Rasa Yang Tak Lagi Sama

Rasa Yang Tak Lagi Sama
Denganmu lebih indah


__ADS_3

Haii jan lupa jempol and komen🤗


Vote and Rate jugaa😍


Maaf jika masih ada typo🙏


Happy Reading😘


******


"Kalau gue mau pertunangan ini terjadi, apa lo mau tunangan sama gue??," Rasyad mendelik mendengar penuturan Adeline.


"Haahh??."


"Gimana del??," sambung Rasyad.


Adeline memalingkan wajah kedepan dengan tatapan kosong.Apa pertanyaannya tadi kurang jelas atau pendengaran Rasyad bermasalah.


"Dell??," Rasyad melambaikan tangan didepan wajah Adeline, sedangkan Adeline hanya melirik sekilas.


"Lo bercanda kan??."


"Apa wajah gue terlihat lucu??."


"Gue serius Ras," sambung Adeline.


Astaga apa yang sebenarnya terjadi??.Nggak mungkin Adeline suka sama gue. Batin Rasyad.


"Nggak lucu del," Rasyad tertawa garing dan beranjak berjalan.Belum lima langkah Rasyad menghentikan langkanya, dan berbalik menatap Adeline.


"Gue mohon jangan lukai hati lo sendiri hanya karena perasaan lo sendiri. Lo tahu kan gue nggak mungkin melakukan itu, ada hati yang harus gue jaga."


"Apa lo yakin mau memperjuangkan cinta yang tidak pasti datang atau menghilang??."


"Katakan Ras!! apa gue salah cinta sama lo??," sambung Adeline dengan air mata yang terus mengalir.


"Cinta lo nggak salah Del, tapi lo salah menaruh cinta itu. Gue yakin suatu saat lo pasti dapat yang lebih baik daripada gue."


"Lo salah Ras, lo tuh yang terbaik bagi gue!!! hanya lo Ras..hikks..hikks.."


"Cukup del!!! gue nggak mau merusak hubungan ini, jadi lupakan ucapan lo tadi."


"Apa lo nggak bisa berusaha cinta sama gue?? gue sayang sama lo Ras."


"Gue udah punya Lisa del, gue cuma cinta sama Lisa dan ha.."


"Lupakan Lisa!!!," teriak Adeline.


Rasyad mengepalkan tangan menahan amarah yang sedari tadi ia tahan. Dia tidak menyangka bahwa sahabat yang sudah ia anggap sebagai keluarga mencintainya.Apa hubungannya dengan Adeline akan membaik setelah Adeline mengungkapkan perasaannya.


"Apa lo yakin disana Lisa nggak deket sama cowok lain hah??."


"Gue yakin Lisa udah dapat yang baru."


"Stopp del!!!. Gue peringatin sekali lagi, hapus perasaan itu atau gue nggak mau kenal lagi sama lo!!."


Rasyad meninggalkan Adeline dengan keadaan patah hati.Bagi Adeline ini bukanlah akhir dari cintanya, tapi awal untuk memperjuangkan.Dia tidak ingin Rasyad menjadi milik orang lain, dan juga tidak ingin melihat Lisa anak dari wanita yang dibencinya bahagia.


"Gue nggak akan biarin lo sama Lisa bersatu Ras," ujar Adeline.



*******


Lisa Pov


Bagaimana ini??apa yang harus aku lakukan?. Kenapa aku harus disituasi seperti ini.Kemana perginya Ridho?, awas saja kalau ketemu aku bejek bejek tuh anak.


"Mau nyanyi lagu apa??," tanya kak Intan.


"Emmm...itu..anu kak..."


"Tunggu!!."


"Ada apa Bi??."


"Aku mau duet sama Lisa," apa?? telinga gue nggak salah dengarkan?. Kak Bian mau duet sama gue, aiishh kenapa kak Bian selalu ada disaat seperti ini. Is the best gembulku ini.


"Loh kok gitu sih Bi, ya nggak bisa dong. Kamu kan panitianya," ckk apa kak Intan ingin membuatku sulit hah??.Firasatku mengatakan bahwa dia tidak menyukaiku, entah itu benar atau tidak tapi aku juga tidak menyukainya. Apalagi saat dekat dekat sama kak Bian.


"Bisalah, lihat Lisa hanya sendiri!! kan nggak adil dua lawan satu. Jadi aku disini cuma perantara Lisa, gue main gitar dan Lisa yang nyanyi."


"Tapikan..."


"Setuujuu....." ucapan kak Intan terpotong sorak sorai dari suara cempreng Kayla dan Dito. Semua orang refleks menatap mereka berdua.


"Semuanya setuju nggak?? pasti pada pengen lihat kak Bian gitarkan??," ujar Dito, semua orang saling tatap.Semoga mereka setuju supaya aku tidak terlalu grogi.


"Setuju!!," suara setuju bersahutan dari mahasiswa lain dan akhirnya aku berduet bersama gembulku. Ahh senangnya, sekilas aku melihat tatapan tajam kak Intan mengarah padaku.


__ADS_1


*Intan*


"Jangan takut!! anggap saja kamu lagi nyanyi dikamar mandi seperti biasanya."


"Wahh kak Bian kok tahu gue sering nyanyi dikamar mandi??."


"Kebiasaan cewekkan gitu."


"Isshh nggak semua cewek gitu kali kak."


Kak Bian mulai memetik gitar, aku akui kak Bian memang jago bermain gitar. Alunan merdu dari perikan gitar membuat suasana malam dihutan ini semakin romantis. Apa aku bilang, romantis?? astaga apa yang romantis sih Lisa huufftt...


Aku menyanyikan lagu 'denganmu lebih indah'. Tidak tahu kenapa memilih lagu itu, seperti kata hatiku mengucapkan tiba tiba. Padahal aku sendiri jarang menyanyikannya.


🎶 Aku pernah tak percaya cinta


cinta membuat, buat hatiku luka


hingga aku temukan dirimu


kamu mmbuat, buat hatiku


percaya


Ternyata cinta denganmu lebih indah


lupakan semua kenangan terindah dengannya


ternyata cinta denganmu bahagia


cinta lama takkan bersemi lagi


Hingga aku temukan dirimu


kamu membuat, buat hatiku percaya


Ternyata cinta denganmu lebih indah


lupakan semua kenangan terindah dengannya


ternyata cinta dnganmu bahagia


cinta lama takkan bersemi lagi 🎶


Riuh tepuk tangan mengakhiri lagu yang kubawakan.Entah kenapa perasaanku terasa enteng, padahal tadi keringat dingin terus menetes gara gara nerveus.Petikan gitar kak Bian membuat semua tersihir dan suaraku juga semakin indah karena alunan gitar.


"Woww kerenn..."


"Andai gue yang ada didepan sama oppa."


"Oowwhh so sweett..."


Dan bla bla blaa ucapan para mahasiswa lain.Aku dan kak Bian membungkukkan badan serta mengucapkan terimakasih.


Aku menatap kak Bian dan tersenyum lebar sebelum kembali ketempatku.Dan...hahh?? apa penglihatanku salah, barusan kak Bian membalas senyumanku.


Ya aku benar benar melihatnya tersenyum tadi. Baru kali ini aku melihat kak Bian senyum, dan awwhh senyumanya itu kenapa membuat jantungku berdetak kencang lagi??. Biasannya aku akan mengalami ini jika disamping Rasyad, tapi kenapa aku juga mengalaminya sekarang?? hanya dengan melihat senyuman kak Bian walau senyum itu tak berlangsung lama.Mungkin hanya aku yang melihatnya tadi.


********


Sekarang para mahasiswa bersantai setelah acara pentas seni. Gengs blacksquat kecuali Bian sedang asyik bermain game.Permainan ini menggunakan balon dan pompa, cara bermainnya yaitu mereka harus memompa balon hingga balon itu meledak disalah satu pemain saat menjawab pertanyaan, dan dia juga yang akan memberikan pertanyaan selanjutnya.Siapa lagi kalau bukan Dito yang merencanakan ini.


"Eh lihat tuh kak Bian lagi sendiri, nggak ajak dia sekalian??," tanya Devi menunjuk kak Bian sedang duduk didepan api unggun.



" Emm iya boleh tuh lebih banyak makin seru!!," sahut Rian.


"Eumm gue aja yang samperin," aku beranjak mendekati kak Bian. Tanpa sepatah kata aku langsung menarik tangannya sampai didepan tendaku.


"Ada apa??," tanyanya setelah duduk disampingku.


"Ikut main games kak, kakak tinggal ikutin aja lama lagi nanti kalau gue jelasin," ujar Dito dan mulai memasukkan balon kelubang pompa.


Kami duduk melingkar, sebelah kananku ada kak Bian, Dito,Rian,Devi, sampai Kayla disebalah kiriku.


"Gue dulu ya kasih pertanyaan dan kalian harus jujur oke!!."


"Siap bang Ditoo..." ujar kami.


"Bentar Dit, siapa yang mompa kalau kita semua main??," tanyaku.


"Ohh iya ya gue lupa."


"Wooyy yok sini lo!!!," sambung Dito melambaikan tangan ke pria yang bernama piyok.


"Ada apa??."


"Tolong pompain ini yaa, nggak pake nolak.Lo tadi udah habisin makanan gue, nihh!!."


"Yee lo kali yang habisin makanan gue."

__ADS_1


"Udah nggak usah banyak ngomong, tinggal pompa aja!!."


Akhirnya Piyok memompa selama permainan ini.Permainan dimulai dari Dito dan berganti Rian dan seterusnya.


"Pertanyaannya adalah sebutin hal hal yang paling lo benci!!."


"Kalau bang Dito paling benci penolakan," ujar Dito yang membuat kami semua tertawa.


"Sepertinya lo udah ditakdirkan untuk kata penolakan itu deh Dit," sahut Rian menerima balon yang terus membesar.


"Yaelah yan cepet itu balon udah gede, gue nggak mau ya kalau meletus pas ditangan gue," ucap Devi sambil menutup telinga.


"Ohh iya ya..aduh gue benci apa yaa..emm gue benci perasaan gue yang sulit jujur," ujar Rian panik dan segera memberikan ke Devi. Kita dibuat penasaran apa makhsud ucapan Rian, tapi sayangnya fikiran kita teralihkan dengan balon yang semakin besar dan siap meledak.


"Gue benci sama rumah sakit."


"Gue benci Ar, sangat..sangat...sangaaattt," teriak Kayla.Sayang Ar tidak mendengar ucapan Kayla karena dia tidak ikut kegiatan ini.Dan balon berpindah ketanganku.


"Gue benci pengkhianatan."


"Gue nggak benci apapun,' ujar kak Bian membuat kami saling tatap, apa benar kak Bian tidak membenci suatu hal?? karena panik Dito merampas balon dan segera mengucap kata kata lagi.


"Gue benci kalau nggak ada makanan dirumah."


"Gue ben..".


Dddooorr


"Aaaaa.." semuanya berteriak saat balon meledak ditangan Rian sebelum dia berucap.


"Oke gue yang kasih pertanyaan sekarang."


"Emm apa hal yang pengen lo lakuin sebelum ajal menjemput," sambung Rian.


"Pertanyaan lo aneh banget yan," gerutu Kayla.


"Gue pengen nikah sama cinta pertama gue."


"Hahh siapa cinta pertama lo yan??," sahut Devi.


"Udah cepetan Dev!!," ucapku panik, takut kalau balon itu meledak ditanganku.


"Gue pengen lihat kalian semua bersanding bersama seseorang yang benar benar tulus, bahkan kalau masih sempat gue pengen lihat kalian punya anak jadi gue bisa dipanggil aunty deh," ujar Devi panjang lebar seketika panikku hilang saat melihat ekspresi wajah Devi seakan akan hal itu benar benar diharapkan, dan apa makhsudnya kalau masih sempat??.


"Lo ngomong apa sih Dev?? ya pasti kita semua akan bersama sampai punya anak cucu ya nggak??," sahut Rian.


"Udah ah jangan banyak omong sini!!," Kayla merebut balon dari tangan Devi.


"Hidup bahagia sama or.."


Ddoorr


"Aammpunn," jerit Kayla menutup telinganya.


"Yahh kok cepet banget meledaknya gara gara lo nih Dev lama banget hhufftt..."


"Kok gue sih," sahut Devi.


"Lanjut Kay!!!," ucap Dito.


"Emm apa ada nama didalam hati kalian??."


"Makhsudnya Kay??," tanya Rian.


"Nama spesial dihati kalian sekarang siapa dan sebutin inisialnya tapi harus huruf depan atau huruf belakangya." Kami semua menganggung mendengar penuturan Kayla.


"Belum ada yang ngisi," ujar Kayla.


"D."


"Haa lo suka sama Dito Lis??," sahut Rian.


"Wahh lo suka sama gue Lis?? aduh babang Dito jadi pelakor dong nanti."


"Enak aja gue suka sama lo. Inisial D itu nggak cuma lo tahu. Gue sayang banget sama kak Deren maka dari itu inisialnya D."


Kenapa aku tidak menyebut R yaitu Rasyad, tidak aku masih muak, kesal, marah dengannya.Aku tak sadar jika balon terus membesar dan belum kualihkan ketangan kak Bian.


"Hhuu mana mungkin Lisa suka sama lo, kepedean banget sih," sahut Kayla. Dito memajukan bibirnya sedangkan yang lain cekikikan, sampai aku sadar balon masih berada ditanganku.


"Eh ini kak..."


"Emm...inisialnya Aa..."


Ddoorrr


"Yah meledak padahal kak Bian mau kasih tahu tuh, gara gara lo tuh Lis kelamaan," ucap Kayla.


"Enak aja siapa suruh kalian introgasi gue tadi."


"Siapa kak inisialnya??," tanyaku pensaran.

__ADS_1


"Emmm....


__ADS_2