
"Tapi Yang mulia, itu semua memerlukan jutaan koin emas setiap tahunnya" sela perdana menteri kanan.
Mendengar apa yang diucapkan oleh Perdana menteri kanan, Mo Da Xia tanpa basa-basi langsung mengeluarkan segunung koin emas beserta emas, permata dan berlian yang memang tercampur dengan koin emas karena Mo Da Xia belum memisahkan nya.
"Itu semua hanyalah beberapa persen dari semua yang saya miliki, apakah masih kurang" tanya Mo Da Xia mengerutkan keningnya, ia memang kurang mengerti tentang penggunaan uang yang ada didunia kultivator ini.
"C cu k up Ya ang Mu l ia" ucap perdana menteri kanan terbata bata ketika melihat segunung besar tumpukan koin emas dan yang lainnya.
"Bagaimana ini semua tidak cukup, bahkan itu dapat membayar upah kami selama puluhan tahun kedepan" ucap perdana menteri kanan didalam hati sembari mengelus dada karena mendapatkan pertanyaan konyol dari Ratu nya.
"Baiklah" ucap Mo Da Xia kembali memasukkan koin emas beserta emas, permata dan berlian nya kedalam kalung dimensi dan kembali mengeluarkan segunung kantung kantung yang lumayan besar ditempat ia meletakkan koin emas sebelumnya.
"Paman paman dan bibi bibi mohon berbarislah" pinta Mo Da Xia pada rakyat nya dan langsung mereka turuti walau tidak mengetahui apa yang Ratu mereka inginkan, namun disisi lain mereka merasa senang karena ternyata Ratu mereka adalah orang yang berhati mulia tidak seperti kaisar terdahulu mereka yang sangat kejam terhadap rakyatnya.
__ADS_1
"Majulah paman" ucap Mo Da Xia pada pria paruh baya yang berdiri dibarisan paling depan, pria paruh baya yang merasa dipanggil Mo Da Xia pun langsung berjalan mendekat kearah Mo Da Xia dengan kepala yang terus menunduk.
"Angkatlah kepala kalian, apakah lantai itu lebih menarik dibandingkan saya" ucap Mo Da Xia datar sehingga membuat para rakyat kalang kabut mereka bingung berbuat apa, mereka hanya merasa tidak sopan jika rakyat biasa seperti mereka begitu lancang menatap langsung kearah sang Ratu kekaisaran Bulan darah.
Tapi karena mereka tak ingin membuat Ratu yang baik hati seperti Mo Da Xia marah akhirnya mereka semua mengangkat kepala dan langsung melihat ke arah Mo Da Xia berdiri "Takjub dan gemas" itulah yang mereka semua rasakan secara bersamaan ketika menatap Ratu mereka, bagaimana tidak? wajah yang sangat cantik dengan kulit yang seputih salju dan tentu saja dengan pipi nya yang sedikit chuby berwarna kemerahan, sungguh ciptaan yang membuat para wanita merasa iri ketika melihatnya.
"Paman, mengapa anda berhenti disitu" tanya Mo Da Xia terkekeh kecil ketika melihat pria paruh baya yang ia panggil tadi berdiri mematung tak jauh dari tempatnya berdiri.
"Apa pekerjaan paman" tanya Mo Da Xia ketika pria paruh baya itu sudah berjarak satu meter darinya.
"Saya bekerja sebagai kuli panggul Yang mulia" jawab pria paruh baya itu dengan senyuman yang tak pernah luntur, baginya bekerja apapun itu selagi halal ia tidak akan pernah mengeluh.
Melihat kegigihan para rakyat nya membuat Mo Da Xia yakin jika ia bisa membuat kekaisaran berjaya hanya dalam beberapa bulan saja.
__ADS_1
"Ini untuk paman, gunakanlah untuk memenuhi kebutuhan hidup paman dan mulai lah kehidupan baru dengan koin emas ini" ucap Mo Da Xia memberikan sekantung koin emas yang berisikan lima ratus keping koin emas, pria paruh baya itu pun langsung menerima pemberian Mo Da Xia dengan tangan yang bergetar, ini adalah pertama kali baginya memegang koin emas yang begitu banyak selama hidupnya, air mata haru pun terus saja menetes diwajahnya.
"Terimakasih Yang mulia, terimakasih atas kebaikan yang telah anda berikan" ucap pria paruh baya itu sambil membungkukkan badannya berkali-kali.
"Tidak mengapa, itu sudah kewajiban saya sebagai Ratu satu satunya kekaisaran Bulan darah ini" ucap Mo Da Xia dengan senyum kecil.
Mo Da Xia terus memberikan kantung kantung yang berisikan koin emas itu pada seluruh rakyat nya hingga dua jam berlalu akhirnya semuanya selesai, Mo Da Xia langsung berpamitan kepada seluruh rakyat nya untuk meninggalkan acara terlebih dahulu dengan alasan ada urusan penting yang harus ia selesaikan setelah memerintah mereka semua agar menikmati kembali pesta yang diadakan setelah penobatan nya.
"Kalian keluarlah" ucap Mo Da Xia pada pengikut setianya yang dikalung dimensi ketika ia sudah berada di hutan yang berada tak jauh dari istana kekaisaran.
"Kami Yang mulia" ucap mereka serempak sambil membungkukkan badan mereka sebentar.
"Minghu tunjukkan padaku letak istana kekaisaran Mawar hitam" perintah Mo Da Xia.
__ADS_1