RATU PENGUASA SELURUH DIMENSI

RATU PENGUASA SELURUH DIMENSI
CHAPTER 43


__ADS_3

"Tuan Guo apakah kau yakin jika para pembunuh bayaran itu berhasil membunuh Ratu kecil itu" tanya Tuan Luan dengan wajah khawatir, jika para pembunuh bayaran gagal membunuh Ratu kekaisaran Bulan darah, maka sudah dapat dipastikan jika hidup mereka tidak akan lama lagi.


"Apakah kau tidak ingat dengan apa yang ia katakan waktu itu" tanya Tuan Luan lagi sambil mengetuk ngetukan jari nya di meja.


"Diamlah! tentu saja aku ingat dengan ucapannya itu" ucap Tuan Guo menatap tajam kearah Tuan Luan, ia pun juga begitu takut sekarang, itu semua karena kebodohan mereka yang menantang sang Ratu kekaisaran Bulan darah secara terbuka.


FLASHBACK ON..


Mo Da Xia berjalan keluar dari aula pertemuan setelah mengatakan jika ia ada urusan penting yang harus ia selesaikan.


Tak... Tak... Tak... suara langkah kaki Mo Da Xia menggema di lorong istana yang cukup sepi.


"Hm.." gumam Mo Da Xia dengan muka datarnya.


"Apakah kalian tidak terima dengan aturan yang saya ucapkan tadi" tanya Mo Da Xia yang entah pada siapa tanpa menghentikan langkah kaki nya.


Syuttt... tiba-tiba sebuah belati meluncur kearah nya dengan sangat cepat.


Swoshh... Ting... suara belati yang menabrak dinding lorong istana karena kibasan tangan dari Mo Da Xia.


"Cih, sangat lambat" ucap Mo Da Xia berdecih. Mo Da Xia membuat dua bola api kecil ditangannya lalu ia lemparkan ke arah belakang dengan kecepatan yang tidak bisa dilihat.

__ADS_1


"Arghhh.. panas.. panas.. " teriak dua orang yang mengikuti Mo Da Xia sedari tadi.


"Ya ampun, ada apa dengan kalian berdua" tanya Mo Da Xia menghentikan langkahnya dan berpura-pura terkejut ketika melihat dua orang yang tengah bersusah payah memadamkan api yang membakar pakaian mereka.


"Heiii! Ratu kecil cepatlah padamkan api ini, aku sangat yakin jika kaulah yang melakukan nya" teriak salah satu dari dari mereka karena tak ada satupun dari mereka yang memiliki elemen api.


"Baiklah baiklah" ucap Mo Da Xia dengan wajah khawatir.


Swoshh... bukannya memadamkan api nya, Mo Da Xia justru kembali melemparkan dua bola api kecil pada dua orang itu.


"Arghhh.. apa yang kau lakukan" teriak yang satu nya lagi.


"Katakan apa yang kalian inginkan" ucap Mo Da Xia dingin.


"Hahahaha, baiklah baiklah, karena kau telah berbaik hati sudah memadamkan api ini, maka kami akan mengatakan tujuan kami" ucap salah satu dari mereka.


"Katakanlah Tuan Guo, waktu saya akan terbuang sia sia jika hanya mendengarkan omong kosong kalian" ucap Mo Da Xia datar.


"Cih, kau hanyalah gadis kecil yang sedang beruntung sehingga bisa merebut tahta kekaisaran, tapi tenang saja kami akan merebut kembali tahta kekaisaran dan kau hanya tinggal nama saja, hahahaha" ucap Tuan Guo tertawa keras.


"Hahaha, benar apa yang dikatakan oleh Tuan Guo, kau akan mati ditangan para pembunuh bayaran yang telah kami sewa, selamat jalan Ratu kecil" ucap Tuan Luan menyahuti ucapan Tuan Guo dengan wajah mengejeknya.

__ADS_1


"Ckckck, sungguh orang bodoh yang malang" ucap Mo Da Xia menggelengkan kepalanya menyayangkan perbuatan bodoh dari kedua kepala keluarga bangsawan kelas atas itu.


"Tidak ada yang namanya keberuntungan jika kau tidak memiliki kekuatan, sebaiknya pikirkan lah lagi dengan apa yang ingin kalian lakukan karena saya bukanlah orang baik yang akan mengampuni orang yang telah berani menyinggung saya, bagaimana kalian bisa berfikir saya yang seorang Ratu dari kekaisaran Bulan darah ini bisa dikalahkan oleh para pembunuh bayaran rendahan seperti mereka" ucap Mo Da Xia datar dan langsung berteleportasi meninggalkan kedua kepala bangsawan yang tengah termenung memikirkan apa yang Mo Da Xia ucapkan tadi.


"Apakah kau berfikir akan menggagalkan rencana kita" tanya Tuan Luan.


"Tidak, sampai kapanpun itu aku tak akan menggagalkan nya, kita harus mengambil kembali tahta kekaisaran agar dapat merampas semua yang dimiliki para rakyat rendah secara percuma" ucap Tuan Guo, padahal sebenarnya ia sedang khawatir karena takut pembunuh bayaran yang telah mereka sewa akan gagal membunuh Ratu kekaisaran Bulan darah.


FLASHBACK OFF..


"Dia pasti bisa dibunuh oleh para pembunuh bayaran itu, bukankah tidak mungkin jika puluhan orang bisa dikalahkan oleh Ratu kecil itu seorang diri" ucap Tuan Guo.


Tok... Tok... Tok... Ketukan pintu yang terdengar langsung menghentikan pembicaraan mereka berdua.


"Tuan.. ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda berdua" suara seorang gadis terdengar dari luar.


"Siapa orang yang ingin bertemu dengan kita Tuan Luan" tanya Tuan Guo.


"Entahlah, kita akan mengetahui nya setelah membuka pintu itu" ucap Tuan Luan yang langsung berjalan kearah pintu untuk melihat siapa yang ingin bertemu dengan mereka berdua.


"Siapa" tanya Tuan Luan membuka pintu ruangan, tapi ternyata tidak ada satu orang pun yang terlihat didepan pintu.

__ADS_1


"Cih, berani beraninya mempermainkan kepala bangsawan Luan" gumam Tuan Luan mengepalkan tangannya merasa kesal dan ingin membalikkan badannya, namun...


Brughhh... Tuan Luan terlempar menabrak dinding ruang makan VVIP dengan sangat keras sehingga membuat dinding nya hancur, bahkan ia terlempar jauh ketanah lapang di samping restoran.


__ADS_2