Rasa Yang Tak Lagi Sama

Rasa Yang Tak Lagi Sama
Barbeque


__ADS_3

malam hari yang cerah cocok untuk menemani acara Barbeque penyambutan anggota baru, yaitu Bian.Mereka mengadakan Barbeque ditaman belakang rumah Lisa.Tempatnya cukup luas dan juga indah, disekelilingi lampu kecil warna warni yang menempel disetiap tanaman hias membuat taman rumah Lisa berkesan romantis. Juga terdapat ayunan gantung didekat pintu.


Deren sudah menyiapkan alat panggang dan lain lainnya, kini mereka semua sibuk dengan tugas yang dibagikan Deren,kecuali Lisa.Lisa hanya bisa melihat aktifitas para sahabatnya di tikar yang sudah disiapkan untuk mereka semua menikmati makanan.


Malam ini menu yang mereka buat beraneka macam, seperti sosis jumbo, jagung bakar, daging sapi, daging ayam, ikan, dan veggie grilled.



Kayla dan Devi membuat bumbu sedangkan para lelaki bagian membakar menu menu tadi. Rian, Dion, Dito juga membantu mengolesi bumbu ke bahan yang akan dibakar. Semua terlihat bahagia malam ini, bisa berkumpul bersama ditambah Deren, yang selama ini tidak pernah merasakan kekompakan,keceriaan, kekonyolan teman teman Lisa membuatnya tahu apa arti kebersamaan itu.


Selama Deren tinggal di Jerman dia sulit menemukan teman yang benar benar tulus.


"Hmmm harum banget baunya." Ucap Dito mengendus asap tempat membakar.


"Iya dong siapa dulu yang bikin bumbu." Sahut Devi menepuk dadanya.


"Bikinan gue itu,,, Devi mah cuma ngupas ngupasin bawang merah and the gengs." Sambung Kayla.


"Cckk nggak usah dibocorin juga dong key." Devi cemberut menatap Kayla disambung gelak tawa Dito.


"Apa lo ketawa ketiwi gue bakar juga lo biar pinter, biar nggak be*o mulu." Devi berkacak pinggang melotot kearah Dito yang menertawai dirinya.


Lisa senyum senyum melihat kekonyolan mereka, dengan begitu dia akan melupakan sejenak masalah hati. Sekarang keceriaan sahabatnya lah membuat Lisa sadar dia masih mempunyai mereka yang peduli kepadanya.


"Ini udah matang belum kak??." Tanya Dion


"Kurang, sedikit lagi angkat!!!."


"Haduugghh capek juga ngipasin mulu dari tadi." Keluh Rian mendudukkan tubuhnya yang masih memegang kipas.


"Yaelaahh lemah luu." Devi merampas kipas ditangan Rian.


"Sini biar gue aja!!!." Sambungnya.


"Emang bisa lo?? ntar gosong lagi." Rian terkekeh sambil berdiri melihat Devi sedang serius membakar sosis.


"Nggak usah banyak bac*t. " Ketus Devi melirik Rian.


"Loohh dagingnya gosong itu Dion." Ujar Bian langsung mengangkat daging gosong korban dari hasil karya si Dion heheeehe..


"Yaaa gosong kan gara gara kak Devi sama mas Rian nih " Dion menghentakkan kakinya kesal, padahal dia yang ngelamun malah mengalihkannya ke Devi sama Rian.


"Kok kita sihh ya lo lah,, siapa juga yang bakar." Protes Rian.


"Hahaahaa....hangus banget tuh daging." Kayla tertawa saat mengamati daging gosong itu.


"Iyah ya kay, emm gosong kayak siapa kay??." Tanya Dito.


"Kayak looo...." Teriak Kayla, Devi, dan Rian kompak.


"Yyaaakkk...." Sahut Dion yang dibalas pelototan Dito.


"Awas keluar nanti tuh mata." Ujar Devi terkekeh.


Dito dengan kesal melempar kipas kesembarang arah, dia berjalan memasuki rumah Lisa tanpa mengatakan sepatah kata. Semua tertawa melihat tingkah Dito ngambek kayak anak kecil, eiittss kecuali Bian yaa yang sedari tadi hanya diam menyaksikan kekonyolan manusia disekelilingnya.


"Marah kan dia, lo sihh keterlaluan sama abang sendiri." Ucap Kayla menyenggol lengan Devi.


"Enak aja abang gue, abang lo tuh."


"Abang gue kan Bang Deren ya nggak kak?." Devi tersenyum manis menatap Deren yang hanya dibalas lirikan.


"Yeee ngarep luu." Sahut Rian.


"Gue yang nggak ikhlas Dev." Sambung Lisa, seketika Devi memanyunkan bibir kesal, Lisa dan kayla pun masih menertawainya.


*****


Saat sedang tertawa tangan Kayla tak sengaja menyentuh besi pembakar.


"Aauu... panass..." Rintih Kayla mengibas ibaskan tangan.


Deren yang melihat itu menarik jari Kayla dan memasukkan ke dalam mulut. Refleks semua melongo melihat aksi Deren, kecuali Bian yang menatap kedua makhluk didepannya dengan muka datar.


Deg Deg Deg....


Serasa sport jantung Kayla diperlakukan seperti itu, mungkin wajahnya sekarang seperti kepiting rebus. Darahnya berdesir memanas.


"Wwooyy ada anak kecil disini!!! jangan mesumm." Ucap Rian menyadarkan kedua sejoli itu.


"Eehh...u..udah kak, makasih." Sambung Kayla gugup, detak jantungnya belum juga normal. Tindakan Deren tadi benar benar membuatnya malu.Ingin saja kayla segera lenyap dari tempat itu, tapi sayang dia bukan penyihir yang bisa hilang seenaknya.


"Yeee gue udah besar , bukan anak kecil lagi." Sahut Dion tidak terima.

__ADS_1


"Uuppss emang lo ngerasa ya??."


" Udah ah bantuin gue nih bawa ketiker." Ujar Devi dengan wajah cemberut.


"Sini gue bantuin." Sahut Kayla.


Mereka semua kembali sibuk, masih menunggu jagung bakar disajikan. Dito sudah kembali membuat kehebohan baru. Ternyata Dito pergi untuk mengambil gitar kesayang Dion.



"Kirain gue lo beneran pulang." Ucap Lisa terkekeh.


"Ngapain pulang, makanan kan ada disini."


"Iyehh kalau ada makanan pasti disitu ada Dito ya nggak??." Sahut Rian.


"Yaaakkk...." Heboh Dion.


"Cckk nyebelin juga adek lo Lis." Dito melirik Dion kesal.


"Emang."


"Yaahh kakak tuh yang nyebelin." Protes Dion.


"Udah ayok dimakan!!!." Ajak Deren.


"Brroo diem aja lo dari tadi, nggak suka ya??bukannya ini acara buat lo?." Deren menyerbu pertanyaan ke Bian yang sedari tadi menurutnya aneh. Deren memang belum tahu bahwa Bian mempunyai gangguan kepekaan ekspresi atau yang disebut Alexithymia.


"Kak makan aja...bawel ahh." Lisa lupa memberitahu kak Deren tentang Bian, dia mencoba mengalihkan pertanyaan itu dengan tatapan isyarat untuk Deren.


Setelah semua ludes masuk perut mereka Dito membuka suara menyumbangkan ide.


"Guuyss main Truth or Dare yukss!!!."


" Waahh seru tuh,, setuju setuju." Jawab Dion antusias, yang lain hanya menganggukkan kepala tanda setuju.


Mereka membentuk lingkaran dan ditengah tengah sudah tersedia satu botol sebagai petunjuk.


"Okeyy gue putar ya...satu,dua,tiga...." Dito memutar botol itu dan tepat berhenti menunjuk Rian.


"Yahh gue kena nih." Ucap Rian.


"Truth or Dare??." Tanya Deren.


"Siapa nih yang mau kasih pertanyaan??."


"Gue.." Sahut Devi.


"Ckk jangan aneh aneh lo Dev."


"Terserah gue dong, eemm..." Devi nampak berfikir menggaruk janggutnya.


"Lo pernah suka sama siapa??setau gue kan lo jones yaa." Sambung Devi sambil terkekeh.


"Haaa ya kan...nggue nggak suka ah ganti Dare deh." Pinta Rian.


"Ya nggak boleh gitu dong." Sahut Lisa.


Semua was was melihat Rian yang nampak berfikir untuk menjawab pertanyaan Devi. Dan...


"Lo..." Rian menatap lekat kedua manik Devi. Semua terdiam mencerna apa makhsud Rian yang tidak pasti. Sampai suara Rian membuyarkan pikiran mereka.


"Bercandaa..."


"Yaelaahh lu resek banget dah,, gue kira lo suka sama Devi beneran." Ucap Kayla.


"Tau tuh bikin jantung gue mau copot aja." Protes Devi.


"Auu dah gue nggak suka sama siapa siapa,, lanjuut yaa plisss!!!." Pinta Rian memelas.


Akhirnya mereka memutar kembali botol dan berhenti menunjuk kearah Dion.Dion juga memilih Truth.


"Berepa mantan lo?gue denger lo cap buaya." Tanya Kayla.


"Cckk kalau boleh jujur nih yaa..."


"Wooyy emang harus jujur ,, aneh luu." Potong Dito.


"Okee mantan gue ada berapa ya???."


"Aisshh lama lo, tinggal itung aja!!." Sahut Lisa.


"Yang di Sma cuma ada Dua puluh." Jawab Dion enteng.

__ADS_1


"Wwaaahhh dua puluh dibilang cuma??." Sahut Devi.


"Dekk kamu niru siapa sih?? satu aja kakak belum punya loh." Deren geleng geleng mengetahui sifat buaya Dion.


"Bentar lo bilang tadi yang di SMA terus di SMP ada gitu??." Tanya Kayla.


"Di SMP mungkin dua tujuh deh." Jawab Dion menatap langit mencoba mengingat kembali berapa banyak korbannya.


"Diiooonn...." Teriak Devi, Lisa, Kayla kompak dan mencubiti Dion tanoa ampun, mereka sebagai perempuan merasa tersakiti plus nyesel jika menjadi mantan Dion. Mungkin ini perwakilan balas dendam untuk para mantan Dion.


" Aahh ampunn udah kak sakit tau,, mamaa...maahh..anak mama di cabuli ini toloongg!!!." Ucap Dion yang terus diserbu ketiga cewek , Rian, Dito, dan Deren tertawa sampai memegangi perutnya yang terasa kram.


" Udah lanjut nggak nih??." Tanya Deren setelah aksi itu mereda.


"Lanjuutt...." Jawab mereka kompak.


Sekarang botol itu menunjuk ke arah Kayla. Kayla memilih Dare yang berarti tantangan.


"Oke gue tantang lo nyanyi." Ucap Rian.


"Nyanyi apaan??gue nggak bisa nyanyi."


"Gue tahu lo bisa." Rian tersenyum menatap Kayla, dan meraih gitar sebagai iringannya bernyanyi.


"Tapi lo jangan nangis okeyy!!" sambungya membuat Kayla curiga lagu apa yang akan dibawa Rian.


Mereka semua terdiam menikmati satu per satu senar gitar yang dipetik Rian mengalun indah. Malam ini begitu indah sampai membuat hati yang sebelumnya hancur kembali pulih perlahan.


🎶Yang berlalu biarkan berlalu


jangan lagi kau cari aku


dan berharap kau tahu bahwa diriku


bukan milikmu lagi seutuhnya


Suara Rian cukup merdu membuat mereka terbawa arti lagu yang berjudul 'biarlah semua berlalu' yang dibawakan Rian khusus untuk Kayla. Kayla mengerti apa makhsud dari ucapan Rian tadi, dan dia bertekad tidak akan menangis.


Lirik selanjutnya Kayla mengikuti nyanyian Rian dengan senyum yang dibuat buat.


🎶Biarlah senyumanmu tetap menerangi


saat ku mampu membutuhkanmu kasih


Biarlah bayanganmu yang hadirkan sentuhan


seribu kenangan indah


Lirik selanjutnya Rian tak ikut, dia membiarkan Kayla menyanyi sendiri. Rian ingin tahu seberapa kuat sahabatnya itu.


🎶Biarlah semua berlalu pergi dan tak kan kembali


kini aku relakan


Biar kututup luka meski aku tersakiti


Cukup aku yang resahh


Sekuat tenaga Kayla menahan bukiran bening itu agar tidak jatuh, tapi usahanya gagal. Lisa dan Devi langsung memeluk Kayla dan para cowok malah meneruskan nyanyian.


Segera Kayla menghapus air matanya dan melanjutkan tantangan itu.


🎶Biarlah semua berlalu pergi dan tak kan kembali


Kini aku relakan


Biar kututup luka meski aku tersakiti


Cukup aku yang resah


"Wooowww lo hebat kayyy." Teriak Rian mengangkat gitarnya.


"Resek lo.." Sahut Kayla sesenggukan.


Malam ini mereka teruskan dengan canda tawa, tangis haru benar benar malam yang tak akan mudah mereka lupakan.


Biarlah semua berlalu bersama pahit manis kenangan itu


Sampai saatnya waktu dimana kita akan kembali tersenyum



*Kayla*

__ADS_1


__ADS_2