
Brughhh... tiga orang gadis dilempar dengan tidak biasa oleh tiga orang berzirah hitam yang tiba tiba muncul dari udara kosong.
"Nona muda" teriak para tetua ketika melihat ketiga gadis yang bertelungkup ditanah dengan tangan dan kaki yang diikat kencang oleh rantai yang mengeluarkan aura hitam yang sangat kuat.
"Apa yang kau lakukan pada adik adikku" teriak Tuan muda Guo Shin geram.
"Seharusnya saya yang bertanya pada kalian, mengapa kalian memperlakukan rakyat saya dengan sesuka hati kalian, memang nya siapa kalian disini hingga bersikap seolah kalian lah yang memimpin kekaisaran Bulan darah ini" ucap Mo Da Xia geram, saat ia berteleportasi ia mendapat telepati dari jendral Xu yang mengatakan jika ada keluarga bangsawan Guo yang masih berkeliaran diluar dan sedang menindas bahkan sampai membunuh para rakyat nya dengan begitu keji, itulah sebab yang membuat amarah Mo Da Xia membludak.
"Hahahaha, tentu saja karena keluarga bangsawan Guo akan menjadi pemilik dari kekaisaran Bulan darah ini, tinggal menunggu ayah pulang maka peperangan akan langsung dimulai" ucap Tuan muda Guo Shin tertawa sombong.
"Oh ya, apakah yang kau maksud adalah dia" tanya Mo Da Xia menjinting kepala Tuan Guo.
"Kauuuu, bagaimana mungkin kau bisa membunuh ayah ku" teriak Tuan muda Guo Shin tak percaya, karena ayah nya adalah seorang yang kuat dan tangguh.
"Karena sekuat dan setinggi apapun kedudukan nya, maka itu semua tak akan berarti sama sekali di mata Yang mulia Ratu Da Xia" ucap Zhou Wei yang baru tiba.
"Dan tentu saja orang lemah seperti ayah mu itu tak akan kuasa untuk menunjukkan kekuatannya karena merasakan ketakutan yang teramat dalam" sahut Lang yang juga baru tiba.
"Siapa kalian" tanya Tuan muda Guo Shin waspada.
"Kau tak memiliki hak untuk mengetahui siapa nama kami" sahut Lang yang langsung diangguki oleh Zhou Wei.
"Sialan" ucap Tuan muda Guo Shin menggenggam erat tangan nya merasakan kesal.
__ADS_1
"Sepertinya mereka terlalu menjunjung tinggi Ratu kecil itu Tuan muda, pasti mereka melakukan hal licik untuk menjebak Tuan besar, bagaimana mungkin Ratu kecil itu memiliki kekuatan yang begitu besar" cemooh Tetua pertama berusaha memprovokasi Tuan muda Guo Shin.
"Kau benar tetua pertama, mereka pasti telah melakukan hal licik agar bisa membunuh ayah" ucap Tuan muda Guo Shin.
"Meskipun ayah telah mati kita tetap akan melakukan peperangan pada mereka, dan sepertinya kita sangat beruntung karena Ratu kecil berada disini tanpa ada pengawalan ketat disampingnya" lanjutnya seolah olah tak takut dengan penampilan Mo Da Xia yang teramat seram, sepertinya meskipun keluarga Guo adalah keluarga bangsawan yang memiliki generasi muda jenius, namun sepertinya otak mereka begitu bodoh sehingga aura kuat yang terpancar dari tubuh Mo Da Xia mereka anggap biasa saja.
"Kalian semua, serang diaa!!!!" perintah Tuan muda Guo Shin pada seratus ribu pasukan keluarga nya.
"Serangggg" teriak seratus ribu prajurit berlari menuju Mo Da Xia, Lang dan Zhou Wei dengan mengangkat pedang ditangan mereka masing masing.
Brughhh... Brughhh.. Brughhh... suara prajurit saling bertabrakan karena pasukan terdepan berhenti secara tiba-tiba.
"Heii!! mengapa kalian berhenti, cepat maju lah" teriak seorang prajurit yang berada dibarisan tengah, namun tak ada sahutan sama sekali yang ia dapatkan.
Trakk... trakk... trakk... dua ratus pasukan ras iblis Mo Da Xia memasuki gerbang dengan hentakan kaki serempak yang dipimpin oleh seorang pemuda tampan dibarisan paling depan, nampak terlihat zirah hitam yang melekat di tubuh mereka bersamaan dengan aura hitam yang juga menguar dari tubuh mereka, namun tak hanya itu,
Swosshhh... cahaya putih yang menyilaukan kini memenuhi penglihatan mereka membuat mereka menutup mata dengan telapak tangan, namun mata mereka tetap berusaha untuk melihat apa yang timbul dari cahaya putih terang itu.
Melihat apa yang keluar dari cahaya putih itu Tuan muda Guo Shin, para tetua beserta seluruh prajurit serta seluruh keluarga bangsawan yang berada di tempat yang akan terjadi pertarungan itu membelalakkan mata mereka, pasukan ras iblis Mo Da Xia saja sudah membuat mulut mereka menganga lebar, dan sekarang kembali terlihat dua ratus pasukan dewa dengan Zirah berwarna putih yang dipimpin seorang pemuda tampan keluar dari cahaya yang menyilaukan.
Namun sepertinya keterkejutan mereka tak berhenti disitu saja, pohon pohon besar yang mengelilingi seluruh kediaman bangsawan Guo tiba tiba bergerak seperti manusia dan memasuki kediaman keluarga bangsawan Guo, dari dalam tanah keluar banyak sekali akar akar besar dan langsung berkumpul seperti layaknya pasukan disamping kanan pasukan ras iblis karena disamping kiri telah diisi oleh pasukan ras dewa.
"Apa-apaan semua ini" ucap Tuan muda Guo Shin yang tak dapat membendung rasa terkejut nya lagi ketika melihat pohon pohon besar dan juga akar akar besar yang keluar dari dalam tanah itu juga berubah menjadi manusia yang mengenakan zirah berwarna hijau.
__ADS_1
"Tidak, tidak mungkin" ucap tetua ke empat menggelengkan kepalanya tidak percaya.
"Tuan muda, siapa sebenarnya orang yang kau singgung itu, seperti nya hidup kita semua akan berakhir disini" ucap tetua ke empat, jika bisa menangis darah mungkin sekarang matanya akan mengeluarkan darah yang sangat banyak karena meratapi nasib nya yang sangat buruk.
"Apa maksud mu tetua ke empat" tanya tetua ketiga mengernyit heran, tetua ke empat adalah orang yang sangat pendiam dan selalu tenang jika menghadapi masalah, namun sekarang ia terlihat begitu gelisah hanya karena melihat 603 pasukan yang tiba tiba muncul dibelakang orang yang mereka panggil Ratu kecil itu.
"Pasukan itu, pasukan itu, pasukan itu" ucap tetua ke empat mengulang ulang ucapannya, wajahnya sangat nampak terlihat jika ia sedang gelisah.
"Bicaralah yang benar tetua ke empat" tekan Tuan muda Guo Shin menatap tajam tetua ke empat.
"Mereka adalah orang orang dari dimensi lain Tuan muda" ucap tetua ke empat membuat seluruh mata menatap ke arah nya, keluarga bangsawan Guo memang mengetahui jika ada dimensi lain selain yang mereka tinggali sekarang, namun mereka sungguh tidak mengetahui jika para pasukan yang berdiri dibelakang Mo Da Xia adalah dari dimensi yang berbeda itu.
"Sepertinya gadis itu bukanlah gadis biasa, memiliki pasukan yang begitu hebat dari tiga dimensi yang berbeda, bahkan dari apa yang ku lihat pasukan nya itu adalah orang orang yang memiliki kasta tinggi dari ras mereka masing masing" ucap tetua ke empat.
"Bagaimana ini" ucap tetua kelima yang sekarang ikut merasakan gelisah.
"Kita tidak akan mundur" ucap Tuan muda Guo Shin yang tetap kekeh dengan kehendaknya, matanya menatap ke arah Mo Da Xia yang kini sudah berpindah tempat dan berdiri didepan ketiga jendral, Lang, Zhou Wei dan Mo Lou Shen, yang berarti ialah yang berdiri dibarisan paling depan dengan jubah api merah yang berkibar tertiup angin malam.
"Tak ku sangka akan melakukan perang saudara seperti ini" gumam Mo Da Xia.
.
Like, komen, hadiah dan vote nyaa dongg readers 🤗
__ADS_1
.