RATU PENGUASA SELURUH DIMENSI

RATU PENGUASA SELURUH DIMENSI
CHAPTER 59


__ADS_3

Setengah jam telah berlalu, perlahan cahaya putih yang Mo Da Xia keluarkan kini mulai berangsur angsur menghilang, tampak terlihat wajah Mo Da Xia yang sedikit pucat karena ini adalah pertama kalinya ia menggunakan sihir penyembuhan nya dan itupun untuk menyembuhkan ribuan orang yang ada.


"Yang mulia" teriak Zhou Wei khawatir langsung berlari menuju Mo Da Xia yang tampak terhuyung ke belakang.


"Tidak apa apa" ucap Mo Da Xia dingin.


Mo Da Xia melangkahkan kakinya menuju ke arah Nona muda yang ia lilit dengan sulur nya tadi dengan langkah cepat, kuku ditangan nya yang semula hanya sedikit panjang kini semakin memanjang dan mengeluarkan aura hitam pekat seperti biasanya.


"Apa yang anda lakukan Yang mulia" teriak prajurit khawatir karena sulur besar yang melilit tubuh Nona muda tadi kini telah Mo Da Xia hilangkan.


"Cih, apakah kau bodoh membiarkan ku lepas seperti ini" seringai Nona muda itu merasa senang, namun yang ia ajak bicara justru terus menampilkan raut wajah dingin nya seolah tak perduli dengan apa yang ia ucapkan.


"Berisik" ucap Mo Da Xia datar.


"Beraninya kauu" teriak Nona muda itu kesal, tangannya langsung menarik sebilah pedang yang ia simpan dibalik jubahnya dan langsung berlari menuju tempat Mo Da Xia berdiri.


Tak ingin kalah Mo Da Xia juga langsung melangkahkan kakinya dengan kecepatan yang sangat tinggi menuju ke arahnya tanpa membawa satu pun senjata di tangannya, namun saat berada dihadapannya Mo Da Xia tiba tiba saja menghilang dan tidak terlihat sama sekali keberadaan nya.


"Siall!! kemana perginya dia, kecepatan nya benar benar tidak bisa ku lihat" ucap Nona muda itu kesal.


Scrashhh...tiba tiba Mo Da Xia muncul dibelakangnya dan langsung menusuk perut nya sangat dalam membuat Nona muda itu membelalakkan matanya terkejut karena Mo Da Xia menusuk nya tidak menggunakan pedang melainkan dengan kukunya yang sangat panjang.


"Arghhh...." teriak Nona muda karena merasakan sakit yang luar biasa.


"Uhukkk... uhukk..." banyak darah kembali keluar dari mulutnya karena Mo Da Xia yang semakin memperdalam tusukan nya.

__ADS_1


Swoshh... tiba-tiba angin berhembus dengan sangat kencang, banyak debu debu dan dedaunan yang beterbangan membuat mereka menutup mata agar tidak terkena debu yang sedang beterbangan.


"Mengapa tiba tiba seperti ini" ucap menteri kanan yang jadi kesusahan untuk melihat apa yang terjadi.


Beberapa menit berlalu barulah angin berhenti berhembus kencang, dengan perlahan mereka semua membuka mata untuk melihat apakah ada sesuatu yang terjadi sehingga angin berhembus dengan sangat kencang secara tiba-tiba.


"Hahhh" mereka semua membelalakkan matanya terkejut karena Nona muda yang Mo Da Xia tusuk dengan kuku nya kini telah menghilang.


"Kemana perginya Nona muda itu" ucap seorang pemuda kebingungan.


"Mungkinkah ada seseorang yang membawanya pergi ketika angin berhembus dengan sangat kencang tadi" sahut pemuda lainnya.


Masih banyak lagi ucapan ucapan yang keluar dari mulut para rakyat mengenai Nona muda yang telah menghilang dan tidak diketahui keberadaannya.


"Yang mulia apakah anda tidak ingin menolong rakyat anda yang akan segera mati itu" tanya Zhou Wei melewati telepati.


"Aku tidak perduli" ucap Mo Da Xia datar.


"Anda benar benar kejam Yang mulia" ucap Zhou Wei mengakhiri telepati mereka, kini ia mengetahui bahwa junjungan nya itu juga memiliki tamperamen yang sedikit buruk, itu semua ia ketahui karena Mo Da Xia yang tidak ingin membantu para rakyat yang akan segera mati ditangan seseorang sebentar lagi, rakyat yang Zhou Wei maksud adalah para rakyat yang mengatai Mo Da Xia sebelumnya.


"Yang mulia" ucap sekelompok orang mendekati Mo Da Xia, mereka adalah orang orang yang mengatai Mo Da Xia sebelumnya yang dipimpin oleh seorang wanita paruh baya yang menyamakan Mo Da Xia dengan kaisar bodoh yang telah mati ditangan Mo Da Xia.


Mo Da Xia sama sekali tidak menanggapi panggilan dari sekelompok orang itu matanya hanya menatap lurus kedepan seolah olah tidak mendengar suara sekelompok orang yang terus saja memanggil nya.


"Apakah kau tuli hah" teriak wanita paruh baya yang sudah habis kesabaran nya karena Mo Da Xia yang tak kunjung menjawab panggilan mereka.

__ADS_1


"Lancang!!!" teriak menteri keamanan marah.


"Beraninya kau berteriak pada Yang mulia, apakah kau tidak sadar dengan posisi mu itu" bentak menteri keamanan yang membuat nyali wanita paruh baya langsung menciut, menteri keamanan adalah menteri terkuat dari seluruh menteri yang ada di kekaisaran Bulan darah ini jadi tentu saja ia merasa ketakutan ketika mendapat bentakan dari menteri keamanan.


"Apakah mereka itu bodoh" ejek Lian yang melihat kejadian diluar dari dalam dimensi Mawar hitam, kini mereka tengah bersantai di gazebo yang ada didalam dimensi Mawar hitam karena telah selesai dengan tugas yang Mo Da Xia berikan sebelumnya.


"Dengan tua bangka itu ia merasa takut sedangkan dengan Yang mulia ia tidak merasa takut sama sekali, bukankah ia sudah banyak mendengar tentang kekejaman dan kekuatan Yang mulia yang sangat luar biasa itu" lanjut Lian.


"Mungkin mereka tidak mempercayai rumor yang beredar itu Lian" sahut Lang santai sembari menyeruput teh hijau yang kini menjadi kesukaan nya.


"Itu semua karena mereka adalah orang orang bodoh, rumor yang mengatakan Yang mulia adalah seorang sampah saja mereka langsung mempercayai nya tapi ketika ada rumor yang mengatakan kehebatan yang mulia mereka justru langsung menyangkal dan tidak mempercayainya" ucap Lian kesal karena junjungan nya yang berdekatan dengan sekumpulan orang orang bodoh.


"Berhenti lah mengoceh lihat saja apa yang sebentar lagi terjadi" ucap Lang yang sebenarnya juga kesal dan tidak rela jika junjungan nya akan terus berurusan dengan orang orang bodoh.


____________________


"Hihihihihi" tawa seorang wanita melengking membuat sekumpulan orang yang mendekati Mo Da Xia merasa ketakutan.


"Lakukanlah" seringai Mo Da Xia.


.


Huhh akhirnya author ada waktu buat up ini novel, kemarin² nya author sibuk banget karena ada acara keluarga, author jga agak kurang enak badan kemarin jadi author memutuskan ga up beberapa hari dan Harini akhirnya author bisa up lagiiii, komen yah karena author seneng kalo ada notif komen dari kalian hehe, jangan lupa juga untuk ngasih hadiah, komen dan vote nyaa, love you all🥰


.

__ADS_1


__ADS_2