
Matahari belum menunjukkan cahayannya, tapi beberapa orang sudah berkumpul dirumah Lisa. Yah siapa lagi kalau bukan Gengs Blacksquat. Mereka sibuk memeriksa barang barang untuk menginap satu malam di Semarang. Tidak ada yang tahu tujuan utama Lisa dan Bian tiba tiba mengadakan liburan dadakan ini.
Mereka akan berangkat menggunakan dua mobil, satu mobil Deren dan satunya mobil Bian. Ada tiga tujuan wisata yang mereka datangi antaranya Water Blaster graha candi golf, air terjun kali pancur dan terakhir pantai marina.
"Sudah siap semuanya kan?, jangan sampai ada yang ketinggalan," ujar Deren sambil memasukkan semua barang kedalam mobil.
"Udah semua kok kak, tinggal berangkat!!," sahut Kayla antusias.
"Oh iya masih ada yang kurang."
"Apa kak, perasaan semuanya udah siap tinggal berangkat??," tanya Lisa.
Semua orang menatap Deren meminta jawaban yang tak kunjung keluar dari mulutnya.Sampai sebuah taksi berhenti didepan mereka, dan keluarlah sosok pria tampan dengan tas ransel dipunggungnya.
"Pagi!!!, masih keburu kan??."
"Lo ngapain disini?," sarkas Devi menunjuk Baren, yah pria itu Baren.
"Gue yang ajak Baren___makin banyak kan makin seru, ya nggak??," sahut Deren.
Baren menunjukkan senyuman mautnya, sedangkan yang lain masih dalam keadaan setengah sadar.
"Ekhhmm gue boleh ikut kan??," seru Baren membuat mereka saling tatap dan mengangguk kecuali Devi yang menatap horor pria didepannya.
"Emm mobilnya ada dua jadi satu mobil ada lima orang satunya lagi empat orang____Gue, Dion, Rian, Dito naik mobil kak Bian terus kalian berdua naik mobil kak Deren aja ya!!," ujar Lisa menunjuk Devi dan Kayla.
"Loh gue mau satu mobil sama lo aja Lis, biar Dito sama Rian ikut mobilnya Kak Deren," sahut Kayla diangguki Devi.
"Bener gur setuju sama Kayla."
"Udah gitu aja gampang____ yuk berangkat!!!, kelamaan nggak jadi liburan nanti," ujar Dito berjalan menuju mobil Bian disusul Dion dan Rian.
"Yaelah kok gitu sih!," keluh Kayla.
"Udah pada masuk sana!!!," sahut Deren lalu berjalan menuju pintu kemudi, sebelum masuk Deren megedipkan sebelah matanya mematap Lisa.
Bisa aja kak Deren modusnya, batin Lisa sambil tersenyum membalas kerlingan Deren.
"Ya udah kalau nggak mau nggak usah ikut," ujar Lisa lalu menarik Bian untuk segera masuk mobil meninggalkam Kayla dan Devi yang masih enggan beranjak.
"Dari pada kita jalan!," ujar Kayla menatap Devi lalu berjalan menuju pintu penumpang meningglkan Devi yang masih menatap Baren disampingnya.
"Ngapain sih lo ikut, sengaja ya??," lirih Devi.
"Jangan macam macam, disini gue jadi asisten lo___lebih tepatnya perawat," setelah mengucapkan beberapa kata Baren masuk mobil.
"Emang gue ini apa hah harus pake perawat, gue nggak butuh," lirih Devi.
.
.
.
.
.
.
Welcome to Semarang
Beberapa jam telah ditempuh sampai ketujuan utama mereka yaitu di Water Blaster graha candi golf.Sebelum itu mereka semua menyempatkan untuk mampir kesebuah restoran untuk mengisi energi kembali.
Lelah terlihat jelas diwajah para pemuda itu, tapi seketika sirna saat melihat hidangan yang menggugah selera didepan mata.
"Woowww sungguh nikmat mana yang kau dustakan," ucap Dito dengan wajah berbinar menatap makanan didepannya.
__ADS_1
"Free mana yang kau dustakan," sahut Dion dibalas gelak tawa para gadis.
"Udah yuk dimakan!!!," ucap Deren, tanpa jawaban mereka semua langsung memyantap hidangan khas semarang.
Bian mengambilkan ayam bakar kepiring Lisa, juga beberapa lauk lainnya, sedangkan Lisa hanya bisa menganga melihat banyaknya lauk yang Bian ambilkan.
"Udah kak cukup!, siapa yang mau makan segini banyak?," tanya Lisa menatap piringnya yang dipenuhi berbagai macam makanan, entah itu cocok atau tidak Bian asal mengambil.
"Ya lo lah!!!."
" Mana muat di perut Lisa?."
"Yaelah gayanya didepan do'i makannya dikit dikit padahal mah lebih dari itu kalau dirumah," sahut Dion dibalas pelototan dari Lisa.
"Husstt jangan ikut campur anak kecil____tuh makan aja blepotan," ujar Rian.
"Harus gue bilang berapa kali sih kalau gue itu bukan anak kecil lagi?," ucap Dion tidak jelas dengan pipi menggebung karena makanan dimulutnya.
"Telan tuh makanan, ntar keselek baru tahu rasa," sahut Lisa.
Selesai dengan acara makan makan mereka menuju Water Blaster graha candi golf, wisata ini seperti waterboom. Letih yang dirasakan terbayar sudah saat menikmati pemandangan taman juga kolam tenang yang begitu luas. Terdapat seluncuran air yang begitu tinggi.
"Waahh bakal seru nih____gue pengen nyoba yang itu!!," ucap Dion menunjuk seluncur air yang paling tertinggi. Para cewek melongo mengikuti petunjuk Dion.
"Cari mati lo___emang lo punya nyawa berapa hah sok sok an mau terjun dari atas?!," sahut Lisa dengan juteknya.
"Biarin suka suka gue lah, bilang aja lo nggak berani," kesal Dion memalingkan wajah.
Belum juga Lisa membuka suaranya kembali, namun potong intruksi Deren.
"Bukan waktunya berdebat, cepat ganti baju nanti kumpul lagi disini!!."
"Siaapp kak!!!," jawab mereka kompak.
Mereka berpencar mencari kamar mandi kecuali Bian dan Lisa yang masih ditempat.
"Tadi sudah chat katanya masih dijalan, paling sekarang udah sampai."
"Kenapa nggak kita ajak sekalian buat liburan?, Lisa berasa nggak enak tahu masa Dokter Anya ditinggal sendiri dirumah kak Bian."
"Dokter Anya nggak mau jadi nyamuk," Bian berlalu meninggalkan Lisa.
"Jadi nyamuk??," tanya Lisa lebih tepatnya kepada dirinya sendiri.
Sekarang mereka semua berpencar memasuki kolam renang yang beragam bentuk. Rian, Dito, dan Dion benar benar mencoba seluncur tertinggi sedangkan para cewek antri membeli pelampung berbentuk angka delapan. Kayla dan Devi menaiki pelampung berdua sedangkan Lisa sendiri. Deren, Baren, dan Bian berenang dikolam khusus untuk laki laki.
Sekarang para cewe sedang berada di kolam arus dengan, saat akan turun suara Deren membuat ketiganya menoleh.Baren juga Bian terlihat dibelakang Deren.
"Loh kak Deren ngapai kesini?," tanya Lisa.
"Kan kalian disini, nggak ada alasan dong," ujar Deren dengan senyum penuh arti menatap Lisa.
"Aishh dasar kancil!!," sahut Lisa lirih tapi Kayla dan Devi mendengarnya.
"Makhsudnya apa Lis??," tanya Devi.
"Bukan apa apa____ oh ya kalian nggak beli pelampung?."
"Bar sono beli satu aja!," ucap Deren diangguki Baren dan beranjak membeli pelampung.
"Kok cuma satu kak terus?," tanya Lisa
"Bian sama kamu aja!."
Lisa menatap Bian sedangkan yang ditatap memalingkan wajah.
"Ouh ya udah Lisa juga sendiri kok ini."
__ADS_1
"Udah yok!!," ujar Baren membawa satu pelampung.
Dilain tempat Dion, Rian, dan Dito sudah diatas, tetapi seketika niat Dion untuk meluncur kebawah menjadi ragu. Begitu dengan Rian dan Dito, padahal niat mereka berdua hanya menemani Dion tapi nyalinya ikut merosot.
"Ekkhmm gue ketoilet dulu ada panggilan alam ini," baru satu langkah lengan Dion dicekal Rian.
"Mau kemana?, alasan aja lu gayanya mau seluncur, belum apa apa udah kabur," ucap Rian.
Seluncuran ini tidak tertutup tapi berkelok kelok, keindahan waterboom ini sangat jelas jika dilihat dari atas sini.
"Siapa yang kabur sih__gu..gue cuma mau ketoilet dulu udah kebelt banget nih," dusta Dion sambil memegangi pantatnya.
"Halah banyak omong udah ceburin aja!!," sahut Dito.
"E..eeh..eehh gue mau___," lagi lagi Rian dan Dito menahan lengan Dion saat mau melarikan diri.
"Udah terlanjur sampai ke atas yah harus turun kebawah___ nggak ada alasan, yuk Dit kita ceburin nih anak!."
"Ahh jangan dong kak Rian nih jahat banget sama anak kecil."
"Kayaknya dia amnesia deh yan, bukannya tadi dia bilang bukan anak kecil lagi ya!," ujar Dito.
"Udah yuk kita ceburin Dit!!."
Dito dan Rian menarik Dion mendekat ke lubah seluncuran, sedangkan Dito sudah panik nggak karuan bahkan Dion hampir kencing dicelana.
"Nggak Dion nggak mau___mamaaa tolongin Dion aaahhhh____"
AAAAAAAAAA_____MAMAAAAA TOLOONGG____
Akhirnya Dion berhasil turun dengan sisa keberaniannya, Dito dan Rian tertawa lepas melihat Dion berteriak kencang membuat pengunjung lain menatap Dion tak terkecuali enam orang yang berada di kolam arus yang tak lepas memegangi perutnya.
BBYYUUURRR
Dion berhasil melewati rintangan yang membuatnya hampir mati, sungguh didalam hati Dion sudah pasrah jika dirinya tidak akan selamat.
"Ahh sial lu pada kak awas aja yah!!!,"teriak Dion dari bawah menatap Rian dan Dito yang masih cekikikan diatas.
Kayla dan Devi terlalu menertawakan Dion sampai tak menyadari arus semakin deras dan keseimbangan mereka tidak bisa mengimbangi dan___
BBYUUURR
"Kayla___"
"Devi____"
Ucap Deren dan Baren bersamaan, tidak banyak bicara spontan mereka berdua segera menceburkan diri.
"Kak cepet tolongin Kayla sama Devi!!," ujar Lisa panik,hingga membuatnya hampir ikut turun jika Bian tidak mencegahnya.
"Jangan Lis disini aja bahaya, udah ada kak Deren sama kak Baren."
.
.
.
.
.
Haayy maaf baru bisa up🙏
jan lupa like and komen yahh....
__ADS_1
maaf jika masih ada typo