atau hadiah hadiah kecil untuknya.


"Haahh omongan basi!!!," ucap Devi sambil berdiri dari duduknya diikuti Baren.


"Gue serius Dev, sejak pertama kali lo____"


"Cukup___keluar!!!!," potong Devi.


Baren menghela napas kasar, dia tahu ini terlalu cepat untuk mengungkapkannya.Tapi jika dia tidak melakukan ini kapan lagi??.Baren hanya takut satu hal, yaitu telat mengungkapkan rasa itu kepada Devi.


"Gue nggak maksa balasan dari lo Dev___gue cuma mau lo tahu sebelum semuanya terlambat."


"Jaga diri lo baik baik!!!," sambung Baren sebelum menghilang dibalik pintu.


Devi tertegun atas apa yang dilakukan Baren, sungguh hatinya tidak bisa bohong saat Baren mengutarakan perasaannya. Ada rasa lega juga bimbang dihati Devi.Dia takut, takut jika semua ini sia sia.Ungkapan cinta atau rasanya kepada Baren perlahan atau pasti akan mati.Mati bersama raga dan jiwa Devi.


"Gue juga rasain apa yang lo rasain____ tapi gue nggak mau meninggalkan luka!!!," monolog Devi disusul setetes air matanya.


.


.


.


.


.


Lisa pulang dengan wajahnya yang tampak berseri, mulai besok dan seterusnya dia akan terbiasa melihat tawa dan elspresi Bian yang ingin dilihatnya setiap hari. Walau selama ini terapy Bian hanya membuahkan hasil sedikit, tapi itu membuat Lisa dapat melihat senyum Bian.


Mungkin Lisa belum bisa memahami kontras antara hati dan otaknya. Hatinya mengatakan ada sesuatu yang dirasakan setiap bersama Bian, tetapi otak dan pikiran Lisa selalu terikat oleh satusnya sebagai kekasih pria lain yang entah masih ada atau hanya sebagai pajangan.


"Malam semua!!!," Lisa menarik kursi dan duduk disamping Dion.


"Ngapain pulang kak, nggak sekalian tidur diluar??," ujar Dion dengan mulut yang dipenuhi nasi.


"Iri ya gara gara kakak boleh main kamu dirumah aja___ kasihan anak rumahan," ledek Lisa sambil menyuapkan satu sendok penuh kedalam mulutnya.


"Sdah sudah kalian itu kalau lagi makan jangan banyak bicara nggak baik," ucap Ayu.


"Iya mah," sahut Dion dan Lisa.

__ADS_1


Setelah selesai makan Lisa juga Deren menonton tv diruang tengah.Rencana Lisa besok tidak hanya teman teman yang ikut, tapi juga ada orang orang dewasa yang bisa menyetir mobil.Mungkin dengan mengajak Deren akan lebih mudah mengurus segala hal, tidak hanya ditujuan awal untuk pengobatan Bian tapi mereka juga liburan dibeberapa tempat wisata yang ada di semarang.


"Emm kak besok ada waktu nggak??," tanya Lisa.


"Biasa besok ngantor tapi nggak ada jadwal meeting , emang ada apa?."


"Yahh, nggak bisa libur gitu?? kan Lisa mau ajak liburan sama anak anak blacksquat??."


"Liburan kemana? emang kamu nggak kuliah."


"Semarang, pasti bolos lah kak____sekali kali heheehee."


"kenapa nggak tanggal merah aja sih??."


"Semakin cepat semakin baik kak, pliss kak besok ikut ya!!!," ucap Lisa mengatupkan kedua tangannya.


"Okeyy buat refreshing kakak ikut besok."


"Emang besok kemana kak??," sahut Dion yang tiba tiba duduk disampin Deren.


"Apa sih bocil ikut ikut aja!!," sahut Lisa.


"Yeh biarin gue kan nggak nanya lo," ketus Dion.


"Dion ikut yah kak pliss!!!," ujar Dion menarik narik lengan Lisa.


"Nggak mau, susah bawa anak kecil kayak lo mending sekolah aja sono biar pintar!!!."


"Kakak ku yang paling cantik sedunia, baik hati pintar pula___Dion boleh ikut ya besok, bolos sekali juga nggak bakal mempengaruhi nilai ya kaan??."


"Ishh lebay, kalau ada maunya aja keluar tuh pujian____tetap nggak boleh titik."


"Ayolah kak Dion juga butuh liburan kali, nggak dirumah aja."


"Dengan satu syarat!!!."


"Apa?? syarat apapun itu Dion bakal lakuin," tanya Dion dengan mata berbinar.


"Jatah uang saku sebulan lo buat gue!!!," setelah mengucapkan itu Lisa lari ke kamar dengan tawanya diiringi rengekan Dion.


"Aisshh itu namanya pemajakan____aahh kak awas ya aku aduin ke mama kalau kak Lisa mau bolos kuliah buat pacaran sama calon kakak ipar!!!!," teriak Dion.


.

__ADS_1


.


.


.


Kota Berlin, Jerman


Sudah dua bulan berlalu Rasyad tidak menemukan kabar apapun tentang Adeline.Entah kemana Adeline pergi tanpa kabar sejak kejadian ditaman waktu itu. Ada rasa bersalah saat Rasyad tak menemukan keberadaan Adeline, jika teringat janjinya kepada dedy Adeline untuk selalu menjaga Adeline.


Bahkan saat ini Adeline tidak bersama nyonya Drella.Terakhir kali Rasyad menemukan sebuah petunjuk di rumah Adeline hanya sebuah surat kecil ungkapan perasan Adeline untuk Rasyad.


Alasan Rasyad tidak dapat menghubungi keluarga maupun teman temannya di Indonesia karena waktu ditaman bersama Adeline hp nya mati terkena air hujan.Sayang Rasyad tidak hafal nomer telepon Lisa.


Juga karena hilangnya Adeline membuat fokusnya terbelah sampai tidak memberi kabar bahkan Rasyad belum sempat membeli hp baru.


"Lo kemana Del?, udah dua bulan nggak ada kabar," monolog Rasyad.


"Woyy suntuk amat tuh muka," ucap Riko teman baru Rasyad.


"Gue bingung harus apa Rik."


"Bingung kenapa sih?? galau mulu hidup lo___ kayak gue dong hidup itu dibikin santay aja jangan dibikin pusing," cerocos Riko sambil menegak mocachino Rasyad.


"Gimana mau dibikin santai kalau lo ngerasa bersalah."


"Apa masalah sama si Adeline itu??," Rasyad hanya mengangguk lemah.


"Sebentar deh Ras___ sebenarnya lo itu ngerasa nggak enak apa sih sama Adeline?? apa gara gara lo nolak cintanya atau gara gara lo dia pergi??."


Rasyad nampak menatap lekat mata Riko, berusaha mencari makhsud perkataan temannya itu. Juga mencari jawaban dari dirinya sendiri.


"Gue____"


"Gue nggak tahu," sambung Rasyad.


"Lo aneh tahu Ras, dia pergi yaudah biarin bukannya emang itu mau lo kan supaya Adeline nggak ada rasa, yah itu cara Adeline pergi dari hadapan lo biar dia nggak sakit hati."


"Ehh sekarang malah lo kayak orang ditinggal pas lagi sayang sayangnya_____galau mulu!!!," sambung Riko.


"Ditinggal??___


"Aneh___gue ngerasa sendiri sekarang," sambung Rasyad.

__ADS_1


__ADS_2