Rasa Yang Tak Lagi Sama

Rasa Yang Tak Lagi Sama
Takut


__ADS_3

Haaii jangan lupa Like yaaa, vote, rate, and komeenn😍


thanks buat yang baca RYTLS dan terimakasih banyak buat kalian yang mau Like😘


vielen danke😊


******


Beberapa menit entah dia kemana tiba tiba nongol dan.


"Maaf lama." Ucapnya, bisa minta maaf juga nih orang.


Cuma gue balas anggukan lah seenaknya main tinggal,


udah bikin jantung mau copot juga..


"Niihh.." Ya ampun ternyata dia beliin gue minum


"Makasih kak " Langsung aja gue minum sampe' habis


"Kita lanjut??." Tanyanya.


"Ehh iya kak, yang lain udah pada jauh tuh nanti kena semprot lagi kita." Gue cengengesan, malu banget ditatap kayak gitu.Apa ada yang aneh diwajah ku??.


Sulit juga ya baca ekspresi kak Bian.


Benarkan mereka udah nunggu didepan pitu masuk.


Kalian tahuu??wajah mereka seperti ingin menerkamku.


"Lama banget sih Lis." Ujar Devi.


"Dari tadi lho kita nunggu." Sambung Kayla.


"Ishh sabar napa, ada masalah sedikit tadi." Jawabku.


"Iya deh yang lagi PDKT pengen berduan teruusss." Ujar Dito.


"Apa lo bilang PDKT?? enak aja ati ati dong kalau ngomong, gue cincang tuh mulut." Gue bentak juga sih Dito enak aja bilang PDKT didepan kak Bian lagi, mau ditaruh mana nih muka,, apes banget hari ini...


"Ckk santai aja kali kalo nggak salah." Ucap Dito, benar benar ya pengen gue robek tuh mulut.


"Au ahh sebel gue." Langsung aja gue masuk kedalem daripada ngeladeni Dito bikin bad mood.


"Ehh tunggu Liss." Teriak Kayla.



Sudah dua jam kita keliling mall beli ini itu, dan yang paling banyak belanjaannya sih pasti gue, Kayla sama Devi.


Untuk para cowok kebagian bawa barang belanjaan kami, mana mungkin mereka nolak sama tiga cewek yang jago karate ini, hhehee...


"Kalian beli apa aja sih banyak banget." Keluh Rian.


"Tau nih, sekalian aja tuh beli seisi mall ini." Sambung Dito.


"Nggak usah banyak protes tinggal bawa aja, nantikan kita juga yang traktir kalian makan." Jawab Kayla.


"Ohh ya kak tante Luna tadi titip apa?." Tanyaku.

__ADS_1


"Nggak tau, belum gue lihat." Jawab kak Bian.


"Ohh kirim lewat pesan??." Tanyaku dijawab anggukan.


"Ehh nonton Bioskop yukk." Ajak Devi.


"Pastinya dong yukk!!!." Jawab Rian.


"Eh terus kita kapan belanjannya kak??." Tanyaku ke kak bian.


"Nanti aja habis nonton, kalian tunggu disini biar gue yang beli tiketnya." Ujar Kak Bian.


"Wah baik bener sih kak Bian, makasih ya kak." Ujar Kayla cengengesan, dibalas anggukan kak Bian.


"Bilang aja lo seneng kan dapet gratisan." Sambung Dito.


"Ckk daripada lo maunya makan terus ujung ujungnya minta traktiran ke kita. " Balas Kayla. Anak dua ini sudah seperti tom and jery kalau ketemu pasti ramee .


"Mau nonton film apa??." tanya kak Bian.


"Horor kak." Jawabku,Kayla, dan Devi kompak.


"Horor muluu, yang romance gitu." Sambung Dito.


"Jangan Romance gue kasihan sama lo, nanti mewek lihat orang mesra mesra an." Ledek Kayla.


"Betul tuh jiwa Jones nya keluar hahaaa..." Sambung Devi, gue sama yang lain sampai tertawa lihat wajah cemberut Dito.


"Gue beli dulu." Kak Bian mulai antri beli tiket Bioskop, Gue sama Kayla antri beli minum sama pop corn.


Kita semua udah duduk anteng dibangku barisan tengah jadi kebelakang amat.Gue duduk disamping kak Bian, samping sebelah gue lagi ada Kayla, Dita, Rian dan Dito paling pojok.


Kalian tahu film ini judulnya perempuan tanah jahanam.


"Awas aja ya lo kalau teriak dikuping gue."


"Iya iya Lis."


"Tapi kalau nggak khilaf " Sambung Kayla.


"Kalau takut ngapain tadi minta film Horor." Ledek Dito.


"Udah ah mau mulai tuh." Lerai Devi.


Gue ngeri juga lihat film ini, adegan pembunuhannya dan penyiksaan, aisshh ngeri banget film ini. Lihat adegan pembunuhan ini gue jadi inget cerita Dokter anya tentang Kak Bian. Gue lirik kak Bian,, dan benar saja...



Walau ruangan ini gelap tapi gue masih jelas lihat wajah Kak Bian yang sudah pucat pasi. Keringat bercucuran dari pelipisnya, tangannya juga gemetar. Gue jadi takut deh jangan jangan kak Bian keinget kejadian itu.


"Kak, kakak baik baik aja??." Tanyaku menggenggam tangannya. Kak Bian menatapku, tapi sayang gue nggak bisa baca siratan matanya.


Dari tingkah kak Bian gue rasa dia lagi nggak baik baik aja deh.


"Guyys gue keluar dulu ya, serem filmnya." Dusta ku.


"Biasanya lo paling suka film horor kenapa takut?." Tanya Kayla.


"ini lagi tegang tegangnya Lis, sayang kalo nggak diterusin." sambung Devi.

__ADS_1


"Kalian aja yang lihat, gue juga masih harus belanja titipannya tante Luna."


"Ohh ya udah deh. " Jawab Kayla.


"Yukk kak kita keluar." Gue gandeng aja tangan Kak Bian yang udah kayak es batu dingin banget.


********



"Nih kak minum dulu." Gue ajak kak Bian disalah satu tempat makan di mall ini.


"Makasih." jawabnya.


"Kakak kalau takut ngapain tadi mau diajak nonton film horor." Gue serasa marahin anak kecil yang nggak boleh minum es krim deh..


"Kakak tadi nggak takut, bukannya lo ya yang takut."


"Haah??gue tadi itu cuma bohong biar kita bisa keluar.


Ngaku aja deh kalau kakak takut. " Cerocosku.


"Emang, takut itu kayak apa? "


"Haahh??." Gue melongoo dia benar benar nggak tau gimana rasanya takut??.


" Takut itu yaa yang kakak rasain tadi " baru kali ini gue nemuin orang yang nggak tau rasanya takut, jangan jangan kak Bian juga nggak tau rasanya senang,sedih,marah sepertinya kata dokter Anya benar benar nyata.


"Masih nggak ngerti??." Tanyaku.


"Kamu tau dari mana kalau aku takut?." tanyanya.


Apa gue harus jelasin secara rinci?.


"Lihat deh badan kakak aja udah keringat dingin, tubuh kakak waktu didalem tadi juga gemetar. Apalagi wajah kakak pucet pasi itu artinya kakak takut." Jelasku panjang lebar


"Oohh." Jawabnya.


"Hanya Ohh??." Gue heran dijelasin panjang lebar jawabannya hanya 'Ohh'.


"Lalu gue harus jawab apa?." Tannyanya.


"Ckk jadi kakak ngerti nggak rasanya takut??."


"Nggak." Dengan enteng dia jawab 'nggak' OMG...


Gue cuma bisa ngelus dada masih nggak percaya, gimana dia bisa hidup kalau nggak bisa ngerasain perasaannya sendiri??.


"Ampun deh kak, gini ya kakak tau nggak ekspresi marah itu gimana??." Tanyaku.


"Marah??." Tanyanya.


"Heemmm,, gini aja yaa kakak lihat orang itu." Tunjukku pada ibu ibu yang sedang memarahi anaknya entah kenapa sampai si anak itu menangis.


"Iyah ada apa?."


"Aku tanya ya kakk, ekspresi ibu itu lagi apa??sama anaknya juga."


Kak Bian hanya diam menatap lekat kedua orang itu.

__ADS_1


"Mereka lagi apa??." tanyanya.


"Whhaatt??."


__ADS_2