RATU PENGUASA SELURUH DIMENSI

RATU PENGUASA SELURUH DIMENSI
CHAPTER 29


__ADS_3

Saat ini Mo Da Xia sudah kembali kekediaman nya setelah mengatur seluruh pasukan nya dan bersantai dibangku taman belakang paviliun nya menikmati angin sore.


Tok... tok... tok... terdengar suara ketukan pintu.


"Ada apa" tanya Yin membuka pintu, terlihat seorang pria berpakaian prajurit didepannya.


"Saya ingin menyampaikan undangan dari kaisar pada nona muda Mo Da Xia" jawabnya.


"Baiklah, ikuti saya" ucap Yin yang langsung memimpin jalan menuju taman belakang paviliun.


Mo Da Xia yang sedang duduk bersantai langsung menengok ke arah belakang ketika mendengar langkah yang mearah padanya.


"Yang mulia" ucap Yin sambil menundukkan kepalanya, prajurit yang mendengar ucapan Yin pun menatap nya bingung dengan panggilan Yin terhadap gadis kecil yang sedang duduk dibangku taman didepannya.


"Ada apa" tanya Mo Da Xia wajah berpura pura bingung sambil melihat ke arah prajurit yang berada dibelakang Yin, padahal dirinya sendiri sudah mengetahui apa tujuan dari kedatangan prajurit itu. Sedangkan Yin mengkode ke arah prajurit itu agar langsung menuju kedepan Mo Da Xia.


"Salam Nona muda" ucap prajurit itu sambil membungkukkan badannya.


"Saya terima salam anda" ucap Mo Da Xia tersenyum melihat tingkah sopan prajurit didepannya sungguh berbeda dengan kaisar nya yang semena mena dan tak memiliki hati.


"Saya ingin memberikan undangan makan malam dari kaisar untuk anda Nona muda" ucap nya sambil menyerahkan sebuah undangan resmi dengan kertas khusus serta cap tangan dari kaisar Liu.


"Baiklah, terimakasih paman" ucap Mo Da Xia tersenyum sambil mengambil undangan membuat prajurit itu tertegun dan menatap Mo Da Xia dengan tatapan yang sulit dimengerti, ia merasa aneh karena tidak ada satupun Nona muda bangsawan yang memperlakukan prajurit sepertinya dengan sopan seperti yang Mo Da Xia lakukan.


"Apakah ada yang salah paman" tanya Mo Da Xia.


"Tidak, tidak ada Nona muda, saya pamit undur diri Nona muda" ucap nya.


"Baiklah" ucap Mo Da Xia, prajurit itu pun langsung melangkah keluar kediaman Mo Da Xia setelah membungkukkan badannya ke arah Mo Da Xia.


Setelah kepergian prajurit itu Mo Da Xia langsung berdiri dari duduknya dan melangkah menuju kamarnya, saat sampai Mo Da Xia langsung merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur untuk mengistirahatkan sebelum malam panjang nya dimulai.


Hari sudah mulai gelap didepan paviliun Mo Da Xia terlihat sebuah kereta kuda mewah dengan bendera kekaisaran Liu, pemandangan itu membuat orang yang berlalu lalang bertanya tanya mengapa Mo Da Xia dijemput menggunakan kereta kuda khusus keluarga kekaisaran, namun pertanyaan pertanyaan itu hanya bisa tersimpan didalam benak mereka karena tak ada satu orang pun yang dapat menjawabnya kecuali orang yang dijemput menggunakan kereta kuda itu sendiri.


Setelah lima menit berlalu keluar lah seorang gadis kecil dengan balutan hanfu yang sangat mewah berwarna merah darah, entah mengapa gadis itu begitu menyukai warna merah.


Mo Da Xia berjalan dengan anggun menuju kereta kuda, tatapan kagum terus saja terpancar dari setiap orang yang berada disekitarnya karena aura kepemimpinan yang semakin hari semakin bertambah, Mo Da Xia langsung masuk dan mendudukkan dirinya didalam kereta kuda.


Sekitar setengah jam perjalanan tibalah kereta kuda yang membawa Mo Da Xia didepan gerbang istana kekaisaran Liu, para penjaga gerbang yang melihat kereta kuda anggota kekaisaran langsung membuka gerbang dengan sangat lebar.


Mo Da Xia langsung turun dari kereta kuda ketika sudah sampai didepan pintu masuk istana, tak ada satupun anggota keluarga kekaisaran yang menyambutnya, yang terlihat seorang perempuan yang berpakaian pelayan berjalan mendekat kearahnya.


"Mari Nona muda kaisar beserta seluruh keluarga kekaisaran sudah menunggu anda diruang makan" ucap pelayan itu sopan sambil menggiringnya ke arah ruang makan.

__ADS_1


"Silahkan Nona muda" ucap pelayan itu mempersilahkan MoDa Xia setelah tiba didepan ruang makan.


"NONA MUDA MO DA XIA TELAH TIBA" teriak salah satu prajurit memberitahukan kedatangan Mo Da Xia sedangkan yang satunya membukakan pintu ruang makan itu.


Seluruh orang yang berada diruang makan langsung menatap ke arah Mo Da Xia yang baru memasuki ruang makan dengan tatapan dan raut wajah yang berbeda beda, ada yang menunjukkan secara langsung tatapan tak suka ada juga yang menunjukkan senyum nya namun tak ada senyum tulus yang terlihat hanya sebuah senyum palsu lah yang mereka tunjukan, kecuali satu orang yang duduk disalah satu kursi dimeja makan yang melihat nya dengan tatapan terkejut.


"Maaf saya datang sedikit terlambat" ucap Mo Da Xia dengan muka datar nya dan langsung duduk disalah satu kursi yang kosong, bahkan ia tidak memberi salam kepada kaisar Liu dan permaisuri nya membuat mereka semua menatap kearah nya tak suka, sedangkan Mo Da Xia hanya menampilkan raut wajah datarnya tak mempedulikan pandangan orang padanya, mata Mo Da Xia menatap sekeliling nya untuk melihat muka muka seluruh keluarga kekaisaran, tak sengaja tatapan nya mengarah pada orang yang juga menatapnya dengan tatapan terkejut.


"Ayah/Xia'er" ucap Mo Zuya juga sedikit terkejut bersamaan dengan Mo Zu An, Mo Da Xia sungguh tidak mengira ternyata mereka melibatkan ayah nya dalam rencana mereka.


"Baiklah karena semuanya sudah terkumpul acara makan malam ini resmi Zhen mulai" ucap kaisar Liu dan langsung memulai makan nya diikuti seluruh anggota keluarga kekaisaran beserta Mo Da Xia dan Xie Zu An.


Lima belas menit telah berlalu semuanya pun sudah selesai dengan makan malam nya, mereka semua langsung menuju ke aula pertemuan atas perintah kaisar Liu.


"Apa tujuan anda mengundang saya kesini bahkan ayah saya juga" tanya Mo Da Xia dengan muka datar nya mendahului kaisar Liu yang ingin berbicara.


"Lancang sekali kau berbicara disaat kaisar ingin berbicara" teriak permaisuri Miao Ling yang langsung berdiri dari singgasana nya sambil menunjuk kearah Mo Da Xia.


"Tenangkan dirimu permaisuri" tekan kaisar berusaha menahan rasa kesal nya pada permaisuri karena bisa saja akibat dari ucapan permaisuri nya itu semua yang telah ia dan putranya rencanakan menjadi kacau.


"Zhen mengundang Nona muda beserta pemimpin Klan Mo kesini karena Zhen ingin menjodohkan anda dengan putra mahkota" ucap kaisar dengan wajah penuh liciknya.


"Saya menolak" ucap Mo Da Xia yang langsung menolak dengan wajah yang semakin datar, dirinya sungguh tidak suka dengan orang yang mengatur atur hidupnya, ia juga tidak ingin menikah entah dalam jangka waktu berapa lama.


"Mengapa anda menolaknya" tanya kaisar Liu berusaha sabar.


"Tidak mengapa, nona bisa bertunangan dengan putra mahkota sampai nona sudah siap" ucap kaisar Liu berusaha membujuk Mo Da Xia.


"Saya tetap menolak" ucap Mo Da Xia lagi.


"Mengapa anda terus menolak, apa yang kurang dari saya sehingga anda terus saja menolak" tanya putra mahkota dengan tangan mengepal.


"Anda tak pantas untuk saya" ucap Mo Da Xia dengan senyum mengejek nya.


"Cukup, kau sungguh gadis tidak tahu malu, Zhen tidak mau tau kau harus bertunangan dengan putra mahkota" ucap kaisar Liu dengan muka yang merah padam.


"Apa hak anda untuk memaksa saya" ucap Mo Da Xia menatap kaisar Liu dengan tajam.


"Saya kaisar disini dan kau hanya orang rendahan yang beruntung karena saya jodohkan dengan putra mahkota" ucap kaisar Liu.


"Saya tidak perduli anda adalah kaisar disini, saya tetap menolaknya" ucap Mo Da Xia berdiri dan ingin pergi namun langkahnya langsung terhenti ketika mendengar teriakan putra mahkota.


"TUTUP SELURUH JALAN KELUAR" teriak putra mahkota membuat Mo Da Xia menyeringai seram.

__ADS_1


"Hahaha, jangan salahkan saya karena bertindak kasar" ucap putra mahkota tertawa keras bahkan kaisar dan permaisuri beserta seluruh anggota keluarga kekaisaran pun ikut tertawa keras, sedangkan Mo Zu An merasa marah karena mereka memperlakukan putrinya seperti itu, saat ia akan menyerang Mo Da Xia langsung membuat nya pingsan dan menteleportasikan ke kediaman nya diklan Mo.


Suasana diruang aula kekaisaran begitu mencekam, Mo Da Xia menatap semua orang yang sedang tertawa senang itu dengan tatapan nya yang sangat tajam bahkan matanya sudah menjadi warna menjadi merah darah, tanda didahi nya yang yang semula terlihat biasa saja sekarang mengeluarkan aura hitam yang begitu besar, rambut nya yang asalnya berwarna coklat sekarang berubah menjadi warna merah darah senada dengan warna hanfu nya, tak ada satupun dari anggota keluarga kekaisaran yang melihat perubahan dari Mo Da Xia.


Sret.. Sret... Sret... Mo Da Xia langsung menebas leher semua anggota keluarga kekaisaran kecuali Kaisar, permaisuri dan putra mahkota dengan sangat cepat bahkan pergerakan nya tak terlihat sedikit pun, sebelumnya Mo Da Xia sudah membuat aula itu menjadi kedap suara sehingga para prajurit diluar tak ada yang mendengar apa yang terjadi didalam aula, aula yang tadinya penuh gelak tawa sekarang menjadi begitu hening yang tersisa sekarang hanya tatapan takut dari kaisar, permaisuri dan putra mahkota yang terarah pada Mo Da Xia dengan badan gemetar yang penuh dengan darah cipratan dari anggota keluarga kekaisaran.


"A apa yang k kau lakukan" ucap kaisar Liu terbata bata melihat Mo Da Xia ketika melihat Mo Da Xia berjalan mendekat kearahnya dengan pedang berwarna merah darah, penampilan Mo Da Xia sungguh seperti seorang iblis yang haus akan darah.


Mo Da Xia langsung melayangkan pedang nya menebas leher kaisar Liu.


Srett... Brughh..


"Permaisuri" teriak kaisar Liu ketika melihat kepala permaisurinya sudah tergeletak dilantai, permaisuri yang tadinya melihat Mo Da Xia ingin membunuh kaisar pun langsung bergerak melindungi kaisar Liu sehingga dirinya lah yang terkena tebasan pedang Mo Da Xia.


Srett... Brughh...


Sekarang barulah kaisar Liu yang terkena pedangnya, karena kecerobohan kaisar sendiri yang terlihat melamun melihat permaisurinya yang sudah tak bernyawa sehingga terkena serangan dari Mo Da Xia.


Sedangkan putra mahkota sedari tadi hanya berdiri mematung dengan badan yang bergetar hebat, ia sungguh ketakutan melihat Mo Da Xia dengan penampilan nya yang sekarang, tak ada lagi wajah sombong dan arogan yang tadi ditunjukkan nya hanya wajah pucat pasi lah yang sekarang terlihat.


Mo Da Xia kini berjalan ke arah putra mahkota dengan seringai dibibir nya, benar benar terlihat menyeramkan bahkan putra mahkota sekarang sudah tak sanggup berdiri ketika melihatnya.


"Cih, mana ucapan dan wajah sombong mu tadi" ucap Mo Da Xia berdecih, sekarang pedang nya sudah berganti menjadi belati dengan ukiran naga.


"Mengapa gadis kecil seperti mu bisa bertindak kejam seperti ini" ucap putra mahkota dengan badan nya yang bergetar, namun tak ada jawaban sama sekali yang didapat nya.


Srettt.. Mo Da Xia menyayat wajah putra mahkota dengan belati nya, Mo Da Xia memang sengaja meninggalkan putra mahkota saja untuk disiksa nya karena putra mahkota lah dalang dari semua nya.


"T tolo ng h en tikan" ucap putra mahkota terbata karena rasa sakit yang ia dapatkan.


"Hahaha, hanya dalam mimpi mu" ucap Mo Da Xia yang terus membuat ukiran di seluruh tubuh putra mahkota sampai putra mahkota ambruk dan tak bisa mendudukkan dirinya.


Mo Da Xia yang sudah merasa puas langsung mengeluarkan api biru dari tangan nya dan langsung diarah kan nya ke arah putra mahkota, api biru itu mengeluarkan serangan yang sangat dahsyat orang yang terkena serangan api biru tak akan dapat bereinkarnasi lagi, jiwanya akan benar benar hancur tak tersisa sedikit pun, putra mahkota yang terkena api Mo Da Xia langsung berguling-guling dilantai karena sakit dan panas yang luar biasa ia rasakan secara bersamaan sampai seluruh badannya menjadi abu dan terbang tertiup angin.


Sedangkan Mo Zu An yang berada dikediaman nya sekarang sudah sadar kan diri dan memerintah seluruh tetua dan prajurit yang ada beserta para murid yang ada diklan nya menuju ke istana kekaisaran Liu.


Ketika mereka semua sampai keadaan istana terlihat sangat sepi, namun mereka tidak memperdulikan itu dan langsung menuju ke aula tempat Mo Da Xia dikurung tadi.


Saat sampai mereka melihat pemandangan yang begitu mengejutkan, bagaimana tidak seluruh petinggi bahkan prajurit dan pelayan kekaisaran sekarang sedang bersujud ke arah seorang gadis yang duduk di singgasana kaisar dengan mahkota dikepalanya, dan yang lebih mengejutkan adalah seluruh anggota keluarga kekaisaran bahkan kaisar dan permaisuri tergeletak dengan kepala yang terpisah dari tubuh mereka, terkecuali putra mahkota yang tak terlihat sama sekali, aula pertemuan yang saat ini mereka gunakan memang sangat luas, aula itu juga biasanya digunakan untuk pesta, bukan aula untuk rapat.


"Ti d dak mu ng kin" ucap mereka semua terbata.


.

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan vote yaa 🥰, maaf jika karya author tidak sebagus karya author lainnya, karena author masih pemula, jadi maaf yah jika ada kesalahan dalam penulisan.


.


__ADS_2