Rasa Yang Tak Lagi Sama

Rasa Yang Tak Lagi Sama
Berduka


__ADS_3

Kota Berlin, Jerman


"Habis sarapan sih sekalian nunggu jam kelas."


Drrtt Drrtt Drrtt


Hp Adeline berdering dengan segera dia berjalan menjauh agar tidak mengganggu Rasyad dan Lisa. Tertera nama Dokter Dady dilayar hp Adeline. Perasaan Adeline mendadak tidak enak, tidak biasanya Dokter Dady menelfon jika tidak ada hal penting. Dengan perasaan was was Adeline mengangkat telefon, tangannya sedikit begetar saat mendengar nada panik dari seberang.


"Cepat kesini keadaan Dady anda memburuk!!!."


"A..aapa??." Adeline menutup mulut disambut dengan air mata yang meluncur mulus. Dia mematikan panggilan sepihak dan berlari menghampiri Rasyad yang masih berbincang dengan Lisa ditelefon.


"Dady..hikkss...hikss..." Ujar Adeline langsung menarik Rasyad sehingga Rasyad mematikan telefon karena panik melihat keadaan Adeline. Rasyad tak banyak bicara dia fokus mengikuti kata Adeline menuju rumah sakit.


"Dady pasti baik baik aja lo tenang ya." Rasyad berusaha menenangkan Adeline yang sedari tadi tak berhenti menangis.


Sesampainya dirumahsakit mereka menuju ruang IGD tempat Dady Adeline ditangani. Adeline mondar mandir didepan IGD menunggu dokter yang sedang menangani Dady. Rasyad memeluk Adeline dalam dekapannya dan menepuk punggung Adeline.


Cekkllek


"Dokter bagaiman keadaan Dady??." Tanya Adeline saat Dokter keluar.


"Maaf sebelumnya, kami sudah melakukan yang terbaik tapi tuhan berkendak lain."


Tubuh Adeline serasa tak bertulang, seketika tubuhnya luruh kelantai. Suara disekitarnya tak terdengar hanya bunyi nyaring seperti jangkrik.


"Adeline gue tau lo kuat. Ada gue disini." Rasyad membawa Adeline kedalam bekapannya.


"Daaadyyy...hikks...hikkss..nggak..ini nggak mungkin...gue pasti mimpi..hiks..bangun del bangun... hiksss..." Adeline menampar pipinya tanpa henti. Rasyad ikut meneteskan air mata melihat keadaan Adeline sekacau ini. Yang dia tahu Adeline sosok yang kuat. Adeline selalu ceria didepannya tapi sekarang Rasyad melihat hujan didalam diri Adeline.


"Stop del jangan sakiti diri lo sendiri."


"Maaf ada yang harus saya sampaikan." Adeline mendongak menatap Dokter paruh baya itu.


"Ada apa dok??." Tanya Rasyad.


"Sebelum penyakit jantung pasien kambuh ada seorang wanita menjenguk." Adeline beranjak mematap tajam Dokter itu.


"Siapa dok?? kenapa dokter mengijinkan orang lain masuk tanpa sepengetahuan saya??." Bentak Adeline.


"Saya juga tidak tahu tapi anda bisa melihatnya di cctv. Dady anda juga memberikan ini kepada saya untuk memberikan kepada anda." Dokter mnyodorkan sebuah amplop berwana putih ke Adeline.


"Apa ini??."


"Del sebaiknya jangan pikirkan ini dulu kasihan Dady kamu. Kita urus pemakamannya dulu ya." Ujar Rasyad sambil mengelus punggung Adeline.


Adeline mengantongi amplop itu dan beranjak masuk keruang dimana jasad sang Dady terbaring kaku.Lagi lagi kaki Adeline terasa lemas suara disekitar juga tedengar nyaring. Tak ada kata yang keluar dari mulut Adeline, tubuhnya serasa kaku.Selama ini Dady lah yang membesarkannya seorang diri sampai Dady terluka dan tidak ingin membuka hati untuk mencari pengganti sosok ibu Adeline.

__ADS_1



********


Adeline Pov


Harapan hidupku hancur seketika, kenapa Dad?? kenapa dady pergi tanpa pamit sama Adel. Adel takut sendirian Dad, selama ini hanya Dady yang Adel punya. Tapi kenapa Dady jahat ninggalin Adel sendiri didunia yang penuh derita.


Adel hanya punya Dady, hanya Dady, dan sekarang katakan Dad!!! apa yang harus Adel lakukan sekarang?? hidup sendiri tanpa orang tua??. Kenapa dunia ini kejam?? kenapa mereka mengambil orang orang yang Adel sayang.


Pertama Mama pergi ninggalin Adel, dan sekarang Dady juga ninggalin Adel selamanya?? .Kenapa tuhan??kenapa kau ambil semunya dariku. Apa kau juga akan mengambil Rasyad dariku?? atau kak Baren??. Jangan, hanya mereka yang kupunya sekarang. Kumohon berikan Rasyad untukku.


Siapa yang melakukam ini Dad?? katakan kenapa Dady pergi setelah bertemu wanita itu. Siapa wanita itu dad??? kenapa cctv itu tidak berfungsi. Apa yang dikatakan wanita itu sampai penyakit jantung Dady kambuh?. Aku tidak akan memaafkan orang yang membuat Dady pergi untuk selamanya. Nggak akan pernah Dad, Adeline janji akan menemukan wanita yang merebut Dady dari Adeline.


"Kita pulang yuk!!! lo juga butuh istirahat." Ujar Rasyad.


"Gue mau nemenin Dady disini. Dady pasti merasa kesepian..hikkss..hikss."


"Besok kita kesini lagi ya. Del lo nggak sendiri disini, ada gue yang bakal jagain lo, sayang sama lo. Ada kak Baren juga yang selalu sayang sama lo Del. Gue janji akan selalu ada untuk lo Del."


" Nggak selamanya lo ada untuk gue Ras...hikkss...hikss."


Semudah itu lo ngomong sayang sama gue Ras, gue mau lo anggap gue lebih dari itu. Tapi itu nggak mungkin terjadi, hati Rasyad sudah mempunyai nama didalam sana.Nggak ada yang bisa kuharapkan selain Dady. Tapi kenapa takdir begitu kejam??kenapa??.


Surat itu, apa isi pesan terakhir Dady??. Aku nggak akan kuat membaca pesan Dady. Bagaimana kalau Dady menyuruhku untuk melakukan hal yang tidak kusukai. Tidak Dad, walau itu pesan terakhir Dady maaf tidak akan kulakukan.


"Adel.."


Deg


tadi.Dia, dia orang yang selama ini kurindukan tapi telah membuat hidupku menderita.Mama, yah kenapa kau kembali saat Dady sudah tiada?? kenapa kau tidak muncul saat aku sudah tidak ada didunia ini saja hahh?? kenapa kau kembali??.


"Mama ikut berduka atas ap.."


"Apa?? coba ulangi!!!. Mama?? berduka??." Bentakku. Segampang itu dia menyebut dirinya 'mama' ??.


"Kemana anda selama ini hahh?? apa kata anda, 'mama'?? 'berduka'?? itu tidak penting bagi saya dan saya sudah menganggap anda tiada selama ini."


"Adel beraninya kamu bicara seperti itu?? itu didikan Dady yang selama ini dia beri?."


"Anda tidak pantas bicara tentang bagaimana Dady mendidikku karena selama ini hanya Dady yang ada disampingku bukan anda."


"Hentikan omong kosong mu itu dan ikut Mama ke prancis bersama papi."


"Papi?? didunia ini Adel hanya punya satu ayah yaitu Dady.Pergi dari sini pergiii!!!!." Pandanganku perlahan kabur, aku hanya bisa melihat wanita didepanku ini dengan mulut komat kamit dan...


Bbruukk

__ADS_1


Suara Rasyad memanggilku masih terdengar samar samar setelah itu aku tidak tahu apa yang diakatakan. Semuanya gelap dan sunyi.



*******


Lisa Pov


Sepulang dari pantai Raka merengek membuat kepalaku pusing, bagaimana tidak dia meraung raung seperti singa kelaparan memintaku untuk membawanya pulang kerumah. Aku senang jika dia tinggal satu hari dirumah tapi kak Bian melarangnya sehingga Raka terus merengek.


"Raka nggak mau pulang titik!!!. Raka pengen sama aunty, tidur sama aunty..hikkss..hikss.."


Sampai menangispun Kak Bian tetap kekeh pada pendiriannya. Lagi lagi aku harus membujuk kak Bian agar mengijinkan Raka tinggal dirumahku.


"Ayolah kak kasihan Raka, sekali saja yah dia nginap dirumah Lisa pliiss!!!." Sebalnya kak Bian hanya melirikku sekilas lalu kembali fokus menyetir. Raka masih menenggelamkan kepalanya didadaku sambil terisak. Sedih juga melihat sikecil tampanku meraung raung seperti ini.


"Ayolahh kak pliiss!!! kenapa sih nggak boleh?? kak Bian takut dimarahi bokapnya Raka?? biar Lisa deh yang izin."


"Cckk bukan gitu.. Aisshh oke Raka tidur dirumah lo tapi ingat ya gue udah ngelarang Raka tidur sama lo dan kalau terjadi apa apa jangan salahin gue."


"Yeeyyy makasih uncle." Raka memeluk lengan kak Bian karena kak Bian dalam keadaan menyetir.


Kalau ada apa apa makhsudnya?? emang dia kira aku nggak bisa jagain Raka gitu??. Enak aja gini gini aku pernah lihat film babysister yah semoga aja bisa aku contohin dikehidupan nyata.


"Pasti Raka aman tenang aja." Ucapku tersenyum sambil mengelus puncak kepala Raka.


"Satu lagi jangan menelponku saat terjadi masalah."


"Masalah?? ckk kau meremehkanku?? gini gini gue jago tau jadi seorang ibu."


"Sombong, Lihat aja nanti."


Sungguh menyebalkan, dari tadi kek bolehin Raka nginap dirumahku jadikan nggak pusing denger raungan Raka.Nggak bakal aku telfon dia jika Raka menangis sedikitpun, tinggal kasih es krim pasti langsung diam.Namanya anak kecilkan?? gampang untuk dibujuk.


********


Disebuah apartemen terlihat seorang pria sibuk membawa barang bawaanya. Tanpa melihat kedepan pria itu menabrak seseorang. Sampai mereka berdua sama sama terjatuh.


Bbruukk


"Aauuwwhh.."


"Aduuhh..."


"Bagaimana sih..punya mata nggak??."


"Maaf saya nggak sengaja." Pria itu berdiri dan menjulurkan tangannya melihat orang yang sibuk membereskan isi tasnya.

__ADS_1


Deg


Ternyata dunia ini selebar daun kelor yahh,, batin pria itu tersenyum lebar.


__ADS_2