RATU PENGUASA SELURUH DIMENSI

RATU PENGUASA SELURUH DIMENSI
CHAPTER 89


__ADS_3

"Mau memanggil bantuan heh!!" dengus Mo Da Xia.


Mata Mo Da Xia langsung berubah menjadi warna biru sampai tak menyisakan satu pun warna putih yang terlihat dari kedua bola matanya.


"Die" gumam Mo Da Xia menunjuk sosok yang muncul lumayan jauh dari tempat mereka berdiri saat ini.


Crashh...


Kepala orang suruhan Nona muda Yuan langsung menggelinding ketanah dengan mata yang terbuka.


"B-bagaimana dia bisa mengetahuinya" gumam Nona muda Yuan dalam hati terkejut.


"Heh! tak di dimensi ras manusia, tak di dimensi ras Naga! mengapa orang-orang yang suka menggangguku selalu saja seorang penyembah iblis, apakah mereka adalah orang yang sangat lemah sehingga meminta bantuan para iblis untuk memiliki kekuatan" gumam Mo Da Xia sinis.


Jangan ditanya mengapa Mo Da Xia tega untuk membunuh seorang iblis yang notabenenya adalah para rakyat Astaroth dan Lucifer ayahnya, itu semua adalah kesalahan dari mereka sendiri yang lebih memilih untuk membantu orang yang telah menyinggung nya daripada memihak pada dirinya, atau apakah sebenarnya mereka sangat bodoh sehingga tak merasakan aura dari Lucifer yang menguak dengan sangat kuat disekitar mereka, ya walaupun auranya sudah ditutupi oleh Lucifer namun tetap saja bagi sesama seorang iblis serapi apapun itu ia menyembunyikan aura keberadaan nya, maka mereka pasti akan bisa merasakannya.


"N-nona Yuan.. bukankah tadi kau memerintahkan dirinya hanya didalam batin mu saja, lantas mengapa gadis itu jadi bisa mengetahui jika kita ingin memanggil bantuan" bisik Nona muda Rue pada Nona muda Yuan.


"Oh sepertinya para Nona muda ini sungguh tidak mengetahui jika sebenarnya akar ini adalah akar yang memiliki kehidupan" seringai Mo Da Xia, jadi sekecil apapun mereka berbisik maka sudah pasti akan didengar nya dengan sangat jelas karena akar yang melilit erat tubuh mereka.


"Mana aku tahu, apakah kau pikir aku seorang dukun yang mengetahui apa saja yang dilakukannya" kesal Nona muda Yuan dengan tangan yang tak henti-hentinya mencoba untuk melepas akar yang melilit tubuhnya erat.


"Habis lah sudah" gumam Nona muda Rue menitikkan air matanya takut.


Swoshh...


Tiba-tiba saja angin kencang langsung menerjang mereka hingga debu-debu dan dedaunan kering langsung saja beterbangan kesana kemari mengikuti kemana arah angin yang entah mengapa jadi datang secara tiba-tiba.


Aura disekitar pun yang awalnya sejuk dan tenang entah mengapa kini tiba-tiba saja menjadi sangat tidak mengenakkan karena pancaran aura membunuh yang sekarang memenuhi sekitar Mo Da Xia dan para gadis bangsawan, para rakyat yang menonton pertikaian mereka sedari tadi pun lebih memilih untuk melangkah menjauh karena mereka sudah sangat hafal siapa orang yang suka datang dengan pancaran aura membunuh yang sangat kuat seperti ini, oleh sebab itulah mereka lebih memilih untuk lebih menjaga jarak agar tak turut ikut campur dengan masalah yang sedang terjadi.


"J-jendral besar" gumam para gadis bangsawan membelalakkan matanya terkejut ketika melihat siapa yang muncul ditengah-tengah pertikaian yang sedang terjadi.


"Cepat tangkap mereka dan bawa ke istana" perintah Jendral besar pada para prajurit Kerajaan yang berada dibawah pimpinan Zhou Wei.


Srakk.. Srakk..


Akar-akar besar itu dipenggal oleh para prajurit Kerajaan Naga dengan sangat mudah karena aura kehidupannya telah Mo Da Xia tarik sepenuhnya sehingga akar tersebut hanya bagaikan sebuah ranting biasa yang mudah patah jika ditebas menggunakan pedang.


"Ayo cepat jalan lah!" ucap seorang prajurit berambut biru menarik tangan kanan Mo Da Xia sangat kasar.


"Yang mulia biarkan saya keluar Yang mulia, mereka sudah begitu keterlaluan dengan memperlakukan anda seperti itu" mohon Zhou Wei karena Mo Da Xia yang tiba-tiba saja mengunci akses keluar masuk dimensi Mawar hitam nya.


Berbeda dengan Zhou Wei dan Lang yang nampak khawatir dan marah, para ayah Mo Da Xia justru hanya mengikuti Mo Da Xia dalam diam dari ketinggian yang sama sekali tak bisa digapai dan dilihat oleh orang lain, namun aura keberadaan nya masih terasa begitu pekat jika mereka menginginkan nya.


"Diamlah! aku ingin tahu seberapa besar rasa sopan dan etika yang dimiliki para bawahan mu ini" ucap Mo Da Xia yang langsung membuat Zhou Wei terdiam seribu bahasa.

__ADS_1


...----------------...


Istana Kerajaan tertinggi ras Naga.


Aula pertemuan..


Brughh..


Para gadis bangsawan dan Mo Da Xia dilempar para prajurit dengan sangat kasar didepan para petinggi Kerajaan ras Naga.


"Sepertinya sebuah keberuntungan mereka membawa diriku kesini" gumam Mo Da Xia menyeringai ketika merasakan aura dari perwujudan ras Naga nya berada disekitar Istana Kerajaan ini.


"Ck.. Ck.. Ck.." decak seorang gadis cantik memasuki ruang aula bersama para dayang yang yang selalu mengikuti kemanapun dirinya pergi.


"Hanya seorang gadis miskin namun ingin berbuat onar di wilayah ini.. sungguh gadis yang tak tahu diri" sarkas gadis cantik itu berjalan kehadapan Mo Da Xia dengan wajah yang sangat angkuh.


"Hoamm.." Mo Da Xia berdiri sembari menutup mulutnya yang sedang menguap dengan sangat anggun.


"Bukankah yang lebih pantas disebut tak tahu diri adalah anda Nona? anda yang justru hanya seorang gadis miskin namun berlagak seolah berkuasa di istana ini, bahkan setahu saya Kerajaan ini hanyalah dipimpin seorang pemuda yang sangat tampan dan bukannya seorang Nona muda manja seperti anda" ucap Mo Da Xia.


Plakkk...


Pipi Mo Da Xia ditampar oleh gadis cantik itu dengan sangat kuat hingga terlihat bekas merah dari jari-jari tangan yang membekas.


"Jaga ucapan mu jal*ng!!!!!" teriak gadis cantik itu dengan wajah yang merah padam.


Plakkk..


Pipi Mo Da Xia kembali ditampar oleh gadis cantik itu dengan sangat keras namun tak ada satupun para petinggi Kerajaan yang bereaksi ketika melihat tingkah nya yang sangat tidak senonoh itu.


"Mengapa kau hanya diam saja hah? apakah mulutmu itu kini mendadak menjadi bisu setelah mengetahui siapa identitas Nona ini yang sebenarnya? ck.. sungguh gadis jal"ng, terima ini!!"


Plakkk...


Untuk yang ketiga kalinya pipi Mo Da Xia mendapat tamparan yang sangat keras dari gadis cantik yang sangat angkuh didepannya itu.


"Itu adalah hukuman yang pantas bagimu karena terlalu berani berkata seperti itu kepada Nona ini!" angkuh gadis cantik itu.


"Tiga" gumam Mo Da Xia yang ternyata justru asik menghitung tamparan keras yang diberikan kepadanya dan tak menghiraukan sama sekali bualan-bualan yang keluar dari mulut sampah gadis cantik didepannya ini.


Syuttt.. Duaghhh..


Badan gadis cantik itu langsung terlempar dengan sangat jauh hingga menabrak dinding aula hanya karena satu kali tinjuan santai yang diberikan oleh Mo Da Xia.


Belum cukup sampai disitu Mo Da Xia kini melesat dengan sangat cepat kearah gadis cantik yang terbaring tak berdaya dilantai aula dengan kondisi kepala yang dipenuhi dengan darah.

__ADS_1


"Sssh.." desis gadis cantik itu merasakan sakit yang luar biasa karena rambut nya yang ditarik dengan sangat kuat oleh Mo Da Xia.


Srett..


Mo Da Xia dengan sangat mudah menyeret tubuh gadis cantik itu hanya dengan tangan kanannya saja.


"Hentikan!!" teriak Jendral besar berdiri dihadapan Mo Da Xia dengan aura membunuh yang sangat kuat keluar dari tubuhnya.


"Berisik!!" ucap Mo Da Xia mendorong tubuh Jendral besar dengan sangat kuat hingga ia juga menabrak dinding aula sama seperti gadis cantik tadi.


"Kalian semua!! cepat hentikan gadis itu, jika tidak mungkin dia akan melukai Nona muda jauh lebih parah lagi" perintah Jendral besar membuat para petinggi kerajaan langsung menarik pedang yang tersarung rapi dipinggang mereka.


"Lepaskan atau mati" ucap seorang Jendral yang berada dibawah perintah Jendral besar.


"Huh! apakah kau pikir kau sangat pantas berkata seperti itu?" tanya Mo Da Xia menatap Jendral itu sinis.


Sringg..


Mo Da Xia mengeluarkan sebuah belati berwarna putih bercampur merah dari dalam dimensi Mawar hitam nya dan langsung ia lemparkan ke arah Jendral itu dengan kecepatan yang sulit terlihat oleh mata telanjang.


"Argghh.." teriak Jendral itu kesakitan memegang dada sebelah kirinya yang tertusuk oleh belati Mo Da Xia yang ternyata telah dilumuri oleh racun yang sangat mematikan.


Tanpa menghiraukan orang disekitarnya Mo Da Xia tetap berjalan kembali menuju tempat yang ingin dituju nya sedari tadi dengan tangan yang terus saja menyeret gadis cantik yang sudah sangat tak berdaya karena sudah hampir kehabisan banyak darah.


Brughhh..


Mo Da Xia melempar gadis cantik itu dengan sangat keras tepat dibawah singgasana yang biasanya diduduki oleh Zhou Wei ketika dirinya memimpin rapat di aula pertemuan itu.


"Aaaaaa.." teriak gadis cantik itu sangat keras karena Mo Da Xia yang dengan sangat sengaja menginjak jari tangan kirinya.


"Ups.. maaf sengaja" ucap Mo Da Xia santai kembali berjalan menuju singgasana Raja Zhou Wei dan langsung menduduki nya.


"Heiiii!!" teriak seluruh orang yang ada di aula pertemuan itu membelalakkan matanya terkejut dengan keberanian Mo Da Xia.


"Siapa yang memberimu hak untuk menduduki tahta Yang mulia Raja, kau itu hanyalah gadis miskin dan bukan dari keluarga bangsawan maupun kerajaan, jadi cepatlah turun dari singgasana itu sebelum kami menyeret dirimu secara paksa hingga membuat dirimu akan merasa sangat malu" hina menteri keamanan sembari menunjuk Mo Da Xia.


"Beginikah sifat kalian dibelakang Zhen selama ini" Zhou Wei tiba-tiba saja muncul disamping singgasana yang sedang Mo Da Xia duduki saat ini dengan wajah yang terlihat begitu marah dan kecewa.


"Yang mulia"


.


Hai semuanya!! maaf ya author lama gak update karena kemarin²nya author sangat sibuk, dan beberapa hari terakhir ini author malah sakit jadi author gak bisa untuk update novel ini, bahkan novel yang lainnya pun sama gak author update juga, jadi author minta maaf ya udah ngegantung ceritanya lumayan lama 😊 sehat² semuanya!!.


Salam dari ayah Zeus🤪

__ADS_1



.


__ADS_2