RATU PENGUASA SELURUH DIMENSI

RATU PENGUASA SELURUH DIMENSI
CHAPTER 85


__ADS_3

"Latihan? ini dikatakan latihan" gumam Lang tak percaya, meskipun para siluman didepan mereka saat ini hanya sedikit namun aura yang keluar dari tubuh mereka sangatlah kuat, terlebih lagi mereka adalah siluman yang regenerasi tubuhnya hampir menyamai iblis.


"Jika aku yang berada disitu mungkin hanya dalam hitungan detik saja pasti aku telah tiada" lanjut Lang.


"Tentu saja kau akan tiada, karena kau hanyalah kucing" ejek Zhou Wei.


"Dasar belut, kau pun pasti akan mati jika melawan mereka semua sendiri" balas Lang tak terima.


"Apa kau bilangg????" geram Zhou Wei menggertakan giginya menahan rasa kesal.


"Apa? bukankah benar jika kau itu adalah belut" sinis Lang melipat kedua tangan didepan dadanya.


"Oh begitukah?? jika seperti itu maka terbang lah sendiri" ucap Zhou Wei memutar-mutarkan badannya.


"Berhenti!! berhentiii!! Zhou berhentii" teriak Lang memegang tubuh Zhou Wei dengan sangat erat takut akan kembali terjatuh seperti sebelumnya.


"Huh!! makanya jangan terlalu banyak tingkah" ucap Zhou Wei berhenti.


"Aduhh.. aduh.." gumam Lang memegang kepalanya yang terasa berputar-putar, kepalanya pun terasa begitu pusing karena ulah Zhou Wei.


[Baiklah, tak perlu memperhatikan tingkah konyol Lang dan Zhou Wei kita kembali kepada Mo Da Xia saja!!]


"Latihan? disaat seperti ini? apakah tak salah ayah?" tanya Mo Da Xia berturut-turut.


Perutnya sudah sedari tadi keroncongan meminta untuk segera diisi, namun saat ia sudah melihat restoran yang pas dan ingin turun, tiba-tiba saja datang segerombolan siluman yang ternyata datang atas perintah dari ayah nya sendiri.


"Tidak sama sekali" tegas Lucifer.


"Baiklah jika seperti itu, tapi jangan salahkan aku jika semua siluman milik ayah akan lenyap semuanya" ucap Mo Da Xia datar.


"Cobalah jika kau bisa" ucap Lucifer menantang.


"Kita lihat saja" seringai Mo Da Xia terbang menuju para siluman yang sudah menunggu untuk dirinya tebas.


Sringg..


Mo Da Xia mengeluarkan pedang kristal biru nya yang dari dalam dimensi Mawar hitam, pedang itu adalah salah satu dari koleksi pedang langka yang dimilikinya.


"Akan bahaya jika bertarung disini" gumam Mo Da Xia karena mereka sekarang sedang berada ditengah-tengah dimensi ras Naga, jadi tentu saja kawasannya sangat padat didiami.

__ADS_1


Mo Da Xia menatap sekelilingnya berusaha mencari tempat yang kosong dari rumah-rumah para ras Naga hingga tanpa sengaja matanya menatap awan kosong sangat luas yang tak jauh dari tempat mereka berada saat ini.


Swoshh.. Mo Da Xia terbang meninggalkan.


Sesuai dengan perkiraan Mo Da Xia para siluman yang memang ditugaskan untuk menjadi latihannya sekarang juga mengikuti kearah manapun dirinya pergi, begitu pun dengan para ayahnya dan kedua pengikut setia nya.


Saat sudah sampai ditempat yang ia tuju Mo Da Xia langsung berhenti dan membalikkan badannya kebelakang.


"Sepertinya kalian semua sangat antusias untuk berlatih bersama diriku" ucap Mo Da Xia dengan seringai menyeramkan.


"Hahaha, siapa yang bilang jika kami akan berlatih bersama dirimu?" gelak salah satu siluman dengan lidah yang terus saja menjilat bibirnya.


"Berlatih ataupun tidak aku tidak perduli!! sekarang karena kalian telah menunda makan malamku maka kalian harus menerima hukumannya!!" teriak Mo Da Xia dengan seluruh bagian mata yang berubah menjadi warna biru kristal, begitu pula dengan rambut putihnya yang kini dilapisi dengan embun-embun kristal kecil yang mengeluarkan aura dingin sangat pekat.


"Phoenix biru dan bisa menggunakan elemen kristal? apakah makanan kita kali ini adalah seorang putri kerajaan Phoenix?" tanya siluman bertubuh manusia namun memiliki kepala b*bi dan sayap dipunggung nya.


"Jika seperti itu maka kemungkinan besar dirinya juga seorang Phoenix merah dan bisa menggunakan elemen Lava" sahut siluman lain yang berwujud sama dengannya tersenyum senang, jika sedikit saja mereka dapat merasakan setetes darah dari Mo Da Xia maka kekuatan mereka akan meningkatkan drastis karena darah campuran yang dimilikinya.


"Hahaha sepertinya kita akan bebas dari kakek tua itu karena makanan kita adalah sebuah mutiara yang sangat berharga" gelak siluman lainnya nyaring, jika mereka kuat tentu saja dapat melarikan diri dari kurungan Lucifer selama ini, ya walaupun hanya dalam mimpi mereka saja, karena mana mungkin mereka bisa melawan kekuatan Lucifer orang terkuat dari seluruh dimensi yang ada.


Mengetahui jika Mo Da Xia memiliki dua garis darah campuran saja mereka sudah seantusias itu, bagaimana jika mereka sampai mengetahui jika sebenarnya Mo Da Xia memiliki garis darah dari seluruh ras yang ada, maka sudah dapat dipastikan mereka akan mengincar dirinya dengan berbagai macam cara.


|| kembali ke topik ||


"Apa yang kau tertawakan gadis kecil" kesal siluman berkepala b*bi dan memiliki sayap tadi.


"Bukan urusanmu!" sinis Mo Da Xia.


"Cepatlah kalian semua maju! perutku sudah sangat lapar meminta untuk di isi, atau mungkin kalian yang bersedia menjadi makanan ku kali ini" ucap Mo Da Xia membuat segerombolan siluman itu menatap dirinya dengan tatapan mengejek.


"Jangan berlagak sombong gadis kecil, kau hanyalah seorang diri jadi kau tak mungkin bisa menang melawan kami" ucap salah seorang siluman mengejek Mo Da Xia.


"Ternyata ucapan para siluman sungguh begitu besar, sungguh persis seperti kepala mereka yang begitu besar" hina Mo Da Xia.


"Kurang ajar!!" teriak para siluman marah dan langsung menyerangnya tak tahu arah.


Tingg.. Ting.. Tingg..


Cakar, kapak serta pedang besar yang mereka miliki ditangkis Mo Da Xia santai dengan pedang birunya.

__ADS_1


"Inikah kekuatan yang kalian banggakan? bahkan memiliki teknik bertarung pun tidak" sarkas Mo Da Xia disela-sela pertarungan mereka.


"Berisik!!"


"Oh seperti itukah" ucap Mo Da Xia datar.


"Frigidus et comminuet" ucap Mo Da Xia membacakan mantra dengan begitu cepat.


Selesai dengan mantra nya mata Mo Da Xia langsung saja menatap siluman yang membentak nya tadi dengan seluruh mata yang berwarna biru.


Krakkk... Blasshhh..


Tubuh siluman yang ditatapnya membeku hingga keseluruh tubuhnya dan pecah berkeping-keping.


"Apa yang baru saja dilakukannya" ucap para siluman memundurkan badan mereka menjaga jarak dari Mo Da Xia.


Tak ingin terlalu lama meladeni para siluman Mo Da Xia langsung saja terbang lebih tinggi lagi keatas awan.


"Teknik pedang kristal biru-Seribu pedang kristal" teriak Mo Da Xia melempar pedang kristal birunya dan langsung terpecah menjadi 1000 pedang pedang kristal baru dengan kekuatan yang sangat dahsyat.


Swoshh.. Mo Da Xia menyatukan api birunya dengan seribu pedang kristal.


Sringg..


Mo Da Xia mengeluarkan pedang hitam nya lagi dari dalam dimensi Mawar hitam.


"Teknik pedang petir-dua puluh petir surgawi" teriak Mo Da Xia kembali melemparkan pedang hitam nya ke udara.


Dua puluh petir berwarna putih bercampur merah langsung keluar dari langit dan menyambar para siluman bersamaan dengan seribu pedang kristal yang telah bersatu dengan api biru.


Blarrrrr....


Ledakan yang sangat besar terjadi hingga menggemparkan seluruh dimensi ras Naga.


.


Jangan lupa like, komen dan vote yaa 🥰


Salam dari ayah Lucifer 😜

__ADS_1



.


__ADS_2