Rasa Yang Tak Lagi Sama

Rasa Yang Tak Lagi Sama
Maaf


__ADS_3

"Iyah kak gue ngerti,, gue yakin pasti bisa." Senyum Rasyad menatap lurus.


"Semangat banget,,, kayaknya ada sesuatu nih." Baren menaikkan satu alisnya.


"Buat seseorang yaaa???." Baren tersenyum jahil.


"Nggak cuma hebat bikin novel, tapi kak Baren hebat juga ya baca pikiran orang." Jawab Rasyad.


"Buat siapa??." Tanya Baren antusias.


"Adadehh."


Rasyad mau bikin novel buat siapa ya?,,, batin Adeline


"Pasti buat cewek nih." Tebak Baren mengelus dagunya.


Buat cewek, apa Rasyad udah punya pacar,,,, batin Adeline.


"Mau tau aja sih Kak Baren." Ujar Rasyad.


"Wah gawat nih Del." Baren menatap iba Adeline.


"Isshh gawat apa sih kak, udah ah gue mau pulang." Jutek Adeline.


"Eehh kok pulang sih Del, ini gimana masih banyak loh." Ujar Rasyad melirik tumpukan kertas didepannya.


"Suruh tuh kak Baren yang ngerjain." Adeline melirik Baren kesal.


"Tugas juga tugasnya siapaaa kok gue yang disuruh."


"Salah siapa resek." Adelin benar benar beranjak pulang.


"Loh kok beneran pulang sih, terus ini gimana??." Bingung Rasyad.


"Yah lo selesai in lah." Jawab Baren.


"Dia lagi PMS ya dari tadi jutek amat."


"Haahaahaa.. Iya kali" Jawab Baren.


"Bantuinn dong kak, ppliisss!!!." Rasyad menempelkan kedua telapak tangannya dengan wajah memelas.


"Ohh ya sorry gue lupa ada janji,,, byee Fiighhtingg." Dusta Baren.


"Yaahh kok pada pergi sih." Keluh Baren mengacak rambutnya.


'Rindu pasti tahu kemana dia akan pulang '


********

__ADS_1



Bian Pov


Kenapa saat melihatmu menangis dada ini terasa sesak,


apa aku salah menganggapnya sama seperti semua orang yang mendekat karena suatu alasan??.


Tapi saat bersamamu rasa tenang dan nyaman yang kurasa.


Hari ini dikampus kau tidak menyapaku sama sekali, padahal kau tau aku melewatimu. Apa kau marah??


Aku senang kau memanggilku dengan sebutan itu.


Sama Lisa, aku juga kangen masa masa dimana kau tertawa lepas karenaku.


Apa mungkin senyum itu akan hadir dibibirmu karenaku lagi??


Bahkan aku sudah merampas senyum itu dengan menorehkan luka dihatimu, kau mungkin kecewa karena ucapanku kemarin.


Aku benar benar merasa bersalah Lisa.Mungkin aku harus membuat mu tersenyum kembali dengan caraku sekarang.


"Mau pulang??." Aku melihatmu menunggu taksi, ini saatnya aku minta maaf dengannya.


Lisa menoleh kepadaku, tanpa menjawab Lisa berjalan menjauhiku. Apa Lisa masih marah??aku tidak bisa melihat ekspresinya,, tidak menyerah aku menuntun montor mengikuti langkahnya.


"Kenapa kakak mengikutiku???." Ucapnya.


"Gue bisa naik taksi." Jawabmu.


"Terus montor lo gimana??."


Lisa diam . Montornya masih ada dirumahku,sepulang dari mall dia pulang sendiri kerumah.


"Gue bisa ambil sendiri." ternyata keras kepalanya tidak berubah, sama seperti dulu.


"Bareng gue aja, nggak ada bantahan." Ujarku


"Enak aja emang kak Bian siapa main suruh suruh." Lisa melotot menatapku.


"Naik sekarang atau mau kakak naikin??."


"Isshh main ancem,, awas aja kalau ngerem mendadak." ujarnya menunjukku.


Aku melajukan montor kearah berlawanan menuju rumah.Rencananya aku ingin mengajak Lisa kesuatu tempat dan minta maaf atas kejadian kemarin.


"Kak kok belok kekiri sih." Ujar Lisa.


Aku hanya diam, tapi semakin diam, Lisa malah mencubiti perutku. Aku suka sifatnya, aku juga suka melihat ekspresi Lisa yang berubah ubah.

__ADS_1


Tapi maaf Lisa, aku belum paham ekspresi diwajahmu.


Aku merasa senang melihatmu.


"Kak ini mau kemana sih kita,,, kakak mau nyulik aku ya??."


"Kak aku cubitin nihh." Lisa terus mencubitiku, demi renacana ini aku harus menahan geli plus sakit sampai ketujuan.


Cciittt


"Issh ini tempat apa sih kak?? kita mau ngapain kesini??


Jangan macem macem ya kak." Ucap nya bertubi tubi.


Aku menarik tangannya masuk. ini adalah tempat tersembunyi dan hanya beberapa temanku yang tahu, itupun aku yang memberitahukannya.


"Waahh ini tempat apaa???Indahh bangett. " Lisa mengelilingi tempat inil seperti anak kecil kalau diajak ketaman.


Tempat ini memiliki danau kecil , bunga bunga yang indah, terdapat ayunan dan juga rumah pohon.


Itu juga yang membuat tempat ini indah adalah aku dan teman teman.



Ayunan dan rumah pohon kami buat saat aku menemukan tempat ini Dua tahun lalu. Tempatnya agak masuk kedalam hutan.


"Apa ini syurga dunia kak??."


"Apa aku boleh naik kerumah pohon itu?." Tanyamu.


"Hmm boleh." dengan tidak sabaran Lisa menaiki rumah pohon.


Dari atas Rumah pohon ini pemandang terlihat jelas sangat indah.


"Astagaa dari atas sini tambah indahh bangett."


"Kak Bian kok tau tempat sebagus ini sih??."


"Hmm." aku hanya berdehem.


"Yang jelas dong kak."


"Lisa." Panggilku tanpa menoleh.



"Hmmm."


"Maaf" ucapku menatapnya , dia juga menatapku. Aku ingin melihat arti tatapan mu itu Lisa. Apa kau masih marah atau kau akan memaafkan ku.

__ADS_1


"Apa lo masih mau berteman sama gue??." Sambungku.


__ADS_2