RATU PENGUASA SELURUH DIMENSI

RATU PENGUASA SELURUH DIMENSI
CHAPTER 63


__ADS_3

"Cepat buat pertahanan" perintah Kaisar Tang Zi Lian karena melihat serangan dahsyat terus mengarah pada mereka.


Dengan gerakan cepat para pasukan telah bersatu kecuali para pasukan pemanah yang membubarkan diri menjauh untuk melakukan serangan jarak jauh menggunakan panah mereka.


"Raja Surya, kaisar Tang Zi Lian" teriak Raja Anzie berlari kearah mereka berdua.


"Bagaimana, apakah kau mengetahui siapa yang menyerang kita" tanya Kaisar Tang Zi Lian sembari membuat dinding pelindung agar tidak terkena dampak dari serangan panah yang terus saja muncul dari segala arah.


"Tidak, aku tidak mengetahui nya" jawab Raja Anzie cepat.


"Yang mulia" panggil tangan kanan Kaisar Tang Zi Lian datang dari tengah tengah para prajurit.


"Ada apa Xian" tanya Kaisar Tang Zi Lian mengerutkan keningnya.


"Pasukan kita hanya tersisa setengah nya saja Yang mulia, apa yang harus kita lakukan" ucap Xian bertanya apa yang harus mereka lakukan dengan pasukan yang hanya tersisa setengah saja, bahkan mereka belum melakukan penyerangan pada kekaisaran Bulan darah namun pasukan mereka hanya tersisa sedikit karena mendapat serangan dari orang orang misterius, keberadaan mereka pun belum mereka ketahui sampai kini karena posisi serangan yang terus saja berpindah tempat.


"Lakukan formasi segitiga" perintah Kaisar Tang Zi Lian, formasi segitiga adalah formasi yang telah mereka siapkan jika dalam kondisi terdesak seperti ini.


"Baik Yang mulia" ucap Xian membungkukkan badannya dan langsung berlari menuju para pasukan.


Syuttttt... Tak...


Tiba tiba saja gadis kecil tadi menghampiri mereka dengan wajah yang terus saja penuh dengan raut mengejek yang diarahkan nya pada ketiga pria yang bersahabat itu.


"Siapa kau sebenarnya" tanya Raja Surya waspada, aura yang keluar dari tubuh gadis kecil itu sangatlah luar biasa, bahkan tak ada satupun dari mereka bertiga yang dapat melihat tingkat kultivasi dari gadis kecil didepan mereka saat ini.


"Apakah kau seorang penyihir" tanya Raja Anzie yang mengira jika gadis kecil didepan mereka itu adalah seorang wanita tua yang mengubah tubuhnya menjadi seorang anak kecil seperti para rakyat nya yang semuanya adalah para penyihir.


Tanpa menjawab pertanyaan pertanyaan dari kedua Raja itu Mo Da Xia langsung membalikkan badannya.


Srakkk... bunyi jubah kebesaran khas seorang Ratu kekaisaran Bulan darah Mo Da Xia kibarkan.


"Apa" ucap ketiga pria itu langsung membelalakkan matanya terkejut ketika melihat lambang bulan berwarna merah darah dengan dikelilingi oleh darah yang menetes dan juga tulisan Bulan darah dengan benang emas dibawah lambang bulan tadi.


"Jadi pemimpin baru kekaisaran itu adalah seorang gadis kecil, bagaimana mungkin" ucap raja Surya tak percaya.


"Jika begitu bagaimana mungkin ia mengetahui rencana penyerangan kita, bahkan ialah yang menyerang kita lebih dahulu" ucap Kaisar Tang Zi Lian melotot.

__ADS_1


"Gadis kecil" ucap Raja Anzie dengan wajah yang tak bisa diartikan, ia mengira perempuan yang dimaksud oleh penyihir Adara adalah seorang gadis yang sudah cukup umur untuk menikah, namun ini? apa ini? seorang gadis kecil!, entahlah ia bingung untuk bereaksi seperti apa sekarang.


Akan tetapi seperti keterkejutan mereka tadi tak berhenti disitu saja karena kini penyihir Adara justru berjalan menuju gadis kecil didepan mereka.


"Adara, apa yang kau lakukan" teriak Raja Anzie.


"Apa yang ku lakukan" ucap penyihir Adara menunjuk dirinya sendiri.


"Lihat saja sendiri" sambung penyihir Adara datar dan tetap melangkahkan kakinya menuju tempat Mo Da Xia berdiri.


Sesuai dengan apa yang penyihir Adara ucapkan Raja Anzie, Raja Surya dan Kaisar Tang Zi Lian hanya melihat apa yang akan ia lakukan.


Sampai beberapa langkah lagi didepan Mo Da Xia penyihir Adara menghentikan langkahnya sebentar dan berbalik untuk melihat reaksi dari ketiga orang dibelakangnya itu, namun yang dilihatnya hanyalah tampang bodoh yang terpapar diwajah mereka.


"Dasar bodoh" gumam penyihir Adara menyeringai dan kembali melangkahkan kakinya.


"Apa aku tidak salah lihat" ucap Raja Anzie.


"Ia mengatai kita bodoh" lanjut nya syok namun matanya tetap menatap apa yang akan penyihir Adara suguhkan untuk mereka.


Saat tepat berada dihadapan Mo Da Xia ternyata penyihir Adara tak menghentikan langkahnya dan tetap berjalan sampai tepat berada dibelakang Mo Da Xia barulah ia menghentikan langkahnya dan langsung berbalik.


"Hahahaha" tawa mengejek kembali terdengar dari mulut Mo Da Xia.


"Sialann, dimana tangan kanan ku" geram Raja Anzie menggertakan giginya.


"Teknik ilusi air-Ilusi tingkat sepuluh" teriak Raja Anzie yang langsung mengeluarkan jurus andalan nya yaitu sebuah teknik ilusi air yang dimana jika ada orang yang terperangkap diilusi itu maka ia akan berada di kedalaman laut yang begitu dalam tergantung tingkat keberapa sang pemilik jurus keluarkan.


Swosshhh... cahaya biru muda langsung mengarah dengan sangat cepat menuju tempat Mo Da Xia berdiri.


"Huh rasakan itu" ucap Raja Anzie tersenyum senang, namun...


"Uhukk... uhukk..." keluar banyak darah dari mulut Raja Anzie.


"Raja Anzie" teriak Raja Surya dan Kaisar Tang Zi Lian menghampirinya.


"Apa yang terjadi" tanya Kaisar Tang Zi Lian.

__ADS_1


"Dia menggagalkan serangan ku dengan sangat mudah" gumam Raja Anzie menyeka darah dibibirnya tak menyangka gadis kecil didepannya sangat kuat jauh dari apa yang dipikirkan nya.


"Hahahaha" tawa mengejek kembali terdengar dari Mo Da Xia membuat mereka langsung menatap ke arahnya.


"Apakah ini yang disebut sebagai jurus terkuat Raja dari kerajaan para penyihir" ucap Mo Da Xia mengejek.


"Sungguh lemah" lanjutnya.


"Ilusi neraka tingkat satu" teriak Mo Da Xia, cahaya kemerahan pun langsung melesat dengan cepat ketubuh Raja Anzie.


"Arghhh..." teriak Raja Anzie histeris karena terperangkap didalam ilusi neraka yang Mo Da Xia buat, badan nya berguling-guling kesana kemari karena merasakan panas dan sakit secara bersamaan.


"Rasakanlah kekuatan Ilusi yang sebenarnya" seringai Mo Da Xia dan langsung berlari menuju Raja Surya dan Kaisar Tang Zi Lian yang berdiri melindungi Raja Anzie yang berguling-guling kesakitan.


Sringgg... suara pedang hitam yang Mo Da Xia keluarkan dari dimensi Mawar hitam.


"Teknik pedang Kristal-Seratus pedang kristal" teriak Mo Da Xia melompat ke udara dan langsung melempar pedang nya ke arah Raja Surya dan Kaisar Tang Zi Lian.


"Murus tutela" teriak Kaisar Tang Zi Lian, seketika muncul sebuah dinding pelindung yang terbuat dari baja di depan mereka.


Swoshh... api hitam keluar dari tangan Mo Da Xia dan langsung menyatu dengan pedang hitam yang kini berubah menjadi seratus pedang kristal.


Tingg... Tingg... Trangg...


Pedang pedang kristal Mo Da Xia terus saja menabrak dinding pelindung yang dibuat Kaisar Tang Zi Lian hingga membuatnya meleleh karena tidak kuat menahan panas dari api hitam Mo Da Xia.


Syuttt... Syuttt... Srett...


Beberapa pedang kristal berhasil menyayat tubuh Raja Surya dan Kaisar Tang Zi Lian.


"Arghh" teriak keduanya menahan sakit yang luar biasa.


Syuttt.. Happ... pedang hitam kembali ke tangan Mo Da Xia.


.


Jangan lupa like, komen dan vote yaa 🥰

__ADS_1


.


__ADS_2