
Bascamp Black squat
"Guyyys nginep sini aja yuk." Ajak Dito.
"Cckk bisa dilabrak kita sama orang kampung." Jawab Devi.
"Ngapain nginep nginep punya rumah juga."Ucap Lisa.
"Gue tuh ngasih solusi biar besok kita langsung jalan bareng."
"Solusi lo menimbulkan fitnah tau, mikir dong." ucap Devi sewot
"oke oke Nyonya." Ledek Dito.
"Emm kayak ada yang kurang ya." Ujar Kayla.
"Apa yang kurang?."
"Biasanyakan ada Ar. " Kayla menatap satu satu sahabatnya.
"gue nggak mau hubungan kalian jadi renggang sama Ar,cukup gue aja."
"Cckk gue ogak kali' sahabatan sama dia lagi." Jawab Rian.
"Gue kira Ar itu polos, tapi nyatanya...."
"Bre***ek." Ujar mereka kompak.
"Nggak usah bahas dia lah, nanti ada yang rindu malem mingguan lagi." Ujar Lisa.
"Yahh yang kita dicuekiin kann." Ledek Devi.
" Iishh apaan sih,sekarang malem mingguan gue kan sama kalian."
"Ogah kali' gue malem mingguan sama lo."Sahut Dito
"Yee gue juga ogah kali' mending gue ajak yang waras aja."
"Lo makhsud gue nggak waras gituu." Suara Dito meninggi.
"yang bilang bukan gue yaa guyys." Kayla mengangkat kedua tangannya.
"Sialan loo." Dito melempar bantal tempat kena Kayla.
"Ckk cari pacar sono,, biar tau rasanya jatuh cinta jadi nggak oon oon banget lo."
"Habis patah hati resek juga ya lo Kay." Ujar Dito.
"Udah deh berantemnnya kayak anak kecil aja." Lerai Lisa.
"Gina gini kita dapet konser gratis loh Lis." Ujar Devi disambung tawa Lisa dan Rian.
"Enak aja emang gue tontonan apa."
"Yah lucu aja sih kay."
"Udah ah betek gue,, gue tunggu besok ditempat biasa." Kayla beranjak dari duduknya.
"Mau kemana lo?." Tanya Lisa.
__ADS_1
"Pulang lah udah malem nih."
"Masih jam delapan udah malem??biasanya aja kalo keluar sama Ar sampai pagi tuh." Ledek Dito.
"Nggak usah mulai lagi deh." Ucap Kayla.
"Seneng banget lo bangunin singa lagi tidur, nggak Lisa nggak Kayla. Teruss nanti siapa lagi??Devi.." Ujar Rian.
"Lo kira gue singa apa?." Sewot Lisa.
"Ckk mana berani gue kalo sama Devi, takut ngamuknya ngelebihin Singa kelaparan." Tawa Dito dan Rian seketika.
"Apa lo bilaangg,Sini loh.." Jadilah mereka berdua main kejar kejaran di malam buta:).
"Kayak anak kecil aja." Lisa tersenyum simpul.
*********
Saat Kayla dalam perjalanan pulang tiba tiba montornya dihadang, saat orang itu membuka helm.....
"Ar."
"Hai Kay apa kabar??."
"Sayangnya gue bukan wanita lemah yang bisa lo sakiti."
Kayla menahan tangis yang mungkin bisa meluncur tanpa disuruh.
"Kita perlu bicara Kay, ini semua.." Belum selesai Ar bicara sudah dipotong kayla.
"Nyata.Gue lihat dengan kepala mata gue sendiri Lo nggak perlu jelasin lagi." Kayla mulai memakai helm nya lagi, tapi dengan cepat Ar mengambil kunci montor kayla.
"Ouuh jadi lo mau jelasin secara rinci gitu??." Kayla tersenyum smirk.
"Iyah Kay."
"Jelasin kalau Lo udah sukses selingkuh dibelakang gue dan berhasil n*d*rin anak orang gitu yah??." Kayla tidak sadar bahwa mereka sekarang dipinggir jalan.Dengan suara kayla yang mulai meninggi telah mengundang tatapan para pengendara dan pejalan lain.
"Kay aku..."
"Udah deh Ar lo tuh pria br****ek yang pernah gue kenal." Akhirnya bulir bening yang sedari ditahannya meluncur begitu saja.
"Maafin gue Kay, gue dijebak sama sazkia."
"Gue nggak butuh ucapan maaf Lo." Kayla mencoba meraih kuncinya tapi Ar tidak memberikannya semudah itu.
"Gue bilang balikin kunci gue!!!."
"gue bakal balikin kalau lo mau dengerin penjelasan gue kay."
"Cukup Ar!!!.Gue udah jelas dan nggak perlu lo jelasin lagii." Teriak Kayla.
Sepertinya mereka tidak malu berantem dipinggir jalan dan sedari tadi banyak yang berbisik bisik melihat pertengkaran itu. Sampai laki laki itu datang.
"Maaf apa kalian nggak malu ditatap banyak orang?."
"Kak Deren."
__ADS_1
"Ckk anda nggak usah ikut campur." Ujar Ar menekan kan setiap kata.
"Gimana nggak ikut campur kalau ini menyangkut pacar saya." Deren mengatakannya dengan santai dan berhasil membuat jantung Kayla berpacu cepat.
"Pacar??." Ar saja kaget mendegar pria didepannya mengaku 'pacar' apalagi Kayla sedari tadi susah payah menenangkan degup jantungnya.
pacar??gue nggak salah denger kan kak deren ngaku pacar gue?,, batin Kayla
"Hmm kayla pacar saya." Derem memeluk Kayla dari samping.
kak jangan buat kayla jantungan doongg. Lagi lagi Kayla membatin.
"Bener dia pacar kamu??." tanya Ar
hadughh gue bilang apa nih..
"Iyah." Satu kata yang membuat Ar tercengang.
"Gue nggak percaya,lo nggak mungkin bisa move on secepat itu."
" Emang anda merasa pantas untuk menjadi mantan terindahh?? ." Ujar Deren santai tapi menusuk saat didengar.
Ar mulai melemparkan tinjunya tapi dengan gerak cepat Deren melawan dan aksi pukul memukul pun terjadi. Sampai beberapa orang disekitar mereka melerai.
"Lo masih ada urusan sama gue." Ucap Ar menunjuk Deren.
Deren hanya tersenyum miring menatap Ar yang sudah menaiki montor.
"Mana yang sakit kak??." Kayla menelisik setiap sudut wajah deren sampai mata mereka bertemu.
Tampan
"Nggak sakit."
"Ehh ,, emm makasih ya kak udah nolongin." Kayla jadi salah tingkah.
"Lain kali cari tempat strategis buat berantem." Ledek Deren.
"Ishh malu tau kak."
hadugghh gimana ini malu bangeett, terus makhsudnya 'pacar' aisshh..
"Yang masalah tadi cuman biar dia nggak ganggu lo lagi."
"Masalah yang mana ya kak."
"Polos atau pura pura polos??." Ujar Deren menaikkan satu alisnya.
adugh nyesek juga nih abangnya Lisa kalo ngomong
"Ohh santai aja kak, emm makasih kalo gitu gue pulang dulu kak daa." Dengan cepat Kayla melaju dengan montornya.
Rasa nya diajak terbang terus dijatuhin deh aduhh sakit banget. Ke pede an banget sih lo kay.
Batin Kayla.
Deren melihat kepergian Kayla tersenyum
Lucu.
__ADS_1
Batin Deren.