RATU PENGUASA SELURUH DIMENSI

RATU PENGUASA SELURUH DIMENSI
CHAPTER 56


__ADS_3

Keheningan terjadi didalam sebuah kediaman yang sedang ditempati oleh dua orang pemuda dan satu orang gadis kecil dengan kondisi dua pemuda yang compang camping seperti seorang pengemis jalanan, bagaimana tidak? baju gosong yang robek sana sini, bahkan wajah dan seluruh badan kedua pemuda itu dipenuhi oleh warna hitam karena dampak dari baju mereka yang gosong.


"Adikk" ucap keduanya memelas, sudah berulang kali dan dengan berbagai cara telah mereka lakukan agar gadis kecil yang sedang duduk di kursi itu berhenti marah, namun tak ada satupun cara mereka yang berhasil, justru gadis kecil itu tampak lebih diam dari sebelumnya.


"Ini semua karena ulahmu" ucap pemuda yang tampak lebih tua menyenggol pemuda disebelahnya.


"Tidak!! ini semua karena ulah mu" balasnya menyenggol balik pemuda disebelahnya.


Brakkk... suara gebrakan meja dengan sangat keras membuat kedua pemuda itu terdiam karena merasa terkejut.


"Tidak bisakah kalian diam" ucap gadis kecil itu menundukkan kepalanya.


"Tahan tahan" gumam gadis kecil itu dalam hati yang berusaha sangat keras untuk menahan tawa yang sedari tadi ingin lepas karena menyaksikan penampilan kedua gege nya yang tampak seperti orang yang tidak waras.


Disisi lain beberapa pemuda yang sedang berdiri diluar ruangan itu tengah bersusah payah untuk menahan tawa mereka karena kejadian yang tidak terduga sebelumnya.


[FLASHBACK]


Brughhh.... suara seorang pemuda yang terjatuh dengan indah nya, sungguh indah sampai sampai sang empunya marah karena nya, itu semua karena kesengajaan pemuda yang terlihat lebih muda darinya menjulurkan kaki ketika ia sedang berlari lumayan kencang dan secara tidak sengaja mulutnya mencium lantai yang entah kenapa ada secuil tai ayam yang masih basah.


"Kauuuu" geram pemuda itu mengarahkan kepalanya pelan menatap tajam pemuda yang tampak wajahnya terlihat begitu pucat.


"Mo Zu An" teriak pemuda itu yang langsung menerjang Mo Zu An.


Pranggg... suara pecahan vas bunga mewah yang tidak sengaja tersenggol tangan pemuda yang menerjang Xie Zu An.


"Kaliannn" tekan gadis kecil yang berdiri diambang pintu menundukkan kepalanya dengan tangan mengepal.


"Hehe, adikk" cengir Mo Lou Shen dengan wajah melas nya.


Blarrrr.... suara ledakan terdengar begitu nyaring karena amarah Mo Da Xia yang sangat kesal dengan kelakuan kedua gege nya itu.


"A adik" ucap Mo Zu An dan Mo Lou Shen terbata, tak ada lagi warna hanfu mereka yang tersisa kecuali warna hitam, bahkan baju mereka memiliki banyak robekan disana sini.


"Apa" ucap Mo Da Xiamarah dan mengangkat kembali kepalanya dengan perlahan.


"Fufhhh" setengah mati Mo Da Xia menahan tawanya dan langsung merubah kembali wajahnya dengan ekspresi marah.

__ADS_1


"Bersihkan pecahan vas bunga yang berhamburan itu" ucap Mo Da Xia melangkahkan kakinya menuju kursi yang di duduki oleh Xie Lou Shen sebelum nya.


Mo Zu An dan Mo Lou Shen langsung mengerjakan apa yang Mo Da Xia perintah kan dengan gerakan cepat.


"Apakah sudah selesai" tanya Mo Da Xia ketika melihat kedua gege nya berjalan ke arahnya.


"Sudah" ucap keduanya canggung.


"Duduklah" ucap Mo Da Xia.


Setelah Mo Zu An dan Mo Lou Shen duduk tidak ada lagi percakapan terjadi antara ketiga nya hingga keheningan lah yang terjadi.


[FLASHBACK OFF]


_____________________


"Apakah ada sesuatu yang penting sehingga Gege datang tengah malam seperti ini" ucap Mo Da Xia datar, waktu benar benar sudah larut malam dan mereka baru saja selesai berperang, namun Mo Zu An justru berkunjung di waktu yang tidak tepat seperti sekarang ini.


"Itu" ucap Mo Zu An menggaruk tengkuk leher yang tidak gatal.


"Iri" ucap Mo Da Xia mengangkat alisnya tidak mengerti, mengapa Mo Zu An iri terhadap Mo Lou Shen pikirnya.


"Itu karena anda tidak mengajak Tuan muda Zu An untuk membantai bangsawan Luan dan Guo Yang mulia" ucap Lian yang kini sudah berdiri dibelakang Mo Da Xia bersama Zhou Wei dan Lang.


"Begitukah" ucap Mo Da Xia melirik kearah Mo Zu An namun Mo Zu An malah memalingkan wajahnya kesamping dengan tangan yang ia lipat didepan dada nya.


"Apakah gege sedang merajuk" tanya Mo Da Xia yang benar benar tidak peka pada gege nya itu.


"Cih, mana ada orang yang mengaku jika dirinya sedang merajuk" gerutu Mo Zu An pelan.


"Gege" ucap Mo Da Xia pelan dengan wajah yang menyeramkan sambil melangkah mendekatinya membuat Mo Zu An meneguk saliva nya dengan susah payah, tentu saja ia tidak ingin mendapat serangan yang kedua kalinya.


"I iya adik" ucap Mo Zu An tegang.


"Mengapa kau tidak menjawab pertanyaan ku" tanya Mo Da Xia dengan kaki yang terus melangkah pelan.


"Tidak tidak, tidak seperti itu" ucap Mo Zu An cepat dengan tangan yang ia dadah dadah kan.

__ADS_1


"Berjongkok" perintah Mo Da Xia dingin.


Mo Da Xia langsung melayangkan tangannya ingin menampar Mo Zu An yang membuat Mo Zu An langsung menutup matanya dengan erat.


Blushhh... pipi Mo Zu An memerah.


"Mengapa gege menutup mata seperti itu" tanya Mo Da Xia membelai lembut pipi Mo Zu An.


"T ti dak" ucap Mo Zu An berusaha menahan senyum senangnya.


Cupp... Mo Da Xia mencium kening Mo Zu An yang semakin membuat pipinya memerah.


"Apakah gege masih merajuk" tanya Mo Da Xia mengedipkan matanya lucu.


"Kyaaaa..." teriak Mo Zu An yang tidak tahan lagi karena baru pertama kalinya mendapat perlakuan yang begitu manis dari adik kecil nya itu.


"Tidak ini tidak benar, aku harus menghentikannya" ucap Mo Lou Shen yang sangat iri dengan Mo Zu An yang mendapat perlakuan manis dari adik kecil yang sangat ia sayangi.


Berbeda dengan Mo Zu An yang merasa iri, para pengikut setia Mo Da Xia justru menatap horor ke arah junjungan mereka itu.


"Apakah Yang mulia sedang kerasukan" ucap Lian konyol.


"Kau benar Lian, Yang mulia pasti sedang kerasukan, tidak mungkin orang yang kejam seperti Yang mulia bisa berlaku seperti seorang anak kecil yang sangat imut begitu" sahut Lang dengan mata melotot.


"Kita harus cepat menyadarkan Yang mulia sebelum terjadi sesuatu" ucap Lian melangkahkan kakinya menuju Mo Da Xia.


"Yayaya, kita harus menyadarkan Yang mulia secepatnya" ucap Lang yang ikut melangkahkan kakinya menuju Mo Da Xia yang kini sedang berada dipelukan Mo Zu An.


"Heiiii, apa yang kalian lakukan!!!"


"Berhentiii" teriak Zhou Wei berusaha menghentikan tingkah konyol rekan nya itu, namun usaha Zhou Wei hanya sia sia karena Lian dan Lang telah berada disamping Mo Da Xia.


.


Jangan lupa like, komen dan vote yaa 🥰, tetap dukung author selaluuu....


.

__ADS_1


__ADS_2