
"Mereka tidak sama denganmu, mereka berdua hanya memiliki satu darah, Mo Lou Shen memiliki darah Phoenix biru sedangkan Mo Zu An memiliki darah Phoenix merah" jelas Raja Mo Fan Yan sambil mengelus kepala Mo Da Xia dengan lembut.
____________________
Pagi hari telah tiba, terdengar kicauan burung yang terdengar begitu merdu dipagi yang begitu cerah, Mo Da Xia pun telah bangun dari tidurnya dengan perasaan yang senang, kedua orang tuanya telah kembali ke dimensi ras Phoenix, awalnya mereka ingin mengajak Mo Da Xia untuk kembali ke kerajaan Phoenix tetapi Mo Da Xia menolaknya.
Semuanya pun kembali ke penyamaran mereka masing masing, Mo Lou Shen yang menjadi penasehat Shen dan Mo Zu An kembali menjadi pemimpin klan Mo yang dikenal oleh masyarakat kekaisaran Bulan darah. Mo Da Xia pun kini mengetahui jika para panatua yang ada diklan Mo merupakan para pengikut setia dari Mo Zu An sang pangeran kedua dari ras Phoenix, kecuali seorang panatua yang telah Mo Da Xia bunuh sebelumnya.
"Selamat pagi Yang mulia" ucap Yin membungkukkan badan ketika melihat Mo Da Xia keluar dari paviliun nya.
"Selamat pagi Yin" ucap Mo Da Xia membalas sapaan dari spirit best legenda miliknya itu.
Karena sudah sedikit terlambat Mo Da Xia memutuskan menggunakan teleportasi nya agar cepat sampai di kekaisaran bulan darah.
Tap... Tap... Tap...
Suara langkah kaki Mo Da Xia terdengar menggema dilorong istana kekaisaran, tak ada satupun para penghuni istana yang terlihat kecuali para prajurit yang sedang berjaga di setiap sudut istana.
"Salam Yang mulia" sapaan para prajurit selalu terdengar ketika Mo Da Xia berjalan menuju Aula tempat terjadinya pembantaian keluarga kekaisaran kemarin, sedangkan Mo Da Xia yang mendapat sapaan dari para prajurit hanya menampilkan senyum manis nya sambil terus melangkahkan kaki.
"YANG MULIA MO DA XIA TELAH TIBA" teriak salah satu prajurit yang menjaga pintu aula dengan keras, mereka memang hanya Mo Da Xia bolehkan untuk menyebut nya sebagai Yang mulia saja tanpa embel embel Ratu karena ia belum resmi dinobatkan menjadi Ratu dari kekaisaran Bulan darah.
Para petinggi kekaisaran, para petinggi klan, para petinggi sekte serta Raja Raja dari kerajaan kecil yang ada dibawah kekuasaan kekaisaran Bulan darah langsung menundukkan kepala mereka ketika Mo Da Xia berjalan menuju mimbar yang disediakan, kecuali seluruh rakyat kekaisaran Bulan darah, mereka semua kini sedang bersujud dengan badan yang gemetar, ketakutan akan kekejaman pemimpin kekaisaran terdahulu terus saja terbayang dibenak mereka.
Meskipun mereka tau jika calon Ratu mereka adalah seorang gadis kecil, tetapi latar belakang gadis itulah yang membuat mereka tak berani untuk menolaknya menjadi Ratu mereka kedepannya, sebagai anak dari seorang pemimpin klan Mo yaitu klan tertinggi yang ada di kekaisaran Bulan darah tentu saja mereka dapat bertindak sesuai kehendak mereka, apalagi untuk menindas mereka yang hanya seorang rakyat biasa, itulah yang ada dipikiran mereka sekarang tentang gadis kecil yang akan jadi pemimpin kekaisaran mereka.
"Bangunlah" ucap Mo Da Xia lembut, tentu ia mengetahui apa yang ada dipikiran para rakyat.
Seluruh petinggi langsung mengangkat kepala mereka namun tak ada yang berani menatap langsung pada Mo Da Xia, berbeda dengan para rakyat yang kini berdiri dengan kepala menunduk dan badan yang bergetar, benar benar diluar dugaan Mo Da Xia, ia mengira para rakyat akan menantang nya dengan penuh amarah, sekarang yang ia lihat justru ketakutan yang terpancar jelas.
__ADS_1
"Sebejad itukah ia memperlakukan rakyatnya, mereka semua terlihat begitu tertekan akibat trauma yang mereka rasakan" gumam Mo Da Xia dalam hati, tangan nya terkepal begitu erat menahan rasa marah nya.
"Mari Yang mulia" ucap penasehat Shen.
"Ya" ucap Mo Da Xia yang langsung menuju tempat dimana ia akan dinobatkan menjadi Ratu kekaisaran Bulan darah.
Kasim yang melihat Mo Da Xia telah berdiri diposisinya langsung membacakan sumpah yang harus Mo Da Xia lakukan untuk menjadi Ratu kekaisaran Bulan darah.
"Yang mulia Mo Da Xia bersediakah engkau menjadi pemimpin yang baik hati dan bijaksana untuk seluruh rakyat kekaisaran Bulan darah"
"Saya bersedia"
"Bersediakah engkau turun tangan dan menjadi orang yang paling depan jika terjadinya perperangan"
"Saya bersedia"
"Dan bersediakah engkau mengerahkan seluruh kemampuan dan kekuatan mu untuk mengemban tugas seorang Ratu satu satunya kekaisaran Bulan darah dan membuat nya kembali berjaya"
"Saya bersedia"
Prok... Prok... Prok... Suara tepukan tangan terdengar menggema di aula pertemuan.
"Silahkan Yang mulia" ucap penasehat Shen mengarahkan Mo Da Xia ke singgasana yang kini telah resmi menjadi miliknya seorang.
"Terimakasih" ucap Mo Da Xia tersenyum pada gege nya itu.
"Sama sama Yang mulia" balas penasehat Shen tersenyum manis.
"Saya berterimakasih kepada kalian semua yang telah bersedia hadir di acara penobatan saya, terlebih lagi kepada seluruh rakyat saya, saya tidak akan mengucapkan banyak janji, tapi saya akan berusaha untuk menjadi pemimpin yang terbaik untuk kalian semua dan kali ini saya akan mengumumkan beberapa aturan kekaisaran yang sudah saya rubah sesuai dengan kepemimpinan yang saya inginkan" ucap Mo Da Xia sambil mengangkat tangan nya kesamping, secara ajaib keluar sebuah gulungan kertas berwarna emas ditangan Mo Da Xia.
__ADS_1
"Aturan yang pertama, dilarang adanya perbudakan atau pasar yang menjual budak, jika ada yang melanggar maka sanksi yang akan diterima adalah hukuman mati"
"Kedua, para keluarga bangsawan atau siapapun itu yang memiliki kedudukan diwilayah kekaisaran ini dilarang untuk bertindak semena-mena atau menindas seluruh rakyat biasa, jika ada yang melanggar maka sanksi yang akan diterima adalah kedudukan nya akan diturunkan satu tingkat dari kedudukan asalnya"
"Dan yang terakhir, tidak akan ada lagi sistem perpajakan dikekaisaran ini, jika ada yang berani mengambil pajak dari rakyat dan mengatas namakan kekaisaran maka sanksi yang akan ia terima adalah hukuman mati" ucap Mo Da Xia lantang.
Para bangsawan yang selama ini sering bertindak semena-mena dan menindas rakyat biasa dan bangsawan kecil pun mengepalkan tangan mereka ketika mendengar aturan yang kedua, sekarang mereka sudah tak bisa lagi merampas apa yang dimiliki oleh rakyat biasa dan bangsawan kecil untuk keuntungan pribadi mereka.
Jika para bangsawan yang sombong sedang menahan kesal jauh berbeda dengan para rakyat biasa dan bangsawan kecil, mereka langsung bersimpuh dengan air mata haru atas kebijaksanaan dari Ratu mereka, ucapan terimakasih pun tak henti-hentinya mereka ucapkan pada Mo Da Xia.
"Bangunlah" ucap Mo Da Xia sembari menunjukkan senyum hangatnya.
"Baik Yang mulia" ucap para rakyat nya serempak, raut wajah yang tadi nya penuh tekanan sekarang berubah menjadi sebuah kebahagiaan yang tak dapat dijelaskan.
"Mohon maaf menyela Yang mulia" ucap perdana menteri kanan sembari membungkukkan badannya pada Mo Da Xia.
"Ada apa perdana menteri" tanya Mo Da Xia.
"Jika Yang mulia memperbolehkan, apakah saya bisa bertanya satu hal pada Yang mulia" ucap nya sopan.
"Tanyakanlah" ucap Mo Da Xia.
"Saya ingin menanyakan aturan terakhir yang anda ucapkan Yang mulia, jika sistem perpajakan dihilangkan, maka dari manakah koin emas yang akan kita dapatkan untuk membayar upah para petinggi kerajaan beserta para prajurit dan pelayan Yang mulia" tanya perdana menteri kanan.
"Tidak perlu dipikirkan, karena saya sendiri lah yang akan membayar upah kalian semua, sistem perpajakan saya hilang kan karena saya ingin meringankan beban hidup rakyat saya" ucapnya membuat rakyat semakin terharu dengan kebaikan Ratu mereka yang begitu memperhatikan mereka, berbeda dengan para petinggi kekaisaran yang terlihat bingung, dari manakah Nona mereka memiliki koin emas yang banyak untuk memberikan mereka upah setiap tahunnya, yang pastinya berjumlah jutaan koin emas.
.
Hai semuanya 🖐️, maaf karena author ga ada up beberapa hari terakhir, karena author lagi sibuk jadi ga ada waktu buat up novel nya, tetap dukung author yah semuanya, jangan lupa like, komen dan vote nya yaa...
__ADS_1
.