
"Jika saya boleh tau, apa yang sedang anda tertawakan Nona muda" tanya Ling Ling.
"Tidak ada, cepat pergi dari sini sebelum saya membunuh kalian semua" ucap Mo Da Xia dingin dan mengeluarkan sedikit aura membunuhnya membuat Ling Ling dan teman teman nya langsung lari kocar-kacir keluar restoran.
"Apa yang anda tertawakan Yang mulia" tanya Zhou Wei penasaran setelah Ling Ling beserta antek anteknya pergi.
"Tidak ada, hanya saja tadi aku melihat sekumpulan adonan tepung tengah menjilat padaku" ucap Mo Da Xia sambil melihat makanan yang satu persatu mulai pelayan sajikan di meja nya, sedangkan Zhou Wei hanya mengangguk anggukan kepala nya mengerti, tentu saja ia tahu sekumpulan adonan tepung yang pemimpin nya ucapkan, siapa lagi jika bukan Ling Ling beserta teman temannya.
"Apakah semuanya sudah beres" ketika Mo Da Xia ketika merasakan kehadiran Lian yang berjalan mendekat kearahnya.
"Tentu saja Yang mulia" jawab Lian duduk kembali ke kursi yang sebelumnya ia duduki.
"Bagaimana reaksi nya"
"Setelah saya menaburkan bubuk racun itu, mereka semua langsung menggaruk-garuk badan mereka hingga timbul bintik-bintik merah Yang mulia, saya mengikuti mereka hingga sampai ke kediaman, namun sebelum sampai semua bintik-bintik merah yang ada diwajah dan seluruh tubuh mereka mengeluarkan banyak nanah" ucap Lian menjelaskan.
"Hmm, ternyata kemampuan ku sama sekali tidak berubah" gumam Mo Da Xia.
Sebenarnya Mo Da Xia tadi memerintah Lian untuk menguji racun tingkat menengah nya pada kelompok gadis bangsawan yang telah berani menyinggung nya tadi, racun itu adalah racun yang ia buat waktu ia latihan tertutup dikalung dimensi, meskipun itu berada ditingkat menengah namun racun itu juga merupakan racun yang mematikan karena bahan bahan yang Mo Da Xia gunakan adalah tanaman racun yang langka, bagi orang orang yang terkena racun itu jika tidak segera ditangani maka tubuhnya akan segera membusuk hingga ia mati.
Pikiran Mo Da Xia pun kembali mengingat pada seorang wanita yang telah mengganggu makannya dan berakhir jadi kelinci uji coba racun mematikan miliknya, ya siapa suruh telah mengganggu Mo Da Xia yang tak pernah kenal ampun pada orang yang dengan berani menyinggung nya.
__ADS_1
"Baiklah, ayo cepat habiskan dan langsung pulang ke istana, aku ingin segera beristirahat" ucap Mo Da Xia dan langsung memakan makanan dengan lahap.
_____________________
Pagi hari telah tiba, Mo Da Xia pun telah bangun sedari tadi dan kini ia sedang mengelilingi lapangan berlatih bersama murid pribadi dan prajurit istana termasuk para jendral jendral perang istana kekaisaran Bulan darah.
"Lanjutkan latihan berpedang kalian, saya ingin melihat sampai mana kemampuan kalian dibawah pimpinan kaisar bodoh itu" perintah Mo Da Xia pada seluruh prajurit.
"Dan untuk kalian, kalian akan menjadi lawan dari para prajurit, saya juga ingin melihat sampai mana kemampuan berlatih kalian sebelum menjadi murid saya" perintah Mo Da Xia pada murid pribadi nya, ia akan melihat terlebih dahulu sampai mana kemampuan berlatih para murid dan para prajurit sebelum memutuskan latihan yang akan ia berikan kedepannya.
"Baik Yang mulia/Guru" ucap seluruh prajurit dan murid pribadi Mo Da Xia secara bersamaan.
"Cukup" ucap Mo Da Xia mengehentikan pertandingan latihan mereka.
"Alurkan lah energi spiritual kalian sedikit pada pedang yang kalian gunakan, maka serangan kalian akan lebih terarah dan lebih kuat dari serangan kalian biasanya" ucap Mo Da Xia menjelaskan dan langsung memberikan contoh dari apa yang ia jelaskan.
"Percepatlah serangan kalian, lakukan serangan yang terarah dan akurat, jangan sampai musuh memiliki celah untuk menyerang anggota tubuh kalian dan yang paling utama adalah kalian harus fokus dan tenang jangan sampai termakan emosi, emosi yang menguasai hati dan pikiran akan membuat serangan kalian tak terarah dan memiliki banyak celah sehingga musuh dapat dengan mudah menumbangkan kalian, jadi tetaplah fokus dan tenang jangan dengarkan omong kosong musuh yang dapat membuat kalian emosi" ucap Mo Da Xia menjelaskan dengan suara yang keras.
"Selanjutnya tunjukan kemampuan dari elemen kalian masing masing dan kali ini kalian tetap akan saling bertanding seperti tadi, sekarang mulailah" perintah Mo Da Xia yang langsung dilakukan oleh seluruh prajurit dan murid pribadi Mo Da Xia.
Pertempuran antara elemen api, air, es dan baja dari para prajurit dan murid pribadi Mo Da Xia terus terjadi hingga setengah jam berlalu.
__ADS_1
"Cukup" teriak Mo Da Xia menghentikan kegiatan mereka.
"Bagus, ternyata kekuatan elemen kalian lumayan bagus, terus kembangkan kekuatan kalian" ucap Mo Da Xia.
Mo Da Xia mengeluarkan ratusan ribu botol giok yang berisikan pil peningkat kultivasi didepannya.
"Ambillah masing masing satu botol, saya memberikan kalian waktu tiga bulan untuk berkultivasi hingga mencapai misteri tahap 1" ucap Mo Da Xia.
"Kembalilah ke kamar kalian masing masing dan mulai lah berkultivasi" perintah Mo Da Xia ketika melihat seluruh botol giok yang berisikan pil peningkat kultivasi sudah habis tak tersisa.
"Baik Yang mulia/Guru, kami pamit undur diri" ucap seluruh prajurit dan murid pribadi Mo Da Xia membungkukkan badannya dan berlalu pergi.
_____________________
Mo Da Xia melangkahkan kakinya menuju sebuah restoran yang lumayan mewah di ibukota kekaisaran Bulan darah bersama Zhou Wei, Lang dan Lian yang akan selalu mengikuti kemanapun ia pergi, disepanjang jalan selalu terdengar sorakan rakyat meneriakkan namanya dengan wajah gembira, baru saja satu hari berlalu, para gelandangan yang biasanya terlihat di sepanjang jalan kini sudah tidak terlihat lagi, para rakyat pun kini tak lagi menggunakan pakaian yang sangat kusam, ya meskipun harganya tidak mahal.
Saat sampai Mo Da Xia langsung masuk kedalam restoran, sama seperti ketika ia dijalan, didalam restoran pun mereka semua langsung membungkuk hormat padanya tanpa bersorak meneriakkan namanya, karena memang Mo Da Xia sendiri yang melarangnya, ia tak ingin seseorang mengetahui kedatangannya dan berniat kabur agar tak tertangkap olehnya.
"Jangan biarkan siapapun mendekat ke kawasan ruang VVIP" ucap Mo Da Xia pada kasir dan pelayan yang ada di restoran mewah itu.
"Baik Yang mulia Ratu" ucap para pekerja restoran dengan hormat, tentu mereka tak berani membantah perintah dari Ratu mereka itu.
__ADS_1