RATU PENGUASA SELURUH DIMENSI

RATU PENGUASA SELURUH DIMENSI
CHAPTER 66


__ADS_3

"Ya ang mu lia" ucap Lian terbata dan berusaha mendudukkan tubuhnya hingga ia memuntahkan seteguk darah karena terlalu memaksakan diri dengan kondisinya yang sudah semakin memburuk.


"Bertahanlah" ucap Mo Da Xia dengan air mata yang tak berhenti mengalir.


Dengan sisa kekuatannya Mo Da Xia berusaha menyembuhkan Lian dengan kekuatan penyembuhan nya yang berasal dari elemen cahaya, meskipun kuat tentu saja pertempuran nya dengan ketiga pria penguasa tadi membutuhkan energi spiritual yang begitu besar sehingga menyebabkan energi spiritual nya hanya tersisa lebih dari setengah didalam dantian nya.


Setengah jam telah berlalu, Mo Da Xia tetap meletakkan tangannya di atas tubuh Lian dan menyalurkan kekuatan penyembuhannya, energi spiritual nya pun kini telah berkurang begitu banyak karena kekuatan penyembuhan yang ia berikan pada Lian adalah kekuatan penyembuhan tingkat tinggi.


"Uhukk..." Mo Da Xia memuntahkan seteguk darah dari mulutnya karena energi spiritual nya yang dipaksa keluar dengan sangat cepat.


"Adik! gege mohon jangan paksakan dirimu" ucap Mo Zu An khawatir dengan kondisi Mo Da Xia, mungkin hanya beberapa menit lagi adiknya itu akan sampai di ambang batas nya, namun usahanya benar-benar seperti hanya sia-sia saja karena Lian tetap terlihat pucat seperti sebelumnya bahkan badannya kini terlihat sedikit membiru akibat racun mematikan yang bersarang di tubuhnya.


"Yang dia katakan benar adik, gege juga memohon padamu agar tidak memaksakan diri seperti ini" ucap Mo Lou Shen yang juga berusaha menghentikan tindakan Mo Da Xia yang keras kepala untuk menyembuhkan Lian yang bisa dikatakan sudah tidak ada harapan untuk hidup lagi karena penyebaran racun yang sudah terlalu parah.


"Diammm" teriak Mo Da Xia menatap tajam kearah mereka berdua dengan badan yang bergetar, nampak jejak ketakutan dibola matanya, ketakutan akan kehilangan bawahan yang sudah ia anggap sebagai saudara nya dan begitu ia sayangi seperti ia menyayangi keluarga nya meskipun hal itu tak pernah ia tampakkan dihadapan banyak orang.


Bagaikan orang sudah tidak waras, Mo Da Xia terus saja menyalurkan kekuatan penyembuhannya pada Lian yang kini tubuhnya semakin membiru dan semakin pucat, bahkan ia kini menambah kekuatan penyembuhan yang awalnya hanya ditingkat tinggi kini menjadi tingkat yang lebih tinggi lagi membuat energi spiritual nya semakin terkuras dengan sangat deras.


"Uhhukk... uhukkk..." lagi dan lagi Mo Da Xia kembali memuntahkan darah segar dimulutnya.


"Hentikannn" teriak Mo Zu An menarik Mo Da Xia karena tak tahan lagi melihat kelakuan adiknya yang begitu keras kepala, sekuat apapun ia menyalurkan kekuatan penyembuhannya maka akan tetap percuma saja karena tak ada dampak yang terjadi pada tubuh Lian dikarenakan keadaan Lian yang begitu parah akibat penyebaran racun yang sangat cepat keseluruh tubuhnya, justru ialah yang akan kehilangan nyawanya jika masih saja memaksakan diri untuk menyembuhkan Lian.


"Lepas!!!" teriak Mo Da Xia mendorong Mo Zu An membuat Mo Zu An terpental kebelakang.


"Gege, aku mohon bertahanlah, aku akan menyembuhkan mu gege hiks.. aku akan menyembuhkanmu" ucap Mo Da Xia kembali menyalurkan kekuatan penyembuhannya pada tubuh Lian dengan air mata yang terus saja mengalir begitu deras.

__ADS_1


"Uhukk... Tidak perduli bagaimana keadaanku, kau harus kembali gege, kau harus kembali" ucap Mo Da Xia menyeka darah dibibirnya.


Semua orang disekitarnya hanya mampu menundukkan kepala mereka tak mampu menatap keadaan Mo Da Xia, bahkan Lang dan Zhou Wei kini ikut menitikkan air mata mereka ketika melihat salah satu rekan yang biasa bersama mereka setiap hari dengan penuh canda dan tawa kini justru berbaring tidak berdaya.


"Hentikan adik kumohon hentikann" ucap Mo Zu An prustasi dan berusaha menarik Mo Da Xia kembali.


"Jangan menyentuhku" teriak Mo Da Xia marah.


"Adik" panggil Lian yang untuk pertama kalinya memanggil Mo Da Xia dengan sebutan itu, bahkan mungkin untuk terakhir kalinya?.


"Hentikanlah" ucapnya tersenyum lemah, dengan susah payah tangannya menggapai tangan Mo Da Xia yang menyalurkan kekuatan penyembuhan untuknya.


"Tidakk, sebelum semua racun itu hilang aku tak akan pernah berhenti" ucap Mo Da Xia membantah ucapan Lian.


"Gege mohon" ucap Lian menatap Mo Da Xia dengan air mata yang menetes.


"Maafkan gege" ucap Lian mengusap kepala Mo Da Xia lembut.


"Jaga dirimu baik-baik, maafkan gege karena tidak bisa melindungi dirimu lagi, kau harus tetap tersenyum dan bahagia dan tetaplah bijaksana pada para rakyat mu, kau juga harus mengurangi kekejaman mu itu hehe" ucap Lian yang sempat sempat nya bercanda diakhir ucapannya.


"Tidakk... apa yang gege ucapkan, gege tidak boleh pergi, gege tidak boleh meninggalkan aku" teriak Mo Da Xia histeris, bahkan ia semakin mempererat pelukannya pada Lian sehingga membuat hanfu Lian menjadi basah akibat tetesan air mata nya.


"Maafkan gege adik" ucap Lian kembali menetes air matanya.


Dengan perlahan mata Lian tertutup dengan sempurna, begitu pula dengan tangannya yang tadinya mengusap kepala Mo Da Xia dengan lembut kini telah terjatuh kebawah, denyut jantung yang tadinya terdengar begitu kencang ditelinga Mo Da Xia kini tiba-tiba saja berhenti berdetak.

__ADS_1


"Gege" gumam Mo Da Xia dengan suara bergetar ketika mendengar suara detak jantung Lian yang berhenti.


"Gegeee" teriak Mo Da Xia menggema disertai turunnya hujan yang sangat deras seolah ikut bersedih akan rasa kehilangan yang Mo Da Xia rasakan, bahkan pancaran kesedihan nya kini langsung menyebar hingga keseluruh dimensi didunia kultivator.


"Ada apa ini, mengapa aku merasakan pancaran kesedihan yang teramat dalam, siapakah gerangan orang yang bersedih ini hingga alam pun ikut bersedih atas dirinya" ucap seorang pria paruh baya berdiri diteras rumahnya menatap langit yang tiba-tiba saja mendung dan menghujani desanya dengan begitu deras dengan membawa pancaran kesedihan yang membuat dirinya ikut merasa gelisah dan sedih yang tidak tahu apa penyebabnya.


_____________________


Dengan perlahan Mo Da Xia kembali meletakkan Lian diatas tanah dengan pandangan yang tak pernah ia lepaskan dari wajah Lian.


Sringgg... Tiba-tiba saja Mo Da Xia mengeluarkan sebuah pedang kembar yang tak pernah ia sentuh dan ia pakai selama ini, pedang kembar itu hanya ia simpan di dalam peti hitam di dimensi Mawar hitam miliknya.



Visual tampilan Mo Da Xia saat ini, anggap saja hanfunya yang tertutup yah, dan anggap saja umurnya saat ini masih berumur sebelas tahun.


...----------------...


Mo Da Xia berjalan melangkah menuju para pasukan musuh dengan pedang kembar ditangannya yang disertai dengan pancaran kesedihan dan kemarahan yang menyatu, tak ada satupun yang berani menghentikan langkahnya, bahkan mereka langsung menyingkirkan badan mereka sebelum Mo Da Xia sampai didepan mereka.


"Gara-gara kalian aku jadi kehilangan gege ku" gumam Mo Da Xia menatap para pasukan musuh dengan tatapan kebencian.


"Maka, Jangan salahkan aku jika aku bertindak kejam!!" ucap Mo Da Xia yang langsung berlari kencang.


.

__ADS_1


Kalo kalian ingin gabung digrup chat Novel ini, maka langsung saja chat ke nomor author yg tertera dibab sebelumnya dan langsung sebutkan nama kalian.


.


__ADS_2