RATU PENGUASA SELURUH DIMENSI

RATU PENGUASA SELURUH DIMENSI
CHAPTER 86


__ADS_3

Blarrr...


Duarrr...


"Apa ini!! apa yang sedang terjadi" seorang pemuda berambut hitam yang sedang duduk disalah satu kedai terkejut sampai menumpahkan teh yang sedang diminumnya.


"Apakah sedang terjadi pertarungan, tapi dimana itu terjadi" pemuda berambut merah menyahut.


"Kita harus segera memeriksanya!! barang saja itu adalah seseorang dari dimensi lain yang ingin membuat kekacauan di dimensi kita" pemuda berambut hitam berdiri.


"Ayo!" pemuda berambut merah ikut berdiri.


"Heii! bayarlah dulu semua yang telah kalian pesan" teriak bibi pemilik kedai menghentikan kedua pemuda yang hendak melangkah pergi itu.


"Astaga! mengapa aku sampai lupa seperti ini" ucap pemuda berambut hitam menepuk jidatnya.


"Kita terlalu bersemangat sampai-sampai melupakan hal sekecil ini" ucap pemuda berambut merah langsung membayar makanan dan minuman yang dipesannya tadi.


"Ini! kembaliannya ambil saja" pemuda berambut hitam meletakkan 50 koin perak diatas meja.


"Terimakasih!" ucap bibi pemilik kedai tersenyum senang.


"Sama-sama"


"Ayo!" ucapnya lagi kembali melangkahkan kakinya mencari asal dari suara ledakan besar yang baru saja terjadi.


Sedangkan disisi lain, kepulan asap yang begitu tebal kini menutupi sekitar pertarungan antara Mo Da Xia dan juga para siluman.


"Huh, merepotkan saja!" gumam Mo Da Xia keluar dari kepulan asap itu dengan wajah kesal.


Para siluman yang menyombongkan diri dan bermimpi ingin memakan dirinya tadi sudah habis lenyap seketika karena serangan dahsyat dari Mo Da Xia dua kali secara bersamaan.


"Hm! ternyata dia bersungguh-sungguh dengan ucapannya" gumam Lucifer mengangguk-anggukan kepalanya.


"Ayo" ucap Mo Da Xia langsung melalui mereka begitu saja dengan wajah yang masih saja terlihat kesal.


"Hei! putriku tunggulah ayah mu ini" teriak Dewa Zeus mengepakkan sayapnya mengejar Mo Da Xia yang terbang dengan kecepatan tinggi.


"Haisshh!! ada apa dengannya? bahkan ia tak mendengarkan ucapan ku sama sekali" gerutu Dewa Zeus.


"Emm anu" ucap Lang tak jelas membuah ke empat ayah Mo Da Xia mengerutkan kening mereka terkecuali Zhou Wei yang tampak tak perduli dengan apa yang ingin Lang ucapkan karena ia memang sudah mengetahuinya terlebih dahulu.


"Apa? katakan lah, jangan anu anu saja" kesal Neculas karena Lang tak kunjung melanjutkan ucapannya.

__ADS_1


"Itu Yang mulia, saya hanya ingin memberikan sebuah saran" ucap Lang hati-hati takut menyinggung ke empat penguasa disamping kanan kirinya ini.


"Katakan saja, tak perlu takut" ucap Lucifer datar.


"Jika anda semua ingin memberikan Yang mulia latihan maka pastikanlah dulu jika Yang mulia sedang tidak ingin makan atau pun lapar" ucap Lang.


"Mengapa" tanya Lucifer mengangkat satu alisnya tak mengerti.


"Tunggu tunggu!" ucap Dewa Zeus membalikkan badannya menghadap kearah Zhou Wei, ah tidak! lebih tepatnya kearah Lang yang menumpang diatas tubuh besar Zhou Wei.


"Apakah maksudmu putriku yang tidak menanggapi ku tadi adalah karena waktu makan nya yang tertunda karena latihan yang kami berikan" tanya Dewa Zeus memastikan.


"Tidak mungkin!" sanggah Long.


"Apanya yang tidak mungkin Long, bahkan kau pun akan marah dan kesal jika waktu kau ingin makan malah tertunda seperti yang terjadi pada putri kita sekarang, bahkan kau juga sampai mendiami orang lain dan tak menyahut sama sekali jika dipanggil" ucap Neculas membuat Long melempar nya dengan satu bola petir yang sangat kecil, namun dengan sangat mudah semua itu dihindari oleh Neculas.


"Mengapa kau justru mengingatkan kembali hal itu" ucap Long menatap Neculas tajam, namun sama sekali tidak ada keperdulian yang terlihat Neculas, justru ia mengangkat kedua bahunya acuh tak acuh.


"Sialan!" Long menggertakan giginya dan langsung berpindah tempat ke sebelah kiri tepat disamping Lucifer.


"Apakah benar?" tanya Dewa Zeus sekali lagi karena tadi Lang belum sempat sama sekali mengucapkan jawabannya namun sudah terpotong oleh Long.


"Benar Yang mulia" jujur Lang.


"Putriku.." teriak Dewa Zeus mengepakkan sayapnya lebih cepat dan mensejajarkan dirinya dengan Mo Da Xia.


Disisi lain...


"Dimana mereka" ucap pemuda berambut hitam yang minum teh dikedai tadi menatap sekeliling nya bingung.


Sekarang mereka sudah berada tepat ditempat pertarungan antara Mo Da Xia dan para siluman tadi, menyapa mereka jadi bisa mengetahuinya? ya tentu saja karena masih banyak asap hitam mengepul bekas terjadinya ledakan akibat serangan Mo Da Xia tadi.


"Hei! apakah kalian juga sedang mencari siapa yang menyebabkan ledakan besar ini" tanya seorang pemuda datang bersama rombongannya yang berjumlah sekitaran dua puluhan orang berpakaian khas seorang prajurit kerajaan yang berwarna silver, tak lupa dengan lambang petir yang ada di pakaian bagian belakang nya.


"Ya, kami sedang mencari nya, namun saat kami sampai tak ada satupun orang yang terlihat disekitar sini, yang ada hanyalah kepulan asap hitam yang sangat tebal" ucap pemuda berambut hitam.


"Ck, sepertinya kita datang terlalu lambat" kesal prajurit yang bertanya tadi mengusap wajahnya kasar.


"Jika seperti itu lebih baik kita kembali saja dan segera kita laporkan pada Jendral besar" ucap prajurit lainnya.


"Ya benar, kita harus segera melaporkan hal ini kepada Jendral besar karena hanya kepada Jendral besar saja kita dapat melaporkan nya, entah mengapa Yang mulia menjadi jarang berada di istana sekarang" gerutu prajurit yang sebelumnya kembali merubah dirinya menjadi Naga.


"Lalu apa yang akan kita lakukan" tanya pemuda berambut merah menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.

__ADS_1


"Tentu saja kembali! memang apa yang kau ingin kau lakukan?" ucap pemuda berambut hitam.


"Yasudah lah" pasrah pemuda berambut merah dengan wajah kecewa.


_________________


Mo Da Xia turun dan mendarat dengan sempurna tepat di depan restoran mewah yang ingin disinggahi oleh nya tadi, ia langsung saja berjalan masuk kedalam restoran dan duduk di sebuah meja yang berada paling pojok tanpa menunggu kedatangan ke empat ayahnya serta Lang dan Zhou Wei.


"Pelayan" ucap Mo Da Xia mengangkat sedikit tangan kanannya.


"Ya Nona muda, apakah ada sesuatu yang ingin anda pesan" ucap seorang pelayan wanita ramah.


"Sajikan saja seluruh makanan terenak yang ada di restoran ini" datar Mo Da Xia.


"Baik Nona" ucap pelayan itu langsung melangkahkan kakinya pergi menuju arah tempat penyajian makanan.


"Dimana dia?"


.


Hai hai semuanya, author minta dukungan kalian seikhlas nya ya buat dukung karya author yang ini.


Caranya gampang kok😋


Nah! pertama kalian pencet bagian Toon Carnaval yang ada digambar dibawah ini, trus..



Setelah dibuka kan ada tuh tampilan halaman yg seperti itu, jadi disitu kalian pencet bagian aula kehormatan yaa!!



Nah habis itu kalian ketik judul karya novel author seperti yang tertulis di kolom pencarian digambar dibawah ini..



Nah habis itu kalian pencet yang tulisan lindungi itu ya dan berikan bintang kalian untuk melindungi karya Novel kalau bintang nya habis pun kalian bisa menukarkan nya dengan poin, 1 poin\= 1 bintang.



Udah segitu aja yaa🥰🥰 tetap dukung author selalu🥰🥰.


.

__ADS_1


__ADS_2