
"Sepertinya gadis ini benar benar melupakan siapa dirinya yang sebenarnya" gumam Astaroth dalam hati karena melihat respon Mo Da Xia seperti orang yang tidak mengetahui apapun dari sepenggal ceritanya tadi.
"Kau mengumpat ku lagi" tanya Mo Da Xia menatap tajam ketika melihat Astaroth yang memandang nya aneh dalam diam, ia tidak bisa mendengarkan batinan dari Astaroth lagi karena Astaroth telah mengunci batinnya agar fikiran nya tidak diketahui oleh Mo Da Xia, namun gelagat dari Astaroth lah yang membuat Mo Da Xia jika Astaroth sedang membicarakan nya didalam hati.
"Tidak tidak, jangan salah paham" ucap Astaroth mengelak.
"Cih, cepat lanjutkan cerita mu" desak Mo Da Xia.
"Yayaya" ucap Astaroth sedikit kesal karena Mo Da Xia yang terlihat tidak sabaran.
"Pertemuan itu tidak berjalan lancar karena ada beberapa dari mereka yang tidak menyetujui usul dari Dewa Zeus dan Lucifer yang menginginkan penerus mereka semua hanya satu saja, padahal mereka bisa memilih satu persatu dari sekian banyak orang dari ras mereka masing masing"
"Kenapa Dewa Zeus dan Lucifer hanya menginginkan satu orang saja untuk mengemban tugas mereka semua" tanya Mo Da Xia.
"Entahlah, aku pun tidak mengetahui alasan nya" jawab Astaroth.
"Kenapa mereka tidak menyerahkan tugas itu pada anak mereka saja"
"Mereka tidak memiliki anak" ucap Astaroth membuat Mo Da Xia terkejut.
"Ah tidak, lebih tepatnya mereka tidak diperbolehkan untuk memiliki pendamping hidup oleh karena itulah mereka tidak mempunyai anak, itu semua karena sebuah perjanjian yang membuat mereka harus melakukan nya" ucap Astaroth melanjutkan ucapannya.
"Lalu apa keputusan terakhir mereka semua" tanya Mo Da Xia penasaran.
"Apa kau menyayangi kedua orang tua mu itu" ucap Astaroth yang lagi lagi malah bertanya hal lain dan bukannya menjawab pertanyaan Mo Da Xia.
"Apakah sudah kebiasaan mu jika orang lain bertanya kau malah menanyakan hal yang lain" ucap Mo Da Xia menatap tajam.
"Jawab saja pertanyaanku" ucap Astaroth yang tak memperdulikan tatapan tajam dari Mo Da Xia.
"Tentu saja aku sangat menyayangi mereka Astaroth, pertanyaan mu sungguh sangat konyol" ucap Mo Da Xia.
"Hm baiklah, keputusan terakhir mereka adalah tetap memilih untuk menjadikan satu orang anak saja yang akan menjadi penerus mereka sebagai pemimpin karena beberapa orang itu tidak bisa menandingi kekuatan dari Dewa Zeus dan Lucifer yang memang memiliki kekuatan yang sangat dahsyat" ucap Astaroth menghadap ke samping.
__ADS_1
"Pasti ada yang kau tutupi dari apa yang sebenarnya terjadi bukan" tanya Mo Da Xia yang menangkap gelagat Astaroth seperti orang yang tak ingin ketahuan jika ia sedang berbohong.
"Tidak" ucap Astaroth mengelak.
"Cepat katakan" desak Mo Da Xia.
"Tidak" ucap Astaroth tetap kekeh.
"Katakan Astaroth" teriak Mo Da Xia.
"Cukup" bentak Astaroth menggebrak meja yang langsung membuat Mo Da Xia terdiam.
"Hufhh, maafkan aku" ucap Astaroth merasa bersalah karena tidak sengaja membentak gadis kecil didepannya itu.
"Hm" dehem Mo Da Xia.
"Bagaimana aku mengatakan nya jika kau begitu menyayangi mereka, hatimu pasti akan sakit jika mengetahui jika mereka bukan orang tua kandung mu dan anak yang ku sebut itu adalah dirimu" gumam Astarot dalam hati, ia ingin mengatakan yang sebenarnya namun ia benar benar tidak tega untuk menyakiti hati gadis kecil itu.
"Tapi mengapa kau mengatakan jika aku adalah keturunan Lucifer jika mereka saja tidak bisa mempunyai anak" tanya Mo Da Xia mengesampingkan rasa kesalnya.
"Hehehe, aku salah bertanya karena terlalu terkejut melihat darah iblis yang mengalir ditubuh mu" ucap Astaroth yang mengatakan alasan yang tidak masuk akal.
"Begitu kah" ucap Mo Da Xia seolah percaya dengan ucapannya itu.
"Lalu siapa anak yang terpilih itu" tanya Mo Da Xia.
"Tidak tahu, aku tidak mengetahui nya" jawab Astaroth cepat.
"Baiklah, semoga apa yang kau ucapkan adalah kebenaran dan tak ada satupun yang berkaitan dengan ku dari apa yang kau ceritakan tadi Astaroth, dan jika semua itu berkaitan dengan ku maka aku benar benar kecewa padamu" ucap Mo Da Xia berdiri.
"Kau mau kemana" tanya Astaroth.
"Pulang" ucap Mo Da Xia, entah mengapa meskipun Astaroth membuat nya marah dan kesal, Mo Da Xia sama sekali tidak bisa menyerang nya seperti orang orang yang telah menyinggung nya, seperti ada perasaan aneh yang mengganjal di hatinya yang membuat ia tidak bisa melukai Astaroth.
__ADS_1
"Apakah kau tidak ingin berjalan-jalan terlebih dahulu, bukannya tadi kita telah berjanji untuk berjalan-jalan setelah selesai berbicara" ucap Astaroth mengingatkan Mo Da Xia dengan janji mereka sebelumnya.
"Lain kali saja" ucap Mo Da Xia sambil membuat portal teleportasi untuk nya kembali.
"Apakah kau marah padaku" tanya Astaroth khawatir jika Mo Da Xia marah dan menganggap nya musuh.
"Tidak gegee" tekan Mo Da Xia kesal, yang langsung membuat Astaroth mematung.
"Kau tadi memanggil ku gege? apakah aku tidak salah dengar" ucap Astaroth heboh.
"Ya kau salah dengar" ucap Mo Da Xia datar.
"Tidak tidak, tadi itu benar, ya itu tadi benar, sekarang aku adalah gegemu" ucap Astaroth cepat.
"Terserah saja" ucap Mo Da Xia melangkahkan kakinya ingin memasuki portal teleportasi.
"Tunggu" ucap Astaroth menghentikan Mo Da Xia.
"Ada apa" tanya Mo Da Xia mengerutkan keningnya.
"Berhati-hatilah terhadap orang sekitar mu termasuk dengan keluarga mu sendiri, ada satu hal yang tak bisa ku ucapkan sekarang, dan maafkan aku sepertinya kau akan kecewa terhadap ku karena kau memang berkaitan dengan yang telah aku ceritakan tadi" ucap Astaroth memberikan sebuah peringatan.
"Apa maksudmu" tanya Mo Da Xia bingung.
"Kau tak perlu tau, namun percayalah padaku, karena siapapun bisa menjadi musuh untuk diri kita sendiri" ucap Astaroth.
"Baiklah" ucap Mo Da Xia karena menurut nya apa yang Astaroth ucapkan tidak ada yang salah dan tidak ada kekecewaan di wajahnya karena Astaroth telah berkata jujur dengan mulut nya sendiri walau tidak semuanya.
"Sampai jumpa" ucap Mo Da Xia melambaikan tangan memasuki portal teleportasi.
.
Like like like, komen dan vote nya readers 😍
__ADS_1
.