
Mo Da Xia beserta dengan Zhou Wei dan Lang langsung saja mengikuti Nona muda Zhu Linyu dari jarak yang lumayan jauh serta menyembunyikan aura mereka agar tidak akan menimbulkan kecurigaan dari orang yang mereka ikuti.
Sedangkan Nona muda Zhu Linyu terus saja berlari menuju wilayah Istana kekaisaran Bulan darah tanpa memperhatikan sekitarnya dan tak curiga sama sekali apakah ia sedang diikuti atau tidak oleh orang lain.
"Jiejie" teriak Nona muda Zhu Linyu tiba-tiba berhenti dan melambaikan tangannya pada seseorang yang sedang berbelanja disalah satu kedai yang menjual manisan buah tak jauh dari gerbang istana kekaisaran Bulan darah.
Mendengar ada suara orang yang begitu dikenalnya gadis yang sedang berbelanja manisan buah itupun langsung membalikkan badannya dan langsung menunjukkan senyum termanis serta tatapan hangatnya.
"Meimei! kemarilahh" ucap gadis tersebut melambaikan tangannya serta memerintahkan Nona muda Zhu Linyu untuk mendekat kearahnya.
"Aku datangg" seru Nona muda Zhu Linyu berlari seperti seorang anak kecil yang begitu polos kearah gadis yang katanya adalah kakak nya serta Ratu Da Xia.
Berbeda dengan Nona muda Zhu Linyu yang terlihat begitu senang dan manja, Mo Da Xia beserta Zhou Wei dan Lang justru berdiri mematung ketika melihat seseorang yang dipanggil jiejie oleh Nona muda Zhu Linyu itu.
"Siapa dia" gumam Lang menatap tak percaya kearah gadis yang berbelanja manisan buah itu, bahkan ia sampai menggosok matanya berulang kali takut dirinya salah lihat, namun berulang kali pula ia justru melihat hal yang sama.
"Yang mulia" ucap Zhou Wei pula ketika melihat orang yang sama dengan yang Lang lihat.
"Bagaimana mungkin" gumam Zhou Wei dalam hati, orang yang dilihatnya sungguh benar-benar persis seperti junjungan nya, tak ada satupun hal yang dapat ia lihat untuk membedakan keduanya, rambut putih panjang yang sama, lekuk tubuh yang sama, bahkan hanfunya pun juga sama berwarna merah darah.
"Kurang ajar" geram Mo Da Xia mengepalkan tangannya erat dan langsung berjalan dengan cepat menuju Nona muda Zhu Linyu dan gadis yang serupa dengan dirinya dengan mata yang sudah berubah menjadi merah.
__ADS_1
"Manis" gumam Mo Da Xia terhenti, mengapa tiba-tiba saja lidah nya seperti merasakan sesuatu yang manis, padahal ia sekarang sedang tak ada memakan sesuatu didalam mulutnya.
"Apa maksud semua ini" ucap Mo Da Xia benar-benar kebingungan, rasa manis itu selalu saja datang ketika gadis yang sangat mirip dengannya itu memakan manisan buah yang ia beli dikedai bersama dengan Nona muda Zhu Linyu.
Namun saat Mo Da Xia ingin kembali berjalan menuju Nona muda Zhu Linyu dan gadis itu, tiba-tiba saja ada sebuah panah yang melesat dengan kecepatan tinggi mengarah pada mereka berdua.
Syutt...
"Arghhh..." teriak gadis yang mirip dengan Mo Da Xia kesakitan karena panah itu berhasil melukai pergelangan tangan sebelah kanan nya.
"Yang mulia" teriak Zhou Wei dan Lang tiba-tiba berlari mendekat kearahnya dengan wajah panik.
"Ada apa" tanya Mo Da Xia berbalik tanpa menyadari pergelangan sebelah kanannya yang kini dipenuhi oleh darah segar yang keluar dari luka goresan seperti terkena panah yang meleset.
"Eh" sadar Mo Da Xia menatap pergelangan tangannya yang entah mengapa tiba-tiba saja ada luka menganga dan terus saja mengeluarkan darah segar.
"Ini" gumam Mo Da Xia menatap pergelangan tangannya dengan gadis yang mirip dengannya secara bergantian, luka yang ada ditangan nya sangat persis seperti yang ada pada dipergelangan tangan gadis itu.
Tak ingin kehilangan darah yang begitu banyak Mo Da Xia langsung saja menyembuhkan luka ditangannya dengan kekuatan penyembuhan murni, hanya dalam beberapa detik saja luka yang menganga itu langsung kembali tertutup rapat tanpa sedikitpun bekas luka yang terlihat ditangannya, seolah-olah ia tidak pernah mendapatkan luka itu.
Sedangkan disisi lain tiba-tiba saja diwajah gadis yang mirip dengan Mo Da Xia itu terlihat jejak kepanikan serta kemarahan yang berusaha ia sembunyikan sembari menatap sekelilingnya berusaha mencari sesuatu atau mungkin seseorang? yang berhasil membuat dirinya panik.
__ADS_1
"Apakah dia berada disekitar sini" gumam nya panik namun ada jejak kemarahan yang terpancar dimatanya ketika melihat pergelangan tangannya yang tiba-tiba saja kembali pulih seperti semula, bahkan dirinya masih belum melakukan teknik penyembuhan, namun lukanya justru sudah pulih seperti semula.
"Jiejie, apa jiejie baik-baik saja" tanya Nona muda Zhu Linyu polos sembari memakan manisan buah yang diberikan oleh gadis didepannya itu.
"Ya meimei, jiejie baik-baik saja, tapi sepertinya jiejie harus pergi terlebih dahulu karena ada hal penting yang harus jiejie selesaikan" ucapnya tersenyum manis mengusap kepala Nona muda Zhu Linyu dengan lembut, sungguh terlihat jika dia benar-benar begitu menyayangi Nona muda Zhu Linyu, itu semua dapat terlihat dari bagaimana dirinya memperlakukan Nona muda Zhu Linyu yang benar-benar begitu tulus.
"Tapi jiejie" ucap Nona muda Zhu Linyu menghentikan ucapannya dan menundukkan kepalanya karena tidak ingin jiejie nya itu melihat jika kini wajahnya sudah dipenuhi dengan buliran-buliran bening yang terjatuh dari matanya, padahal ia belum sempat mengatakan apa yang terjadi dengannya hari ini, tapi jiejie nya justru mengatakan ada urusan penting secara tiba-tiba sekali.
Grepp...
Gadis itu langsung membawa Nona muda Zhu Linyu kedalam pelukannya karena merasa bersalah, tentu saja ia mengetahui jika saat ini adik kesayangannya itu tengah menangis karena ditinggalkan dirinya secara tiba-tiba seperti sekarang.
"Maafkan jiejie, tapi jiejie benar-benar harus pergi sekarang" ucap gadis itu melepaskan pelukannya sembari tersenyum tipis.
"Baiklah.. hiks" ucap Nona muda Zhu Linyu sesegukan yang membuat gadis didepannya menjadi semakin merasa bersalah ketika harus meninggalkan secara tiba-tiba seperti ini.
"Jaga dirimu baik-baik" ucap gadis itu dan langsung melesat dengan kecepatan tinggi menuju kearah luar wilayah Istana kekaisaran Bulan darah.
"Eitsss... mau kemana hm?"
.
__ADS_1
Komen guys komen🗿
.