Rasa Yang Tak Lagi Sama

Rasa Yang Tak Lagi Sama
Tiga permintaan


__ADS_3

Apaa gue dibilang cerewet?? resek juga nih orang...


Batin Devi.


Devi juga mendengar ucapan Baren dan mengisyaratkan Lisa untuk tidak memberikan nomer nya.


"Kata nya boleh kok." Sahut Kayla membuat Devi melotot menatapnya.


Awas ya lo kay, batin Devi.


"Yeesss.." Baren tersenyum lebar, semua senyum senyum melihat tingkah Baren.


"Minta Rasyad aja, dia punya kok!!!." Sambung Lisa. Baren menepuk pundak Rasyad dibalas anggukan. Adeline teesenyum kecut melihat Lisa, baginya Lisa sangat beruntung memiliki Rasyad.


"Gimana Lis aku dimaafin nggak??." Tanya Rasyad


"Gimana yaa??." Lisa seolah olah nampak berfikir, membuat Rasyad cemberut.


"Nggak usah dimaafin dia mahh..." Sahut Baren


"Ckk pergi sono kak, ganggu aja."


"Wahh nggak tau makasih nih orang, udah ditolongin juga."


"Yaudah yuk kak kita pergi aja, emm sekali lagi maaf ya Lis gue udah lancang." Ujar Adeline.


"Its okey!! gue bisa ngerti kok "


"Ehh bentar ngomong ngomong nama lo siapa??." Tanya Kayla menunjuk Baren.


"Lo?? yang mana nih??." Tanya Rasyad mencoba menggoda Devi yang menyembunyikan wajahnya, dia tidak tahu Lisa mengalihkan kameranya mengarah ke Devi.


"Orang yang dimaki maki Devi." Sahut Lisa. Spontan Devi mendongakkan kepala tepat didepannya terpampang wajah Baren. Devi melotot dan pergi dengan sumpah serapah diberikan untuk Kayla dan juga Lisa.


"Yahh pergi kan dia, tambah ngambek deh." Ucap Lisa


"Salamin yaah dari Kak Baren." Ujar Rasyad. Lisa dan Kayla mengangguk dibalas senyuman Baren yang lagi lagi membuat mereka berdua kagum akan senyuman itu.


Obrolan mereka terus berlanjut diselingi tawa, sampai tak terasa Dito dan Rian datang menghentikan obrolan itu.Matahari juga semakin menurun berganti semburat orange.


"Gimana masalah kalian beres kan??." Tanya Rian menyeruput kopi yang baru dipesannya.


"Udah kok." Lisa tersenyum lebar akhirnya perkiraan buruk dipikirkannya tidak akan terjadi.


"Syukurlah."


"Ngomong ngomong Devi mana??." Sahut Dito.


Kayla sama Lisa saling tatap diiringi tawa, membuat kedua pria didepannya saling lirik seakan bertanya apa ada yang aneh hingga membuat dua cewek itu tertawa??.


"Kok malah ketawa sih??." Tanya Dito


"Lo mau tau aja atau mau tau banget??." sahut Kayla.


"Yaeelahh tinggal bilang aja susah amat....mau tau banget dehh." Ucap Rian.


"Ceritain kay!!!." Ucap Lisa.


Kayla menceritakan semuanya tentang kesalah pahaman Devi saat panggilan vidio call yang dikiranya adalah Rasyad dan ternyata bukan. Juga menceritakan bagaimana ekspresi sahabatnya itu. Dito sama Rian tertawa sambil memegangi perutnya mendengar cerita Kayla.


"Cckk itu anak udah bikin kita mikir aneh aneh sekarang dia kena karmanyakan." Ujar Rian disela tawanya.


"Kalau gue sih pengen ngilang aja lah dari dunia ini...lo pada ingetkan waktu Devi nyerocoss kayak petasan, ehh malah orang lain yang nggak salah diomelin sama dia." Sambung Lisa, mereka kembali tertawa kecil mengingat kejadian itu.


"Kalau gue jadi siapa itu namanyaa??ohh iya kak Baren, udah jungkir balik gue, gara gara ketemu sama orang aneh kayak Devi." Ujar Kayla.


Obrolan berlanjut tetap menggibah sahabat mereka sendiri, alias si Devi. Sampai mereka berpisah pulang ke rumah masing masing. Senja sudah menampakkan batangnya, membuat sore hari semakin indah.


Lisa pulang diantar Kayla. Sengaja Lisa tidak menyuruh Deren jemput, dia punya rencana untuk sang kakak.


*******


Sesampainya dirumah, Lisa tidak membiarkan Kayla


pulang begitu saja. Dia menyuruh Kayla mampir sebentar dengan alasan mama Lisa berpesan untuk mengajak Kayla ke rumah karena Ayu membuat kue. Kayla percaya tanpa curiga sedikitpun.


"Assalamualaikum Lisa pulang." Teriak Lisa menghampiri Dion dan Deren sedang asik bermain PS diruang tengah.


"Waalaikumsalam." Jawab kakak beradik itu tanpa menoleh.


Haduughh kok gue grogi ya ketemu sama kak Deren, ckk gara gara kejadian semalem nihh...

__ADS_1


batin Kayla


"Yaudah Kay gue ambilin kuenya dulu." Ujar Lisa beranjak namun tangannya dicekal Kayla.


"Gue ikut yaa."


"Nggak usah, lo disini aja tuh ada Dion sama Kak Deren. Duduk dulu gihh!!." Lisa pun meninggalkan Kayla masih mematung melihat kakak beradik yang sedang asik bermain PS. Mungki mereka juga tidak mengetahui kehadiran Kayla.


"Eeheemm." Kayla berdehem membuat keduannya menatap sumber suara. Kayla tersenyum menatap keduanya, seketika Deren menjatuhkan PS nya dengan wajah kaget diapun langsung berdiri.


"Yyeyy Dion menang." Seru Dion sambil bergoyang ala bang jali. Kayla tertawa melihat tingkah adik durjana sahabatnya.


"Kak Deren nggak pa pa kan??." Tanya Kayla saat melihat Deren Berdiri bengong melihat kearahnya.


"Ehh...enggak..oh itu dari kapan kamu disini??."


"Kamu??." tanya Kayla bingung, tak biasa Deren memanggilnya Kamu.


"Ehh lo makhsudnya." Ujar Deren menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Lisa mengintip mereka dari tadi sambil senyum senyum.Rencananya berhasil membuat Kakak nya itu yang tidak pernah mengenal akan arti cinta membuat Deren bertingkah aneh.


"Ddorrr!!!."


"Ayam ayam eh ayamm." Kaget Lisa.Deren dan Kayla menatap ketempat Lisa sembunyi.


"Ngapain kamu dek disitu??." Selidik Deren menaikkan satu alisnya.


"isshh mama bikin kaget aja, ketahuan kan." Ucap Lisa cemberut.


"Yahh kamu juga ngapain dibalik korden udah kayak cicak aja."


"Oooo lo ngintip dari tadi??." sambung Deren melotot kearah Lisa dibalas cengiran Lisa.


"Emmm Lis gue pulang dulu ya udah mau maghrib nih." Ujar Kayla.


"Ohh tunggu dulu Kay, emm mama buat kue??."


"Yah hari ini mama nggak buat Lis."


"Loh katanya Lisa tante suruh aku kesini buat ambil Kue buatan tante." Ucap Kayla.


ucapan Ayu segera dipotong Lisa.Rencananya ketahuan pasti habis ini dia akan terkena omelan Deren pikirnya.


"Udah Kay besok aja, yuk gue anter kedepan."


Setelah Kayla pergi Lisa kembali naik kekamarnya dan disambut sang Kakak yang sudah didepan pintu sambil bersedekap.


"Kamu nggak bilang aneh aneh kan sama Kayla??."


"Belum kak." Jawab Lisa enteng.


"Belum?? berarti mau dong??."


"Kakak tekankan sekali lagi, jangan bilang aneh aneh kalau nggak uang jajan kamu kakak potong 50%." sambung Deren.


"Yaahh jangan dong kak, Lisa janji deh nggak bilang apa apa sama Kayla."Deren hanya menganggung lalu pergi kembali ke kamarnya.


*******


Saat sedang baca novel hp Lisa bergetar tertera nama tante Luna.


"Hallo assalamualaikum tante."


"*Waalaikumsalam Lisa." Jawab Luna dari seberang telefon.


"Ada apa ya tan tumben telefon." Lisa tertawa kecil.


"Sebelumnya maaf ya udah ganggu kamu malem malem."


"Ini belum malem kok tan masih jam setengah tujuh, apa ada yang perlu Lisa bantu tan??."


"Gini Lisa besokkan sudah waktunya Bian berobat, tapi tante bingung kalau Bian nggak mau. Jadi tante minta tolong ya sama kamu gimana cara supaya bian mau berobat lagi."Jelas Luna


Ouuhh Kak Bian lagi,, tapi gue juga pengen lihat Kak Bian seceria dulu. Gue janji bakal bantu gembul sampai sembuh.


Ucap Lisa dalam hati.


"Hallo kamu masih disana kan Lis??."


"Ehh iya tan, emm Lisa mau bantu kok. Tante nggak usah khawatir yah."

__ADS_1


"Makasih banyak ya Lis, tante nggak tau lagi gimana bujuk Bian. Tapi kamu punya caranya??."


Lisa nampak berfikir bagaimana cara supaya Bian tidak akan menolak.


"Aahaaa Lisa punya ide tante." Sahut Lisa.


"Apa itu??."


"Pokoknya tante tahu beres aja yaa,, Lisa tutup tan assalamualikum."


"Waalaikumsalam."


Sambungan terputus, Lisa segera menjalankan misinya dan mendial nomer Bian untuk menjemputnya sekarang.Tanpa ada bantahan dari Bian rencananya setengah berhasil tinggal akhir dari rencana ini.


********



Lisa dan Bian sampai ditempat yang dipenuhi orang orang dimalam hari ini. Banyak permainan dan pejajan disini.


"Kenapa ke pasar malam sih??." Tanya Bian. Yaahh Lisa mengajak Bian ke pasar malam untuk menjalankan misinya.


"Emang kakak nggak kangen main bareng sama Lisa kayak dulu??."


"Yaahh disini tempat main paling seruu." Sambung Lisa.


"Kayak anak kecil aja." Sahut Bian.


"Udahh ayukk masuk!!." Lisa menggandeng Bian masuk ke kerumunan orang orang.


Kayla mengajak Bian menaiki Kora kora dan membeli beberapa jajanan yang ada.Lisa senang bisa ke pasar malam setelah sekian lama dia tidak jalan jalan seperti ini.Bisa dibilang Lisa menyelam sambil meminum air.



"Kak Lisa punya permainan, sebuah tantangan." Ucap Lisa sambil memakan arum manis kesukaannya.


"Tantangan apa??." Bian merasa nyaman saat ini, dia merasakan aneh didadanya saat didekat Lisa.


"Yuk ikut Lisa!!." Lisa berhenti kala Bian mencekal tangannya. Lisa terhenyak merasakan sentuhan dari Bian saat membersihkan mulutnya.


"Kayak anak kecil aja makan blepotan." Ujar Bian


"Eehh...makasih kak, udah ayok!!!."


Lisa mengajak Bian kesalah satu tempat permainan yaitu Bowling.


"Ini tantangannya??." Tanya Bian, dan kalian harus tau ekspresi khas saat Bian bicara 'datar' itulah ekspresinya.


"Iyah, tapi nanti ada lagi kak."


"Terus kalau yang menang apa hadiahnya??."


"Yah terserah apa mau si pemenang." jawab Lisa tersenyum miring.


Mereka berdua bermain bowling tiga kali dan pemenang game pertama yaitu Bian. Lisa cemberut rencana pertamanya untuk menang gagal.


Tenang Lisa masih ada game selanjutnya yang harus lo menangin, batin Lisa.


Game selanjutnya adalah permainan panah panahan.Mereka harus menancapkan panah tepat ditengah tengah. Akhirnya permainan itu dimenangkan Lisa. Dan permainan kedua adalah lempar gelang ke botol juga dimenangkan oleh Lisa.


Rencananya berhasil sempurna, senyum lebar terus terpampang diwajah cantiknya.Bian melihat itupun merasa senang tapi hanya dapat ia rasakan tanpa bisa ia ekspresikan. sebenarnya Bian mengalah demi Lisa bahagia, padahal ini jebakan untuknya. Sama saja dia masuk kedalam jebakan Lisa secara suka rela.


"Selamat lo menang, lo mau gue beliin apa??." Tanya Bian.


"Cckk gue nggak butuh traktiran kak Bian." jawab lisa tersenyum.


" Terus mau apa??."


"Lisa mau tiga permintaan yang harus kak Bian tepati." Jelas Lisa.


"Tiga permintaan??apa saja??."


"Hmmm nanti kak Bian juga tahu,, janji dulu Kak Bian harus tepati apa mau Lisa." Lisa mengulurkan jari kelingkingnya dan Bian menautkan dengan jarinya.


"Janji."


Seorang Laki Laki bisa dibilang sejati


Jika dia mampu menepati janjinya.


__ADS_1


__ADS_2