RATU PENGUASA SELURUH DIMENSI

RATU PENGUASA SELURUH DIMENSI
CHAPTER 40


__ADS_3

"Wah wah wah, tidak ku sangka ternyata ada orang orang bodoh yang menyerahkan nyawanya kesini" balas Lang dengan wajah tanpa dosa nya.


"Apa tadi yang kau katakan" tanya pemimpin dari orang berpakaian hitam itu mengepalkan tangannya erat.


"Orang bodoh" jawab Lang mengangkat alisnya bingung, apakah orang didepannya ini tuli pikirnya, sedangkan Zhou Wei hanya cekikikan menahan tawa karena kepolosan Lang yang tak mengerti jika orang yang diajaknya bicara tengah marah karena ucapannya.


"Ucapkan sekali lagi" ucap pemimpin itu lagi dengan muka yang sudah merah padam.


"ORANGGG BODOHHHH" teriak Lang dengan sangat keras.


"Hahahahhaa" tawa Zhou Wei akhirnya pecah, begitupun dengan Mo Da Xia yang kini cekikikan ditengah tengah meditasi nya, ya meskipun ia sedang fokus bermeditasi untuk membuat sihir pelindung, namun telinga nya tetaplah bisa mendengar dengan jelas suara disekitarnya.


"Kurang ajar" ucap pemimpin itu yang langsung menyerang Lang dengan elemen nya, namun dengan mudah serangannya ditangkis oleh Lang.


"Hei mengapa kau marah, aku hanya menuruti apa yang kau mau, bukankah kau yang meminta ku untuk mengulangi ucapan ku sebelumnya, dasar bodoh" ucap Lang lagi.


"Kau yang bodohhh, kalian semua yang bodohhh" teriak pemimpin dengan pakaian serba hitam itu.


"Hei gosong, kau sungguh benar benar tidak tahu diri" balas Lang berteriak.


"Apa lagi maksud ucapan mu itu" teriak pemimpin berpakaian serba hitam dengan tangan yang terus memberi serangan pada Lang, namun terus saja dapat Lang tangkis dengan mudah.


"Dasar tidak tahu diri, lihatlah pakaian mu itu, apakah tak ada lagi warna lain sehingga kau menggunakan warna hitam diseluruh tubuh mu, seperti orang yang terkena serangan petir saja" ucap Lang dengan muka seperti orang yang sedang melihat hal yang aneh, sedangkan Lian yang selalu berdiam dibalik bayangan Mo Da Xia kini terus saja merutuki Lang, meskipun Lang tidak mendengar suaranya karena tengah fokus dengan lawannya.


"Cih, apa maksud ucapannya itu, apakah dia tidak tahu jika pakaian serba hitam ini begitu keren, sepertinya aku harus memukul kepalanya agar dapat menilai sesuatu lebih baik lagi" celoteh Lian sambil terus melihat aksi dari Lang.

__ADS_1


"Hahahahaha" tawa Zhou Wei terus saja terdengar bahkan kini ia sampai berjongkok jongkok memegang perutnya yang sakit akibat terlalu sering tertawa, begitupun dengan Mo Da Xia yang telah selesai dengan meditasi nya, tawa nya pun tak henti-hentinya keluar, bahkan ada sedikit cairan dibola matanya.


"Mengapa aku baru menyadari jika Lang adalah orang yang sangat polos meskipun sekarang ia begitu kuat" ucap Mo Da Xia ditengah-tengah tawanya.


"Saya pun juga baru menyadari nya Yang mulia" ucap Zhou Wei menyahut ucapan Mo Da Xia dengan tawa yang masih tidak bisa ia hilangkan.


"Kenapa kau terus saja menghinakuu" teriak pemimpin berpakaian serba hitam yang kini sudah prustasi mendengar hinaan hinaan yang dilontarkan Lang padanya.


"Karena kau jelek, kau sungguh benar benar orang yang tidak tahu diri, aku sungguh merasa kesal melihat muka mu itu pak tua" balas Lang berteriak.


"Cukuppp, aku sudah tidak tahan lagi dengan hinaan mu itu, kalian semua cepat serang mereka, terlebih lagi gadis kecil itu, karena dialah target kita kali ini" teriak pemimpin berpakaian serba hitam memerintah anak buahnya yang sedari tadi menonton dirinya yang dihina oleh seorang laki-laki muda.


"Baik pemimpin" ucap anak buahnya serempak dan langsung menyerang Mo Da Xia dan para pengikutnya, termasuk Lian yang kini telah keluar dari bayangan Mo Da Xia.


"Siap Yang mulia" ucap Zhou Wei, Lang dan Lian serempak dan mengambil ancang-ancang untuk membalas menyerang orang-orang berpakaian serba hitam yang berjumlah enam puluh satu orang termasuk pemimpin mereka yang berdebat dengan Lang tadi, namun...


Tuk... suara kepala Lang yang kena pukulan dari Lian.


"Hei apa yang kau lakukan Lian" ucap Lang sembari mengelus kepalanya yang berdenyut nyeri.


"Belajarlah menilai sesuatu lebih baik lagi" ucap Lian dengan sinis membuat Lang bertanya tanya karena tidak mengerti apa maksud dari ucapan Lian.


"Ap..." ucapan Lang terhenti karena ternyata orang-orang berpakaian serba hitam itu kini telah mengelilingi mereka berempat.


"Hehehe, makanan... makanan..." seru Lang berjingkrak senang, bagaimana pun nalurinya sebagai seekor harimau tetaplah ada meskipun pemimpin nya sekarang adalah seorang manusia.

__ADS_1


"Selesaikan dalam satu menit" ucap Mo Da Xia karena ia ingin cepat mengisi perut nya yang sudah mulai keroncongan.


"Baik Yang mulia" ucap Zhou Wei, Lang dan Lian serempak dan langsung menyerang orang-orang berpakaian serba hitam.


Mo Da Xia mengeluarkan sebuah pedang berwarna hitam pekat dengan aura gelap yang sangat mendominasi, Mo Da Xia menebas leher orang berpakaian serba hitam tanpa mengedipkan matanya, bahkan tak ada raut bersalah yang terpancar diwajahnya, ia melakukan itu semua seolah olah sudah sangat terbiasa dimedan perang.


Sesuai dengan keinginan Mo Da Xia, setelah satu menit berlalu kini seluruh orang berpakaian serba hitam itu kini telah mati dan menyisakan pemimpin mereka yang tengah berlutut dengan badan gemetar, ia tak mengira orang yang diperintahkan untuk mereka bunuh ternyata sangat kuat, bahkan para pengikutnya pun juga tak kalah kuat, semua anak buahnya mati dengan cara yang berbeda beda, kepala yang penggal, badan yang terpisah, serta badan yang tercabik cabik oleh kuku tajam Lang yang dari awal pertempuran telah berubah wujud menjadi harimau emas.


Srettt... Brughh...


Mo Da Xia memenggal kepala pemimpin berpakaian serba hitam dengan sekali tebas.


"Apakah anda tak ingin mengintrogasi nya terlebih dahulu Yang mulia" tanya Lian bingung.


"Tak perlu, sampai matipun dia tak akan mengatakan siapa yang memerintah nya untuk membunuhku" jawab Mo Da Xia sambil memasukkan seluruh mayat orang berpakaian serba hitam itu kedalam dimensi mawar hitam nya untuk Lang makan dan mempersingkat waktu agar Mo Da Xia tak perlu menunggu ditempat itu lebih lama.


"Tapi bagaimana kita akan mengetahui orang yang ingin membunuh anda Yang mulia" tanya Lian lagi.


"Aku sudah mengetahui nya, besok adalah hari terakhir bagi mereka semua" seringai Mo Da Xia, sedangkan Zhou Wei dan Lian hanya mengasihani nasib orang yang telah berani ingin membunuh pemimpin mereka, tentu mereka mengetahui bagaimana sifat pemimpin mereka jika berhadapan dengan musuhnya.


"Ayo, kita akan singgah sebentar di kerajaan matahari untuk makan malam" ucap Mo Da Xia yang langsung melesat diikuti Zhou Wei dan Lian dari belakang kecuali Lang yang sedari tadi telah masuk kedalam dimensi mawar hitam untuk menyantap makan malam nya.


Saat sampai diperbatasan kerajaan matahari Mo Da Xia beserta para pengikutnya dihentikan oleh prajurit yang sedang berjaga, mereka meminta pada Mo Da Xia para pengikutnya untuk menunjukkan token identitas mereka.


"Ini" ucap Mo Da Xia sambil menyerahkan tokennya sebagai seorang anggota keluarga dari klan Mo, ia tak ingin menggunakan token identitas nya sebagai Ratu kekaisaran Bulan darah sekarang, karena tak ada satupun kerajaan dan kekaisaran tetangga yang mengetahui jika kekuasaan kekaisaran Bulan darah telah berpindah tangan pada Mo Da Xia.

__ADS_1


__ADS_2