RATU PENGUASA SELURUH DIMENSI

RATU PENGUASA SELURUH DIMENSI
CHAPTER 31


__ADS_3

"Yang mulia" ucap Mo Zu An dalam batinnya ketika tak sengaja menatap ke arah penasehat Shen.


"Ya ayah" jawab Mo Da Xia sembari berjalan mendekat membuat Mo Zu An langsung mengalihkan pandangannya pada Putri kecil nya.


"Bagaimana keadaanmu" tanya Mo Zu An, ia tak begitu mengkhawatirkan Mo Da Xia karena dapat ia lihat gadis kecil itu baik baik saja.


"Seperti yang ayah lihat" ucap Mo Da Xia tersenyum.


Mo Da Xia berdiri disamping ayah nya sambil memperhatikan perdana menteri kiri beserta pengikutnya yang sedang berteriak histeris. Sama seperti Mo Da Xia, Mo Zu An juga melihat ke arah orang orang yang sedang berteriak histeris itu dengan wajah senangnya, ia terlihat antusias seperti seorang yang sedang menonton film kesukaannya.


Prok... Prok... Prok...


Suara tepukan tangan Mo Zu An terdengar begitu nyaring usai Perdana menteri kiri beserta pengikutnya telah lenyap, hal itu membuat semua orang yang tersisa menatap bingung kearahnya.


"Putri ayah benar benar hebat, ayah sungguh bangga dengan mu" seru Mo Zu An sembari menepuk nepuk pucuk kepala Mo Da Xia yang hanya dibalas senyuman dari Mo Da Xia. Jika kebanyakan orang tua akan memarahi putrinya ketika bertindak kejam sungguh berbanding terbalik dengan Mo Zu An yang terlihat begitu bangga terhadap kekejaman yang dilakukan Mo Da Xia karena menurut nya apa yang telah dilakukan putrinya itu adalah sebuah kebenaran.


"Kalian semua persiapkanlah acara untuk penobatan besok hari,tak perlu mengundang kerajaan dan kekaisaran lainnya" ucap Mo Da Xia pada beberapa petinggi yang masih tersisa.


"Baik Yang mulia" ucap semua petinggi serempak, mereka juga tak menanyakan tentang mengapa Mo Da Xia tidak memperbolehkan mereka mengundang kekaisaran atau kerajaan lainnya, mereka semua hanya mengikuti apa yang menjadi perintah dari ratu mereka tanpa bertanya apa alasannya, karena sebelumnya mereka pernah mengucapkan janji untuk mengabdi pada orang yang berhasil menggulingkan kaisar Liu dari tahtanya.


Mereka tidak perduli jika terlihat seperti orang bodoh dimata orang orang dari kerajaan dan kekaisaran lain karena menuruti semua perintah gadis kecil berusia 11 tahun itu, mereka hanya berharap Mo Da Xia dapat membuat kekaisaran Liu menjadi sangat berjaya dibawah kepemimpinan nya, walau jauh dilubuk hati mereka terdapat keraguan yang begitu besar, mereka tahu kalau gadis kecil itu hebat, namun orang yang hebat belum tentu bisa menjadi pemimpin yang baik untuk rakyat nya.


"Mulai sekarang nama kekaisaran ini akan berganti menjadi kekaisaran Bulan darah, buanglah semua hal yang bersangkutan dengan kaisar bodoh serta seluruh keluarganya itu"


"Dan satu hal yang paling perlu kalian semua ingat, janganlah pernah berfikir untuk menghianati kepercayaan yang telah saya berikan jika kalian tidak ingin bernasib sama dengan perdana menteri kiri beserta pengikutnya" ucapan Mo Da Xia langsung membuat mereka semua bergidik ngeri ketika membayangkan kembali apa yang telah terjadi dengan perdana menteri kiri.

__ADS_1


"Baik Yang mulia" sahut para petinggi dengan cepat, tak terkecuali para prajurit dan pelayan yang juga masih berada di aula.


Setelah berbicara panjang akhirnya Mo Da Xia memutuskan untuk kembali ke klan Mo, ia hanya akan tinggal di istana setelah ia resmi dinobatkan sebagai Ratu dari Kekaisaran yang sekarang ia ganti namanya menjadi Kekaisaran Bulan darah.


Mo Da Xia tidak melesat ataupun menggunakan teleportasi, Xie Zuya lebih memilih berjalan bersama Mo Zu An beserta yang lainnya untuk kembali ke klan Mo.


"Ayah, saya meminta izin untuk menjadikan murid klan Mo menjadi murid pribadi saya " ucap Mo Da Xia sembari terus melangkah kan kaki nya.


Sedangkan Mo Zu An yang mendengar Mo Da Xia berbicara formal padanya sekarang merubah raut wajah nya menjadi serius karena ia tahu sekarang Mo Da Xia sedang berbicara serius padanya.


"Murid yang mana yang kau maksud Xia'er" tanya Mo Zu An.


"Seluruh murid yang ikut berlatih dengan saya beberapa hari terakhir ini" jawab Mo Da Xia.


"Apakah tetua keberatan jika saya mengambil alih para murid yang kalian latih" bukannya menjawab pertanyaan Mo Zu An ia malah bertanya pada para tetua.


"Kami tidak merasa keberatan Nona muda, karena menurut kami mereka lebih cocok jika Nona muda yang melatih mereka karena mereka terlihat begitu bersemangat berbanding terbalik jika kami yang melatih mereka" jawab tetua pertama mewakili tetua lainnya dengan jujur.


"Ayah mendengar nya bukan" tanya Mo Da Xia pada Mo Zu An.


"Baiklah, ayah mengizinkan karena para tetua juga tak merasa keberatan" ucap Mo Zu An.


Para murid klan yang sedari tadi mendengar pembicaraan itu pun merasa sangat senang, mereka kini sudah resmi menjadi murid Mo Da Xia seorang gadis kecil yang hebat, tampak raut wajah gembira terlihat jelas dari wajah mereka semua, namun tidak dengan murid lain yaitu murid perempuan yang menolak untuk ikut berlatih serta ribuan murid yang baru saja kembali dari misi mereka, mereka sebenarnya juga ingin menjadi murid orang hebat seperti Mo Da Xia akan tetapi gengsi mereka begitu tinggi sehingga mereka sekarang hanya menatap iri pada lima ribu murid yang sekarang menjadi murid pribadi Mo Da Xia.


Setelah sampai diklan Mo, Mo Da Xia langsung menuju kearah paviliun nya dengan melesat, ia langsung duduk diruang tamu dan menyuruh para pengikutnya keluar dari kalung dimensi termasuk ketiga jendral yang berada di dimensi mawar hitam

__ADS_1


"Minghu keluar lah" ucap Mo Da Xia ketika tak melihat keberadaan tangan kanan dari kaisar dan permaisuri kekaisaran Mawar hitam itu tidak berada didepannya, ia ingin menanyakan sesuatu yang berkaitan dengan kekaisaran Mawar hitam, sebenarnya Mo Da Xia akan menanyakan nya saat pertandingan selesai waktu itu namun ia tak bisa melakukannya karena tidak merasakan kehadiran Minghu dalam dimensinya, dan tepat saat dirinya melakukan pembantaian di kekaisaran Liu ia merasakan kembali kehadiran Minghu didalam kalung dimensi.


"Saya Yang mulia" ucap Minghu saat sudah dihadapan Mo Da Xia.


"Duduklah" perintah Mo Da Xia yang langsung dilakukan oleh Minghu, ia langsung duduk di samping An Ming.


"Kemana kau beberapa hari terakhir ini, kenapa aku tak merasakan kehadiran mu didalam kalung dimensi" tanya Mo Da Xia yang lebih penasaran kemana perginya Minghu beberapa hari terakhir ini.


Minghu yang mendapat pertanyaan seperti itu dari Mo Da Xia pun menjadi gelagapan, sebenarnya ia tak ingin keluar dari kalung dimensi namun karena merasakan sesuatu terjadi ia pun dengan terpaksa harus keluar dari kalung dimensi.


"Saya terpaksa keluar dimensi karena saya mengurus masalah yang lumayan besar Yang mulia" jawab Minghu, ia akan menjawab dengan jujur semua pertanyaan dari Mo Da Xia.


"Masalah apa itu, kenapa kau tidak memberitahu ku" tanya Mo Da Xia.


"Sebenarnya ada satu rahasia yang ingin saya sampaikan pada anda waktu itu namun karena masalah itu saya jadi tidak bisa mengatakan nya" ucap Minghu, ia melihat sekitarnya dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Mereka pengikut setia ku jadi kau tak perlu khawatir karena mereka tak akan menghianati ku" ucap Mo Da Xia yang mengerti dengan tatapan Minghu pada para pengikutnya, membuat Minghu menghela nafas lega dan mulai bercerita.


"Sebenarnya kaisar dan permaisuri masih hidup Yang mulia" ucap Minghu yang mengejutkan Mo Da Xia dan An Ming, berbeda dengan pengikut Mo Da Xia yang lain mereka terlihat kebingungan karena tak mengerti apa yang tengah mereka bicarakan, mereka benar benar bingung dengan kaisar dan permaisuri yang dimaksud oleh Minghu, ya mereka memang mengetahui Minghu sebagai salah satu pengikut setia Mo Da Xia namun mereka tak mengetahui identitas dari pemuda itu.


.


Jangan lupa, like, komen dan vote yaa 🥰


.

__ADS_1


__ADS_2