
"Maaf." Ujar Ar terduduk lesu.
"Gue nggak mau persahabatan kita rusak hanya karena masalah ini." Ujar Kayla. Tangisannya mulai reda.
"Bentar deh ini kalian kenapa sih?? Jelasin ke gue dong." Suaraku mulai meninggi.Bisa bisa nya hanya aku seperti orang linglung disini.
"Dasar nggak tau malu masih berani ya lo datangin kita." Ujar Rian mulai emosi.
"Stop yan Gue nggak mau bahas ini lagi,,, gue mau kalian nggak ikut campur masalah gue sama dia."
Tunjuk Kayla ke Ar.
"Nggak bisa gini dong Kay, dia nggak pantes dimaafin." Ujar Rian dengan nada tinggi.
"Oke gue nggak tau masalahnya apa antara Kay sama lo Ar, dan gue minta kita tenangin pikiran dulu jangan pake emosi." Pintaku mencoba menenangkan pikiran mereka.
"Kay kasih kesempatan aku buat jelasin ini semua." Pinta Ar.
"Banyak omong ya lo.. " Rian mulai maju ingin meninju Ar lagi tapi.
"Sttopp!!!gue bilang stopp... Gue nggak mau lihat kalian berantem.Gue nggak mau persahabatan kalian rusak hanya gara gara ....Ahhhhh hikks... hikkss." Ujar Kayla frustasi.
"Akhh pusing deh gue." Ujarku. Ini masalahnya apa sih gak ada yang mau cerita lagi.Aku berjalan ke arah pintu.
ceklek ceklek ceklek
"Kak bukain doong!!!. ''
Nih orang kemana lagi. Pake dikunci pintunya,aku hanya bisa memberi pelukan untuk Kayla yang pasti saat ini yang Kayla hadapi berat sampai sampai yang lain ikut emosi ke Ar.
"Nanti lo harus janji sama gue jelasin apa masalahnya." Ujarku yang masih memeluk Kayla.
"Gue nginep dirumah lo ya Lis." pinta Kayla.
"Pintu rumah gue selalu terbuka." Ujarku mengelus punggungnya.
Sunyi rasanya semua sibuk dengan pikirannya masing masing. Ar terduduk menenggelamkan kepala dikedua lututnya.
Ceklek
"Udah selesai??. " Tanya Kak Bian.
Begitu pintu terbuka Ar langsung keluar tanpa sepatah kata.
"Dasar pengecuutt... " Ujar Rian.
"Lo pulang bareng gue!!!. " ujar kak Bian menunjukku.
"Enak aja gue bareng sama mereka."Ujar ku ketus
nih orang bawaan lahir apa setiap ngomong nggak ada tuh ekspresi yang terlihat.
Ddrrrtt Ddrrttt Ddrrrtt
"Iya Hallo mah." Ujarku.
"Kamu masih di kampus?? ." Tanya mama diseberang telefon.
"Iyah ada apa??. "
"Kamu pulang mampir kerumah tante Luna ya!! ."
"Maksud mama tante Luna mamanya kak Bian?? ." Tanyaku.
"Iyah... "
"Buat apa mah?? aku aja nggak kenal sama tante Luna."
"Maka dari itu kamu kerumahnya ya, kamu ikutin aja nak Bian mau ajak kamu kemana!! ."
"Ihh mama kok..."
"Nggak ada bantahan Lisa, kamu ikut atau uang jajan di pot.."
"Oke oke aku ikut.. "
Tut Tut Tut
"Maaf ya gue pulang bareng Kak Bian, ada urusan sedikit." Kataku ke mereka.
"Iyah santai aja, kita duluan ya." Ujar Devi.
__ADS_1
"Tunggu,, Kay lo langsung aja kerumah nanti gue sms mama kalo lo mau dateng."
" Tapikan..."
"Udah nggak pa pa Kay kayak sama siapa aja, mama bisa ngerti kok. Dev lo temenin Kay dulu ya dirumah gue!! ."
"Siiapp Lis, emmm gue juga mau nginep dirumah lo boleh nggak?? ." tanya Devi.
"Yah boleh dong , tapi gue nggak dirumah habis ini."
"Iyah lo santai aja kan ada mama lo."
"Oke gue antar kalian dulu." Ujar Rian
"Kalo gue ikut nginep boleh nggak Lis?? ." Tanya Dito dengan wajah memelas.
"Ijin Bokap gue dulu yaa." Kataku.
"Aneh aneh aja lo." Rian menoyor kepala Dito.
"Udah ayok." Kak Bian menarik tanganku begitu saja.
"Santai aja kali kak,, Gue duluaan... " Teriak ku
"Okee." Sahut mereka.
******
Tante Luna menyambutku sangat ramah seperti menyambut kedatangan anaknya.Sepertinya aku mengenal tante Luna.
"Tante apa aku pernah bertemu sama tante??. " Tanyaku.
"Kamu nggak ingat waktu kecil kamu suka kalo digendong sama tante??. "
"Astagaa aku inget tante waktu aku masih TK A tante sering kerumah bukan?? waktu masih di Bandung."
"Iyah, kamu udah besar ya sekarang cantik lagi, kalah deh tante hahaaa.. "
"Tante bisa aja, aku kangen sama tante lama banget nggak ketemu ternyata tante pindah ke jakarta."Ucap ku senang ternyata tante luna adalah sahabat mama yang sering main kerumah waktu rumah ku masih di Bandung.
"Ohh iya kamu inget nggak sama kakak gembul mu ??."
"Kakak gembul yang suka aku cubit pipinya kan??. " Tanyaku tertawa kecil.
"Bentar deh tan kakak gembul itu jangan jangan... "
Aku menatap kak Bian, astagaa...
"Kak Bian??. "
"Heemmm kakak gembul mu sekarang tampaann kaan??. " Goda tante luna mencolek dagu ku.
Tapi bukan gembulnya aja yang berubah sikapanya juga berubah drastiiss, dulu kak Bian paling aktif, ceria, banyak omong malah dari aku. Sekarang seperti bukan kakak gembul ku dulu.
"Hahhh iyah tante." Jawabku masih bingung.Dia hanya diam dari tadi nggak ada tuh raut mukanya yang berubah tetap terlihat datar.
"Ohh ya tante mau ngomong sesuatu sama kamu."
kenapa raut muka tante berubah terlihat sedih
"Ngomong apa tan?? ."
"kekamar tante aja yuk."Ajak tante Luna menuntunku kekamar, firasatku ini masalah serius terlihat dari raut wajah tante Luna.
Dikamar
"Apa ada masalah tan??. "Tanyaku sudah duduk disisi ranjang.
"Lisa tante mau minta tolong sama kamu." Suara tante Lisa seperti orang putus asa matanya sudah berkaca kaca.
"Minta tolong apa tante?? tante bicara aja mau minta tolong apa sama aku insyaallah aku bantu." Aku semakin penasaran.
Ddrrtt Drrtt Drrtt
Ahh siapa sih yang nelpon nggak tau orang lagi kepo keponya yah.Telefon dari Rasyaadd?? benarkan ahh senangnya.
"Maaf tante aku angkat telfon dulu ya." Tante Luna mengangguk, aku baru mengangkatnya didepan pintu.
"Hallo rasyad aku kangeenn." Ucapku langsung.
"Kenapa baru telefon ?."
__ADS_1
"Aku juga kangen ,maaf sayang aku baru bisa telefon,itu baru daftar ulang." Ujarmu diseberang telefon.
"Iya deh aku maafin, tapi jangan telat kasih kabar yaa." Aku senang bisa mendengar suaramu Rasyad.
"Iya aku janji ,sekarang kamu lagi apa? "
"Eemm aku lagi di..., di rumah kayla." Maaf aku sudah ngelanggar janji. Aku dibonceng Kak Bian tadi maaf dan lagi lagi aku membohongi mu.
"Sama siapa aja? ."
"Sama semuanya. Oh iya kamu lagi apa? dimana?." Semoga Rasyad nggak curiga....
"Nak siapa yang telfon?." Astaga kenapa tante keisini...
"Itu suara siapa lis?."
"Oh suara kayla.Udah dulu ya nanti aku telfon lagi." Semoga dia percaya itu suara Kayla, aisshh sudah berapa kali aku berbohong??.
Aku memutuskan telefon sepihak takut Rasyad tanya tanya lagi.
"Ohh temen tante." Jawabku bohong.
"Sudah selesai?? ."
"Sudah tante, maaf jadi nanggung deh ngobrolnya."
" Kita lanjut di dalem yah."
"Tadi tante mau minta bantuan apa?. " Tanyaku.
"Sebelumnya kamu sama Bian sudah berapa kali bertemu??."
"Baru dua kali ini sih tante."
"Pasti baru dua kali kamu tahu bagaimana sikap Bian kan?."
Ini tante Luna ngomongnya ke arah mana sih jadi bingung deh.... nggak to the poin aja hufftt...
"Emmm sikap nya yang kayak gimana tan." Aku tertawa kecil, kata katanya kurang masuk diotak ku hahahha..
"Pasti kamu bisa rasain gimana raut dan sikap Bian bukaan??. "
Sepertinya sekarang aku paham maksud tante.
"Apa sikap kak Bian yang kurang ber ekspresi?? ."
" Yah itu hikss... hikkss.. "Tante luna nangis?? kenapa ini ah bingung deh... aku refleks memeluknya aku bisa merasakan ada kesedihan seorang ibu.
"Aku salah ngomong ya tan?? " Tanyaku.
" Nggak kamu bener Lis,, apa kamu masih mau temenan sama kak Bian kalo kamu tahu masalah sebe..."
"Kak Bian akan selalu jadi kakak gembul ku tante." Aku memotong ucapan tante Luna.
"Sebenarnya Bian menderita Alexithymia,, hikks hikss... "
"Alexthymia?? itu penyakit apa tan,, apa semacam penyakit keras??. " Tanyaku.
" Bukan penyakit Lisa."
"Lalu jika bukan penyakit??. " Tanyaku heran jika bukan penyakit apa namanya??.
" Tante nggak bisa jelasin secara detail, jika kamu ingin tahu besok kamu bisa ikut Kak Bian terapi."
"Terapi??."
"Lisa tante mohon kamu bisa ngertiin Bian ya,, bantu dia supaya mau terapi lagi besok. Tante kasih alamatnya kamu langsung bawa dia kesana. Tante mohon Lisa ."
Tante Luna menggenggam tanganku, aku penasaran apa itu Alexithymia?? sampai tante Luna sangat sedih.
"Iyah tante aku bakal bantu Kak gembul sampai sembuh, jangan nangis lagii." Aku menghapus air matanya.
Aku jadi berubah pikiran dari Kak Bian yang begitu datar ternyata ada tangisan dan luka didalamnya.
Aku bisa merasakan kesedihan mendalam dari seorang ibu.Mungkin aku akan tahu yang sebenarnya besok....
*********
jangan lupa like, komen, rate, and vote sebanyaknya yaaa....
๐ฅฐ๐๐๐
__ADS_1
maaf jika ada typo...