
"Liannn" teriak Zhou Wei dan Lang membelalakkan mata mereka terkejut.
"Kau, bukankah kau sudah mati" tanya Zhou Wei menunjuk Lian yang berdiri santai disamping Mo Da Xia dengan wajah datar.
"Tunggu tunggu" ucap gadis yang menyerupai Mo Da Xia menyela membuat pemuda yang disangka Lian itu langsung kembali menutupnya yang ingin berbicara.
"Mengapa" tanya Mo Da Xia datar menatap gadis itu hanya dengan lirikan matanya saja.
"Bukankah kau tadi tidak mengetahui diriku, lantas mengapa sekarang kau mengatakan jika kau mengetahui siapa diriku, bahkan kau mengetahui jika sebenarnya kita hanyalah satu saja, dan apa itu tadi? jika kau mengetahui semuanya lantas mengapa kau justru tidak menjauh ketika aku menyuruhmu untuk menjauh, kita berdua akan lenyap jika saja Astaroth tak menghentikan dirimu" tanya gadis yang menyerupai nya itu kebingungan.
"Hmm, yang dia katakan benar Yang mulia, bukankah tadi anda juga begitu kebingungan dengan apa yang dia rasakan ternyata anda juga merasakannya, bahkan anda tadi sempat marah karena ternyata ada seseorang yang menyerupai diri anda" ucap Zhou Wei bingung.
"Hahahaha, apakah drama yang kulakukan begitu sempurna sehingga tak ada satupun yang menyadari jika diriku hanya berpura-pura" ucap Mo Da Xia tertawa kencang.
"Apaa" beo semuanya tidak mengerti.
"Ck, merepotkan saja" gumam Mo Da Xia kesal karena harus menjelaskan semuanya sedari awal.
"Sebenarnya..
Lima tahun yang lalu...
"Gege keluarlah" ucap Mo Da Xia memerintah Lian untuk keluar dari bayangan nya setelah ia menciptakan sihir ilusi didalam kamar agar Astaroth yang selalu mengawasi segala pergerakannya tak tahu jika dirinya saat ini sedang keluar secara diam-diam ketempat sunyi diluar istana kekaisaran.
Namun ternyata tidak hanya Astaroth saja yang dikelabuinya, Zhou Wei beserta Lang pun ternyata juga ikut dikelabuinya dengan memutuskan akses keluar masuk dimensi Mawar hitam dengan alasan ingin beristirahat penuh tanpa gangguan oleh mereka tepat setelah ia mengatakan jika akan mempercepat peperangan mereka dengan tiga pemerintahan lainnya.
"Saya Yang mulia" ucap Lian membungkukkan badannya hormat.
"Berhenti memanggilku Yang mulia" ucap Mo Da Xia menatap Lian tajam.
__ADS_1
"Baiklah baiklah, ada apa adikku yang cantik ini memanggil gege keluar hm?" tanya Lian dengan suara lembut.
"Aku memiliki rencana yang hanya kita berdua saja yang melancarkan nya atau lebih tepatnya gege lah yang berperan penting dalam rencana ini" ucap Mo Da Xia pelan.
"Rencana apakah itu" tanya Lian penasaran.
"Apakah gege ingat hari dimana peperangan antara kita dan keluarga bangsawan Guo dan bangsawan Luan terjadi" tanya Mo Da Xia yang justru malah bertanya dan bukannya menjawab pertanyaan dari Lian.
"Tentu saja gege mengingat nya, apakah terjadi sesuatu saat itu" tanya Lian yang tak mempermasalahkan Mo Da Xia yang tak menjawab pertanyaan nya secara langsung.
"Waktu itu sebenarnya aku bukan menyelesaikan sesuatu yang penting, tapi karena ada seseorang yang membawaku karena ia mengatakan jika ada yang ingin dibahasnya tentang penglihatan nya mengenai darah iblis murni yang mengalir ditubuh ku ini" ucap Mo Da Xia yang membuat Lian terkejut dan langsung saja membolak-balikkan tubuh Mo Da Xia dengan wajah khawatir.
"Ck, apa yang gege lakukan" tanya Mo Da Xia kesal karena kepalanya menjadi sedikit pusing sekarang.
"Apakah dia melukai dirimu adik, kau baik-baik saja bukan" tanya Lian tanpa menghiraukan pertanyaan Mo Da Xia tentang apa yang dilakukannya sekarang.
"Aku baik-baik saja berhentilah, waktu kita tidak banyak, jadi hentikan sikap konyol gege ini" ucap Mo Da Xia membuat Lian langsung menampilkan deretan gigi putihnya yang tertata rapi.
"Jadi apa saja yang kalian bicarakan pada saat itu" lanjut Lian bertanya karena begitu penasaran.
"Dia sempat mengatakan jika diriku adalah keturunan Lucifer dan menjelaskan jika dahulu ada pertemuan dari para pemimpin seluruh dimensi, namun tidak dengan dimensi ras manusia, entahlah akupun tak bertanya mengenai hal itu. Dia mengatakan jika dipertemuan itu Zeus dan Lucifer hanya menginginkan jika penerus mereka selanjutnya hanyalah satu orang saja, namun hal tersebut mendapat pertentangan dari beberapa pemimpin lainnya, tapi pada akhirnya keputusan mereka semua tetaplah jika penerus itu hanyalah satu orang saja" henti Mo Da Xia.
"Tapi pada saat aku bertanya siapa orang yang menjadi penerus itu, dirinya justru seperti menyembunyikan sesuatu dan malah bertanya apakah aku menyayangi kedua orang tua ku atau tidak, tentu saja waktu itu aku menjawab jika aku menyayangi kedua orang tuaku" lanjut Mo Da Xia menjelaskan.
"Lalu apa yang harus gege lakukan dari semua cerita mu itu" tanya Lian mengerutkan keningnya, walau sebenarnya ia tidak tahu dengan siapa-siapa saja orang yang dimaksud oleh Mo Da Xia.
"Selidiki kedua orang tuaku" ucap Mo Da Xia yang langsung saja membuat Lian membelalakkan matanya terkejut.
"Apakah gege tak salah dengar adik" tanya Lian menatap Mo Da Xia tak percaya.
__ADS_1
"Apakah kau mengira jika penerus yang terpilih itu adalah dirimu" tanya Lian hati-hati takut menyinggung perasaan adiknya itu.
"Apakah gege berpikir aku begitu terobsesi untuk menjadi penerus mereka" tanya Mo Da Xia yang langsung dijawab Lian dengan gelengan kepalanya.
"Jika saja orang tua itu tidak mendesak dan berhenti masuk kedalam mimpi ku, aku pun tak akan mau perduli dengan urusan para pemimpin dimensi itu" ucap Mo Da Xia kesal ketika mengingat kembali malam-malam tak tenang yang dilaluinya hanya karena seorang pemuda tampan berambut putih yang mengaku jika dirinya adalah Zeus itu terus saja mendatangi dirinya didalam mimpi, entahlah apa yang menyebabkan Mo Da Xia jadi menyebutnya sebagai orang tua.
"Memang apa yang dikatakan nya didalam mimpi mu itu" tanya Lian.
"Aku tak bisa mengatakan nya" jawab Mo Da Xia.
"Baiklah jika seperti itu, tapi mengapa kau jadi ingin gege menyelidiki kedua orang tuamu itu adik?" tanya Lian lagi.
"Hmm entahlah, insting ku mengatakan jika aku harus menyelidiki orang terdekat ku" ucap Mo Da Xia teringat akan peringatan yang diberikan oleh Astaroth, tentu saja ia tidak akan mengabaikan peringatan dari orang lain walau hanya peringatan kecil saja.
"Tapi kau harus memalsukan kematianmu ketika peperangan nanti agar menjadi lebih mudah untuk menyelidiki mereka" ucap Mo Da Xia.
"Apakah gege keberatan" tanya Mo Da Xia menatap Lian yang berdiri mematung.
"Ti tidak" jawab Lian terbata.
"Baguslah" ucap Mo Da Xia santai.
"Tapi bagaimana cara yang akan kita lakukan untuk memalsukan kematianku nanti" tanya Lian yang tak dapat berpikir lebih jauh lagi.
"Aku akan menggunakan jurus bayangan yang akan ku rubah menjadi gege nanti saat terjadinya peperangan" ucap Mo Da Xia menjelaskan.
"Baiklah"
.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen dan vote yaa guys, btw jangan lupa hadiahnya juga yakkk😋
.