
"Cihh.. kau pikir aku akan takut mendengar ucapanmu??" ucap Putri Kaili menantang.
"Oh benarkah?" seringai Mo Da Xia dengan mata merah menyala.
Swoshhhh..
Angin bertiup kencang membuat semuanya menutup mata karena debu yang sedikit berterbangan.
"Dimana dia?"
Putri Kaili menatap sekelilingnya waspada, pasalnya Mo Da Xia saat ini tidak ia ketahui dimana keberadaannya, aura nya pun tidak terasa sama sekali.
"Sialan! dimana sebenarnya gadis jal*ng itu berada" kesalnya.
..."Hahahaha" ...
Tawa yang sangat menyeramkan memenuhi aula saat ini, membuat semuanya merinding ketakutan terkecuali para pengikut Mo Da Xia yang mengetahui siapa pemilik dari suara menyeramkan itu.
"S-suara apa itu" ucap salah seorang tetua sedikit gemetar.
"Entahlah, baru mendengar suaranya saja aku merasa begitu takut, apalagi jika harus menghadapi nya.. mungkin saja aku akan mati berdiri sekarang" sahut tetua lainnya jujur apa adanya.
Bahkan, ketika mendengar suaranya saja mereka sangat takut, bagaimana ketika berhadapan langsung?.. tadi saja sok-sokan untuk menantang dan melawan Mo Da Xia, tapi sekarang malah menciut nyali nya.
__ADS_1
"Siapa kau??" teriak Putri Kaili waspada.
Ia telah memasang kuda-kuda yang sangat bagus untuk menerima serangan dari mana saja, bahkan petir yang berada ditangannya sama sekali tidak ia hilangkan sedari tadi.
"Sepertinya kau memiliki energi spiritual yang lumayan banyak Hao long"
Terdengar suara bisikan yang sangat menusuk ditelinga Putri Kaili, membuat dirinya tersadar siapa pemilik suara menyeramkan itu, ya siapa lagi memangnya jika bukan tokoh utama kita, Mo Da Xia.
"Sialannn!! apakah kau tidak berani muncul dihadapan ku hah?? sehingga sedari tadi kau hanya mengumpat saja" sarkas Putri Kaili.
Blasss....
"Uhukkkk"
Tapi ternyata tidak cukup sampai disitu saja, kini Mo Da Xia kembali mengayunkan pedang hitam nya ke arah tubuh Putri Kaili tanpa menghilang lagi.
"Uhukkk"
Lagi dan lagi Putri Kaili dibuat batuk darah olehnya, mau dilihat dari arah manapun semuanya jelas terlihat jika ini hanyalah pembantaian sepihak dan bukannya sebuah pertarungan.
Putri Kaili ia buat tidak berdaya sama sekali, padahal itu hanyalah tebasan tebasan kecil yang dialiri energi spiritual oleh Mo Da Xia, tapi sudah berhasil membuat Putri Kaili terbatuk darah berkali-kali. Bagaimana jika ia mengeluarkan jurusnya? apakah mungkin putri Kaili akan langsung mati saat itu juga? benar-benar menyeramkan.
"Mana kesombongan mu tadi Hao long?" tanya Mo Da Xia mencengkeram dagu Putri Kaili erat.
__ADS_1
Kukunya yang panjang menusuk kedalam daging diwajah Putri Kaili, membuat sang empu meringis kesakitan.
"A-aku ak kan membalasmu sialan" bata nya yang masih saja bisa bersikap angkuh.
"Maka lakukanlah jika kau bisa!!!"
Mo Da Xia menghempaskan kepala Putri Kaili ke lantai dengan sangat kencang, membuat darah kembali keluar dari 7 lobang dikepalanya.
Tanpa menunggu putri Kaili bangun, Mo Da Xia kembali menebaskan pedang hitam nya penuh dengan kemarahan yang sedari tadi dibendungnya.
Tebasan demi tebasan terus Mo Da Xia kerahkan tanpa ampun, ia sangat begitu marah dengan sikap semena-mena perwujudan naga nya ini, benar-benar sudah mencoreng nama baiknya karena sikap buruknya itu.
Bahkan dengan berani ia sudah melukai hati pengikut setianya dan berbuat onar di kerajaan Naga, membuat rasa kesal Mo Da Xia menjadi berkali lipat dibuatnya.
"Sudah cukup putriku!! Hao long sudah sangat sekarat karena serangan mu, jangan sampai kau membunuh nya.. atau kau sendiri akan ikut terbunuh bersamanya" telepati Dewa Zeus menghentikan tindakan Mo Da Xia.
"Huh! wanita ini sungguh membuatku sangat kesal, jika saja dia bukan salah satu perwujudan ku, maka sudah dapat ku pastikan jika ia akan mati dengan mengenaskan" ucap Mo Da Xia menarik kembali pedang hitamnya kedalam dimensi mawar hitam.
Putri Kaili ia masukkan kedalam dimensi mawar hitam yang dimilikinya, lalu ia lemparkan ke penjara bawah tanah yang sangat gelap. Nanti ia akan memberi pelajaran lebih kepada wanita itu jika ia sudah kembali sadar sepenuhnya.
"Kau selesaikan masalah di Kerajaan mu terlebih dahulu Raja Zhou, setelahnya terserah padamu ingin mengikuti perjalanan ku atau tidak. Kami akan kembali ke penginapan terlebih dahulu" ucap Mo Da Xia datar.
Swosshhh..
__ADS_1
Ia langsung menghilang begitu saja, diikuti Lang dan para ayahnya, meninggalkan Zhou Wei yang berdiri dengan aura yang tak mengenakkan.