
Hari semakin larut,namun matanya sulit terpejam.
Baginya malam seperti mencekam saat ia teringat akan kenangan yang dilaluinya bersama Rasyad. Rasa rindu amat membebaninya jika malam datang,karna tak ada para sahabat yang menghiburnya.
Dipandanginya foto mereka.Difoto terlihat Rasyad tersenyum manis menatap Lisa dan sebaliknya.
"Gue kangen Rasyad." Ujarnya sendu.
"Gue telfon ah." Lisa mengambil ponselnya di nakas dan mendial nomer Rasyad.
satu menit kemudian
"Halo Lisa." Ujar Rasyad.
"Lama banget angkatnya." Jawab Lisa jutek.
"Iyah maaf ini lagi ngerjain tugas."
"Alesan, pasti lagi sama cewek itu kan."
"Ya ampun sayang sumpah deh, ini aku lagi nugas."
"Ckk baru beberapa minggu aja udah ada tugas." sewot Lisa.
"Iyah maaf deh nanti kalo ngangkat janji cepet."
"Maafin nggak yaa."
"Maafin dong sayang." bujuk Rasyad dengan manja.
"Ceritain dulu siapa cewek itu."
"Dia temen baru aku namanya Adeline, bener deh kita cuma temen jadi dimaafin yaa." Jelas Rasyad.
"Janji cuma temen?."
"Iyah janji cuma temen."
"Okey aku maafin."
"Kok belum tidur?." Tanya Rasyad.
"Kangen."
"Aku juga."
"Kamu kapan pulang?." Tanya Lisa
"Emm kapan yaa." Rasyad pura pura mikir padahal dia sudah janji sama Adeline libur semester akan pulang mencari wanita itu.
"Kayaknya aku nggak bisa pulang deh Lis.Jarak antara sini sama sana kan jauh banget apalgi pasti tugas ku makin banyak." Jelas Rasyad dengan suara yang dibuat lesu.
"Kamu harus pulang kalau nggak kita putus." Ancam Lisa.
"Kok putus sih." Rasyad terlihat panik saat ide jahilnya ditanggapi ancaman Lisa.
"Biarin salah siapa nyiksa anak orang." Judes Lisa.
"bilang aja kamu nggak kuat nahan rindu kan?." Goda Rasyad.
"Ckk pokoknya kamu harus pulang titik." Teriak Lisa.
Tuutt tuutt tuut
Lisa mengkhahiri telefon sepihak.Hatinya benar benar kesal hari ini. Soal cewek itu lah ditambah kejahilan Arsyad nggak akan pulang.
"Yahh dimatiin.Beneran ngambek nih." Ujar Rasyad.
Lisa melemparkan hp nya ke kasur, hari ini benar benar menguras emosi.
"Aaaisshh sebeelll." Teriaknya.
Drrtt Derrtt Derrrt
__ADS_1
Lisa mengambil hp nya tertera pesan masuk dari Rasyad.
Maaf Lisa, aku disini benar benar sibuk tugas dari dosen.
aku harap kamu bisa ngerti,mungkin aku akan sulit dihubungi, jadi sebelum itu aku minta maaf.
Jika kamu ingin mengatakan pesan bisa lewat email saja ya.Tunggu aku Lisa..
I Love You❤
"Dulu siapa yang bilang kalo gue tetep nomer satu dan kita masih bisa kontak kontakkan , ini apa nyatanya cobak 'Susah dihubungin??' Rasyaadd awas ya kalo pulangg." Gerutu Lisa.
Tok tok tok
"Siapa." Teriak Lisa.
"Tidur dek jangan berisik." Teriak Deren dari luar.
"Iyah kak."
"Halah palingan galau kak mikirin kekasih rantauannya." Ujar Dion dari luar.
Ceklek
Lisa keluar, benar didepan pintu masih ada Deren dan Dion.
"Apaa lo bilang??." Tanya Lisa ketus.
"Ada yang lagi galau kak." Teriak Dion yang sudah lari kebirit takut kena amukan Lisa.
"Awas ya lo adek durjana." Teriak Lisa.
Deren senang melihat tingkah adik adiknya, momen ini yang dia rindu. Pertengkaran saudara yang menjadi bumbu keharmonisan antara kakak dan adik.
Bukan pertengkaran yang serius, hanya pertengkaran khas antara adik dan kakak. Kejahilan kejahilan Dion yang sering membuat mereka jengkel.
"Udah sana tidur udah malem!!."
"Siap kak." Lisa menutup pintu langsung merebahkan dirinya dan menjemput alam mimpi.
Keesokan harinya Lisa dan lainnya bersiap jalan jalan.
Mereka akan kumpul di bascamp dulu sebelum berangkat.
Lisa bercemin melihat penampilannya hari ini
"Sempurna." Ucapnya.
Dia melirik ke jaket Bian. Jika teringat itu badannnya terasa panas dingin mungkin pipinya sudah merah seperti kepiting rebus.
"Aiiss ngapain mikirin Kak Bian sih."
Ceklek
*Dion*
"Wah mau kemana nih kak, nggak ajak ajak." Ujar Dion yang langsung masuk ke kamar Lisa.
"Kamu tuh ya ketuk dulu baru masuk." Ketus Lisa.
"Iyaahh."
"Kalau nggak lupa." Sambung Dion.
"Cckk kamu itu..."
"Itu jaket siapa kak??." tanya Dion sebelum Lisa menceramahinya.
"Nggak usah ngalihin topik kalau.."
"Aiisshh itu kan jaket cowok, wah nggak bener nih." Lagi lagi Dion memotong ucapan Lisa.
__ADS_1
"Sok tau kamu, udah sana keluar!!."
"Aku aduin ah sama kak Rasyad kalau kakak selingkuh." Dion tersenyum miring menatap Lisa.
"Waahh bener bener ya adek durjana." Teriak Lisa bertolak pinggang.
"Biarin bleekk." Dion menjulurkan lidahnya sambil berlari keluar.
"Mama Dion nyakitin perempuan lagi tuhh." Teriak Lisa.
"Kakak Bohong maa." Teriak Dion dibawah. Mama ayu yang sedang di dapur terkekeh.Pagi pagi sudah dapat konser.
"Bener kamu nyakitin anak orang lagi??."Tanya mama ayu saat Dion duduk diruang makan.
"Ckk omongan kak lisa itu nggak usah dipercaya mah." Jawab Dion sambil mengunyah roti bakar di depannya.
"Gimana mama nggak percaya, kamunya kan emang Playboy." Ujar mama ayu.
"Tuh mama aja ngerti kalau kamu itu Playboy." Ucap Lisa yang sudah duduk disampin Dion.
"Nih makan dulu sebelum jalan." Mama ayu memyodorkan Roti bakar didepan Lisa.
"Makasih mah." Jawab Lisa.
"Dari pada kakak baru ditinggal aja udah selingkuh." Ujar Dion.
"Heeh kakak itu nggak selingkuh yaa."
"Terus itu jaketnya siapa?." Tunjuk Dion ke jaket Bian.
"Emm ini jaketnya kak Bian." Lirih Lisa.
"KAK BIAN??." Tanya mama ayu dan Dion.
"I..iyah emang kenapa??." Tanya Lisa gugup, bagaimana tidak empat mata sedang menatapnya seperti mengintrogasi penjahat.
"Kok bisa sama kamu??." Tanya mama ayu.
"Ahh panjang ceritanya mah."
"Gercep juga ya kakak dapet yang baru.Jangan jangan sifat playboy aku turunan dari kakak."
"Kamu tuh yaa bener bener." Lisa mencubiti lengan Dion.
"Auuh sakit kak. Aku bisa laporin ini atasan tuduhan penganiyayaan loh yaa." Ancam Dion yang masih menghindar cubitan dari sang kakak.
"Biarin dasar Buaya." Lisa berdiri mengambil jaket Bian dan menyalimi mama Ayu.
"Aku pamit mah." Ujar Lisa.
"Jangan sore sore kalau pulang." Ucap mama ayu.
"Siap komandan." Jawab Lisa.
"Bye bye kakak Buaya jangan lupa bawain adeknya buaya ini oleh oleh yaa." Dion langsung lari keatas saat Lisa melepas sepatunya.
"Dasarr adek durhaka loo." Teriak Lisa.
"Udah ah mama pusing deh liat kalian pagi pagi udah berantem. "
"Iyah dek berisik tau." Sambung Deren.
"Dion tuh yang mulai. Yaudah aku pergi dulu kak mah byee." Ujar Lisa melambaikan tangan.
"Hati hati." Ujar Deren.
*******
Like dan komentar kalian sangat berharga buat author,
terimakasih yang sudah baca and like😘
Vielen danke😍
muuaachh😘😅
__ADS_1