Rasa Yang Tak Lagi Sama

Rasa Yang Tak Lagi Sama
Serangan maut


__ADS_3

"Indonesia?? kakak mau ke Indonesia??." Tanya Adeline yang sudah duduk disofa loby. Baren mengangguk masih dengan senyum terpancar dari wajahnya.


"Arya." Ucap Baren memanggil karyawannya.


"Iyah pak??"


"Tolong pesankan tiket pesawat ke Indonesia untuk penerbangan besok!!!."


"Ohh baik pak." Arya beranjak pergi memesankan tiket penerbangan untuk Baren besok.


"Besok?? kok mendadak sih kak?? terus Adel sendiri dong disini. Kakak lama ya?? kapan pulangnya??..."


"Sshuutt!!! berisik tau nggak kamu." Ucap Baren memotong pertanyaan bertubi tubi dari adik sepupunya. Baren melihat penampilan Adeline dari atas sampai bawah.Adeline terlihat sangat cantik memakai gaun warna hitam yang cocok dengan warna kulit putih bersih Adeline.



"Cckk iyah iyah yang mau Dinner mah." Baren memasukkan kedua tangannya disaku celana. Dia saja terpana melihat kecantikan Adel bagaimana tidak dengan Jerry. Mungkin saat Dinner adiknya sudah diculik.Jika tidak menyusun siasat terlebih dahulu.


"Apaansih biasa aja kok."


"Jawab dulu dong kak." Sambung Adeline


"Iyah besok kakak berangkat.Mungkin lama soalnya kakak mau buka cabang disana." Adeline menghembuskan nafas berat.


"Gimana Rasyad udah siapin semuanya kan??" Sambung Baren.


"Beres." Adeline mangacungkan jempol disambut senyum miring dari Baren.


Mereka berdua melaju menggunakan mobil masing masing agar Jerry tidak tahu bahwa Baren akan mengawasi setiap gerak gerik yang dilakukannya. Sesuai rencana awal Baren mereka sepakat menjebak Jerry agar repotasinya anjlok. Bahkan membuat Jerry malu didepan banyak orang.


Adelin lah yang memilihkan tempat agar rencananya berjalan mulus.Sesampainya di cafe Jerry sudah terlihat duduk ditempat dengan senyuman menjijikkan bagi Adeline.


"Maaf gue telat." Ujar Adeline. Yah pastinya cuma basa basi. Dengan gerak cepat Jerry menggeser kursi untuk Adeline duduk. Adeline hanya tersenyum tipis.


Sabar del ini cuma sementara, batin Adeline.


"Gue siap nunggu lo sampai besok."


"Sampai kapan pun." Sambung Jerry. Dibalas tawa garing Adeline.


Tak lama seorang pelayan menghidangkan beberapa makanan dan minuman. Pelayan itu tersenyum penuh arti menatap Adeline dan dibalas senyum manis Adeline.


"Sini gue potongin kak." Adeline mengambil alih steak Jerry.


"Ehh nggak usah biar gue aja."


"Eiitss biar gue aja.Ini spesial loh buat kak." Lagi lagi Adeline tersenyum manis dan membuat dada Jerry bergemuruh.


"Ya udah sini punya lo gue potongin."


Dilain sisi ada dua pasang mata menatap keduanya dengan senyum penuh arti. Yah orang itu adalah Baren dan Rasyad.


"Nih kak sudah." Adeline menyodorkan steak milik Jerry. Dan sebaliknya.

__ADS_1


"Habisin ya kak."


"Buka mulut kamu." Adeline kaget saat Jerry menyodorkan steaknya ke mulut Adeline.


Waduh bisa bisa senjata makan tuan ini mah, batin Adeline.


"Nggak usah kak gue punya sendiri. Mending gue aja yang suapin kakak." Ujar Adeleni mengambil alih garpu dari tangan Jerry.


"Haaa..."


Haapp


Yeess masuk juga, batin Adeline*.


"Enak nggak kak??."


"Enak banget apalagi disupin sama kamu." Jerry memegang tangan Adeline yang berada diatas meja. Segera Adeline menarik tangannya.


"Emm minum kak!!." Jerry hanya menurut setiap perintah Adeline. Dengan begitu akan memudahkan rencananya tanpa dicuriagi.


"Umpan masuk perangkap." Ujar Rasyad melirik Baren.


"Siapkan kamera!!." Sahut Baren.


Beberapa menit kemudian Adeline menangkap gelagat Jerry mulai gelisah.Keringat bercucuran dari keningnya.Pandangannya juga berputar.


Kenapa perut gue sakit banget aiishh pusing lagi, batin Jerry.


"Kak Jerry kenapa??." Tanya Adeline.


Orang orang disekitar menahan tawa terutama tiga orang yang merencanakan ini. Adeline hanya diam menahan tawa melihat Jerry berusaha bangkit dengan susah payah.Jerey yang tidak tahan karena perutnya terasa mules akhirnya melepaskan gas beracun dan seketika semua orang terbahak bahak.


Bbrruutt Bbrruutt


Dan akhirnya Jerry berhasil beranjak menuju toilet tanpa memperdulikan gelak tawa orang orang disekitar. Baren dan Rasyad terus mengikuti Jerry.Langkah Jerry gontai begitu juga dengan penglihatannya terlihat buram.


"Siaall sakit banget perut gue." Ucap Jerry.


Jerry langsung masuk ke toilet tanpa melihat ganbar petunjuk pengguna toilet.Sampai jeritan demi jeritan bersautan dari dalam.


"Aaaaaaa.."


"Aaaaa dasar mesum."


"Giila lo yaa."


"Dasarr cowok breng*ek."


"Buta ya lo???."


"Mau ngintip yaa dasar cowok mata keranjang."


"Mati aja lo dasar buaya."

__ADS_1


Dan blaaa blaa blaa umpatan yang dilontarkan para cewek untuk Jerry. Tidak hanya itu Jerry juga mendapatkan guyuran air sampai pukulan gayung mendarat ditubuhnya.Saking tidak tahan akan perutnya dan rasa pening dikepala Jerry hanya diam menerima serangan maut dari para cewek itu.


Bbrruutt Bbrruutt


Lagi lagi Jerry mengeluarkan gas beracun yang membuat para cewek kocar kacir.Dan yang perlu kalian tahu sebelum mereka melarikan diri tendangan demi tendangan diberikan untuk Jerry yang sudah terkapar tak berdaya.


"Cat!!." Ujar Baren mematikan kameranya.


"Cabut!!!." Yah sedari tadi mereka berhasil merekam kejadian itu.



*Jerry*


********


Sore hari ini Lisa and the gengs berencana untuk membeli keperluan untuk kemah yang sebentar lagi diadakan.Mereka masih menyusun apa saja yang perlu dibawa sambil bersantai ditaman belakang kampus.Tapi Bian tidak ikut karena harus mengurus beberapa kegiatan yang akan dilakukan dibumi perkemahan nantinya.


"Gue nggak sabar banget deh.Pengen cepet cepet hari H." Ujar Lisa.


"Ini kapan kita berangkat? keburu sore nanti." Tanya Dito.


"Ckk kayak lo nggak pernah pulang malem aja." Sahut Kayla.


"Bukannya gue tapi kalian kalian gimana?? nanti gue sama Rian lagi yang kena omel dari nyokap bokap lo." Ujar Dito menunjuk Devi, Kayla, dan Lisa.


"Itu mah urusan lo yang kena omel." Sahut Devi.


"Cckk dasar perempuan."


"Iyah bener dong Dito kembali ke pasal pertama bahwa..."


"Perempuan selalu benar!!!." Rian dan Dito memotong ucapan Lisa. Para perempuan tersenyum penuh kemenangan.


Saat sedang asyik berbincang mereka dikejutkan seorang laki laki dengan wajah panik menghampiri. Semua menatap pemuda itu dengan tatapan 'ada apa?'. Pemuda itu mengatur nafasnya sebelum mengutarakan makhsut kedatangannya.


"Ituu..pacar lo siapa ya??." Pemuda itu menunjuk Kayla sambil mengingat nama yang disebut pacar Kayla.


"Siapa??gue mah nggak punya pacar." Sahut Kayla saat dirinya ditunjuk.


"Ojj iyah Ar namanya."


"Ar??." Mereka kompak menyebut nama Ar?? bukankah Ar sudah menjadi mantan. Dan kenapa dengan Ar??.


"Dia di UKS manggil manggil nama lo terus dari tadi."


"UKS??." Ujar Kayla mengerutkan keningnya.


"Kenapa lagi sicurut itu." Ujar Rian sewot.


"Jangan jangan..."


Kayla tidak melanjutkan ucapannya dan beranjak meninggalkan yang lain tanpa menghiraukan panggilan panggilan dari para sahabatnya.

__ADS_1


Menghilangkan kenangan manis yang telah tersimpan baik tidaklah mudah seperti membuang sampah pada tempatnya.


__ADS_2