
"Apa" ucap prajurit itu membelalakkan matanya terkejut.
"Bagaimana ia ada disini, bukankah seharusnya ia berada di aula pertemuan" batin prajurit bingung, matanya menatap kesekitar hingga tak sengaja menatap ke arah rombongan para petinggi kekaisaran yang sedang menuju gerbang istana dengan diikuti salah satu prajurit yang juga sama menjaga gerbang sepertinya.
"Siall" ucapnya mengepalkan tangannya kesal.
"Bagaimana mungkin aku bisa teledor seperti ini" lanjutt nya, matanya menatap sekeliling berusaha mencari celah agar bisa melarikan diri.
"Apakah bibi terluka" tanya Mo Da Xia membangunkan wanita paruh baya yang masih menangis tersedu-sedu.
"Saya baik baik saja Yang mulia" ucap wanita paruh baya sedikit bergetar.
"Zhou Wei" panggil Mo Da Xia.
"Saya Yang mulia" ucap Zhou Wei mendekat.
"Bawa dia ketempat para pasukan berada" ucap Mo Da Xia yang tidak menyebutkan dimensi Mawar hitam nya secara langsung.
"Baik Yang mulia" ucap Zhou Wei langsung menangkap prajurit yang tadi dan langsung memasuki ruang dimensi.
"Yang muliaaa" teriak seorang gadis kecil berumur lima tahun berlari ke arah Mo Da Xia dengan air mata yang mengalir deras, bahkan di hanfu nya ada sedikit bercak darah yang terlihat begitu jelas.
"Ada apa, mengapa kau menangis" tanya Mo Da Xia khawatir.
"Tolong ayah saya Yang mulia" ucap gadis kecil itu menunjuk seorang laki laki paruh baya yang sedang berbaring ditanah dengan kepala yang dipangku oleh seorang wanita paruh baya yang seperti nya adalah istrinya, namun yang menghawatirkan adalah kondisi nya yang tampak berlumuran darah yang sangat banyak dibadannya.
"Yang mulia"
"Yang mulia"
"Yang mulia"
Seketika banyak teriakan pilu dari rakyat yang memanggil manggil Mo Da Xia ketika mereka baru menyadari bahwa Ratu mereka telah ada dihadapan mereka.
Mata Mo Da Xia menatap nanar pada sekeliling nya, entah kenapa ia baru saja menyadari jika banyak para rakyat nya sekarang dalam kondisi yang sangat buruk, banyak darah berceceran ditanah yang menetes dari badan mereka semua.
__ADS_1
"Ini" ucap Mo Da Xia merasakan sakit yang tak bisa dijelaskan ketika melihat rakyat nya dalam kondisi yang sangat tidak baik baik saja.
"Kalian menyingkirlah dari sini dan tinggalkanlah mereka Yang sedang terluka disini" ucap Mo Da Xia lantang.
"Apa yang anda ucapkan, bagaimana mungkin kami meninggalkan keluarga kami Yang sedang terluka seperti ini" teriak seorang perempuan histeris.
"Ternyata kami telah salah begitu mempercayai anda, anda sungguh tidak ada bedanya dengan kaisar yang kejam itu" teriak seorang wanita paruh baya yang sedang memangku anaknya yang juga berlumuran darah.
"Lancang sekali kau menyamakan Yang mulia Ratu ku dengan kaisar hina itu" teriak Zhou Wei marah.
"Memangnya kenapa, dia itu hanyalah seorang nona muda manja dan sampah yang tak tahu apa apa namun ia berlagak menjadi Ratu di kekaisaran ini" ucap seorang gadis seumuran Mo Lan Lan, dari penampilannya ia tampak seperti seorang Nona muda dari keluarga bangsawan menengah.
"Diammm" teriak Mo Da Xia marah, bagaimana mungkin mereka malah beradu mulut dalam kondisi yang seperti ini, jika terlalu lama menyelamatkan mereka yang sedang terluka parah maka sudah dipastikan akan banyak nyawa yang akan hilang hanya karena adu mulut yang tidak berguna.
"Kaulah yang seharusnya diam, kau sungguh tidak pantas menjadi Ratu di kekaisaran ini" balas Nona muda itu berteriak.
Cetarrrr... Mo Da Xiamelayangkan cambuk yang baru saja ia keluarkan dari dalam dimensi Mawar hitam.
Brughh...
"Apa yang kau lakukan" teriak nya marah, namun sama sekali tidak ada tanggapan yang Mo Da Xia berikan padanya.
"Jika kalian ingin mereka selamat maka cepatlah lakukan apa yang saya katakan sebelum mereka semua kehilangan nyawanya, saya tidak akan berbaik hati untuk memberikan kesempatan dua kali pada orang yang tidak mempercayai saya" ucap Mo Da Xia dingin, meskipun itu rakyat nya ia benar benar tak akan berbaik hati jika mereka tidak menghargai dirinya seperti Nona muda yang sudah ia amankan.
"Baik Yang mulia" ucap gadis kecil berumur lima tahun yang pertama memanggil nya tadi.
"Apa yang kau lakukan Yaya" teriak wanita paruh baya yang sedang memangku seorang laki-laki paruh baya yang gadis kecil itu katakan adalah ayahnya.
"Ibu percayalah semuanya akan baik-baik saja" ucap gadis kecil itu yang begitu yakin dengan kekuatan Mo Da Xia.
"Aku mohon ibu, ini adalah pilihan terakhir kita, percayakanlah semuanya pada Yang mulia" mohon gadis kecil itu berlutut.
"Baiklah" ucap wanita paruh baya itu yang akhirnya menyetujui apa yang anaknya ucapkan, karena ia berpikir apa yang anaknya ucapkan adalah hal yang benar, pilihan terakhir mereka saat ini hanyalah mempercayai Mo Da Xia Ratu mereka, meskipun hal itu gagal maka akan sama saja jika dibandingkan mereka melawan perintah yang Mo Da Xia ucapkan sebelumnya, maka lebih baik berusaha mencegah dibandingkan membiarkan keluarga mereka mati dengan sia sia.
"Kalian semua cepatlah pergi dari sini" teriak gadis kecil itu, perlahan kerumunan orang yang tidak terluka pun mulai meletakkan keluarga mereka dengan pelan ditanah dan langsung pergi menjauh sesuai apa yang Mo Da Xia ucapkan sebelumnya.
__ADS_1
"Terimakasih" ucap Mo Da Xia tersenyum.
"Sudah tugas saya Yang mulia" ucap gadis itu dan berlalu pergi, benar benar berbeda dengan gadis kecil biasanya.
Mo Da Xia langsung menutup matanya setelah semua yang tidak terluka pergi dan melihat nya dari kejauhan, perlahan Cahaya putih mulai keluar dari tubuh nya dan langsung menyebar meliputi rakyat nya yang terluka hampir mencapai ribuan orang.
"Kekuatan apa ini" ucap mereka yang tidak terluka dengan mulut yang menganga lebar karena takjub dengan apa yang merasa lihat.
"Ini, ini adalah kekuatan penyembuhan murni" ucap seorang Alkemis tua menggeleng tidak percaya.
"Apakah Yang mulia seorang alkemis" ucap seorang yang juga mengerti sedikit tentang Alkemis.
"Tidak, ia bukan alkemis tapi dia adalah Master Alkemis" ucap Alkemis tua memandang takjub kekuatan penyembuhan Mo Da Xia yang begitu murni.
"Master Alkemis" ucap orang sekitarnya terkejut.
"Ya, kekuatan penyembuhan nya benar benar sangat murni, tidak mungkin seorang Alkemis biasa bisa memiliki kekuatan penyembuhan seperti ini" ucap Alkemis tua yang membuat beberapa orang yang mengatai Mo Da Xia secara langsung maupun yang mendukung nya menjadi pucat pasi, jika seorang Alkemis bisa menyembuhkan sudah pasti ia juga dapat mencelakakan.
Tak ada satupun para Alkemis yang tidak mengerti tentang hal yang berbau racun karena itu memang adalah keharusan mereka sebagai seorang Alkemis, jika Alkemis menengah saja bisa membuat racun mematikan lantas bagaimana dengan seorang yang disebut sebagai Master Alkemis itu sendiri, terlebih mereka ada mendengar rumor yang mengatakan jika Mo Da Xia tadi malam telah membantai habis seluruh keluarga bangsawan Guo dan bangsawan Luan hanya dalam satu malam itu saja.
"Cih, rasakan lah akibat dari perbuatan kalian yang memiliki mulut sampah itu" ucap seorang pemuda.
"Hiks, saya hanya emosi karena takut kehilangan nyawa keluarga saya" ucap wanita paruh baya yang mengatai Mo Da Xia sama dengan kaisar kejam yang memerintah mereka sebelumnya.
"Apakah kau harus mengatakan ia sama dengan kaisar yang bodoh itu, kau benar-benar lancang dengan posisimu yang hanya rakyat biasa seperti ini, bagaimana jika Yang mulia memiliki tamperamen yang lumayan buruk" ucap pemuda itu yang sebenarnya khawatir dengan apa yang akan terjadi pada orang-orang sekitarnya itu, bagaimana pun posisi mereka semua sama dengan dirinya yang hanya rakyat biasa.
"Lain kali tenangkan lah diri kalian meski dalam keadaan sesulit apapun dan percayakanlah pada Yang mulia, bukankah kalian melihat sendiri jika ia adalah orang yang memiliki hati yang begitu bersih, ia begitu baik dan bijaksana pada kita semua, itu semua sudah dapat terlihat oleh kita semua dari beberapa hari ia mengambil alih pemerintahan kekaisaran Bulan darah ini, jangan biarkan Yang mulia akan kecewa terhadap sikap kita" lanjut pemuda itu.
"Saya harus meminta maaf kepada Yang mulia, saya benar benar telah lancang padanya karena emosi yang tidak bisa saya tahan" ucap wanita paruh baya yang merasa sangat bersalah.
.
Jangan lupa like, komen dan vote yaa 🥰
.
__ADS_1