RATU PENGUASA SELURUH DIMENSI

RATU PENGUASA SELURUH DIMENSI
CHAPTER 61


__ADS_3

"Yang mulia" hormat seorang wanita bersujud dibawah singgasana seorang pria yang berpakaian sangat mewah.


"Bagaimana" tanya pria itu tanpa melihat wanita yang bersujud karena perhatian nya yang hanya ia arahkan pada para wanita yang tengah bergelayut manja padanya.


"Situasi disana benar seperti yang kita perkirakan Yang mulia, masih ada rakyat yang menentang pemerintahan nya dan dari yang saya dengar para prajurit kekaisaran mereka juga sedang tidak berada di istana, entah ada dimana mereka sekarang" ucap wanita itu yang menjelaskan jika kondisi kekaisaran yang tengah mereka incar saat ini sedang didalam kondisi yang lumayan buruk.


"Begitukah" ucap pria itu tersenyum senang.


"Tapi Yang mulia" ucap wanita itu menggantung ucapannya.


"Kenapa" ucap pria itu kesal.


"Serangan binatang buas yang kita lakukan pada mereka gagal Yang mulia" ucap wanita itu menjelaskan dengan suara pelan.


"Apa" ucap pria itu langsung berdiri dari duduknya, wajah nya nampak menunjukkan jika ia sedang begitu marah saat ini.


"Sebenarnya serangan itu tidak bisa disebut gagal sepenuhnya Yang mulia karena binatang binatang buas itu sempat melukai ribuan rakyat nya, namun ada satu hal yang diluar perkiraan kita Yang mulia" ucap wanita itu tanpa berani mengangkat kepalanya untuk menatap pria yang kini benar benar terlihat marah dan kesal.


"Apa itu" tanya pria itu mengangkat alisnya.


"Pemilik baru kekaisaran itu ternyata juga seorang Master Alkemis yang begitu hebat Yang mulia dan dialah yang menyembuhkan ribuan orang yang terluka parah itu" ucap wanita itu semakin pelan karena takut dengan kemarahan pria di depannya.


"Arghhh... siall!!! itu artinya tujuan kita untuk membuat kekuatan kekaisaran itu melemah hanya percuma saja" ucap pria itu mengepalkan tangannya.


"Adara" panggil pria itu menatap tajam wanita yang tengah bersujud dibawah kaki nya.


"Hamba Yang mulia" ucap wanita itu dengan suara bergetar.


"Tembakan suar merah sekarangg juga" perintah nya.


"Apaaa" teriak wanita yang tengah bersujud itu langsung berdiri tegak karena begitu terkejut dengan perintah pria didepannya.


"Apakah anda sedang bercanda Yang mulia" ucap wanita itu dengan ekspresi tidak percaya.

__ADS_1


"Mengapa, apakah ada yang salah" tanya pria itu merasa curiga dengan tangan nya yang tampak terlihat berbeda dari sebelumnya.


"Tidak Yang mulia tidak ada, saya permisi Yang mulia" ucap nya membungkukkan badannya dan langsung pergi.


______________________


Dorrr.... suara suar yang ditembakkan kelangit, nampak asap berwarna merah darah memenuhi Kerajaan Merak saat ini.


"Mengapa mendadak seperti ini" ucap seorang pria langsung berdiri dari duduk nya, ia tengah bersantai di dalam tenda dihutan yang tak jauh dari istana kerajaan merak karena habis mengadakan pertemuan rahasia dengan Raja dari kerajaan merak dan kaisar dari kekaisaran Tang beberapa hari yang lalu dan akan menetap disitu hingga waktu penyerangan tiba, namun tadi tiba tiba saja ada prajurit nya yang mengatakan jika suar merah telah ditembakkan dari istana Kerajaan Merak yang artinya penyerangan akan dilakukan sekarang juga.


"Kumpulkan semua pasukan" perintah nya pada Jendral besar kerajaan nya.


"Baik Yang mulia" ucap Jendral besar membungkukkan badannya dan langsung pergi untuk menjalankan perintah dari Raja nya.


Tak jauh berbeda dengan Raja Surya dari kerajaan Matahari kini Kaisar Tang Zi Lian juga tengah sibuk menyiapkan para pasukan nya setelah mendapat sinyal suar merah dari istana kerajaan Merak.


"Ck, ada apa ini sebenarnya, mengapa Raja Anzie tiba tiba menembakkan suar merah pada malam hari begini" gerutu Kaisar Tang Zi Lian sembari memasang zirah pelindung nya sendiri karena para wanita istana memang mereka larang untuk ikut dalam peperangan kali ini.


"Baik Yang mulia" ucap para prajurit serempak dan langsung menaiki kuda mereka masing masing dan ada juga yang berjalan kaki menuju istana Kerajaan Merak.


Lima belas menit telah berlalu, para pasukan kekaisaran Tang kini mulai memasuki gerbang istana Kerajaan Merak dengan dipimpin Kaisar Tang Zi Lian didepan mereka bersama dengan kuda nya yang terlihat begitu gagah.


"Raja Anzie"


"Raja Surya" ucap kaisar Tang Zi Lian turun dari kudanya menuju dua orang yang menyambutnya dengan ekspresi yang berbeda, jika Raja Surya menampilkan senyum tipisnya sungguh jauh berbeda dengan Raja Anzie yang terus mengepalkan tangannya dengan muka yang merah padam.


"Yoo Raja Anzie, mengapa kau terlihat begitu marah, apakah terjadi sesuatu" tanya kaisar Tang Zi Lian menepuk pundak Raja Anzie namun langsung mendapat tepisan kasar dari empunya.


"Ini semua karena binatang buas mu yang tidak berguna itu" ucap Raja Anzie kesal.


"Hei hei, mengapa sahabat ku ini begitu kesal" tawa Kaisar Tang Zi Lian kencang.


"Berisik" ucap Raja Anzie memukul kepala Kaisar Tang Zi Lian.

__ADS_1


"Hei kalian berdua berhentilah dan kau Raja Anzie cepat jelaskan mengapa kau ingin melakukan penyerangan mendadak seperti ini" ucap Raja Surya menghentikan perdebatan tidak penting antara Raja Anzie dan Kaisar Tang Zi Lian.


"Ck" decak Raja Anzie kesal dan langsung merubah raut wajah nya menjadi serius.


"Ini adalah waktu yang tepat untuk penyerangan pada kekaisaran yang katanya sekarang sudah berubah menjadi kekaisaran Bulan darah itu" ucap Raja Anzie.


"Alasannya" tanya Kaisar Tang Zi Lian dan Raja Surya bersamaan.


"Kondisi kekaisaran itu saat ini sedang lumayan buruk karena kata penyihir Adara para rakyat kekaisaran itu masih ada yang menentang nya, dan yang paling menguntungkan adalah para prajurit kekaisaran itu yang sedang tidak berada dikekaisaran saat ini terkecuali para prajurit yang memang hanya bertugas untuk menjaga keamanan istana itu saja, tentu saja ini adalah kesempatan langka bukan" ucap Raja Anzie menjelaskan alasannya yang membuat ia ingin menyerang tidak sesuai dengan apa yang mereka rencanakan sebelumnya.


"Kalau itu adalah alasannya maka aku akan mendukung rencana mu ini Raja Anzie" ucap Raja Surya tersenyum senang karena mendapat kesempatan yang begitu langka seperti ini, dengan tidak adanya prajurit di istana kekaisaran Bulan darah tentu saja akan membuat mereka lebih mudah untuk merebut Kekaisaran yang katanya adalah kekaisaran yang begitu kaya dan menyimpan banyak hal hal berharga yang tidak diketahui oleh banyak orang.


"Baiklah kalau begitu kita akan berangkat sekarang" ucap Kaisar Tang Zi Lian dan langsung diangguki oleh Raja Anzie dan Raja Surya.


______________________


"Salam Yang mulia" ucap penyihir Adara mentelepati Mo Da Xia yang sebenarnya adalah Zhou Wei yang sedang melakukan penyamaran, saat ini ia sedang memisah sebentar dari para pasukan dua kerajaan dan satu kekaisaran itu.


"Ya ada apa" sahut Mo Da Xia membalas telepati Zhou Wei.


"Rencana anda berjalan lancar Yang mulia" seringai Zhou Wei.


"Dan saat ini mereka sudah berangkat menuju kekaisaran Bulan darah Yang mulia" lanjutnya.


"Bagus, tetaplah bersikap seperti biasa saja, jangan sampai kau ketahuan oleh mereka jika kau bukanlah penyihir Adara" ucap Mo Da Xia dan langsung menutup telepati nya.


"Benar benar tak terduga" ucap Zhou Wei masih dengan seringai dibibir nya, padahal ketika baru memasuki dimensi Mawar hitam junjungan nya itu mengatakan jika peperangan akan terjadi empat bulan lagi, namun setelah beberapa saat ia justru malah ingin mempercepat perang besar itu dengan mengirim Zhou Wei sebagai perempuan penyihir yang telah ia bunuh sebelumnya dan dengan sengaja membocorkan jika para prajurit kekaisaran sedang tidak ada didalam istana.


.


Jangan lupa like, komen dan vote yaa 🥰


.

__ADS_1


__ADS_2