
Beberapa menit berlalu, tak ada satupun gerak gerik yang terlihat mencurigakan disekitarnya.
"Apakah aku salah mengira, tapi itu sudah nampak terlihat jika serangan ku telah digagalkan oleh seseorang" gumam Huang Jian dalam hati.
Huang Jian pun kini kembali mengumpulkan seluruh kekuatan pada telapak tangannya dan kembali menyerang ke semua peti dihalaman istana kekaisaran Mawar hitam.
Bommm.....Duarrrr......
Lagi dan lagi serangan dari Huang Jian tak berdampak sedikit pun pada seluruh peti yang ada.
"Sialll"
"Siapa yang telah berani menggagalkan serangan ku" ucap Huang Jian yang kini menjadi sangat yakin jika ada orang lain disekitarnya dan menggagalkan serangannya, ia terlihat mengepalkan tangannya menahan amarah.
"Cih, hanya pengecut lah yang tidak berani menunjukkan wujudnya setelah berani menggagalkan serangan orang lain" decih Huang Jian.
"Hahahaha" terdengar tawa seorang gadis kecil menggema disekitarnya, membuat Huang Jian melihat kesekeliling mencari cari asal suara tersebut.
"Ternyata kau tidak hanya lemah, ternyata kau juga orang yang sangat bodoh, hahahaha" ucap gadis kecil itu sarkas, tak lupa dengan tawa mengejek nya.
"Diamlah dan tunjukkan wujud mu gadis j*lang" ucap Huang Jian yang terlihat sangat kesal karena merasa dipermainkan oleh orang yang suaranya terdengar seperti seorang gadis kecil.
"Benar benar lemah dan bodoh" ucap gadis kecil itu lagi yang langsung melompat turun dari pohon yang lumayan besar tak jauh dari tempat Huang Jian berdiri.
"Bagaimana mungkin aku tak merasakan kehadiran mu gadis kecil" tanya Huang Jian waspada ketika melihat gadis kecil itu berjalan mendekat kearahnya, itu adalah Xie Zuya yang sedari tadi telah sampai dan duduk diatas pohon besar tadi.
__ADS_1
"Apakah kau tidak menyadarinya jika kau..." ucap Mo Da Xia yang sengaja ia gantung.
"Apa" tanya Huang Jian tak sabaran.
"BODOH" tekan Mo Da Xia dengan senyuman mengejeknya.
"Kau sungguh gadis kecil yang sangat menyebalkan" ucap Huang Jian yang langsung menyerang Mo Da Xia dengan kekuatan kegelapan hasil dari ia menyembah iblis dari dunia para iblis.
Syuttt.... serangan Huang Jian melesat dengan cepat kearah Mo Da Xia, namun dengan santai Mo Da Xia mengibaskan tangannya sehingga serangan itu berbalik kearah Huang Jian dengan kecepatan dua kali lipat, bahkan ia juga menambah kekuatan nya pada serangan itu.
Brughhh... suara Huang Jian ambruk karena tidak bisa menghindari serangan balik dari Mo Da Xia yang terlihat sangat cepat.
Melihat Huang Jian yang telah ambruk Mo Da Xia langsung mengikat nya dengan sebuah rantai berduri dari elemen kegelapan murni yang ia miliki, aura kegelapan yang sangat pekat bahkan jauh lebih pekat dari yang Huang Jian miliki kini membuat istana kekaisaran Mawar hitam menjadi lebih suram dari sebelumnya.
Mo Da Xia langsung memerintah Zhou Wei, Lang, An Ming dan Minghu untuk keluar dari persembunyian mereka.
"Anda harus mengeluarkan aura dari semua elemen yang anda miliki Yang mulia" jawab Minghu.
"Baiklah" ucap Mo Da Xia, ia langsung memfokuskan dirinya dan mengeluarkan satu persatu aura dari elemen elemen yang ia miliki.
Pancaran pancaran cahaya dari berbagai warna elemen pun kini terlihat begitu terang mengelilingi sekitar tubuh Mo Da Xia dan berputar dengan kecepatan yang sedang, bahkan kini warna hanfu Mo Da Xia telah berganti menjadi warna Hitam dengan corak seekor burung Phoenix berwarna putih dan selendang yang berwarna merah darah, rambut nya yang tadinya berwarna putih kini telah berubah dengan bagian atas berwarna biru sedangkan yang dibawah berwarna merah darah dengan kilatan kilatan petir dirambutnya , bahkan matanya pun kini telah berubah menjadi berwarna hijau daun, tak lupa dengan mahkota yang masih bertengger manis diatas kepalanya.
Krek... Krek... Krek... satu persatu peti yang ada dihalaman istana kekaisaran Mawar hitam terbuka dengan lebar.
"Tidak mungkin" gumam Huang Jian dengan badan gemetar, ia sungguh tidak mengira ternyata orang yang memegang seluruh elemen benar benar ada, sekarang ia hanya pasrah dengan apa yang akan terjadi padanya nanti, tentu saja ia sadar jika perbuatan nya tidak bisa dimaafkan dengan mudah, namun sekali lagi ia tetap merasa jika apa yang ia lakukan adalah benar jadi ia tak akan menyesal jika harus mati ditangan kakaknya kaisar Huang Kian.
__ADS_1
Setengah jam berlalu dengan cepat sekarang seluruh rakyat serta kaisar Huang Kian dan permaisuri nya kini telah keluar dari peti yang menyiksa mereka selama seratus tahun lama nya, luka kaisar Huang Kian pun telah kembali pulih karena aura dari elemen cahaya yang juga menguar dengan sangat pekat, namun satu hal yang mengherankan, penampilan mereka semua tak ada satupun yang terlihat menua, bahkan anak kecil pun tak ada yang tumbuh besar.
"Terimakasih Yang mulia" ucap mereka semua membungkukkan badannya termasuk kaisar Huang Kian dan permaisuri nya sekalipun.
"Sudah kewajiban ku untuk membantu sesama" ucap Mo Da Xia sambil tersenyum.
"Mulai sekarang seluruh kekuasaan serta kekayaan yang saya miliki akan menjadi milik anda Yang mulia, saya serta permaisuri juga akan menjadi rakyat biasa Yang mulia" ucap Kaisar Huang Kian diangguki permaisuri.
"Tidak perlu, anda serta permaisuri tetaplah memimpin rakyat dan kekaisaran ini, sebuah penghinaan jika seorang kaisar dan permaisuri diturunkan kedudukannya menjadi rakyat biasa" ucap Mo Da Xia.
"Tapi Yang mulia" ucap kaisar Huang Kian menggantung, suaranya terdengar begitu lirih karena merasa jika Mo Da Xia menolak bentuk terimakasih nya.
"Anda tidak perlu berkecil hati, saya akan tetap memegang kendali penuh pada kekaisaran ini, jadi jika anda serta permaisuri berkhianat maka saya tak akan segan untuk mengusir kalian dari kekaisaran ini, bahkan membunuh kalian pun saya tak akan segan" ucap Mo Da Xia tegas.
"Baik Yang mulia, saya tentu saja tak akan berkhianat, karena kejujuran adalah hal yang paling utama dari prinsip kekaisaran Mawar hitam ini" ucap kaisar Huang Kian tersenyum, permaisurinya pun juga ikut tersenyum ketika melihat sang kaisar terlihat lega, mereka berdua juga merasa beruntung memiliki Mo Da Xia sebagai pemilik baru dari kekaisaran Mawar Hitam, karena dari caranya memperlakukan mereka saja sudah terlihat jika ia merupakan orang yang sangat berwibawa dan bijaksana, mereka tidak tahu saja jika saat ini Mo Da Xia juga seorang Ratu dikekaisaran lain.
"Lalu apa yang anda inginkan pada orang itu" tanya Mo Da Xia melirik kearah Huang Jian yang kini masih terlihat bergetar takut.
"Apakah anda mengizinkan saya untuk menghukumnya dengan cara saya Yang mulia" tanya kaisar Huang meminta izin pada Mo Da Xia karena kekuasaan tertinggi sekarang berada ditangan gadis kecil itu.
"Lakukan sesukamu" ucap Mo Da Xia yang mengizinkan kaisar Huang Kian untuk berbuat apa yang ia inginkan pada adiknya itu, karena menurut Mo Da Xia mereka perlu menyelesaikan nya secara pribadi, jadi Mo Da Xia tak akan ikut campur untuk menghukum Huang Jian.
.
Hai hai semuanya, jangan lupa like, komen dan vote nya yaa, hadiah nya juga jangan lupa hehe, tunggu update selanjutnya esok hari yaa, bai semuanya.....
__ADS_1
.