
Brughhh...
"Maafkan kami semua Yang mulia"
Semua menteri bersujud dilantai yang penuh dengan bekas darah dari pertarungan Mo Da Xia dan para pengikut nya tadi. Tapi mereka semua tidak memperdulikan itu karena rasa takut yang jauh lebih menguasai diri mereka saat ini.
"Maafkan atas kecerobohan dan kebodohan kami Yang mulia" serempak para menteri dan tetua.
Sedangkan Jendral besar serta kekasih putri Kaili sudah tergeletak tak bernyawa sedari tadi, karena sudah tak tahan lagi setelah mendapat siksaan dari Zhou Wei dan Lang.
"Kalian pikir, dengan apa yg telah kalian perbuat ini saya akan memaafkan kalian??" teriak Zhou Wei marah.
"Saya sungguh menyesal karena sudah memberikan kepercayaan yang begitu besar kepada kalian di kerajaan ini!, nyatanya kalian justru lebih memilih mengikuti permainan gadis ja*lang itu dan lebih memilih mengkhianati saya RAJA KALIAN SENDIRI"
Zhou Wei dengan sengaja menekan tiga kata di akhirnya, agar para menteri dan tetua nya yang bodoh itu sadar siapa sebenarnya akan dirinya ini.
"Ampun beribu ampun Yang mulia, maafkan sekali lagi atas kebodohan kami"
Para menteri dan tetua tak henti hentinya membenturkan kepala mereka ke lantai hingga mengeluarkan darah yang lumayan banyak, tapi Zhou Wei sudah tidak perduli lagi akan hal itu. Baginya sekarang, mau sesering apapun dan bagaimanapun kegigihan mereka untuk meminta maaf, ia tetap tak ingin memaafkan nya.
__ADS_1
Mereka adalah para petinggi kerajaan tertinggi ras Naga, tapi kenapa mereka justru memiliki pemikiran yang sangat bodoh, percuma saja punya otak yang cerdas jika tidak digunakan untuk berfikir yang jernih. Hanya karena Putri Kaili saja, mereka berani mengkhianati kepercayaan raja mereka sendiri. Jadi sudah jelas jika mereka tak pantas lagi untuk menyandang gelar para petinggi itu.
"Yang mulia, hamba mohon kepadamu untuk sedikit berbelas kasih kepada kami Yang mulia" ucap perdana menteri menangkupkan kedua tangannya memohon, bahkan sudah menetes buliran bening dari pelupuk matanya karena rasa takut yang kian membara.
"Hahahaha, berani sekali kau Perdana menteri.. mana sebelumnya keberanian mu yang telah mengkhianati kepercayaan Raja mu ini hah??" bentak Zhou Wei.
Sepertinya kali ini amarah Zhou Wei benar benar tak dapat dibendung lagi, aura membunuh nya pun kian menambah dan menyeruak memenuhi aula kerajaan.
Tak perlu menunggu lebih lama lagi, Zhou Wei yang sedari tadi diam kini melesat dengan cepat pada kerumunan para petinggi.
Sreetttttt...
Blarr....
Sayatan, tebasan dan Sambaran petir murni langsung menghantam para petinggi kerajaan dengan sangat cepat, kejadiannya terjadi sangat cepat, bahkan sangat sulit jika dilihat dengan mata telanjang.
Keadaan para petinggi kerajaan terlihat begitu mengenaskan, badan yang tersayat, leher yang terpenggal. Bahkan baju mereka pun terlihat gosong karena terkena Sambaran petir yang mengerikan.
Tak ada satupun yang selamat dari hantaman Zhou Wei saat ini, ia menyerang tidak memandang bulu sama sekali, baginya tua ataupun muda jika ia sudah berani berkhianat maka sudah sepantasnya dihukum mati seperti sekarang ini.
__ADS_1
"Itulah sebabnya karena telah salah dalam memilih lawan" gumam Zhou Wei dengan sorot mata yang tajam.
"Lang, kemarilah. Aku mempunyai makanan yang sangat enak untukmu" telepatinya pada Lang yang bersama Mo Da Xia saat ini.
Swoshhhh..
Angin berhembus kencang, menimbulkan Lang dengan wujud harimau nya dibelakang Zhou Wei.
"Nikmatilah hidangan istimewa yang sengaja ku berikan padamu Lang" seringai Zhou Wei mengerikan.
Entah mengapa, ada guratan kebahagiaan setelah ia membunuh para petinggi kerajaan yang sampah itu.
"Apakah diriku kembali haus akan darah" gumam nya. Menyadari akan kelakuan nya yang berbeda dari sebelumnya.
"Apakah kau tidak ada niatan untuk memaafkan mereka Raja Zhou?" tanya Lang ketika melihat tak ada satupun dari mereka yang mempunyai nyawa, semuanya tergeletak mengenaskan.
"Cih, memaafkan mereka katamu huh?.. Diriku tidak sebaik itu Lang"
"Tapi sepertinya kau belum merasa puas dengan semua ini, apakah kau memiliki rencana lain?" tanya Lang mendelik. Ia curiga ketika menatap seringai dari mantan tuan nya itu, apakah ada sesuatu lagi yang akan diperbuat nya?.
__ADS_1
"Kau akan tahu nanti"