Rasa Yang Tak Lagi Sama

Rasa Yang Tak Lagi Sama
Tentang waktu


__ADS_3

Maaf baru up🙏


Jan lupa jempol and komen🤗


Komen dari kalian penyemangat buat author😍


Happy Reading😘


******


Kota Berlin, Jerman


Adeline Pov


Kadang kebenaran itu lebih menyakitkan, dan kebenaran itu juga yang membuat ku menyesali apa yang sudah seharusnya menjadi takdir.Takdir ku yang dipenuhi penderitaan, tak searah jalan fikirku.Selama ini aku mencoba melupakan kenangan kenangan masa lalu yang menyakitkan, tapi kenapa luka masa lalu itu kembali terbuka bersamaan saat aku mulai menemukan dirimu.


Karena dirimulah aku berani membuka luka itu.Tidak hanya kubuka, mungkin akan kubalas luka itu.Aku bukan pendendam, aku hanya ingin mengambil apa yang seharusnya jadi milikku.


Apa aku salah mencintaimu??, apa rasa ini akan selalu bertepuk sebelah tangan??.Bisakah kau mencintaiku tanpa alasan?.


Disaat aku merasa sendiri didunia ini dan hanya dirimu harapanku, kau memilih pergi hanya karena kebenaran yang keluar dari mulutku.Dengan mudahnya kau ingin aku menghapus kebenaran jika aku mencintaimu.Apakah cinta itu sebuah permainan?? yang dengan mudah kau buang jika kau sudah bosan.Tidak, bagiku cinta itu kemuliaan yang harus kau jaga sepenuh hati.


Sejak malam itu aku seperti orang asing bagi Rasyad.Tidak pernah menyapa, melirikku saja dia enggan.Beberapa hari ini aku mencoba mendekatinya, mengajak bicara, menyapa, menanyakan kabar, dan semua usahaku tidak pernah dianggap olehnya.Hubungan kami semakin renggang dan itu membuatku menyesali apa yang pernah ku ucapkan padanya.


Rasyad seperti satu orang yang berbeda, dia bukan Rasyad yang ku kenal dulu.Sekarang dia begitu dingin, dia mempunyai banyak cara untuk menghindariku.Satu kebenaran yang membuat hubungan ini semakin hancur.


Sore yang indah untukku bisa bersamamu lagi, moment sederhana hanya dengan mengerjakan tugas bersama bisa membuatku sebahagia ini.Satu alasan yang tidak bisa kau hindari jika berurusan dengan tugas.Mungkin ini hari keberuntunganku.


"Ras lo boleh marah sama gue tapi pliss jangan lo hindarin gue kayak gini!!!."


Rasyad benar benar tidak peduli, bahkan setiap aku bicara dia hanya melirik sekilas.Apa buku lebih penting dari makhluk hidup disampingnya hahh??.


"Ras gue lagi ngomong sama lo!!!," dengan kesal aku menarik buku dari tangannya.


"Apa yang lo mau Ras?? pliss jangan ngehindar lagi dari gue, gue pengen hubungan kita kayak dulu lagi. Lo mau pertunangan itu batalkan??."


"Gue udah batalkan pertunangan itu, maupun perjodohan yang direncanakan sama nyokap gue," sambungku.


"Gue nggak marah del," ujarnya menatap kosong kedepan.


"Terus kalau lo nggak marah kenapa sikap lo berubah sama gue??."


"Apa gara gara gue cinta sama lo??," sambungku.


Rasyad menatapku lekat, entah apa yang ada difikirannya.Tapi tatapan mata dan wajahnya yang begitu tampan membuat hati ini tidak bisa dibohongi.Rasa itu masih ada dan akan selalu ada.

__ADS_1


"Yah, karena rasa cinta itu," ujarnya seketika membuat hatiku semakin panas.Salahkan cinta pertamaku ini?.Kenapa hati ini berlabuh pada pemilik hati orang lain.


"Apa yang salah dari perasaan gue Ras?? gue nggak tahu salah cinta ini dimana, beritahu gue Ras!!!," ucapku disambut setetes air jatuh dari langit.Bahkan Alam saja sangat tahu cuaca hatiku saat ini.


"Gue nggak mau memberi harapan buat lo del, dan menghindar itu cara yang terbaik buat kita.Ada hati yang harus gue jaga, dan gue juga nggak mau membuat perasaan lo semakin jatuh terlalu dalam lagi!!!."


Setetes demi setetes air sempurna membasahi ku dan Rasyad yang enggan untuk berteduh.Mata kami saling mengisyaratkan banyak kata yang terpendam.Rasa cinta, benci, penyesalan semua menjadi gemuruh didada ini.


Tangisku semakin pecah diiringi hujan petir yang mewakili rasa sakitku.Kita berdua masih duduk diam ditengah tengah taman bersama hujan petir yang menjadi backsound diantara kami berdua.


Kenapa cinta pertamaku harus sesakit ini??.Apa aku tidak berhak bahagia,selama ini hanya kehancuran yang kualami.Saat aku menemukan kebahagiaanku kenapa rasa hancur itu hadir lagi?.


"Kalau lo mau kita menjaga jarak mungkin itu masih bisa gue terima, tapi tidak dengan lo suruh gue menghapus rasa ini Ras!!!."


"Nggak adakah sedikit rasa itu dihati lo Ras??.Gue tahu mencintai itu tidak semudah mengungkapkan kata cinta, tapi gue yakin perlahan rasa itu akan muncul seiring berjalannya waktu.Ini hanya masalah waktu Ras, cepat atau lambat cinta itu akan hadir," sambungku.


"Del, pliss jangan buat gue semakin bersalah gara gara masalah kayak gini.Jangan buat hubungan kita semakin hancur, cukup lupakan tentang masalah perasaan lo.Gue nggak mau kuliah gue jadi terganggu hanya kare..."


"Oke kalau lo anggap gue hanya pengganggu, gue bakal pergi jauh dari hadapan lo.Tapi yang perlu lo tahu Ras cinta gue melebihi apapun dan nggak akan hilang, dan itu hanya untuk lo!!!."


Aku beranjak membawa luka teramat dalam mungkin rasa cintaku untukmu mengalahkan rasa sakit ini. Aku sudah berjanji akan menyimpan dengan baik rasa ini hanya untukmu Ras.Bahkan dia tidak mengejarku, apa aku sudah tidak berarti lagi untuknya?.


Keputusanku sudah bulat, aku akan pergi dari sini.Lebih baik menenangkan hati dan fikiran dari pada terus menyakitinya.


*******


Beberapa hari berlalu setelah kegiatan kemah yang membuatku sampai jatuh kejurang, dan lebih parahnya aku tersesat itu gara gara ulah si ratu kampus.Setelah kak Bian memaksa Alis untuk mengaku siapa dalang dari semua rencana ini.Yang membuatku bahagia saat tahu bahwa kak Bian melaporkan kejadian ini ke dekan dan kak Intan mendapat skors tiga hari.Aku merasa tidak punya masalah dengannya, tapi kenapa dia selalu membully ku??.


Sejak beberapa minggu kegiatan kuliahku berjalan lancar, sampai satu masalah yang tidak kuketahui mulai muncul. Sepulang kuliah aku melihat Dion berdiri didepan pintu kamar mama dengan wajah tegang.Perlahan aku mendekat dan suara suara orang saling mencaci mulai terdengar ditelingaku.


"Apa lagi yang perlu kau jelaskan haahh?? semua bukti ini sudah sangat jelas, tidak perlu susah susah mencari alasan aku sudah tahu kebusukanmu!!!!."


"Mama bisa jelasin pah, semua yang papah lihat itu tidak benar."


"Papah nggak butuh penjelasan dari mamah!!!aku nggak nyangka mamah pernah menkhianati pernikahan ini!!!."


Ppyaarr


Dada ku berdegup kencang saat suara lemparan benda pecah, aku dan Dion saling tatap bahkan mata Dion mulai berkaca kaca.Hatiku terasa sakit melihat adik durjanaku meneteskan air mata untuk pertama kalinya,walau aku tidak tahu apa yang terjadi saat ini.Yang kubisa hanya memeluk Dion memberi ketenangan dengan tetap mendengarkan pembicaraan kedua orang tua kami.


"Itu hanya masa lalu pah, dan buktinya mama masih mempertahankan pernikahan ini sampai sekarangkan!!!."


"Meski itu sudah menjadi masa lalu tapi perlu digaris bawahi bahwa mamah pernah menduakan papah dan mengotori hubungan ini!!!, ohh jangan jangan mama masih ada hubungan secara diam diam dibelakang papa iya hahh??," bentakan demi bentakan keluar dari dua orang didalam, entah apa aku harus masuk dan berganti mencaci maki kedua orang yang saat ini menjadi tontonan gratis disore hari, atau membiarkan sepuas hati mereka??.


"Udah berkali kali aku bilang, kalau aku nggak ada hubungan spesial sama siapapun!!!. Asal papa tahu kenapa mama pernah berpaling dari papa itu karena..."

__ADS_1


"Ohh jadi sekarang kamu mengakuinyakan??."


"Iyah benar, mama kayak gitu karena papah!!!."


Prok Prok Prokk


"Bagus yaa, sekarang ganti menyalahkan papah?? jelas jelas mamah yang salah!!!."


"Papa tahu nggak kenapa mama ngelakuin itu hahh?? papa nggak tahu sama sekali!! dulu saat mama butuh kasih sayang seorang suami papa kemana?? papa nggak ada buat mama, papa sibuk sendiri sama pekerjaan!!!."


"Papa kerja itu juga buat siapa mah?? buat kita sama anak anak!!!, mamah benar benar pintar mencari alasan. Berapa lama kalian menjalin hubungan??."


"Atau sampai sekarang kalian..."


"Iyah pah, mamah masih sama dia.Dia lebih baik daripada papa yang hanya mementingkan karir karir dan karir!!."


"Dasar tidak tahu diri!!! selama ini kau dapat uang dari siapa hahh?? kalau aku tida kerja mau kau beri makan apa anak anak??."


"Tapi yang mamah butuhkan bukan itu pah, lebih baik miskin harta daripada miskin kasih sayang!!. Selama ini hanya mamah yang perhatian sama anak anak, bukan papah!!!."


"Ouhh jadi apa maumu sekarang?? kembali dengan pria itu??."


"Tidak pah, jika mamah ingin bersamanya selama ini mamah pasti sudah meninggalkan papah, tapi apa...mamah masih disini kan??."


"Omong kosong!!!."


Ppyarrrr


Lagi dan lagi benda pecah terdengar sampai luar, apa mereka tidak tahu malu hahh?? sudah tua masih saja bertengkar seperti anak kecil.Sekalian saja hancurkan seisi rumah ini!!!.


"Dion kembali kekamar mu dan tutup telinga jangan dengarkan lagi!!!," ujarku sambil menutup telinganya.


"Apa semuanya akan baik baik saja??."


"Euumm semuanya akan baik baik saja, cepat mandi bersihkan badanmu!!!."


Dion beranjak pergi kekamar, aku tidak mau dia mendengar perdebatan yang tidak berfaedah ini.Aku takut masalah mama dan papah membuat sekolah Dion terganggu.Walau aku mencoba lebih tegar tapi rasa takut dan gelisah tidak bisa kusembunyikan.Masa lalu apa yang membuat kedua orang tuaku bertengkar??.


"Udah pulang kamu Lis," ujar kak Deren berjalan mendekatiku.


Cekklekk


Papa keluar dengan wajah memerah dan rahang mengeras.Tanpa mengucapkan apapun papah berjalan melewati kami berdua tanpa melirik.


"Papa kenapa dek??."

__ADS_1


Sekuat tenaga aku menahan air mata ini agar tak jatuh, tapi dia lolos begitu saja saat aku mendengar isakan tangis dari dalam kamar mamah.Sakit, sangat sakit melihat kedua orang tuaku yang terlihat harmonis selama ini bisa hancur.


"Loh kok nangis sih, heyy kenapa??," kak Deren memelukku dan itu membuatku semakin terisak didadanya.


__ADS_2