RATU PENGUASA SELURUH DIMENSI

RATU PENGUASA SELURUH DIMENSI
CHAPTER 48


__ADS_3

Crashhh... Crashhh... Crashhh...


Puluhan kepala para penjaga menggelinding ditanah hanya karena satu tebasan pedang dari Mo Da Xia.


"Dasar lemah" seringai Mo Da Xia menjilat darah dipedang hitam nya dengan seluruh mata yang berwarna merah darah.


"Hiks.. Hiks.. Hiks.." suara isakan seorang wanita terdengar jelas ditelinga Mo Da Xia.


"Hm" gumam Mo Da Xia mengangkat alisnya.


"Hiks.. gadis kecil itu benar benar seorang iblis" isak Nona muda Luan Sisi yang berada dibalik paviliun tempat Mo Da Xia membantai para penjaga yang berjaga di paviliun nya.


"Bagaimana.. Bagaimana mungkin ada seorang manusia yang seperti itu.. hiks" lanjut Nona muda Luan Sisi masih dengan isakan nya dengan kepala yang ia simpan dibalik lipatan tangannya, ia benar benar ketakutan karena merasa sedang berhadapan dengan seorang yang benar benar iblis.


Bayangan tentang Mo Da Xia menebas seluruh penjaga nya dalam satu kali tebasan terus berputar dikepalanya, dan hal yang semakin membuat tubuh nya seolah tak berdaya adalah ketika ia melihat Mo Da Xia menjilat darah segar dari para penjaga kediaman nya.


Srettt.... suara pedang yang diseret dilantai terdengar begitu ngilu ditelinga Nona muda Luan Sisi.


"Hiks" Isak Nona muda Luan Sisi semakin menundukkan kepalanya.


"Keeteeemuuu" ucap Mo Da Xia mengalun seolah sedang bernyanyi dengan seringai yang tak pernah luntur dari bibirnya.


"Aaaaaaa..." teriak Nona muda Luan Sisi terkejut, ia sungguh tidak mengira jika gadis kecil itu mengetahui keberadaan nya.


"Hahahahhaa" tawa seram keluar dari mulut Mo Da Xia, terlihat taring yang panjang dari dalam mulutnya.

__ADS_1


Penampilan nya benar benar mirip seorang psychopat yang sangat haus darah, sungguh tidak seperti biasanya ia melakukan dengan sangat bersih, kali ini seluruh badannya penuh dengan bercak darah segar walaupun ia sedang menggunakan hanfu berwarna merah namun darah yang menetes dari hanfu nya sungguh terlihat sangat jelas.


"Mengapa kau takut Nona muda Luan Sisi" tanya Mo Da Xia meraih dagu Nona muda Luan Sisi dengan telunjuk nya.


"Pergiiiii, pergii kau iblis" teriak Nona muda Luan Sisi semakin memundurkan badan ke dinding dibelakangnya.


"Kau mengatai diriku iblis, hahahaha" tanya Mo Da Xia disertai tawa seram yang menggelegar.


"Apakah kau tidak sadar dengan sikap mu pada rakyat ku selama ini" ucap Mo Da Xia mencekik leher Nona muda Luan Sisi dengan mata yang terus memberikan tatapan tajam nya.


"I itu se semua tidak benar" ucap Nona muda Luan Sisi terbata, tangannya terus berusaha melepaskan cekikan kuat dari Mo Da Xia.


Mendengar apa yang Nona muda Luan Sisi ucapkan membuat Mo Da Xia semakin menguatkan cekikan nya, dengan sangat mudah tubuh Nona muda Luan Sisi ia angkat dengan sangat tinggi dan langsung ia lemparkan pada dinding paviliun kediaman Nona muda Luan Sisi.


"Uhukk" Nona muda Luan Sisi memuntahkan banyak darah dari mulutnya.


"Hiks" isakan Nona muda Luan Sisi kembali terdengar, tangannya bergetar ketika melihat darah segar ditelapak tangan nya, meskipun ia berlaku layaknya seorang iblis namun tak ada satupun yang berani memperlakukan nya seperti sekarang.


"Apakah kau memperlakukan rakyat ku layak nya binatang selama ini karena kau ingin dikatakan orang orang seperti seorang iblis" tanya Mo Da Xia dengan senyuman mengejek.


"Hiks.. tidakk" ucap Nona muda Luan Sisi mengelak, padahal apa yang Mo Da Xia ucapkan adalah kebenaran dari apa yang ia lakukan sedari dulu, ia ingin orang orang mengenalnya sebagai seorang iblis yang selalu bertindak kejam pada yang lainnya sehingga tidak ada satupun orang yang akan berani terhadap nya.


"Sungguh menyedihkan" ucap Mo Da Xia memegang dagu Nona muda Luan Sisi dengan sangat kuat membuat Nona muda Luan Sisi mengaduh kesakitan.


"Manusia lemah bermimpi menjadi iblis dan selalu berangan angan terlihat seperti orang yang sangat kuat dimata para rakyat ku" tekan Mo Da Xia menggores wajah Nona muda Luan Sisi dengan belati motif naga nya.

__ADS_1


"Perlu kau tahu bodoh, tidak ada satupun iblis yang lemah di dunia ini, bahkan ketika mereka kecil mereka sudah langsung bisa berkultivasi dan memiliki kekuatan didalam diri mereka" lanjut Mo Da Xia yang kini menusuk kedua mata Nona muda Luan Sisi sangat dalam.


"Tidak.. hiks, maafkan aku, apa sebenarnya salah kami sehingga kau melakukan ini semua pada keluarga kami" teriak Nona muda Luan Sisi memegangi kedua matanya yang mengeluarkan darah sangat deras.


Crashh... badan Nona muda Luan Sisi terbelah dua.


"Mati lah dengan gentayangan karena rasa penasaran mu itu" seringai Mo Da Xia melangkah dengan cepat menuju paviliun yang lainnya.


____________________


"Hahahaha, apakah hanya ini kemampuan mu" ejek Mo Lou Shen disela sela pertempuran nya dengan Tuan muda Luan Jichu.


"Benar benar keluarga sampah yang memiliki ambisi yang sangat tinggi, bagaimana kalian akan menyerang kekaisaran Bulan darah yang memiliki Ratu yang hebat dengan kemampuan kalian yang sangat lemah ini" ucap Mo Lou Shen.


"Berisik" teriak Tuan muda Luan Jichu marah, ia mengayunkan pedangnya kearah leher Mo Lou Shen dengan sangat cepat.


Crashhhh.. suara kepala yang terkena tebasan pedang menggelinding ke tanah dengan mata melotot.


"Sampah tetaplah sampah" ucap Mo Lou Shen datar langsung melompat ke kediaman lainnya.


.


Jangan lupa like, komen dan vote yaa readers 🥰, dan jangan lupa juga dukung karya author dilomba Update Tim dengan cara memberikan hadiahh, terima kasih.


.

__ADS_1


__ADS_2