RATU PENGUASA SELURUH DIMENSI

RATU PENGUASA SELURUH DIMENSI
CHAPTER 88


__ADS_3

"K-kain Mulberry?" Nona muda Yuan terbata dan langsung menatap kearah Mo Da Xia dengan tatapan tak percaya.


Tuan Lai dan Nona muda Lai Ciulu pun menunjukkan senyum remeh serta tatapan menghina mereka kepada sekelompok gadis bangsawan yang sangat arogan itu, sebuah momen yang sangat langka bukan? karena bisa membuat para gadis bangsawan itu terdiam seribu bahasa dengan wajah yang sudah pucat pasi dan menundukkan kepalanya malu.


Prok.. Prok.. Prok..


Mo Da Xia menepukkan kedua belah tangannya membuat ia langsung menjadi pusat perhatian dari seluruh pengunjung yang ada.


"Sungguh drama yang sangat menarik" ucap Mo Da Xia dengan raut wajah yang seolah-olah dirinya sangat puas setelah menonton pertikaian antara para gadis bangsawan dengan Tuan Lai dan putrinya.


"Mengapa Tuan Lai ini sungguh begitu membela diri saya? bukankah kita tidak pernah saling mengenal sebelumnya?" Mo Da Xia berjalan mendekati Tuan Lai yang berdiri bersama dengan Lai Ciulu tak jauh dari tempat dirinya duduk.


"Ahahaha, anda sungguh terlalu percaya diri Nona, bukankah sudah saya katakan sebelumnya jika saya sama sekali tidak membela anda" Tuan Lai berkata sembari tertawa kencang.


"Ini semua hanya demi harga diri kesucian dari Kain Sutra Mulberry yang anda pakai Nona, tentu saja itu semua karena saya sangat begitu mencintai kain-kain sutra yang sangat begitu indah, hahh.. membayangkan nya saja sudah membuat saya merasa sangat bahagia" ucap Tuan Lai sangat konyol dan tak masuk akal.


"Ck, jika seperti itu lebih baik anda diamlah dan jangan ganggu apa yang saya lakukan seperti yang anda lakukan pada para gadis bodoh ini" ucap Mo Da Xia blak-blakan dan tak merasa takut sama sekali.


"Dengan senang hati Nona muda" ucap Tuan Lai membungkukkan badannya dan berjalan mundur agar tak menghalangi jalan Mo Da Xia.


"T-tuan Lai apa yang anda lakukan? mengapa anda justru membiarkannya mendekati kami" ucap Nona muda Yuan terbata sembari melangkah mundur dengan badan yang sedikit bergetar, entah mengapa tiba-tiba saja ia merasakan aura yang sangat kuat keluar dari tubuh Mo Da Xia saat ini padahal tadi ia hanya terlihat seperti seorang sampah yang tak memiliki kekuatan apapun, bahkan tingkat kultivasi nya saja tak terlihat sama sekali.


"Memangnya kenapa? aku hanya menuruti ucapannya saja" ucap Tuan Lai acuh.

__ADS_1


"Ck, lihat saja nanti.. saya pasti akan meluluhlantahkan kediaman keluarga Lai anda itu sampai tak tersisa satu barang pun" marah Nona muda Yuan, tadi saja ia dihalangi untuk mendekati Mo Da Xia tapi sekarang ketika Mo Da Xia yang mendekati mereka Tuan Lai justru memberikan jalan yang sangat luas untuknya, sungguh tidak adil!.


"H h hei berhenti disitu.." ucap Nona muda Yuan ketika melihat Mo Da Xia semakin berjalan mendekat dengan seringai yang tercetak jelas di bibirnya.


"Nona Yuan!! lebih baik kita pergi saja dari sini, gadis itu sungguh terlihat begitu menyeramkan, ayo kita pergi!" bujuk Nona muda Rue menarik tangan Nona muda Yuan dengan wajah ketakutan.


"Jika begitu ayo cepatlah!!" ucap Nona muda Yuan berlari terbirit-birit bersama dengan Nona muda Rue.


"Hm" gumam Mo Da Xia mengangkat salah satu alisnya melihat tingkah bodoh Nona muda Yuan dengan Nona muda Rue, begitu pula dengan para antek-anteknya yang hanya mengikuti saja kemana Nona muda Yuan dan Nona muda Rue pergi, sungguh seperti segerombolan anak ayam yang terus saja mengikuti kemana induknya pergi.


"Berlari lah lebih cepat!! bagaimana nanti jika kita tertangkap oleh gadis itu, meskipun aku memiliki kekuatan namun aura kuat yang memancar dari tubuhnya sungguh berhasil membuat diriku terintimidasi, jika saja kita kau tadi tidak mengajakku untuk pergi, mungkin sekarang diriku sudah menjadi daging cincang oleh gadis itu" ucap Nona muda Yuan mempercepat larinya, ia sungguh tak mengira akan mendapat nasib yang sesial ini hanya karena gara-gara akibat dari kebiasaan buruknya yang selalu ingin berbuat onar dimana-mana.


"Sudah kewajiban ku sebagai sahabat mu Nona Yuan, aku tak ingin kau kenapa-kenapa, jadi oleh sebab itulah aku mengajakmu untuk kabur saja" ucap Nona muda Rue menyamakan kecepatan berlari nya dengan Nona muda Yuan.


"Jaga ucapan mu Nona Mai!! apakah kau tidak sadar akan dirimu? kau bahkan lebih lemah dibandingkan diriku.. bahkan kekuasaan keluarga ku jauh diatas dibandingkan keluarga Li mu itu" balas Nona muda Rue menatap Nona muda Mai jijik.


"Dasar para gadis bodoh!!" teriakan seorang gadis terdengar menggema ditelinga para gadis bangsawan yang sedang bertikai itu.


Srakk...


Tiba-tiba saja dari dalam tanah keluar begitu banyak sekali akar-akar besar, namun entah mengapa akar-akar itu tiba-tiba saja kini justru melilit tubuh para gadis bangsawan itu dan diangkat hingga jarak 20 meter dari permukaan tanah.


"Ada apa ini? siapa lagi yang ingin menghalangi jalanku, keluarlah dan jangan jadi pengecut yang hanya bisa menyerang orang lain secara sembunyi seperti ini!" teriak Nona muda Yuan sambil berusaha melepaskan akar yang meliliti tubuhnya.

__ADS_1


"Dasar buta!" hina Mo Da Xia mengacak tangannya.


"Uhukk.." Nona muda Yuan langsung memuntahkan seteguk darah dari mulutnya tepat ketika Mo Da Xia mengacak tangan kanannya.


"Hei!! meskipun kau sangat kuat tapi jagalah ucapan mu itu, apakah kau tak tahu siapa Nona muda Yuan sebenarnya" teriak Nona muda Lin marah.


"Berisik!" ucap Mo Da Xia mengibaskan tangannya hingga tercipta sebuah pisau angin yang sangat tajam dan langsung melesat dengan cepat menuju Nona muda Lin.


Jlebbb.. Tepat sasaran!! pisau angin itu sungguh tepat mengenai jantung Nona muda Lin dan langsung membuat nya menghembuskan nafas terakhir tanpa adanya perlawanan sedikitpun.


Sringg..


Mo Da Xia mengeluarkan belati kembar bermotif naga miliknya dari dalam dimensi Mawar hitam.


"Waktunya bermain" seringai Mo Da Xia memainkan belati kembar ditangan kanan dan kirinya tanpa memperdulikan ekspresi wajah para gadis bangsawan yang terlihat sangat ketakutan.


"Sepertinya tak ada cara lain" gumam Nona muda Yuan pelan, namun dapat didengar oleh Mo Da Xia dengan sangat jelas.


"Keluarlah dan cepat panggilkan ayahku, katakan padanya bawa para prajurit elit yang berada dikediaman kemari untuk menolongku" ucap Nona muda Yuan dalam hatinya, entah berbicara dengan siapa.


"Baik Nona" patuh orang yang Nona muda Yuan ajak bicara dan langsung keluar dari ruang hampa yang berada ditubuh Nona muda Yuan.


"Mau memanggil bantuan heh!!"

__ADS_1


__ADS_2