
"Bunuh dia" perintah Nona muda Zhu Linyu menunjuk kearah Mo Da Xia disertai tatapan menghina nya.
"Baik Nona muda" ucap para pengawal serempak dan langsung berjalan mengelilingi Mo Da Xia beserta Zhou Wei dan Lang yang justru malah berduduk santai dikursi yang baru saja mereka keluarkan dari dalam dimensi Mawar hitam.
"Huh, sepertinya mereka adalah orang-orang yang bodoh sehingga meremehkan kekuatan kita" angkuh seorang pengawal yang sepertinya adalah pemimpin dari para pengawal Nona muda Zhu Linyu.
"Anda benar ketua, belum tau saja mereka jika kita adalah para pengawal terpercaya dari Bangsawan kelas atas dikekaisaran Bulan darah ini" sahut bawahan dari pengawal yang berbicara angkuh tadi.
"Apakah kalian mendengar sesuatu" tanya Lang mengucek-ngucek telinga nya membuat Nona muda Zhu Linyu yang awalnya sempat terpana dengan ketampanan nya langsung berubah menjadi jijik karena mengira jika Lang adalah orang yang sangat jorok, belum tahu saja dia bagaimana sifat Lang yang sebenarnya.
"Tidak, aku tidak mendengar apapun" sahut Zhou Wei yang mengerti drama yang sedang dilakukan oleh Lang, ya meskipun drama yang sudah terlalu basi.
"Hmm, tapi sepertinya tadi aku seperti ada mendengar suara semut" ucap Lang polos yang membuat Zhou Wei langsung menepuk jidatnya pasrah dengan tingkah Lang yang begitu amburadul, bagaimana mungkin ia bisa mengetahui suara semut yang bahkan diletakkan digendang telinga pun suaranya tak akan terdengar.
"Ck, terserah kau saja" kesal Zhou Wei yang lebih memilih untuk diam dan tak ingin menyahuti ucapan Lian lagi.
"Kalian cepatlah" teriak Nona muda Zhu Linyu yang langsung menyadarkan para pengawal dari kebodohan mereka yang sedari tadi justru malah menengok kearah Lang dan Zhou Wei yang berbicara secara bergantian.
"Baik Nona muda" teriak mereka yang langsung saja menarik pedang yang tersarung rapi dipinggang mereka.
"Wahh, apakah itu pedang rongsokan keluaran terbaru" tanya Mo Da Xia dengan pandangan berbinar, padahal orang lain pun begitu tahu arti dari tatapan serta maksud dari pertanyaan nya itu, apalagi jika bukan menghina mereka Nona muda Zhu Linyu beserta para pengawal nya secara tidak langsung.
"Heii!! jaga ucapan mu, kami adalah keluarga dari Bangsawan kelas atas, jadi tentu saja pedang yang mereka gunakan bukanlah pedang sembarangan" teriak Nona muda Zhu Linyu tak terima dengan hinaan Mo Da Xia.
Tingg....
__ADS_1
"Ups... tidak sengaja" ucap Mo Da Xia menutup mulutnya ketika belati motif naga yang ia lempar mematahkan pedang salah satu pengawal Nona muda Zhu Linyu.
"Tidak sengaja kau bilangg!!! jelas jelas kau begitu sengaja melemparkan belati mu itu untuk mematahkan pedang salah satu pengawal ku" ucap Nona muda Zhu Linyu yang mulai habis kesabaran nya untuk menghadapi Mo Da Xia.
Syuttt..
"Arghhh..." teriak salah satu pengawal menahan sakit akibat lemparan belati yang tepat mengenai jantungnya dan langsung ambruk ketanah.
"Bukankah sudah ku bilang jika aku tidak sengaja mengenai pedangnya" ucap Mo Da Xia menatap sinis yang justru membuat Nona muda Zhu Linyu menganga tak percaya.
"Cihh, baru saja berhasil membunuh salah satu pengawal ku tapi kau sungguh begitu angkuh" ucap Nona muda Zhu Linyu yang sepertinya masih saja tidak terima dengan hinaan yang Mo Da Xia berikan sehingga ia terus saja mencari cara untuk membuat nya malu.
Sedangkan disisi lain, Lang justru sedang berduduk begitu santai dan terus tebar pesona bahkan sesekali mengedipkan matanya pada orang-orang yang mulai berkerumun untuk melihat apa yang sedang terjadi.
Skip skip skip.. tak perlu kita perdulikan tingkah Lang yang suka membuat orang lain malu atas kelakuan nya.
"Apakah aku terlihat perduli dengan ucapan mu itu" ucap Mo Da Xia acuh.
"Cihh, coba saja jika kau mampu melawan seluruh pengawal ku" tantang Nona muda Zhu Linyu.
"Oh ya? bagaimana jika seandainya aku mampu membunuh mereka hanya dalam beberapa detik saja?" tanya Mo Da Xia mencoba untuk memancing Nona muda Zhu Linyu lebih dalam lagi, sampai manakah dirinya akan bertindak agar dirinya tak merasa malu didepan begitu banyak orang yang sedang menonton mereka saat ini.
"Aku berjanji akan menyerahkan salah satu paviliun lotus biru yang ada terletak di istana kekaisaran Bulan darah yang berada didekat paviliun Yang mulia Ratu Da Xia" ucap Nona muda Zhu Linyu yang terlihat begitu meyakinkan.
"Wahh, tawaran mu sungguh menggiurkan Nona, tapi memangnya siapa kau ini sehingga bisa memberikan paviliun lotus biru itu padaku dengan begitu mudah" tanya Mo Da Xia mengikuti permainan yang dibuat Nona muda Zhu Linyu.
__ADS_1
"Cih, bangsawan rendahan seperti dirimu tentu saja tidak akan mengetahui siapa diriku, tapi karena kau bertanya maka aku akan menjawabnya" henti Nona muda Zhu Linyu menatap sekitarnya.
"Aku adalah adik angkat kesayangan dari Yang mulia Ratu Da Xia" angkuh Nona muda Zhu Linyu mengangkat dagunya sombong.
"Apakah dia gila sehingga mengaku-ngaku menjadi adik angkat Yang mulia Da Xia" ucap seorang gadis bangsawan kelas menengah menatap Nona muda Zhu Linyu geli.
"Sepertinya memang begitu, bagaimana mungkin Yang mulia memiliki adik angkat yang memiliki sifat yang sangat bertolakbelakang dengan kepemimpinan nya" ucap gadis bangsawan lainnya yang juga menatap Nona muda Zhu Linyu geli.
"Iwwhhhh, benar-benar menjijikkan, mengapa bisa ada orang gila yang berkeluyuran tidak jelas dipasar inihh" ucap seorang pemuda yang berpenampilan seperti seorang perempuan dengan gaya centil nya.
Sedangkan Nona muda Zhu Linyu yang mendengar ucapan para rakyat langsung saja mengepalkan tangannya erat karena tak ada satupun orang yang begitu percaya dengan ucapannya.
"Baiklah, kalian tunggu saja, aku pasti akan kembali lagi bersama dengan Yang mulia Ratu Da Xia dan akan membungkam mulut sampah kalian itu" ucap Nona muda Zhu Linyu berlari pergi membuat Mo Da Xia mengerutkan keningnya, sungguh jelas terlihat jika tak ada sedikitpun kebohongan yang terlihat dari bola mata Nona muda Zhu Linyu ketika ia mengucapkan jika ia akan kembali bersama dengan Ratu Da Xia yaitu dirinya sendiri, atau apakah mungkin ada seseorang yang mengaku-ngaku menjadi dirinya dan membohongi Nona muda Zhu Linyu yang polos?.
Dengan cepat Mo Da Xia langsung mengaktifkan mata iblis nya yang membuat seluruh pupil matanya menjadi warna merah menyala.
Hanya dalam sekali lihat saja, para pengawal yang sedang berdiri seperti orang bodoh itu langsung saja kehilangan nyawa mereka dengan tubuh yang mengering dan meninggalkan tulang-tulang mereka saja tanpa ada darah, daging ataupun kulit lagi yang tersisa dari serangan mata iblis Mo Da Xia.
"Ikuti dia"
.
Jangan lupa like, komen dan vote yaa 🥰
.
__ADS_1