
"Siapa kau" tanya sosok iblis yang kini juga mengeluarkan aura hitam dari tubuhnya namun sangat jauh berbeda dengan aura hitam Mo Da Xia yang sangat pekat.
"Siapa kau yg berhak mengetahui nama saya" ucap Mo Da Xia datar.
Mo Da Xia mengganti pedang hitam nya menjadi cambuk neraka, Mo Da Xia sebenarnya sangat bingung dengan cambuk itu, ketika dimensi mawar hitam sudah selesai ia buat, cambuk itu juga telah berada di penyimpanan senjata miliknya, namun karena telah berada di dimensi milik nya berarti sekarang itu adalah milik nya itulah kata yang Mo Da Xia ucapkan ketika berada didalam dimensi mawar hitam.
"Dari mana kau mendapatkan cambuk itu, apakah kau mencuri nya" tanya sosok iblis melotot.
"Apa aku harus menjahit mulut mu itu agar tidak berbicara omong kosong" ucap Mo Da Xia tajam.
"Apakah gadis ini yang dimaksud oleh Tuan besar untuk kami jaga, tapi bagaimana bisa cambuk itu lebih dulu berada ditangan nya, bukankah selama ini cambuk itu tersimpan rapat didalam peti, aku harus memastikan nya, sungguh tidak mungkin orang lain dapat memegang cambuk itu selain 'dia' " gumam sosok iblis dalam hati.
"In nomine regis et reginae inferni qui regnas super infernum et omnes demones in mundo exsurgunt demones qui multo tempore in inferni regnis sepulti sunt et ostende mihi si sit futura regina inferni vel non si tunc prostrata est et si non invadit eam" ucap sosok iblis membacakan mantra dengan sangat cepat.
Tiba-tiba tanah disekitar bergetar hebat, beberapa rumah warga yang berada di dekat pertarungan pun ikut ambruk karena tidak kuat dengan getaran tanah yang sangat hebat.
Suasana yang awalnya sunyi kini berubah menjadi sangat riuh karena suara teriakan yang terdengar dari dalam tanah, hawa terasa begitu dingin menusuk kedalam tulang.
Rarrrrrhhggg....
Aaaaaa...
Hihihi.....
Auuu...
__ADS_1
Berbagai suara itu terus terdengar membuat warga semakin ketakutan, suara itu terdengar begitu kencang hingga ke istana kekaisaran, para jendral dan penasehat Shen yang sudah berpindah jabatan menjadi tangan kanan Mo Da Xia di kekaisaran pun kini langsung mencari dari mana suara berasal.
Namun bukannya sesuatu muncul dari dalam tanah justru pasukan ras iblis nya lah yang muncul dengan wujud iblis mereka yang terlihat begitu mengerikan dan berdiri mengelilingi Mo Da Xia dengan aura hitam.
"Siapa sebenarnya iblis ini sehingga ia bisa memanggil para iblis lainnya dan itupun para pasukan ku para iblis tertinggi dari ras mereka" gumam Mo Da Xia mengangkat alisnya.
"Lakukanlah" perintah sosok iblis dengan mata merah menyala.
Brugh... semua pasukan iblis Mo Da Xia langsung bersujud pada Mo Da Xia.
"Ternyata benar" gumam sosok iblis.
"JENDRAL XU" tekan Mo Da Xia.
"Maafkan saya Yang mulia, namun ini diluar kendali kami, badan kami semua dikendalikan oleh iblis itu"
"Uhukkk..." sosok iblis memuntahkan seteguk darah.
"Kekuatan cambuk itu memang sangat luar biasa" ucap sosok iblis memegang dadanya tertunduk.
Belum sempat sosok iblis menyembuhkan luka dalam akibat serangan Mo Da Xia, kini satu serangan mematikan kembali didapatnya.
Cetarrrr... cambuk neraka yang sudah Mo Da Xia lapisi dengan elemen kegelapan kembali ia ayunkan.
"Arghh..." teriak sosok iblis menahan rasa sakit yang menimpa tubuhnya.
__ADS_1
"Mengapa anda terus menyerang saya, uhukk.." tanya sosok iblis kembali memuntahkan seteguk darah.
"Itulah akibatnya jika kau berani mengganggu pasukan ku" sinis Mo Da Xia.
"Pasukan" tanya sosok iblis bingung.
"Oh, apakah kau tidak mengetahui nya jika mereka semua adalah sebagian dari pasukan ku"
"Maafkan saya nona, saya benar-benar tidak mengetahui nya, saya hanya ingin memastikan jika anda adalah 'dia', yaitu dengan cara memanggil para iblis tertinggi dari ras kami, dan ternyata anda benar benar dia, namun saya tidak menyangka jika para iblis tertinggi yang kuat kuat itu adalah pasukan anda bahkan itu hanya sebagian saja" ucap sosok iblis sangat kagum.
"Siapa 'dia' yang kau maksud"
"Maafkan saya nona, namun saya dilarang untuk mengatakannya kepada anda, tapi ijinkan kami untuk menjaga anda nona" ucap sosok iblis membungkuk.
"Tuan Guo, apa yang dilakukan tuan agung, mengapa sekarang ia justru berlaku sopan pada Ratu kecil" tanya Tuan Luan yang masih berdiri ditempat sebelum nya, bahkan bergerak sedikit pun mereka tidak berani.
"Entahlah, namun aku merasakan firasat buruk" ucap Tuan Guo menunduk tanpa memperhatikan Mo Da Xia dan sosok iblis yang tengah berbicara.
Syuttt... Sebuah kapak besar meluncur dengan kecepatan tinggi menuju mereka berdua tepat setelah tuan Guo menyelesaikan ucapannya.
"Sepertinya firasat mu memang benar tuan Guo" ucap tuan Luan berlari kencang.
"Apa yang kau lakukan" teriak Tuan Guo namun tak mendapat jawaban sama sekali dari Tuan Luan yang sudah mulai menjauh.
"CK, apa apaan itu" decak Tuan Guo mengalihkan pandangannya ke arah sosok iblis dan Mo Da Xia berdiri.
__ADS_1
Crashhh... kepala tuan Guo menggelinding di tanah dengan mata melotot.